cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
Dakwah Transformatif Kiai (Studi terhadap Gerakan Transformasi Sosial KH. Abdurrahman Wahid) Muhyiddin, Ahmad Shofi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.3934

Abstract

Artikel ini mengangkat tentang dakwah transformasi sosial KH. Abdurrahman Wahid di Indonesia. Artikel ini setidaknya membuktikan bahwa perubahan strategi, metode dan orientasi dakwa berkontribusi signifikan terhadap transformasi sosial di kalangan masyarakat. Sumber utama penelitian ini adalah data berupa metode, strategi dan orientasi dakwah dan tindakan sosial yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Wahid sebagai fungsionaris agama, sebagai tokoh politik dan tokoh budaya. Untuk memahami metode, strategi, orientasi dan tindakan sosial KH. Abdurrahman Wahid dalam upaya transformasi sosial digali melalui metode kualitatif dengan cara pembacaan terhadap karya-karyanya, karya cendekiawan terkait dengannya, pengamatan semasa ia masih hidup dan wawancara, kemudian diperkaya dengan metodologi dan disiplin ilmu sosiologi komunikasi dan sosio-antropologi agama. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa transformasi sosial-budaya di Indonesia di antaranya terjadi karena adanya perubahan materi, metode, strategi dan orientasi dakwah KH. Abdurrahman Wahid sebagai fungsionaris agama, katalisator, penghubung sumber, pemberi pemecahan masalah dan mediator. Dengan demikian, artikel ini membuktikan bahwa Kiai, khususnya KH. Abdurrahman Wahid, bukan saja berperan sebagai penyampai pesan agama, makelar budaya dan mediator, tapi lebih dari itu, sebagai pemberi pemecahan masalah, pemicu proses, dan pendamping masyarakat, bahkan sebagai ?tuhan? kaum minoritas yang tertindas.
KONSEP ETIKA DALAM DAKWAH Fatihah, Siti Rohmatul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3886

Abstract

Da'wah must be done with science. People who have an interest in plunging into the world of da'wah are required to understand the rules and mechanisms of dakwah fully intact before further practicing it. If one is forced to do da'wah without controlling or understanding knowledge (among other things related to ethics and aesthetics of da'wah), not only the process and the result is not good, but also the consequences can be dangerous, both for the image of Islam, da'wah, and religious life in general . Because, deeper and broader understanding and understanding of religious teachings, community life, and ways of preaching (including ethics and aesthetics), the dakwah is shown more wise, wise, touching, interesting, memorable, and longing. **** Dakwah harus dilakukan dengan ilmu. Orang yang memiliki minat terjun ke dunia dakwah di wajibkan memahami aturan-aturan dan mekanisme dakwah dengan utuh secara sempurna sebelum lebih jauh mempraktikkannya. Jika seseorang memaksakan diri melakukan dakwah tanpa menuguasai atau memahami ilmu (antara lain berkaitan dengan etika dan estetika dakwah), bukan hanya proses dan hasilnya yang kurang baik, tetapi juga akibatnya dapat menjadi berbahaya, baik bagi citra Islam, dakwah, maupun kehidupan keagamaan pada umumnya. Karena, semakin dalam dan luas pemahaman serta waawasan dai terhadap ajaran agama, kehidupan masyarakat, serta cara berdakwah (termasuk di dalamnya etika dan estetika), maka dakwah yang ditunjukkan semakin arif, bijak, menyentuh, menarik, mengesankan, dan dirindukan.
Blaming the Victim: Alienasi Gender dalam Media Online Lestari, Anna Puji
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.3999

