cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
Peranan Dakwah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam Menyelamatkan Republik Sriyanto, Sriyanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.3998

Abstract

Mr. Sjafruddin Prawiranegara is a unique figure in thinking and preaching. He was a great preacher and given contributions for republic .  Another learning, da'i should not be  prosecutor and judge. Sjafruddin role,  as a da?i the president often erased from history books. Based on this, Study entitled the role Sjafruddin Prawiranegara Dakwah in saving Republic  was carried out. This research very important because to re-read role of Mr. Sjafruddin Dakwah,  da'i warrior who has saved  existence and sustainability of Republic as part of his faith. This research is limited to role of his dakwah, biography, concept of struggle and  relevance his dakwah. This research is  qualitative as a library with  interpretative approach. The results of research indicate that his dakwah based on  strong Islamic worldview. Digest Dakwah  covering faith and reason is basis of preaching. " Greater reason dangerous for Islam than opponents openly hostile"  Sjafruddin said. The main role  Sjafruddin  dakwah was his courage and firmness to save Indonesia from  destruction defeat when the second military aggression. The role of his dakwah includes  all fields. His View thinks far ahead, so many still and remain relevant. He said that "preaching is inseparable from state and political matters".??..Mr. Sjafruddin Prawiranegara adalah  tokoh yang unik dalam dakwahnya.  Dia adalah teladan  dan  sudah  memberi  sumbangsihnya  bagi  Republik. Pembelajaran  unik  dari    Sjafruddin yaitu;  seorang  da?i    seharusnya    tidak  menjadi jaksa dan hakim. Peranan  Sjafruddin  sebagai  dai yang presiden  sering  terhapus  dari  buku  sejarah Indonesia. Berdasarkan   hal   tersebut   maka   penelitian   berjudul   Peranan   Dakwah   Mr.   Sjafruddin Prawiranegara dalam menyelamatkan Republik dilaksanakan.   Penelitian ini sangat penting dilakukan karena membaca kembali peranan dakwah Mr.  Sjafruddin, seorang da?i    pejuang    yang  telah  menyelamatkan  keberadaan dan keberlangsungan Republik sebagai bagian imannya. Penelitian ini dibatasi pada peranan dakwahnya, biografi, konsep dan relevansi dakwahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.  Penelitian bersifat penelitian pustaka dengan pendekatan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas dakwahnya didasari Islamic worldview yang kuat.  Iman dan akal merupakan dasar berdakwah. ?Bahaya akal lebih besar bagi Islam dari lawan yang secara terang-terangan memusuhi  Islam?  kata  Sjafruddin; Peran utama dakwah Sjafruddin adalah keberanian dan ketegasannya dalam mengambil tindakan untuk mengambil alih menyelamatkan Indonesia dari kehancuran dan kekalahan ketika terjadi agresi militer Belanda ke-2.  Peranan dakwahnya mencakup semua bidang. Pandangannya  jauh  ke  depan, sehingga banyak pemikirannya yang masih dan tetap relevan di masa sekarang. Dia pernah berkata bahwa ?berdakwah itu tidak bisa dilepaskan dari soal kenegaraan dan politik?.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PASIEN PENYAKIT TERMINAL DI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS) RSUP DR. KARIADI SEMARANG Hidayanti, Ema
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3970

