cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Pengembangan Benih Kedelai Bermutu dalam rangka Mendukung Kemandirian Pangan di Desa Bulutellue Nurmiaty Nurmiaty; Miss Rahma Yassin; Rinduwati Rinduwati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1954

Abstract

Sebagai sentra produksi kedelai, kelangkaan benih kedelai berkualitas di tingkat petani menjadi faktor penghambat dalam mewujudkan swasembada pangan di Desa Bulutellue. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan benih berkualitas di tingkat petani dan meningkatkan produksi kedelai di Desa Bulutellue Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep. Kegiatan berlangsung dari bulan Maret hingga Juni 2018. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan, pembuatan demplot (demplot) dan supervisi. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani tentang manfaat benih bermutu, kelas benih dan cara menghasilkan benih bermutu. Untuk melengkapi pengetahuan petani dilakukan kegiatan lapang berupa demplot seluas satu hektar. Dengan menerapkan teknologi paket yaitu pemanfaatan benih primer (BP atau benih pokok) varietas Argomulyo, penerapan jarak tanam 25 cm x 25 cm, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen, kualitas produksi hasil panen meningkat. Hasil kegiatan penerapan teknologi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menghasilkan produksi benih bermutu dan juga ketersediaan benih bermutu serta peningkatan produksi kedelai petani yang mencapai 1,25 ton per hektar dibandingkan dengan produksi sebelumnya hanya 0,75 ton per hektar.
Adaptasi Sepuluh Galur Padi Baru yang Ditanam pada Kondisi Lingkungan Berbeda Jaenudin Kartahadimaja; Eka Erlinda Syuriani; Hery Sutrisno
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1499

Abstract

Perakitan varietas padi potensial berdaya hasil tinggi, tahan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik perlu dilakukan untuk mengatasi adanya kapasitas genetik yang stagnan. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan varietas baru padi sawah adaptif di berbagai lingkungan. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah, lingkungan tanam sebagai petak utama terdiri dari dua yaitu padi gogo dan padi sawah. Sebagai anak petak terdapat 12 genotipe padi. Perlakuan di setiap lingkungan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman; jumlah tunas maksimum; jumlah tunas produktif; malai panjang; jumlah butir per malai; jumlah butir per malai; jumlah gabah kosong per malai; berat 1000 butir gabah; hasil gabah setiap rumpun; hasil gabah per hektar. Data dianalisis dengan varians, jika ada perbedaan antara mean median perlakuan dilanjutkan dengan Uji Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara lingkungan dan genotipe padi. Kedelapan genotipe potensi hasil berbeda nyata antar lingkungan (galur B2, B3, F2, F3, F4, H1, H4, L2), dan dua galur baru tidak berbeda nyata (B4 dan B7).
Analisis Struktur Biaya Produksi Pada Rantai Pasok Buah Naga di Kabupaten Tanah Laut Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1150

Abstract

Buah naga merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Buah naga melewati beberapa proses mulai dari panen, pengangkutan, sortasi, pengemasan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hingga ke konsumen akhir. Dengan banyaknya proses yang dilalui dalam rantai pasok buah naga, maka perlu dilakukan analisis struktur biaya dan titik impas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan struktur impas masing-masing entitas yang terlibat dalam rantai pasok buah naga di Kabupaten Tanah Laut. Semua pengecer yang menjual buah naga didaftar berdasarkan kapasitas usahanya, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Pencarian rantai pasok selanjutnya ditentukan dengan teknik snowball sampling dimana entitas lain ditentukan berdasarkan informasi dari merchant retailer dari lokasi penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data berupa biaya dasar pada setiap entitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi biaya tetap sangat besar terhadap biaya pokok dan sangat dipengaruhi oleh harga beli rata-rata buah naga. Penjualan di setiap entitas telah melampaui titik impasnya. Hal ini menunjukkan bahwa semua entitas menerima manfaat dalam pemasaran buah naga. Semakin besar selisih antara penjualan dan titik impas, maka keuntungan yang didapat juga semakin besar.
Penerapan Teknologi Bokashi Plus T pada Kelompok Petani Organik di Desa Minasa Baji Kecamatan Bantimurung Muhammad Yusuf; Junyah Leli Isnaini
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1680

