cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
KOMUNIKASI PESRSUASIF DA’I DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN NARAPIDANA (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung) Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 2 (2017)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.2.2704

Abstract

This Research explains about the Implementation of Persuasive Communication Da’i religious conseling of prisoner at women class institute II A Bandar Lampung. This search uses descriptive qualitative approach. Da’i who do couching comes from Institutions and non-institutions. Da’i who comes two institutions from UIN Raden Intan Lampung and Dewan Dakwah Islam Indonesia. While da’i who come from non-institution only one person that is Ustadzah Hamidah Hasibuan. This findings of the field show that the persuasive communication of da’i in the religious estublishment of the psinores in the female class II A Bandar Lampung Institute both coming from institutions and non-institutions through five stages formulated with AIDDA. First, attention of the da’i involves some inmates to the ta’lim majlis event officer, using light language, initiating the delivery of the material by asking the news, chanting, sholawat, and vocal like KH.Zainuddin M.Z. Second, the interest of da’i convey the material of julisprudence, morals, tahsin iqra, qira’at al-qur’an and tailored to the request of inmates. Third, the desire that the da’i use the language of invitation, seduction, motivation sentensces and anticipate language that discredit. Fourth, decision the prisoners respond da’i in the form of question, vent, inmates feel the settlement  of mistakes. And last, the action that the psinore return to have the spirit of life like to read Iqra, Al-qur’an and carry out religious orderi such as prayer and fasting sunnah.
KOMUNIKASI BRAND LEMBAGA DAKWAH: Studi pada Lembaga Amil Zakat Rumah Zakat Marfu’ah, Usfiyatul; Sulthon, Moh.
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Da'wa and Communication Faculty State Islamic University Walisongo, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1256

Abstract

Amil zakat institution is part of da’wa institution. One of many amil zakat institutions which four times renamed is Rumah Zakat. Submission Brand to society is not easy. The successness institution which a brand is depend to pattern and type of communication. This research purpose to know the reason of amil zakal institution as da’wa institution. And to know about brand communication in Rumah Zakat. This research qualitative with method of collecting data use three method, there are observation, interview, and dokumentation. The reseacrh shows us that first amil zakat institution is a part of da’wa institution. Second, brand communication which did by Rumah Zakat brought da’wa to society. Communication brand consist three step, program making, marketing communication, and field action.\***Lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah. Salah satu lembaga amil zakat yang empat kali berganti nama adalah Rumah Zakat. Penyampaian brand, kepada masyarakat tentunya tidaklah mudah. Keberhasilan maksud dan tujuan lembaga yang dikemas melalui brand sangat bergantung pada pola dan jenis komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan brand. Penelitian ini untuk mengetahui alasan keterkaitan antara lembaga amil zakat sebagai lembaga dakwah, serta mengetahui komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik penggalian data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan; pertama, lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah dikarenakan sebagian besar aktivitas lembaga amil zakat adalah bagian dari dakwah. Kedua, komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat bertujuan agar pesan-pesan (dakwah) lembaga amil zakat sampai dan dapat diterima oleh masyarakat. Komunikasi brand dilakukan melalui tiga cara, yakni; pembuatan program; marketing communication tools, dan aksi lapangan
DAKWAH UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PERDESAAN Sholehah, Mar?atus
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3871

