cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
IMPLEMENTASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (FASE I) PADA PRODUK KOPI BUBUK ”GUNUNG IJEN ROBUSTA” (Studi Kasus Pada PT. Perkebunan Nusantara XII) Naning Retnowati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i2.332

Abstract

PTPN XII merupakan salah satu BUMN yang memproduksi produk kopi bubuk, dengan merk Gunung Ijen dan merk Rolas. Produk kopi bubuk Gunung Ijen Robusta memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di pasar lokal karena mayoritas penduduk Indonesia lebih suka mengkonsumsi kopi Robusta dibandingkan Arabika. Persaingan yang semakin ketat menyebabkan PTPN XII harus berusaha meningkatkan kualitas produknya agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumennya.Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui kriteria atribut produk kopi bubuk yang dibutuhkan dan diharapkan oleh konsumen, (2) untuk mengetahui penilaian mutu produk kopi bubuk Gunung Ijen Robusta dibandingkan produk kompetitor (Kapal Api Special, Singa Robusta dan PDP) dengan menggunakan metode QFD, dan  (3) untuk mengetahui usaha perbaikan PTPN XII dengan menggunakan metode QFD agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Pada hasil penelitian didapatkan atribut harapan konsumen (whats) sebanyak sembilan (9) atribut. Dengan skala penilaian 1-5, urutan prioritasnya : rasa seduhan kopi (4,9), aroma seduhan kopi (4,69), keasaman seduhan kopi (4,23), kekentalan seduhan kopi (4,16), ketersediaan produk (4,13), warna seduhan kopi (4,11), informasi produk (4,10),  kemasan produk (4,01),  dan harga produk (3,60). Untuk penilaian kualitas produk kopi bubuk Gunung Ijen Robusta berdasarkan persepsi penilaian konsumen mengenai tingkat kepuasan, masih di bawah ketiga pesaingnya (Kapal Api Special, Singa Robusta and PDP). Produk kopi bubuk Gunung Ijen Robusta mendapatkan penilaian kepuasan konsumen paling rendah pada hampir semua atribut kualitas produknya, yaitu berupa warna seduhan kopi mendapatkan nilai (3,64), aroma seduhan kopi (2,53), rasa seduhan kopi (3,02), keasaman seduhan kopi (3,45), kekentalan seduhan kopi (3,54), kemasan produk (3,05), dan harga produk (3,25), dengan skala penilaian 1-5. Berdasarkan hasil perbandingan Performance Respon Teknis Produk menunjukkan bahwa produk kopi bubuk Gunung Ijen Robusta masih berada  di bawah ketiga pesaingnya. Penilaian diatas menunjukkan bahwa PTPN XII perlu meningkatkan kinerja persyaratan respon teknis yang diperolehnya, dengan cara : (1) menggunakan bahan baku biji kopi dengan grade kualitas yang lebih baik; (2) memperbaiki setiap tahapan proses pengolahan kopi bubuk (3) memperbaiki strategi penetapan harga; (4) meningkatkan strategi promosi; dan (5) memperluas daerah distribusi produk.
KEPUASAN PASIEN JAMSOSKES TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI INSTALANSI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JEMBER KLINIK DENGAN METODE SERVQUAL DAN IPA Faiqatul Hikmah; Sustin Farlinda; Reni Puspitasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 1 (2014): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i1.81

Abstract

Angka kunjungan pasien Jamsoskes rawat inap tahun 2010 sampai tahun 2012 mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien Jamsoskes yang di ukur dari 10 dimensi dengan menggunakan metode Servqual dan Importance performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian, yaitu layanan kesehatan di instalansi rawat inap Rumah Sakit Jember Klinik dirasa kurang memuaskan oleh pasien dengan adanya informasi yang diberikan kurang jelas, pasien mendapat penolakan perawatan, jam praktek dokter tidak tepat waktu, barang milik pasien kurang aman, kurangnya gorden penyekat, penjelasan dokter yang kurang detail, kurangnya motivasi dari dokter/perawat yang diberikan pada pasien. Berdasarkan hal tersebut hendaknya petugas pendaftaran memakai microphone, menambahkan jumlah tempat tidur, dokumen rekam medis di isi lengkap, adanya kamera cctv, penambahan gorden penyekat, dokter mampu menjelaskan diagnosa pasien, hendaknya dokter/perawat mengikuti seminar atau pelatihan juga keterampilan kepribadian dan keterampilan teknis.
SISTEM TEBASAN PADA USAHATANI PADI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI DI KABUPATEN JEMBER Nurul Fathiyah Fauzi; Yuli Hariyati; Joni Murti Mulyo Ajin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 1 (2014): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i1.86