Abstract

Bebagai data menunjukkan bahwa jumlah kasus pemerkosaan di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi sehingga perlu mendapat perhatian dari semua pihak terkait. Berbagai kasus pemerkosaan di Jateng tak luput diberitakan oleh berbagai media massa, salah satunya adalah Suaramerdeka.com. Suaramerdeka.com merupakan media online lokal berbasis media cetak pertama di Indonesia. Bertitik tolak dari realita tersebut, penelitian ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam paradigma kritis dengan desain analisis isi framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita kekerasan seksual di Suaramerdeka.com banyak menggunakan sudut pandang Blaming the Victim, indikasinya adalah terjadinya Alienasi Gender. Alienasi Gender merupakan konsep penting berdasarkan temuan dari penelitian ini yang menjelaskan bahwa korban kekerasan seksual ataupun pihak-pihak yang membela korban disingkirkan pendapatnya sebagai narasumber berita. Selain itu, juga terdapat pemilihan diksi bias yang mengukuhkan terjadinya Blaming the Victim berita-berita di media online. Pemilihan diksi bias dan praktik Alienasi Gender merupakan wujud kekerasan simbolik siber. Kekerasan Simbolik Siber menggambarkan kekerasan yang terjadi karena dominasi bahasa berita media di dunia maya.***The number of rape victims in Central Java is very high so that need to gain attention from various parties. Many rape news in Central Java have been reported by numerous mass media, Suaramerdeka.com is one of them. Suaramerdeka.com is the first online local media based on printed media in indonesia. Based on that reality, this researched was conducted. This research is qualitative with critical paradigm on Framing Entman design. This research results show that many sexual assault news on Suaramerdeka.com used Blaming the Victim point of view. The indication is Gender Alienation practice took place. Gender Alienation is important concept based on this research which explain that the opinion of rape victims and the victim defenders were alienated as news resources. Beside that, bias diction was choosen on rape news that strengthen Blaming the Victim news on online media. Gender Alienation Practice and bias diction is Cyber Symbolic Violence. Cyber Symbolic Violence picturized violence that took place because of languange domination on online media.
Uslub Al-Da'wa dalam Penafsiran Al-Qur'an Safrodin, Safrodin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4420

Abstract

Kajian ini bermaksud menjelaskan usl?b al-dakwah dalam penafsiran al-Qur?an. Salah satu alasan pentingnya kajian ini dikemukakan adalah bahwa dalam diskursus ilmu dakwah para sarjana dakwah sering menisbahkan usl?b al-dakwah yang prinsipil pada al-Nahl: 125. Ayat ini sering dinyatakan sebagai dalil tentang tiga macam usl?b al-dakwah secara berurutan, yakni (1) da?wah bi al-?ikmah, (2) da?wah bi al-mau?idzah al-?asanah, dan (3) da?wah bi al-jid?l al-a?san. Pandangan ini sebenarnya masih menyisakan pertanyaan, yakni kalau dengan ketiga usl?b tersebut masyarakat (mad??) masih saja menolak dakwah Islam, lalu usl?b apa lagi yang harus digunakan oleh da?i ?. Untuk itu, kajian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan analisis deskriptif dan komperatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa dalam penafsiran al-Qur?an terdapat empat tahapan uslub dakwah yang prinsipil, yakni (1) da?wah dengan ?ikmah, (2) da?wah dengan mau?idzah ?asanah, (3) da?wah dengan jid?l a?san, dan apabila ketiga cara tersebut masih belum bisa mengislamkan mad??, maka usl?b berikutnya adalah (4) berpaling dari mereka (al-i?r?d ?anhum). Komposisi usl?b al-dakwah ini melengkapi teori tentang tiga usl?b al-dakwah yang telah lama dipedomani oleh banyak sarjana dakwah.
HUMOR DALAM PESAN DAKWAH Hilmi, Mustofa
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3972

Abstract

Humor in dakwah has an important position. The difficult material can be accepted by mad'u easily. Beside to attract attention, humor also can be used as a tool of education for mad'u and as a tool critic to against inequality that happens in society without loss the basic character of smooth and not provocative. Using improper of humor will cause a blurring the essence and purpose dakwah. There are four ethical criteria of humor which must be considered by dai. First, humor educative is humor which has the content of educating and the mission of enlightenment. Second, critical humor is humor who stimulate dai to do analysis a number of inequality and imbalance reality of life. Third, not racist, humor not contains insult, desecration, stigmatic against someone, institution, religion, race, and class. Fourth, doesn?t contain pornographic. Humor is not exploit sensational body through talk of dirty and porn.***Humor dalam dakwah menempati posisi penting. Materi yang sulit dapat dengan mudah dicerna mad?u melalui humor. Selain untuk menarik perhatian, humor juga bisa digunakan sebagai sarana edukasi mad?u dan bahkan dapat dipakai sebagai alat kritik tajam terhadap ketimpangan yang terjadi di masyarakat dengan tanpa kehilangan karakter dasarnya yang halus serta tidak provokatif. Namun penggunaan humor yang tidak tepat akan menyebabkan kaburnya esensi dan tujuan dakwah. Terdapat empat kriteria etis humor yang harus diperhatikan dai yaitu Pertama, humor edukatif yakni humor yang memiliki kandungan pesan mendidik dan membawa misi pencerahan, Kedua, humor kritis yakni humor yang menstimulus dai untuk melakukan analisis terhadap sejumlah ketimpangan dan ketidakseimbangan realitas kehidupan, Ketiga, tidak rasis, humor tidak berisi hinaan, penodaan, dan citraan stigmatis terhadap seseorang, lembaga, agama, ras, atau golongan, Keempat, Tidak berunsur pornografi, yaitu humor yang tidak mengeksploitasi tubuh dan sensasional badaniyah melalui pembicaraan jorok dan porno.
PERAN MEDIA DAKWAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA Manaf, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3870

