cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
JILBAB ANTARA KESALEHAN DAN FENOMENA SOSIAL Yulikhah, Safitri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1627

Abstract

Close the genitals for a Muslim woman is a liability as embodied in the Qur'an. Clothes that cover the genitals is commonly called hijab. In the development of the hijab is not simply understood as a religious duty. However, it extends into the lifestyle of women in part. Hijab eventually not only a manifestation of piety as hoped religious orders. On the other hand hijab is a manifestation of social phenomena. This is reinforced by the widespread use of the hijab in some communities for reasons of politics, law, and others. Religious reasons behind the use of hijab among Muslim women. This reality ultimately refers to a conclusion that hijab is not merely a representation of Muslim piety but the hijab is also a life style for some Muslim women to be impressed or present a religious atmosphere in the life she lived.***Menutup aurat bagi seorang muslimah adalah kewajiban sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an. Pakaian yang menutup aurat ini  biasa disebut jilbab. Dalam perkembangannya jilbab bukan sebatas dipahami sebagai sebuah kewajiban agama. Namun meluas menjadi gaya hidup sebagaian perempuan. Jilbab akhirnya tidak hanya sebuah perwujudan kesalehan sebagaimana yang diharapkan perintah agama. Jilbab disisi lain merupakan manifetasi dari fenomena sosial. Hal ini diperkuat dengan maraknya penggunaan jilbab pada sebagian masyarakat karena alasan politik, hukum, dan lainnya. Beragama alasan yang melatarbelakangi penggunaan jilbab di kalangan muslimah. Realitas ini pada akhirnya merujuk pada sebuah kesimpulan bahwa jilbab bukan semata-mata representasi kesalehan muslimah. Tetapi jilbab juga menjadi life style bagi sebagian muslimah agar terkesan atau menghadirkan suasana religius dalam kehidupan yang dijalaninya. 
MODEL PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS LAYANAN KESEHATAN CUMA-CUMA UNTUK KAUM DHU’AFA Kasus di Pos Sehat Al Ikhwan Parung-Bogor Nilamsari, Wati
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.2.54

Abstract

This paper is a research result examining the development model of community-based free health services to the poor (dhuafa) at Pos Sehat Al Ikhwan, Parung-Bogor. The writer used the Rothman and Glen’s theory to analize the case. This study used the local community development model. It is aimed to build the economic autonomy of community, in which they could determine and meet their own needs by using creative and operative processes. Having completed the mentoring process conducted by Da'wah and Communication Faculty, “Pos Sehat Al Ikhwan” attempts to maintain the continuity of health services for the dhu'afa in Bojong Indah, Parung, Bogor by strengthening network of the similar healthcare services being performed by advanced institutions to support the operational of “Pos Sehat”. Some of those are the health service of At Taqwa Mosque, and free health services of Dompet Dhu'afa which is until now still help advocating the “Pos Sehat Al Ikhwan” through connecting the Dompet Dhuafa donors with the “Pos Sehat Al-Ikhwan”.***Paper ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji tentang Model Pengembangan Masyarakat berbasis layanan kesehatan Cuma-Cuma untuk kaum Dhuafa, dengan mengangkat kasus yang terjadi di Pos Sehat Al Ikhwan, Parung-Bogor. Analisis mengenai model pengembangan masyarakat pada  layanan Kesehatan Pos Sehat Al Ikhwan menggunakan teori dari Rothman dan kawan-kawan maupun Glen. Penelitian ini merupakan model pengembangan masyarakat lokal. Model ini bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat, dimana masyarakat sendiri yang mendefinisikan dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan menggunakan proses-proses yang kratif dan operatif. Upaya yang dilakukan oleh Pos Sehat Al Ikhwan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan untuk kaum dhu’afa di Desa Bojong Indah, Parung, Bogor setelah selesainya proses pendampingan yang dilakukan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu dengan memperkuat jaringan pada layanan kesehatan mandiri yang dilakukan oleh lembaga yang sudah maju untuk mendukung operasional Pos sehat, antara lain dengan Layanan Kesehatan Masjid At Taqwa Bintaro, dan juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhua’afa yang hingga sekarang melakukan pendampingan pada pos sehat Al Ikhwan melaui mekanisme menghubungkan donatur Dompet Dhuafa dengan pos sehat Al Ikhwan.
DAKWAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDESAAN Zaini, Ahmad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 2 (2017)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.2.2708

Abstract

This paper aims to determine the activities of da'wah in changing the economic, social, cultural, educational and political conditions of rural residents through community empowerment in the frame of da'wah . Namely da'wah that can improve the quality of faith as well as the quality of life target da'wah . The results of this literature review indicate that there are several forms to empower communities through political, economic, socio-cultural and environmental empowerment. The techniques for improving the situation can be done through non-participation techniques, tokenism techniques, and community participation/power techniques. The participation in government, preachers, community, and da'wah organizations in bridging the mission of community empowerment is an urgent thing to be synergized so that the goal of da'wah can succeed maximally
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI Munawaroh, Zahrotun; Mudhofi, M; Susanto, Dedy
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1608