Abstract

Padi merupakan komoditi tanaman utama bagi mayoritas petani di Kabupaten Jember, oleh karena itu dibutuhkan sistem pemasaran padi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui mekanisme sistem pemasaran padi di Kabupaten Jember; (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan yang diterima petani dengan sistem tebasan dan jual sendiri; dan (3) mengetahui dampak sistem tebasan terhadap kondisi sosial ekonomi petani. Penentuan daerah penelitian secara purposive method yakni di Kabupaten Jember. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, analitik, dan komparatif dengan 60 sampel yang dilakukan secara purposive dan incidental sampling. Metode analisis data dengan deskriptif, analisis pendapatan, dan uji beda rata-rata (uji t). Kesimpulan penelitian: (1) Mekanisme sistem jual sendiri: mayoritas petani responden menjual langsung ke pedagang dalam bentuk gabah Kering Sawah (GKS) dengan tenaga kerja panen borongan atau harian. Upah tenaga kerja menjadi tanggung jawab petani. Biaya angkut dan biaya pengemasan (zak) ditanggung pedagang. Transaksi penjualan dilakukan di tempat pedagang. Mekanisme sistem tebasan melibatkan peluncur sebagai penghubung antara penebas dengan petani. Padi yang ditebaskan berumur kurang dari 1-2 minggu sebelum panen, terjadi tawar-menawar harga antara peluncur dengan petani atau antara petani dengan penebas. Jika terjadi kesepakatan harga maka penebas akan memberikan uang muka pembayaran atau uang panjer dan sisanya akan dibayarkan pada saat panen. Keseluruhan biaya tenaga kerja dan biaya panen lainnya menjadi tanggung jawab penebas. (2) Analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan per ha petani sistem tebasan lebih tinggi Rp. 1.531.506,535/ha dibanding sistem jual sendiri. Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara rata-rata pendapatan petani dengan sistem tebasan dan sistem jual sendiri. (3) Dampak positif tebasan: mengurangi/meminimalkan resiko dan memudahkan petani dalam proses panen dan pemasaran. Dampak negatif: mengurangi kesempatan kerja di lingkungan sekitar petani, mengurangi pendapatan masyarakat pengasak di lingkungan sekitar petani, dan adanya kecurangan pihak penebas dengan tidak tepat janji mengenai pembayaran.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN ASPIRASI BEKERJA DALAM BIDANG AGROINDUSTRI PERIKANAN PADA PEMUDA PEDESAAN DI DESA PUGER WETAN KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER Moh. Shidiq Shofi A; Ratih Puspitorini Y. A.; Muk Sin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 2 (2013): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa kuat hubungan antara karakteristik individu dan karakteristik lingkungan dengan aspirasi pada pemuda yang bekerja di agroindustri perikanan di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Pada penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survai (survey research), dalam penelitian ini sebagai unit analisisnya adalah pemuda di desa puger wetan yang berjumlah 34 pemuda. Informasi atau data tentang karakteristik individu, karakteristik lingkungan dan aspirasi diperoleh berdasarkan pandangan, tanggapan, dan persepsi dari pemuda. Penelitian ini menggunakan metode sampel yang representatif, cara pengambilan sampel menggunakan proporsional random dengan cara diundi, dimana pada daerah penelitian terdapat empat agroidustri perikanan dengan jumlah pemuda yang berbeda-beda. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Karakteristik individu dan Karakteristik lingkungan. Sedangkan variabel terikatnya adalah Aspirasi.Berdasarkan pengujian koefisien korelasi Asosiasi Eta Terdapat hubungan yang nyata positif antara status jenis kelamin dengan aspirasi, pengujian koefisien korelasi Asosiasi Eta Terdapat hubungan yang nyata positif antara status perkawinan dengan aspirasi. Berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi Spearman’s rho Tidak terdapat hubungan yang nyata antara usia dengan aspirasi dan Tidak terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan dengan aspirasi. Sedangkan berdasarkan analisis korelasi Pearson Product Moment Terdapat hubungan yang nyata positif antara karakteristik lingkungan dengan aspirasi.
KAJIAN POTENSI SUMBER DAYA AIR DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN DAN PENINGKATAN SEKTOR PRODUKTIF MASYARAKAT DI PEDESAAN WILAYAH KAB.BONDOWOSO Michael Joko Wibowo
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 12 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v12i2.337