Abstract

This article is aimed at the description of many thoughts and ideas of da?wa about the role and the opportunity of woman who work in agriculture and repositioning the strategy of gender within the rural agricultural development policies. The double role of women is clearly indicating the importance of the double sources of income for a household. Women potentials, either as a housewife or as an individual of agricultural worker is the important factor to determine the success of gender strategy. The empowerment is suggested through applied and innovative technology, protection of working woman, improvement of training and extension activities, enhancement of regulations, facility support, increasing wage rate, and household industry skill development. Job opportunity is suggested to balance between male and female and encourage woman to participate in various development activities. With this, the gender strategy would improve household welfare in rural areas.****Artikel ini ditujukan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran dan gagasan dakwah berdasarkan teori tentang peran dan peluang perempuan yang bekerja di bidang pertanian dan reposisi strategi gender dalam kebijakan pembangunan pertanian pedesaan. Peran ganda perempuan jelas menunjukkan pentingnya sumber penghasilan ganda untuk sebuah rumah tangga. Potensi perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai individu pekerja pertanian merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan strategi gender. Pemberdayaan disarankan melalui teknologi terapan dan inovatif, perlindungan perempuan pekerja, peningkatan pelatihan dan kegiatan penyuluhan, peningkatan regulasi, dukungan fasilitas, peningkatan tingkat upah, dan pengembangan keterampilan industri rumah tangga. Kesempatan kerja disarankan untuk menyeimbangkan antara pria dan perempuan dan mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan. Dengan ini, strategi dakwah terhadap perempuan akan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di daerah pedesaan.
Strategi Komunikasi Dakwah Wilayatul Hisbah dalam Pencegahan Pelanggaran Qanun Aceh tentang Jinayat di Aceh Barat nurjanah, nurjanah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4401

Abstract

Wilayatul Hisbah responded to the high level of violations of the Qanun Jinayat in Aceh. The process of minimizing violations is carried out through the propaganda communication strategy. This article aims to find the communication strategy of preaching Wilayatul Hisbah West Aceh in preventing violations of the Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning Jinayat. The method used is qualitative-descriptive. Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. The results showed that the Wilayatul Hisbah missionary communication strategy was a communicator strategy, a message strategy, a media strategy, and an effect strategy.Wilayatul Hisbah merespon tingginya tingkat pelanggaran Qanun Jinayat di Aceh. Proses meminimalisir pelanggaran dilakukan melalui strategi komunikasi dakwah. Artikel ini bertujuan untuk menemukan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah Aceh Barat dalam pencegahan pelanggaran Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah adalah strategi komunikator, strategi pesan, strategi media, dan strategi efek.
Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Al Qur’an Sany, Ulfi Putra
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.3989

Abstract

Becoming a challenge for every country and society, poverty is a problem that must be overcome. In Islam, it is also viewed as a disease that must be cured. One of the effective instruments of poverty alleviation is community empowerment. Community empowerment is methods used by individuals, groups and communities so they are able to manage the environment, achieve their own goals, work and help each other to maximize their quality of life. In the Qur'an there are many verses that speak about theme of community empowerment. This paper discusses community empowerment according to the Qur'anic perspective using thematic interpretation methods. The principles of community empowerment in the Qur'an are the principle of ukhuwwah, ta'awun principle, and the principle of equality. The steps of empowerment as mentioned in the Qur'an include continuous self-development, encouraging zakat and infaq programs, conducting training and skills education for the community, and avoiding economic behaviors prohibited by Islam such as hoarding and monopoly (ihtikar).***Kemiskinan merupakan masalah yang harus diatasi dan menjadi tantangan bagi setiap negara dan masyarakat. Islam juga memandang kemiskinan sebagai penyakit yang harus disembuhkan. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran. Salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang efektif adalah dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Yang dimaksud dengan pemberdayaan masyarakat adalah cara dan metode yang digunakan individu, kelompok dan komunitas sehingga mereka menjadi mampu mengelola lingkungan dan mencapai tujuan mereka sendiri, dan dengan demikian mampu bekerja dan membantu satu sama lain untuk memaksimalkan kualitas hidup mereka. Dalam Al Quran terdapat banyak ayat yang membicarakan tema pemberdayaan masyarakat. Tulisan ini membahas pemberdayaan masyarakat menurut perspektif Al Qur?an dengan menggunakan metode penafsiran tematik. Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dalam Al Quran yaitu prinsip ukhuwwah, prinsip ta?awun, dan prinsip persamaan derajat. Langkah-langkah pemberdayaan sebagaimana disebutkan Al Qur?an antara lain pengembangan diri yang kontinyu, mendorong program zakat dan infaq, melakukan pembinaan dan pendidikan ketrampilan bagi masyarakat, dan tidak melakukan perilaku ekonomi yang dilarang oleh agama seperti menimbun  harta (hoarding) dan monopoli (ihtikar)
METODE DAN MATERI DAKWAH UNTUK WANITA BERMASALAH Baroroh, Umul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3888