Abstract

Penelitian ini mengkaji; 1) Bagaimana Efektivitas dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, 2) Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat penerapan SISKOHAT. SISKOHAT terintegrasi dengan 17 BPS BPIH dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia dengan Host pusat di Kementerian Agama Pusat. Pelayanan SISKOHAT mencakup pendaftaran dan penyimpanan database jamaah dan petugas haji, pemrosesan dokumen paspor dan pemvisaan, penerbitan Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH), pembayaran BPIH oleh BPS BPIH secara online, pelaksanaan sistem akuntansi BPIH, penyususnan pramanifest kloter, monitoring penerbangan, pemantauan kesehatan haji, serta pemantauan operasional haji di Tanah Air dan di Arab Saudi.
AJARAN DAKWAH SUNAN MURIA (KAJIAN RIJAL AL-DAKWAH) Anasom, Anasom
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 1 (2017)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.1.2620

Abstract

This article is an attempt to know the abouts of Sunan Muria in more depth. This is done because there are several versions of the existence of Sunan Muria from birth to death and gait da'wah that has been implemented. This article is written and extracted from the Focus Group Discussion (FGD) method that has been implemented by various universities, academics, historians and researchers who are intensive in the study of walisongo. The results of this study indicate that Sunan Muria is one son Sunan Kalijaga, the result of his marriage with the goddess Sarah binti Maulana Ishaq. In addition this article shows that the mission carried out by Sunan Muria and the condition of the people who are more embracing the religion of the earth, more precisely Kejawen community. Armed with a variety of works he made, one of the famous known pagerana omahmu kanthi mangkok (Protect Your house with bowl) makes him famous as a pious person who put forward shodaqah. It is known that sodaqah is one of the da'wah material that is often delivered
PENGARUH KETAATAN BERIBADAH TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UIN WALISONGO SEMARANG Mahfud, Dawam; Mahmudah, Mahmudah; Wihartati, Wening
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1251

Abstract

The purpose of this research is to measure the level of influence of obedience worship to scholar mental hygiene in Walisongo State Islamic University Semarang. The population in this research is all of scholar in Walisongo State Islamic University Semarang. The method to collecting data use questionare and mental hygiene scale and obedience worship scale. To analyze use infential parametris statistic with simple regression and t-test. This research shows that there are influence of obedience worship to mental hygiene scholar in Walisongo State Islamic University. The average of scholar mental hygene value  is 78,2000 with deviation standart 6,14175, and average of obedience worship value is 94,3636 with deviation standart 6,58985 with influence coefficient F is 47,096 with significance value (pvalue) 0,000.***Penelitian ini bertujuan  mengukur besarnya pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan skala kesehatan mental dan skala ketaatan beribadah. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik inferensial parametris dengan teknik analisis regresi sederhana dan uji t. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang, semakin tinggi pengaruh ketaatan beribadah maka semakin tinggi kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sebaliknya, semakin rendah pengaruh ketaatan beribadah maka semakin rendah pula kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Rata-rata nilai kesehatan mental mahasiswa 78, 2000 dengan standar deviasi 6,14175, sedangkan rata-rata nilai ketaatan beribadahnya 94,3636 dengan standar deviasi 6,58985 dengan koefisien pengaruh F sebesar 47,096 dengan nilai signifikansi (Pvalue) 0,000.
Membingkai Ajaran Islam Dengan Produk Multimedia “Hakikat Kaya” dalam Film Dokumenter Religi Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya Fatimah, Nur
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 2 (2016)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.2.1748

Abstract

This article is a result of a research about how to pack islamic teachings in a multimedia product which can enjoy by sense of hearing and sense of eyesight at once, that’s film. The result is a religious documentary film by the title Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya, which is framing hadis Rasulullah SAW about the truth of richness, that is “richness doesn’t lie in the abundance of (worldly) goods, but richness is the richness of the soul (heart, self).” This concept visualized by the living condition and story of a man named Makmur who lived in the bamboo huts. Islamic values such as unpretentious, patience, sincere, thankfulnes, and qana’ah, take a colour of content of pervormative documentary film, which depicts reality of life with more subjective, expressive, stylish, and indepth display.***Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang bagaimana mengemas ajaran Islam dalam suatu produk multimedia yang bisa dinikmati indra pendengar dan penglihat sekaligus, yaitu film. Adapun hasilnya adalah sebuah film dokumenter religi berjudul Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya yang membingkai sabda Rasulullah SAW mengenai hakikat kaya yakni “bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” Konsep tersebut divisualisasikan melalui pengalaman dan kisah hidup seorang lelaki bernama Makmur yang tinggal di gubuk bambu. Nilai-nilai ajaran Islam lain seperti kesederhanaan, sabar, ikhlas, syukur, dan qana’ah, turut mewarnai isi film dokumenter bertipe performatif ini, yang mana menampilkan kehidupan nyata dengan gambaran lebih subjektif, ekspresif, stylish, dan mendalam.
EPISTEMOLOGI DAN RUMPUN KEILMUAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Zamroni, Mohammad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 1 (2014)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.1.67