Abstract

HIV / AIDS patients experience complex problems both physically, psychologically, socially, and spiritually. Psychosocial problems experienced include depression, anxiety, despair, and worry, and affect the destruction of social life such as isolating themselves and getting stigmatized. These various problems make HIV / AIDS patients feel useless and worthless. In dealing with psychological problems such as low self-esteem, HIV / AIDS patients desperately need social support from both partners, parents, children, friends, counselors and health teams. Unfortunately during this time the expected social support, rarely HIV / AIDS patients were found, including from their own families. To facilitate these needs, hospitals that become a reference center for HIV / AIDS patients form Peer Support Groups (PSG). PSG  activities include group guidance and peer counseling for HIV / AIDS patients. These activities provide opportunities for HIV / AIDS patients to increase knowledge about their illness, exchange experiences with each other, even help each other solve problems. The various positive benefits of peer support groups in turn can increase the self-esteem of HIV / AIDS patients. ****Pasien HIV/AIDS mengalami problem yang kompleks baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Problem psikososial yang dialami antara lain depresi, cemas,  putus asa, dan khawatir, serta berpengaruh pada rusaknya kehidupan sosial seperti mengisolasikan diri dan mendapat stigmatisasi. Berbagai masalah tersebut membuat ODHA merasa tidak berguna dan tidak berharga. Dalam menghadapi problem psikologis seperti rendahnya harga diri, ODHA sangat membutuhkan dukungan sosial baik dari pasangan, orang tua, anak, teman, konselor dan tim kesehatan. Sayangnya selama ini dukungan sosial yang diharapkan tersebut, jarang ODHA didapatkan termasuk dari keluarganya sendiri. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, rumah sakit yang menjadi pusat rujukan bagi ODHA membentuk Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Kegiatan KDS diantaranya  bimbingan kelompok dan konseling sebaya bagi ODHA. Kegiatan tersebut memberikan peluang bagi ODHA untuk menambah pengetahuan tentang sakitnya, bertukar pengalaman dengan sesamanya, bahkan saling membantu memecahkan masalah. Berbagai manfaat positif KDS tersebut pada gilirannya mampu meningkatkan harga diri ODHA.
Paradigma Dakwah Kultural: Dimensi Sufisme dalam Kontruksi Karakter Bima pada Pewayangan Jawa Hidayatullah, Ahmad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4409

Abstract

Wayang as a pride of Javanese culture is well known not only for artistic dimension, but also for a spiritual dimension. It can be seen from a compositions of wayang characters, namely Bima. This research is a qualitative research that focuses on library research about Mahabharata books, Javanese culture (wayang), Walisongo, and dakwah. This research is data analysis that uses descriptive analysis, as an effort to describe and analyze the siprirtiual dimensions are manifested in aspects of dakwah and sufism in the construction of the Bima character. The results of this study indicate that the character of Bima shows the construction for dimensions of dakwah and Sufism. The dimension of dakwah lies in the process of islamization of Hindu that contained in wayang that finally changes the character and storyline of the wayang itself. While the dimension of Sufism is in the process of conveying the values of Sufism, such as in the depiction of the soul (nafs) and manunggaling Kawula Gusti in the Dewaruci play. 
METODE DAKWAH MENURUT JALALUDDIN RAKHMAT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (BKI) Maullasari, Sri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3975

Abstract

In line with the increasingly rapid development of the era, da'wah activities require a precise strategy and a clear concept. For this reason, it is necessary to have a systematic method or method that is used to deliver material or preach messages to mad'u. The author focuses on conducting studies between the methods of da'wah according to Jalaluddin Rakhmat and their implementation in Islamic guidance and counseling because they can be said to be interrelated. According to Jalaluddin Rachmat there are three methods of da'wah, namely: preaching with wisdom (bi al-hikmah), mau'idzah hasanah, and da'wah with good discussion (mujadalah billati hiya ahsan). The da'wah method according to Jalaluddin Rakhmat can be implemented in the guidance and counseling process as an effort to deepen the application of counseling communication skills. Al hikmah can be applied in the initial stages of counseling process trying to understand a client's problems. Mauidzhah hasanah can be applied in the middle stage, which is the stage of work where there will be advice so that clients can find various alternatives to the problems at hand. Mujadalah billati hiya ahsan can be applied in the final stage, namely the action stage which seeks to convince clients of solutions that will be taken independently.****Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kegiatan dakwah memerlukan sebuah strategi yang jitu dan konsep yang jelas. Untuk itu perlu sebuah metode atau cara yang sistematis yang  digunakan untuk menyampaikan materi atau pesan dakwah kepada mad?u. Dalam kajian ini penulis fokus untuk melakukan pengkajian antara metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dan implementasinya dalam bimbingan dan konseling Islam karena keduanya bisa dikatakan saling berkaitan. Menurut Jalaluddin Rakhmat terdapat tiga metode dakwah, yakni, dakwah dengan hikmah (bi al-hikmah), mau?idzah hasanah, dan dakwah dengan diskusi yang baik (mujadalah billati hiya ahsan). Metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dapat diimplementasikan dalam proses bimbingan dan konseling sebagai upaya memperdalam penerapan ketrampilan komunikasi konseling. Al-hikmah dapat diterapkan dalam tahap awal konseling, untuk memahami suatu permasalahan klien. Mauidzhah hasanah dapat diterapkan dalam  tahap pertengahan, yang merupakan tahap kerja dimana akan adanya nasihat-nasihat agar klien bisa menemukan berbagai alternatif atas permasalahan yang dihadapi. Mujadalah  billati hiya ahsan dapat diterapkan dalam tahap akhir, yaitu tahap tindakan (action) yang berusaha untuk menyakinkan klien terhadap solusi yang akan diambil secara mandiri.
DAKWAH ISLAM DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING Prihatiningtyas, Siti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3885