Abstract

Implementasi konkrit pendayagunaan sumber daya air diantaranya  gerakan hemat air, penanggulangan sumber-sumber air yang mengalami kerusakan dan penguatan kelembagaan organisasi pemakai air, serta penerapan teknik-teknik irigasi yang aplikatif ditingkat usaha tani yang mudah diserap dan dilaksanakan oleh masyarakat dan teknik penyediaan air bersih bagi masyarakat yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adadalah menyusun konsep kegiatan konservasi dan pelestarian Sumberdaya Air secara konsisten dan berkelanjutan agar terjamin ketersediaan air untuk pemenuhan kebutuhan secara terus menerus. Metodologi pelaksanaan dimulai dari Inventarisai data baik data primer maupun data sekunder, dimana data primer berasal dari data survey di lapangan dan hasil pengolahan di studio sedangkan data sekunder berupa hasil studi laporan penelitian dan dari lembaga instansi terkait. Kegiatan selanjutnya melakukan analisis dan perhitungan. Hasil dari kegiatan ini bahwa penggunaan air terbesar di Kabupaten Bondowoso adalah untuk irigasi, sedang  sisanya untuk kebututuhan non-irigasi. Kebutuhan air untuk berbagai kebutuhan diperkirakan belum akan meningkat tajam dalam jangka pendek (5 tahun) ke depan ini, karena: a) Kebutuhan air irigasi sudah optimal karena tidak ada program ekstensifikasi atau pembangunan jaringan irigasi baru, b) Kebutuhan non-irigasi juga relatif konstan. Kebutuhan yang diperkirakan meningkat tiap tahun yaitu air baku untuk PDAM ternyata masih dapat mempertahankan kebutuhannya.
ANALISIS POTENSI EKONOMI DAN STRUKTUR PEREKONOMIAN KABUPATEN JEMBER TAHUN 2005 – 2009 Taufik Hidayat
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 14 No 1 (2014): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v14i1.91

Abstract

Pembangunan nasional di negara-negara berkembang pada umumnya, terfokus pada pembangunan ekonomi melalui usaha pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan peningkatan produksi barang dan jasa, yang diukur antara lain melalui Produk  Domestik Bruto (PDB) pada tingkat nasional dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat daerah baik Propinsi, Kabupaten maupun Kota. Peranan setiap sektor ekonomi dalam perekonomian dapat diketahui dari angka distribusi prosentase Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  perkembangan PDRB selama 5 tahun (Tahun 2005-2009) pada masing-masing sektor, mengetahui sektor basis ekonomi dan mengetahui sektor-sektor ekonomi mana yang potensial untuk dikembangkan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember. adapun Data  utama  yang digunakan untuk menganalisis Analisis Potensi Ekonomi dan Struktur Perekonomian Kabupaten Jember Tahun 2005– 2009 adalah data  skunder yang  bersumber BPS dan Pemda Kabupaten Jember, Data yang dianalisis adalah data data PDRB Kabupaten Jember  dan PDRB Propinsi Jawa Timur Tahun 2005-2009 atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.
Pengaruh Sikap, Motivasi dan Metode Mengajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada MKDU Bahasa Inggris Di politeknik Negeri Jember Cholimatus Zuhro
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i2.39