Abstract

In human development process, media is needed which will be a channel in the da'wa carried out. Da'wa as an effort to build the existence of human beings is an entry point that supports the success of it. The more suitable the da'wah media used, the more positive and successful the da'wah will be. Conversely, if the preacher is wrong in choosing a channel causing his missionary activity to fail. This brief article highlights the importance of the media as a missionary channel. The results of the analysis in this paper state that mass media as a da'wah channel has positive implications as a da'wa channel. In addition, mass media also has a negative contribution if it is not maximized by its use and errors in the selection of themes in da'wa.****Dalam pembangunan manusia dibutuhkan media yang akan menjadi saluran dalam dakwah yang dilakukan. Dakwah sebagai upaya membangun keberadaan diri manusia menjadi sebuah entry point yang mendukung keberhasilan terhadapnya. Semakin sesuai media dakwah yang digunakan, maka akan memberikan makna positif dan keberhasilan atas dakwah yang dilakukan. Sebaliknya, apabila pendakwah salah dalam memilih saluran menyebabkan aktivitas dakwahnya menjadi gagal. Tulisan singkat ini menyoroti tentang pentingnya media sebagai saluran dakwah. Hasil analisa dalam tulisan ini menyatakan bahwa media massa sebagai saluran dakwah mempunyai implikasi positif sebagai saluran dakwah. Selain itu media massa juga mempunyai kontribusi negatif apabila tidak dimaksimalkan penggunaannya dan kesalahan dalam pemilihan tema dalam dakwah.
Reformulasi Metode Dakwah bi al-Lu’bah sebagai Trauma Healing pada Anak Korban Bencana Alam Soebahar, Moh Erfan; Ghoni, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4571

Abstract

The use of the da'wah bi al lu'bah method can be implemented for children affected by natural disasters. The formulation of the da'wah method can be done by combining the da'wah method with the trauma healing technique. This research was conducted with a literary approach and supported by trauma healing activities at the 2006 earthquake site, namely Klaten District - Central Java and Sleman District - Yogyakarta. In fact researchers did not find the practice of da'wah at these two earthquake locations. The results of the study reveal the formulation of bi al lu'bah propaganda can be done in three ways, namely First, infiltration of propaganda material in the existing game. Infiltrate (infiltration) in the game commonly done by mad'u. Second, making da'wah games, can be done in various ways understood by mad'u children. Third, make poetry about propaganda material through popular songs that can be easily remembered.Penggunaan metode dakwah bi al lu?bah dapat dilaksanakan untuk anak-anak korban bencana alam. Formulasi metode dakwah ini dapat dilakukan dengan penggabungan antara metode dakwah dengan teknik trauma healing. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literer dan didukung dengan kegiatan trauma healing di lokasi gempa tahun 2006, yaitu Kabupaten Klaten ? Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman ? Yogyakarta. Kenyataannya peneliti tidak menemukan praktik dakwah di dua lokasi gempa ini. Hasil penelitian mengungkapkan formulasi dakwah bi al- lu?bah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Pertama, penyusupan materi dakwah pada permainan yang ada.  Menyusupkan (infiltrasi) pada permainan yang lazim dilakukan oleh mad?u. Kedua, membuat permainan dakwah, Membuat permainan dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dipahami oleh mad?u anak. Ketiga, membuat syair tentang materi dakwah melalui lagu-lagu populer yang dapat mudah diingat.
Analisis Wacana Teun A. Van Dijk Terhadap Pesan Komunikasi Dakwah Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Bela Negara lia, yudha
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4001