Abstract

Humans need the help of others in solving their life problems. Life problems always develop, along with the times. The problems faced by humans also change. This change provides a treatment from various parties, including da'wah as an alternative way to solve human problems. Da'wah with various elements has responsibility in solving human problems. Da'wah is carried out by various means, one of which is guidance and counseling, both of which are used as references in carrying out da'wah. Something that is needed now is to increase the role of da'wah with guidance and counseling, so as to be able to solve human problems. This article focuses on the elaboration of guidance and counseling in solving human problems within the framework of da'wah **** Manusia memerlukan bantuan orang lain dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. Persoalan kehidupan selalu berkembang, seiring dengan perkembangan zaman. Persoalan yang dihadapi manusia juga mengalami perubahan. Perubahan ini memberikan sebuah perlakuan dari berbagai pihak, termasuk dakwah sebagai alternatif jalan menyelesaikan masalah manusia. Dakwah dengan berbagai unsurnya mempunyai tanggungjawab dalam menyelesaikan persoalan manusia. Dakwah dilakukan dengan berbagai jalan, salah satunya adalah bimbingan dan konseling, Kedua hal ini dijadikan sebagai referensi dalam melaksanakan dakwah. Sesuatu yang dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan peran dakwah dengan bimbingan dan konseling, sehingga mampu menyelesaikan masalah manusia. Artikel ini fokus pada elaborasi bimbingan dan konseling dalam menyelesaikan persoalan manusia dalam kerangka dakwah.
Dakwah Humanis melaui Gerakan Tarekat Moehson, Qomariah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4674