Abstract

Today, along with the pace of information growth, technology raises increasingly complex social problems. The complexity of the problems faced by humans increases and cones like a mountain. For those who are able to overcome social problems will not create new problems. Conversely, for people who are not able to adapt to the development of the times will have new problems. In today's modern era many women have problems that make it one of the "victims" of the progress of the age. This short article elaborates on the methods and material of Dakwah in dealing with problems for women involved in life issues. Analysis of this article states that returning to Dakwah methods and material adapted to al quran and hadith is a panacea that can solve their problems****. Dewasa ini, seiring dengan laju pertumbuhan informasi, teknologi memunculkan persoalan sosial yang semakin komplek. Kompleksitas persoalan yang dihadapi manusia bertambah dan mengerucut seperti gunung. Bagi mereka yang mampu mengatasi masalah sosial tidak akan memunculkan persoalan baru. Sebaliknya, bagi masyarakat yang tidak mampu adaptasi dengan perkembangan zaman akan mempunyai persoalan baru. Di era modern sekarang ini wanita banyak mempunyai persoalan yang menjadikannya sebagai salah satu ?korban? atas kemajuan zaman. Artikel singkat ini mengelaborasikan tentang metode dan materi dakwah dalam menghadapi persoalan bagi wanita yang terlibat dalam persolan kehidupan. Analisa artikel ini menyatakan bahwa kembali kepada metode dan materi dakwah yang disesuaikan dengan al qur?an dan hadits merupakan obat mujarab yang dapat menyelesaikan persoalan mereka.
Front Matter (Front Cover, Editorial Team, About Journal, Focus and Scope, Indexing, and Table of Contents) Dakwah, Ilmu
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4444

Abstract

TANTANGAN DAKWAH DALAM MEDIA TEKNOLOGI KOMUNIKASI DI ERA GLOBALISASI Hakim, Rais Ribha Rifqi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3974

Abstract

The development of information technology has kemjauan very rapidly. The advancement has led mankind easier to relate to one another. Various information and events happening parts of the world with rapidly can be known by human beings on other continents. The era of globalization characterized by the rapid advancement of communication technology is also called information age. The world community, including Muslims today can enjoy television programs with a variety of impressions. The television broadcasts emanating not only from a national network, but also can follow the international network thanks to the satellite which is connected with the parabola in people's homes. Communication on one side convey information to others for ideas or ideas to others either use or not use the media while the media on the other hand want to change the mindset and behavior of the people. Same with da'wah, Communication is the process of conveying information to others about ideas or ideas to other people both using the media and not using media while on the other hand they want to change people's mindsets and behavior. The function of da'wah and communication are also the same, namely to change someone with a specific purpose. The purpose of da'wah is to convey information and seek information to mad'u so that the material to be conveyed can be understood so that communication can be achieved. The da'i to mad?u's da'wah process is expected to have a psychological influence in improving Islamic teachings. However, the challenge of preaching in the information era has become more complex. With this required expertise in conveying his da'wah for the success of da'wah, including various treatments that are more profound and efficient. ****Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan sangat pesat. Kemajuan tersebut telah mengantarkan umat manusia semakin mudah untuk berhubungan satu dengan lainnya. Berbagai infomasi dan peristiwa yang terjadi dibelahan dunia dengan secara cepat dapat diketahui oleh manusia pada benua yang lain. Era globalisasi yang ditandai oleh semakin majunya teknologi komunikasi juga disebut dengan era informasi. Masyarakat dunia termasuk umat Islam dewasa ini dapat menikmati acara televisi dengan berbagai tayangan. Siaran televisi tersebut bukan hanya terpancar dari jaringan yang bersifat nasional, tetapi juga dapat mengikuti jaringan internasional berkat adanya satelit yang dihubungkan dengan adanya parabola di rumah-rumah penduduk. Sama dengan dakwah, Komunikasi adalah proses menyampaikan informasi kepada orang lain terhadap gagasan atau ide kepada orang lain baik menggunakan media maupun tidak menggunakan media sedangkan disisi lain ingin mengubah pola pikir dan tingkah laku masyarakat. Fungsi dakwah dan komunikasi juga sama, yaitu untuk merubah seseorang dengan tujuan tertentu. Tujuan dakwah adalah untuk menyampaikan informasi dan mencari informasi kepada mad?u agar materi yang ingin disampaikan dapat dimengerti sehingga komunikasi yang dilaksanakan dapat tercapai. Proses dakwah yang dilakukan oleh da?i kepada mad?u diharapkan mempunyai pengaruh psikologis dalam meningkatkan ajaran Islam. Namun, tantangan berdakwah di era informasi menjadi lebih komplek. Dengan ini dibutuhkan kepiawaian da?i dalam menyampaikan dakwahnya demi keberhasilan dakwah, termasuk berbagai perlakuan yang lebih mendalam dan berdayaguna.
KEBERAGAMAAN EKS PENDERITA KUSTA DAN PENGEMBANGAN METODE DAKWAHNYA DI PERKAMPUNGAN REHABILITASI KUSTA DONOROJO JEPARA Muslimah, Muslimah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3884