Abstract

As a field of scientific discipline, the existence of Islamic communication and broadcasting still seems to be an unanswerable question. The issue is often addressed on how the epistemology and the clumps of communication and broadcasting science is. To meet this problem, in-depth studies need to be done by tracing the philosophy of science as a basic science including ontology, epistemology, and axiology. This study is needed to dismiss such dichotomy between secular sciences and the religious sciences (Islam). An integrative-interconnected science paradigm becomes a reference of the approach to integrate between science and Islam. Thus, the epistemology of communication science is a scientific discipline that studies broadcasting and journalism like others. While the Islamic Broadcasting Studies is a field of Da’wa study that becomes a core value of the Islamic perspective.*** Sebagai bidang disiplin ilmu, adanya komunikasi Islam dan penyiaran nampaknya masih menjadi pertanyaan yang tidak terjawab. Masalah ini sering ditujukan pada bagaimana epistemologi dan rumpun komunikasi dan ilmu penyiaran. Untuk memenuhi masalah ini, studi perlu dilakukan secara mendalam dengan menelusuri filsafat ilmu sebagai ilmu dasar termasuk ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini diperlukan untuk mengabaikan dikotomi seperti antara ilmu-ilmu sekuler dan ilmu-ilmu agama (Islam). Paradigma ilmu integratif-saling berhubungan menjadi acuan dari pendekatan untuk mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan Islam. Dengan demikian, epistemologi ilmu komunikasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari penyiaran dan jurnalisme seperti orang lain. Sementara Studi Broadcasting Islam adalah bidang studi Dakwah yang menjadi nilai inti dari perspektif Islam.
MENGEVALUASI ULANG DAKWAH PADA PEMELUK AGAMA LOKAL (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS SAMIN) Rosyid, Moh.
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 1 (2014)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.1.41

Abstract

Indonesia has a variety of cultures, ethnicity, race, creed, and religion. Unfortunately, between people and the state have different views toward religions and faiths. The state does not categorize Samin as a religion but a cult that is a part of cultures. Accordingly, Samin people likely become the target of da’wah. If we refer to the Presidential Decree No. 1/PNPS /1965, the legitimate religions accepted in Indonesia include Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism (Confucius). In other words, the State does not restrict particular religions as long as they do not conflict with the law. Thus, Samin might live in Indonesia as an Adam’s religion because it does not conflict with the law. As well, Samin people have a legitimate religion and they should not become a target of da’wah again because they are a part of religious groups.***Bangsa Indonesia memiliki berbagai budaya, suku, ras, kepercayaan, dan agama. Terdapat perbedaan cara pandang negara dan warganya terhadap agama dan aliran kepercayaan. Agama Adam yang dipeluk masyarakat Samin oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan yang merupakan bagian dari budaya, bukan agama. Imbasnya warga Samin dijadikan obyek dakwah. Akan tetapi, bila memahami Perpres Nomor 1/PNPS/1965 bahwa yang dimaksud dengan “agama yang dianut di Indonesia” adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius). Dengan demikian, Negara tidak membatasi agama tertentu saja, prinsip dasar agama yang boleh eksis di Indonesia adalah agama yang tidak bertentangan dengan UU. Dengan demikian, agama Adam yang dipeluk warga Samin pun boleh hidup di Indonesia karena agama Adam tidak bertentangan dengan UU. Dengan demikian, warga Samin telah beragama dan sah keberadaannya maka warga Samin tidak boleh didakwahi karena telah beragama.
METODE BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SHOLAT DHUHA PADA ANAK HIPERAKTIF DI MI NURUL ISLAM NGALIYAN SEMARANG Khasanah, Hidayatul; Nurkhasanah, Yuli; Riyadi, Agus
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1623

Abstract

This research aimed to describe the characteristics of hyperactive children and analyze methods of Islamic guidance and counseling in instilling discipline of Duha prayer in hyperactive children in MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. This research is qualitative research. The data source is a teacher as well as a hyperactive child. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results showed that hyperactive children have discipline problems in implementing the Duha prayer in congregation. Islamic guidance and counseling methods used to embed discipline of Duha prayer for hyperactive children consisting of four methods: the method of habituation, role model, motivation and supervision.***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik anak hiperaktif dan menganalisis metode bimbingan dan konseling Islam dalam menanamkan kedisiplinan shalat dhuha pada anak hiperaktif di MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru serta anak hiperaktif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama anak hiperaktif memiliki problem kedisiplinan dalam melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Kedua, metode bimbingan dan konseling Islam yang digunakan untuk menanamkan kedisiplian shalat dhuha bagi anak hiperaktif terdiri dari empat metode yaitu metode pembiasaan, metode tauladan, metode nasehat (motivasi), dan metode pengawasan ketika shalat dhuha berjamaah berlangsung.

Page 6 of 36 | Total Record : 352