Abstract

Humanist propaganda is one way of da'wah with the aim of making humanity. Tarekat is a religious activity which is important for Muslims to draw closer to Allah SWT. The purpose of this study is to analyze the da'wah process through tarekat activities which are considered to have strategic content values in making Muslims better. This study was conducted with a phenomenological qualitative approach. The results of this study reveal that preaching activities through tarekat are good Da'wah choices. The goodness of da'wah through the tarekat is seen as more about the target, where the members of the tarekat are more concerned about their whereabouts, at the same time the members or congregations are also given da'wah material in accordance with their wishes and existence. Dakwah humanis merupakan salah satu cara dalam berdakwah dengan tujuan lebih menjadikan manusia secara lebih manusiawi. Tarekat merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang dipandan penting bagi umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan penelitian ini melakukan analisis terhadap proses dakwah melalui kegiatan tarekat yang dipandang mempunyai nilai kandungan strategis dalam menjadikan umat Islam menjadi lebih baik. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan dakwah melalui tarekat merupakan pilihan dakwah yang baik. Kebaikan dakwah melalui tarekat dipandang lebih mengenai pada sasaran, dimana anggota tarekat lebih diperhatikan keberadaannya, sekaligus para anggota atau jamaah tarekat juga diberi materi dakwah yang sesuai dengan keinginan dan keberadaan dirinya.   
Penerapan Cognitive Behaviour Therapy dalam Mengembangkan Kepribadian Remaja di Panti Asuhan Aini, Dewi Khurun
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan respon pelaksanaan ?Pendekatan Brainology dan Psikologi Positif (CBT)? dalam mengembangkan kepribadian remaja putri yang berada di panti asuhan Aisyiyah Ronggowarsito Semarang. Penelitian ini melibatkan 30 responden remaja putri Panti Asuhan Aisyiyah sebagai subjek penelitian. Metodologi penelitian pada kajian ini adalah participatory action research. Metodologi ini merupakan salah satu model penelitian yang mencari sesuatu untuk menghubungkan proses penelitian ke dalam proses perubahan sosial. Perubahan sosial yang dimaksud adalah bagaimana dalam proses pemberdayaan dapat mewujudkan tiga tolak ukur, yakni adanya komitmen bersama dengan masyarakat dan adanya institusi baru dalam masyarakat yang dibangun berdasarkan kebutuhan. Sementara, untuk hasil dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data, data yang sudah terkumpul dibuat dalam matriks, analisisi ini disebut analisis interaktif. Dalam matriks akan disajikan penggalan-penggalan data deskriptif sekitar peristiwa atau pengalaman masyarakat tertentu. Tahapan-tahapan analisisnya berupa pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan (conclutions). Hasil penelitian menunjukkan Program pengembangan kepribadian remaja putri yang berada di panti asuhan dengan pendekatan Cognitive Behaviour Therapy dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku subjek penelitian. Subjek penelitian melakukan interaksi sosial dengan baik, sehingga subjek penelitian tetap menjaga hubungan atau kontak sosial, sehingga subjek penelitian merasa tidak sendiri. Kepribadian remaja putri panti semakin berkembang menjadi lebih baik.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH MASYARAKAT ATAS KONFLIK TANAH DI DESA SUROKONTO WETAN KECAMATAN PAGERUYUNG KABUPATEN KENDAL Rachmawati, Farida; Rokhmad, Abu; Supena, Ilyas
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3971

Abstract

Land is an important source of life for farmers. Society?s effort maintain and obtain recognition for landoften lead to conflict. Include land conflict in Surokonto Wetan Village, Pageruyung District, Kendal Regency. This study aims to knowing history and conflict dynamics in Surokonto Wetan village, analyzing communication strategic that using by society to settlement of land conflict. The result showing that: firstly, land conflict in Surokonto Wetan is asyimmetric conflict between society and Perhutani. Secondly, communication strategic that using by society in Waisbord framework about problem definition, goal selection affecting strategic choosing, tactics and continuity movement  relating with people?s motivation to better change. The basis of various actions is to free land to be owned by societys and free two detained societys, this goal underlies every manifestation of community action through demonstrations, negotiations, appeals until the goal is reached. ****Tanah merupakan sumber kehidupanyang penting bagi masyarakat petani. Usaha mempertahankan dan memperoleh pengakuan atas tanah tak jarang menimbulkan konflik. Termasuk konflik tanah yang terjadi di Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana sejarah dan dinamika konflik tanah di Desa Surokonto Wetan, menganalisis strategi komunikasi yamg digunakan  masyarakat untuk penyelesaian konflik. Hasil penelitian memperlihatkan, pertama, konflik tanah di Surokonto Wetan merupakan jenis konflik asimetris yang melibatkan masyarakat dengan Perum Perhutani.Kedua, Strategi komunikasi yang digunakan masyarakat dalam kerangka Waisbord terkait definisi permasalahan, tujuan yang ingin dicapai yang mempengaruhi pemilihan strategi, taktik dan kontinuitas gerakan terkait motivasi orang terhadap perubahan yang lebih baik. Dasar berbagai aksi adalah untuk membebaskan tanah agar dimiliki warga dan membebaskan dua warga yang ditahan, tujuan ini mendasari setiap aksi masyarakat yang terwujud melalui demonstrasi, negosiasi, kasasi yang dilakukan hingga tercapai tujuan.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS MAJELIS TAKLIM DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Riyadi, Agus
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3966