Abstract

ABSTRACTThe issue of the khilafah ideology will replace the Republic of Indonesia which is carried out by radical groups as a threat that can divide the nation and erode the love of the country which has long been fostered by the Indonesian nation. This concern was felt by Habib Lutfi who always preached with the theme of Indonesianness, history, nationality, tolerance, and said that difa'il wathon was obligatory. Discourse analysis on the dakwah message of Habib Lutfi using the theory of discourse analysis Teun A. Van Dijk outlines several things about the dakwah defense of the state. Habib Luthfi gave a renewal discourse about defending the country, namely radicalism can be resisted by studying the history of the nation, giving achievements to the state, as well as moderate and tolerant beliefs by continuing to create peace with fellow citizens.   ABSTRAKIsu ideologi khilafah akan menggantikan NKRI yang dilakukan oleh kelompok radikal menjadi ancaman yang dapat memecah belah bangsa serta mengikis rasa cinta tanah air yang telah lama dibina bangsa Indonesia. Kekhawatiran tersebut dirasakan oleh Habib Luthfi yang selalu berdakwah dengan tema keindonesiaan, sejarah, kebangsaan, toleransi, hingga berfatwa bahwa difa?il wathon adalah wajib. Analisis wacana terhadap pesan dakwah Habib Luthfi dengan menggunakan teori analisis wacana Teun A. Van Dijk menguraikan beberapa hal tentang dakwah bela negara. Habib Luthfi memberikan wacana pembaruan tentang bela negara, yaitu radikalisme dapat dilawan dengan cara mempelajari sejarah bangsa, memberikan prestasi kepada negara, serta berakidah moderat dan toleran dengan terus menciptakan perdamaian kepada sesama warga negara.
GENDER DALAM DAKWAH UNTUK PEMBANGUNAN (Potret Keterlibatan Perempuan dalam Politik) Hasanah, Ulfatun
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3887

Abstract

Gender issues are an issue that demands social and cultural construction justice between men and women. In the demands of this construction, the balance of functions, status, and nature of the sexes is expected to be realized. Instead, da?wa and development is a construction of the changes that take place in society from certain socio-cultural conditions toward something that is considered more valuable. In addition it can also be interpreted as an effort to alleviate backwardness. Therefore, all, gender, da?wa and development are a reciprocal correlation between one another. The emergence of gender injustice issues or gender discrimination due to social construction process in society. Yet Islam and the Constitution of 45 countries have guaranteed equality of access for women and men. Therefore, enhancing the role of women and men in gendered development as an integral part of national development has significance in the effort to achieve harmonious harmony between men and women or to achieve gender equality and justice in various areas of life and development. The results of this study, trying to reveal da?wa gender in development should not be the same role between men and women, there are areas of their own that can be done by men and women in da?wa and development process. ****Isu gender merupakan suatu isu yang menuntut keadilan konstruksi sosial maupun kultural antara kaum laki-laki dengan perempuan. Dalam tuntutan konstruksi ini, keseimbangan fungsi, status, dan hakekat antar jenis kelamin diharapkan dapat direalisasikan. Sebaliknya, dakwah dan pembangunan merupakan suatu konstruksi perubahan yang terjadi di masyarakat dari kondisi sosio-kultural tertentu menuju ke arah sesuatu yang dianggap lebih bernilai. Selain itu dapat juga diartikan sebagai usaha pengentasan keterbelakangan. Oleh karena itu semua, gender dan pembangunan adalah suatu korelasi timbal balik antara satu dengan yang lain. Munculnya isu ketidakadilan gender atau diskriminasi gender akibat adanya proses kontruksi sosial di dalam masyarakat. Padahal Islam dan UUD 45 negara telah menjamin kesetaraan akses perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, peningkatan peranan perempuan dan laki-laki dalam dakwah dan pembangunan yang berwawasan gender sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, mempunyai arti penting dalam upaya untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara laki-laki dengan perempuan atau mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Hasil penelitian ini, berusaha menampakkan gender dalam dakwah dan pembangunan tidak harus sama peran antara laki-laki dan perempuan, ada wilayah-wilayah sendiri yang bisa dilakukan laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaan dakwah dan pembangunan.
Pemberdayaan Sekolah Islam untuk Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru di Kabupaten Semarang Karim, Abdul; Suharno, Yusak; Arwani, Wawan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4421

Abstract

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengukur dampak pemberian perlakuan pemberdayaan sekolah Islam melalui pemberian motivasi guru dalam melaksanakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan, peningkatkan kualitas dan kuantitas program pengembangan keprofesian berkelanjutan, peningkatkan kualitas dan kuantitas karya khususnya karya pengembangan penelitian tindakan kelas hingga berbentuk pelaporan hasil, peningkatan kemampuan pemilihan kesesuaian metode statistik dalam evaluasi pembelajaran dan penelitian tindakan kelas dengan penggunaan komputer. Tujuan tesebut diselesaikan menggunakan metode workshop dengan teknik presentasi materi dilanjutkan dengan diskusi, teknik klinik, dan pendampingan. Guru yang menjadi mitra berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdatul Ulama (NU) Ungaran Kabupaten Semarang yang dilaksanakan pada tahun 2018. Hasil capaian dari kegiatan program kemitraan masyarakat bagi guru SMK NU Ungaran tercermin dari para guru memiliki tren persepsi positif tentang jenjang karir guru, program keprofesian berkelanjutan, serta memahami lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dan evaluasi pembelajaran.

Page 9 of 36 | Total Record : 352