Abstract

Patients with leprosy or ex leprosy have a complex problem. They blame the god for his illness, try to suicide and hide from society. From the complex problem of ex leprosy, required the ex leprosy get special dakwah method . da?i must apply exact dakwah method and finally dakwah can be solve a problem and can be increase of religiosity. This research use a qualitative method. The result from this research indicate is ex leprosy have a good religiosity, in belief a god dimension, knowlage dimension and experience dimension. Development of variation da?wa not increase yet all of the religiosity dimension.****Penderita kusta maupun eks penderita kusta mempunyai masalah yang kompleks. Mereka cenderung menyalahkan Tuhan atas keadaannya, mencoba bunuh diri dan bersembunyi secara sosial. Kompleksnya permasalahan yang dihadapi eks kusta menjadikan eks kusta membutuhkan metode khusus dalam meyampaikan pesan dakwah. Da?i harus menentukan metode dakwah yang tepat, sehingga pada akhirnya model dakwah yang diterapkan mampu memecahkan problem yang dihadapi karena penyakitnya dan meningkatkan pemahaman agama. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eks kusta mempunyai keberagamaan yang baik pada aspek keyakinan,pengetahuan dan konsekuensi. Pengembangan metode dakwah dilakukan melalui variasi belum mampu meningkatkan seluruh aspek keberagamaan.
Narasi Ujaran Kebencian dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA) Musyafak, Najahan; Ulama'i, Ahmad Hasan Asy'ari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4673

Abstract

Hate speech on social media has become a theme of discussion in various forms of discourse in society. This paper focuses on expressions of hate speech related to regional political election uploaded through posts from personal and group accounts on the Facebook social media platform from January to July 2018. This study uses content analysis by adopting Soesilo's six hate speech criteria. The results of the study showed that the forms of hate speech on Facebook were expressed in the form of photos, drawings, illustrations, memes, and words that had the connotation of provocation, insults, and incitement. Hate speech comes from personal and group accounts, addressed to individuals, public officials such as presidents, party leaders, and the government.Ujaran kebencian di media sosial telah menjadi tema pembahasan dalam berbagai bentuk wacana di masyarakat. Tulisan ini fokus pada ekspresi ujaran kebencian yang terkait dengan masalah Pemilihan Kepala Daerah yang diunggah melalui postingan dari akun personal maupun kelompok dalam platform media sosial facebook selama Januari sampai bulan Juli 2018. Studi ini menggunakan analisis isi dengan mengadopsi enam kriteria ujaran kebencian Soesilo. Hasil studi menunjukkan bahwa bentuk ujaran kebencian di facebook diungkapkan dalam bentuk foto, gambar, ilustrasi, meme, dan kata-kata yang memiliki konotasi provokasi, penghinaan, dan hasutan. Ujaran kebencian bersumber dari akun pribadi dan kelompok, ditujukan kepada individu, pejabat publik seperti presiden, ketua partai, dan pemerintah.

Page 7 of 36 | Total Record : 352