Abstract

Majlis taklim is a vehicle for strong interaction and communication between ordinary people with the mualim (teacher), and between fellow members of the assemblies taklim without being limited by place and time. Thus the majlis taklim become an alternative religious education institution for those who do not have enough energy, time, and opportunity to study the religion in formal education. This is what makes the majlis taklim has its own value compared to other religious institutions. Therefore, the development of teaching-based community-based society gives emphasis on process-oriented goals (process goals) where the community in this case is the board and teachers majelis taklim tried to be integrated and developed capacity in an effort to prevent their own problems and problems in the community, comparatively based on the willingness and ability to help oneself (self help) in accordance with democratic principles. The stages used to conduct community development based on majelis taklim through several stages, namely; preliminary study on the picture of majelis taklim, identification of problem and potential of majelis taklim, preparation of alternative action plan, structuring and implementation of action program, and evaluation****Majelis taklim merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggota jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternatif bagi mereka yang tidak memiliki cukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijalur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majelis taklim memiliki nilai tersendiri dibanding lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Oleh karena itu pengembangan masyarakat berbasis majelis taklim memberikan penekanan pada tujuan yang berorientasi pada proses (process goal) dimana masyarakat yang dalam hal ini adalah para pengurus dan pengajar majelis taklim dicoba untuk diintegrasikan serta dikembangkan kapasitasnya dalam upaya mencegah masalah mereka sendiri serta masalah di masyarakat, secara komparatif berdasarkan kemauan dan kemampuan menolong diri sendiri (self help) sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis. Adapun tahapan-tahapan yang digunakan untuk melakukan pengembangan masyarakat berbasis pada majelis taklim melalui beberapa tahapan, yaitu; studi pandahuluan tentang gambaran majelis taklim, identifikasi masalah dan potensi majelis taklim, penyusunan alternative rencana aksi, penataan dan pelaksanaan program aksi, dan evaluasi.
Reduksi Tingkat Stress pada Komunitas Purbalingga Street Art melalui Graffiti dan Mural Khotimah, Eti Khusnul; Budiyono, Alief
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.3997

Abstract

Many things can be done to reduce stress, one of them is through Graffiti and Mural. Both are recognized to reduce stress levels in a person. The purpose of this study is to find out how to reduce stress levels and differences in stress levels before and after treatment in the form of drawing graffiti and murals in the Purbalingga Street Art (PUSAR) community. This type of research is a quantitative quasi experiment. To measure stress levels, the instrument used is the Depression Anxiety Stress Scale (DASS). The stress difference was analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results of the study stated that graffiti and murals can cause a sense of fun and calm when the artist holds a pilox (spray paint) on the object of the wall. Then, there is a point in making graffiti that makes a graffiti artist feel satisfied to express and express emotions from within himself. So that what makes graffiti and murals can overcome problems and cause pleasure is when all emotions can be overflowed into his work. Furthermore, every member of the Purbalingga Street Art (PUSAR) community with different stress levels get different results. Statistical test results show a significant difference or decrease in stress levels in the study subjects with the results of p value = 0.011 (p value <0.05), so the hypothesis is accepted.Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mereduksi stress, salah satunya melalui Graffiti dan Mural. Keduanya diakui dapat mengurangi tingkat stress pada seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara mereduksi tingkat stress dan perbedaan tingkat stress sebelum dan sesudah dilakukannya perlakuan berupa menggambar graffiti dan mural pada komunitas Purbalingga Street Art (PUSAR). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif quasi eksperimen. Untuk mengukur tingkat stress, instrumen yang digunakan adalah skala Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Perbedaan stress tersebut dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa graffiti dan mural dapat menimbulkan rasa senang serta ketenangan ketika artist memegang pilox (cat semprot) pada obyek tembok. Kemudian, ada sebuah titik dalam pembuatan graffiti yang membuat seorang artist graffiti merasa puas untuk mengungkapkan dan mengekspresikan emosi dari dalam dirinya. Sehingga yang membuat graffiti dan mural dapat mengatasi masalah dan menimbulkan rasa senang adalah saat semua emosi dapat diluapkan ke karyanya. Selanjutnya, setiap anggotakomunitas Purbalingga Street Art (PUSAR) dengan tingkat stress yang berbeda mendapatkan hasil yang berbeda pula. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan atau penurunan tingkat stress yang signifikan pada subjek penelitian dengan hasil p value = 0,011 (p value < 0,05), sehingga hipotesis diterima. 

Page 8 of 36 | Total Record : 352