Abstract

Petani di desa Minasa Baji umumnya telah menggunakan pupuk organik berupa kotoran sapi yang cukup melimpah di desa ini, selain pupuk kimia (Urea, SP36, dan KCl) sebagai sumber nutrisi tanaman. Namun, karena kotoran sapi diberikan kepada tanaman tanpa melalui proses dekomposisi yang benar, maka tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan tanaman, bahkan berpotensi menjadi sarang hama dan penyakit. Di sisi lain, seiring hilangnya subsidi pupuk kimia, kelangkaan pupuk kimia dan tingginya harga di pasaran menjadi kendala petani dalam pemenuhan kebutuhan unsur hara. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia yang cenderung naik dan sering terjadi kelangkaan, perlu dicari bahan pengganti yang ramah lingkungan dan mampu mensubstitusi kebutuhan unsur hara. Teknologi Trichoderma yang akan menghasilkan Bokashi Plus T mampu menjawab permasalahan tersebut. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 metode: (1). Pendidikan partisipatif, (2) Pelatihan (peragaan dan praktik oleh peserta), (3) Pembinaan dan Pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah: (1) mitra mengetahui pentingnya penggunaan teknologi Trichoderma dalam pembuatan pupuk organik bokashi Plus T, (2) mitra mampu memperbanyak starter bokashi sendiri, 3) Mitra mampu memproduksi sendiri Bokashi Plus T, 4) mitra terampil menerapkan bokashi secara mandiri dalam bercocok tanam sesuai SOP.
Pola Konsumsi Pangan dan Asupan Makanan Penduduk Miskin di Kecamatan Silo Kabupaten Jember Rindiani Rindiani; Sri Hartatik
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1937

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu penyebab masalah gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola konsumsi makanan dan asupan makanan masyarakat miskin di Kecamatan Silo, Jember. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara non-random dimana peneliti menentukan sampel dengan menentukan karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel penelitian adalah ibu rumah tangga berusia 30 sampai dengan 50 tahun di Kecamatan Silo, Jember. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Alat yang digunakan untuk memperoleh data menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan alat berupa Food Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah sangat tinggi dengan rata-rata konsumsi 570 g melebihi konsumsi yang diharapkan 250 g. Sebaliknya konsumsi biji-bijian sangat rendah, rata-rata konsumsi hanya 122 g lebih rendah dari perkiraan konsumsi 275 g. Pola konsumsi biji-bijian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula dan sayur serta buah memiliki skor yang tidak sesuai dengan skor standar harapan Pola Pangan. Tingkat asupan energi, lemak dan karbohidrat masyarakat miskin di Kecamatan Silo kurang dari angka kecukupan, sedangkan tingkat asupan protein melebihi Angka Kecukupan. Kesimpulan, pola konsumsi pangan masyarakat miskin di Kecamatan Silo, Jember tidak sesuai dengan Pola Pangan Harapan atau pola konsumsinya kurang beragam. Asupan makanan warga kelurahan Silo tergolong rendah pada tingkat asupan energi, asupan lemak dan asupan karbohidrat, namun tinggi pada tingkat asupan protein.
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Mesin Pemanggang Ikan Sistem Rotari Muhamad Mahendra P. A; Suluh Pambudi; Muhammad Syaifur Rizal; Amal Bahariawan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1495

Abstract

Pengoperasian penyangraian konvensional memiliki banyak kelemahan, yaitu pemasukan udara pembakaran tidak dapat dikontrol dan pemasukan udara berlebih akan menyebabkan bahan bakar arang cepat habis. Pengoperasian peralatan konvensional juga dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena percikan api yang berlebihan dari pembakaran arang dan asap arang akan mengganggu kesehatan operator. Salah satu inovasi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan merancang dan membuat mesin pemanggang ikan dengan sistem putar. Mesin ini menggunakan motor listrik HP. Putaran untuk memanggang adalah 3 RPM. Berdasarkan uji unjuk kerja, suhu penyangraian adalah 185 oC. Lama waktu pemanggangan lele, tongkol dan kuniran berturut-turut adalah 10, 11 dan 13 menit sedangkan kapasitas pemanggangan adalah 126, 114 dan 96 ekor/jam. Jumlah bahan bakar arang yang dibutuhkan untuk memanggang ikan lele adalah 0,8 kg, tongkol 0,9 kg dan kuniran 1,1 kg. Total energi termasuk listrik dan energi dari arang untuk ikan lele sebesar 25.712,5 kJ, tongkol sebesar 28.923,75 kJ/kg dan kuniran sebesar 35.346,25 kJ/kg. Biaya utama pemanggangan ikan lele adalah Rp. 332/ekor, tongkol Rp. 374 /ekor dan kuniran Rp. 432 /ekor.
MANAJEMEN WAKTU PENGANGKUTAN DALAM MEMINIMALISIR PENYUSUTAN BOBOT BADAN AYAM BROILER Achmad Marzuki; Ahmad Robiul Awal Udin; Joni Arifin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 1 (2015): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i1.53