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yang terjadi di lapangan sepert 1. Sikap mahasiswa terhadap Mata kuliah dasar Umum Bahasa Inggris, 2. Pengaruh motivasi terhadap hasil belajar mahasiswa, 3. Kurangnya keikut sertaan mahasiswa dalam proses belajar mengakjar MKDU Bahasa Inggris, 4. Metode mengajar yang digunakan dosen belum dapat membangkitkan motivasi belajar Bahasa Inggris mahasiswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap, motivasi  dan metode mengajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah dasar Umum Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Jember. Jumlah sampel dalam penelitian ini  adalah 80 mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di Politeknik Negeri Jember. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik acak proporsional random sampling. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh antara sikap, motivasi dan metode mengajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata Kuliah dasar Umum Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Jember. Besar pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar adalah 34%, motivasi belajar terhadap hasil belajar adalah 31% dan metode mengajar terhadap hasil belajar adalah 5%. Sisanya yaitu sebesar 30% dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti dari faktor fisiologis, faktor psikologis, faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan kampus dan faktor lingkungan masyarakat yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Ptpn Xi Pg Asembagus Kabupaten Situbondo Ratih Puspitorini Y. A.; Dewi Kurniawati; Ahmad Zakariyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 17 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v17i1.462

Abstract

Employees are a mover of company’s operating system. Work safety and work healthy factors are affect in giving a sense of security and comfort to our employees in doing their jobs. This research was conducted on employees of theProduction PTPN XI PG Asembagus Situbondo. In this research, the variables used are Work Safety (X1), Work Healthy (X2) and the Work Productivity (Y). The purpose of this research was to analyze the influence of the independent variables simultaneously and partially to the Work Productivity of employees. The analysis technique used in this research is multiple linear regression including the coefficient of determination, F test and t test. The results of this study show that: 1) Variable Work Safety (X1) and Work Healthy (X2) effect simultaneously to the Work Productivity (Y) production employees of PTPN XI PG Asembagus, 2) Variable Work Safety (X1) had no significant effect the Work productivity (Y) production employees of PTPN XI PG Asembagus, 3) Variable Work Healthy (X2) has a significant influence on the Work Productivity (Y) production employees of PTPN XI PG Asembagus.
MODEL PENUNJANG KEPUTUSAN INVESTASI BAGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PERIKANAN Bambang Herry Purnomo
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 13 No 3 (2013): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v13i3.98

Abstract

Investasi mempunyai peranan penting dalam menumbuhkembangkan agroindustri perikanan. Model penunjang keputusan investasi diperlukan dalam rangka membantu pemerintah daerah mengambil keputusan investasi agroindustri perikanan secara cepat dan tepat. Kajian ini bertujuan merancangbangun Sistem Manajemen Ahli untuk menunjang keputusan investasi dengan menggunakan pendekatan wilayah bagi pengembangan agroindustri perikanan dan kelembagaannya.  Sistem terdiri dari 6 model, yaitu (1)  fuzzy expert system untuk menentukan wilayah pengembangan, (2)  model untuk menentukan komoditas perikanan unggulan, (3) model  untuk menentukan produk unggulan, (4) model untuk menentukan potensi bahan baku, (5) model   analisis kelayakan finansial proyek agroindustri, dan (6) model untuk menentukan bentuk kelembagaan bagi pengembangan usaha kecil perikanan. Verifikasi model dilakukan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Contoh hasil verifikasi menunjukkan bahwa wilayah pengembangan yang terpilih adalah Kecamatan Palang dengan komoditas utamanya ikan teri dan produk unggulannya ikan teri asin. Potensi bahan baku ikan teri pada tahun 2010 yang dapat dimanfaatkan oleh proyek agroindustri di wilayah ini adalah 1067 ton. Kajian lebih lanjut yang disarankan adalah penggunaan model dinamis untuk menduga produksi ikan teri dan pengembangan interface model penunjang keputusan yang lebih fleksibel dan user friendly.
ANALISIS PROGRAM PENYULUHAN, SUMBER DAYA MANUSIA PADA OPTIMALISASI IB DAN SARANA PRASARANA PERLUASAN LAHAN HMT TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI SAPI POTONG DI KABUPATEN BONDOWOSO Niken Dyah Ayu Kusuma Dewi; - Rizal; Hariadi Subagja
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis pengaruh program penyuluhan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso, 2) menganalisis pengaruh sumber daya manusia  pada optimalisasi IB terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso, 3) menganalisis pengaruh sarana prasarana perluasan lahan HMT terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Populasi yang dalam penelitian ini adalah petani sapi potong yang berjumlah 250 orang di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel 160 orang. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan program penyuluhan berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Sumber daya manusia Optimalisasi IB (Inseminasi Buatan) berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Sarana prasarana perluasan lahan HMT (Hijauan Makanan Ternak) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso.

Page 11 of 41 | Total Record : 410