Abstract

Proses transportasi ayam broiler dari kandang pemeliharaan ke rumah  pemotongan ayam (RPA) bisa menimbulkan stres. Stres transportasi tidak dapat dihindari, namun bukan berarti bahwa dampak negatif stres tidak bisa dikurangi. Upaya alternatif menekan dampak merugikan stres transportasi salah satunya melalui manajemen waktu transportasi, yaitu transportasi pagi, siang, dan sore hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui waktu yang paling baik dan tepat untuk melakukan transportasi agar tidak terjadi penyusutan bobot badan yang terlalu tinggi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 – 9 November 2011 di Politeknik Negeri Jember dan Desa Mangaran Situbondo dengan jarak tempuh ±75 km. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan 1 adalah transportasi ayam broiler pagi/dini hari (02.00 WIB) lama perjalanan 1 jam 32 menit, perlakuan 2 adalah transportasi ayam broiler  siang hari (12.00 WIB) lama perjalanan 2 jam 11 menit, dan perlakuan 3 adalah transportasi ayam broiler sore hari (16.00 WIB) lama perjalan 1 jam 57 menit. Hasil penelitian diperoleh bahwa manajemen waktu pengangkutan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap penyusutan bobot badan ayam broiler dan didapat hasil perlakuan terbaik yaitu perlakuan 1 (transportasi ayam broiler pagi/dini hari).
Penampilan Fenotipik Populasi Dasar Jagung Pulut Lokal Sulawesi Selatan dengan Seleksi Back Cross Junyah Leli Isnaini; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kenampakan fenotip famili terpilih dari populasi dasar jagung pulut lokal Sulawesi Selatan yang disilangkan kembali dengan tetua. Teknik persilangan yang digunakan adalah seleksi berulang yaitu membuat persilangan antar famili terpilih (rekombinasi) dengan cara persilangan bebas. Jumlah uji silang 5 famili terpilih dan 5 varietas pembanding (induk) dengan 2 ulangan. Setiap replika ditanam 10 galur dengan 20 galur dengan jarak tanam 20 cm x 50 cm, jumlah tanaman dalam penelitian ini adalah 400 tanaman. Setiap baris mewakili 5 tanaman sampel, sehingga total sampel 200 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 keluarga terpilih yang disilangkan dengan orang tuanya secara keseluruhan dapat meningkatkan karakter fenotipe. Jagung lilin lokal yang dipilih memiliki penampilan karakter fenotipe yang unggul. Dari 200 sampel tanaman, terdapat 75 tanaman yang memiliki kenampakan unggul (penampilan fenotipe lebih baik dari induknya) pada karakter : tinggi tanaman, tinggi lokasi tongkol, pembungaan jantan, pembungaan betina, dan penutup sekam.
Karakterisasi Bakteri Penghasil Eksopolisakarida Asal Rhizosfer Tanaman Kentang sebagai Promotor Pertumbuhan Tanaman Mu'minah Mu'minah; Junyah Leli Isnaeni; Baso Darwisah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1500

Abstract

Pemanfaatan Bakteri Exopolisakarida sebagai bahan perekat dan pengikat struktur tanah sehingga struktur tanah menjadi mantap. Bakteri EPS berperan dalam menstabilkan agregat tanah melalui teknik augmentasi pada rizosfer tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang diperoleh dari rizosfer tanaman kentang dataran tinggi yang difokuskan sebagai promotor pertumbuhan tanaman. Terdapat 3 lokasi pengambilan sampel yang dibedakan berdasarkan ketinggian muka air laut yaitu: 1200, 1500 dan 1800 m dpl di Malino, Sulawesi Selatan. Sampel tanah diencerkan dan dikultur pada media ATCC No. 14 dan media spesifik media Mac Concay bakteri penghasil eksopolisakarida. Setelah dilakukan pengujian terdapat 15 isolat bakteri EPS yang berpotensi menghasilkan eksopolisakarida dan semua bakteri tersebut dikelompokkan dalam bakteri gram negatif. Isolat P3T (63) menghasilkan nilai IAA ( Indole Acetic Acid) sebesar 21,14 ppm dan sebagai pelarut fosfat sebesar 20,59 ppm. Sedangkan Isolat P3T (50) memiliki kemampuan mengikat Nitrogen sebesar 1, 42 ppm, dan menghasilkan EPS sebesar 1,07 mg/mg protein dengan sumber karbon terbaik untuk memproduksi eksopolisakarida adalah Sukrosa
Kompos dari Kulit Singkong Usaha Pemerdayaan Limbah Lokal Sismita Sari mita; Fatahillah Fatahillah; Adreyade Reshi Gusta
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1152

Abstract

Limbah kulit singkong merupakan salah satu limbah yang memiliki potensi besar untuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Kompos dapat digunakan sebagai pengganti pupuk buatan dengan biaya yang sangat murah. Kompos berfungsi dalam perbaikan struktur tanah, tekstur tanah, aerasi, dan peningkatan daya serap air tanah. Tujuan dari program ini adalah menjadikan kompos kulit singkong sebagai solusi pemanfaatan limbah sisa tanaman yang melimpah di desa mitra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu keberhasilan pengomposan dinilai berdasarkan warna, aroma, dan tekstur yang dihasilkan. kegiatan mulai dari penyiapan bahan baku kulit singkong, pencacahan menggunakan enumerator, penyiapan dan pembibitan aktivator, tahapan pembuatan kompos mealui; susun, pengiriman EM4, pembalikan, pematangan, penyaringan, pemeliharaan dan kontrol dalam proses pengomposan, pengemasan dan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos singkong yang sudah matang mengalami penyusutan hampir 50%, teksturnya gembur saat dipegang, lembab, berwarna coklat kehitaman, dan tidak berbau (bau tanah).