cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Kriteria Seleksi Bibit Pala melalui Model Pemuliaan Partisipatif di Perkebunan Pala Jakty Kusuma; Wiwik Indrawati; Didik Kuswadi; Muhammad Tahir
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1953

Abstract

Proses pengelolaan pembibitan pala yang kurang baik pada Perkebunan Pala Desa Banjaran menyebabkan kualitas bibit pala rendah dan berakibat pada penurunan harga jual dari bibit tersebut. Capaian umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan kelompok tani mitra mandiri dalam praktik GAP (good agricultural practice), seleksi, dan pembibitan tanaman pala. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi bibit pala sambutan (sambung pala hutan), penyungkupan, modifikasi media tanam, dan seleksi terarah agar terjadi peningkatan kualitas pertumbuhan bibit pala. Hasil percobaan dengan penerapan teknologi pala “sambutan” (sambung pala hutan) yang diintegrasikan dengan penyungkupan dan modifikasi media mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit dengan tingkat keseragaman hingga 90%. Adapun kriteria seleksi yang ditentukan bersama dengan masyarakat adalah laju pertumbuhan, warna daun, jumlah daun, tinggi tanaman, dan nama lokal. Laju pertumbuhan dan jumlah daun berkontribusi sebanyak 87% nilai seleksi yang dipilih oleh para petani. Nama lokal atau spesies pala yang digunakan juga menjadi faktor penentu dari kualitas bibit yang baik. Melalui perbaikan teknik pembibitan yang benar dan seleksi pemuliaan partisipatif, diharapkan dapat menghasilkan bibit yang berkualitas. Keywords: pembibitan, seleksi, pala
Aplikasi Media Selektif Mikroba sebagai Indikator Kemasan Cerdas pada Bahan Pangan Sri Indriati; Muhammad Yusuf; Nur Fitriani Usdyana; Rosalin Rosalin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1391

Abstract

Penurunan kualitas pangan terjadi hingga penyimpanan, distribusi dan transportasi. Kualitas informasi yang menurun dideteksi oleh smart packaging yang memiliki indikator tertentu. Smart packaging bertujuan untuk menjaga kondisi makanan dalam kemasan dan memberikan informasi tentang kualitas makanan secara tepat dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kemasan cerdas yang mendeteksi keberadaan Escherichia coli dan Pseudomonas Sp . Bakteri ini bersifat patogen yang menyebabkan keracunan dan infeksi pada tubuh serta membuat tekstur daging menjadi lunak, sedangkan pada buah dan sayuran dapat menyebabkan busuk, busuk jari, dan tekstur lunak. Bakteri ini umumnya muncul pada daging segar, produk daging, buah-buahan dan sayuran. Label pintar dibuat dari media selektif yaitu Eosin Methylene Blue (EMBA) dan Selenit Enrichment Broth (SEB), yang diformulasi dengan bubuk agar, tepung tapioka dan gliserol. Penerapan smart label pada ikan, daging, tomat dan bayam menghasilkan respon yang tepat untuk mendeteksi kerusakan mutu pada bahan pangan, yang ditunjukkan pada hasil penentuan umur simpan, perhitungan bakteri Total Plate Count (TPC), pengukuran sifat fisik (kekuatan tarik, perpanjangan, ketebalan), analisis warna dengan chromameter dan pengujian sensitivitas label cerdas
Pemberdayaan Masyarakat Tani dalam Input Teknologi Agribisnis Cabe di Kab. Tanatoraja Wahyuni Zam; Ilyas Ilyas; Syatrawati Syatrawati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1502

Abstract

Musim panen cabai yang menyebabkan harga cabai sangat murah oleh karena itu petani membutuhkan teknologi penanganan pasca panen cabai. Peningkatan nilai jual produk cabai dapat ditingkatkan dengan mengolah cabai segar menjadi bubuk. Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani cabai karena Cabai yang dikembangkan adalah sistem budidaya ramah cabai lokal. Teknologinya mudah diterapkan, penggunaan alat sederhana dan biaya lebih murah. Melalui program ini telah mengedukasi petani tentang pentingnya input teknologi agribisnis dalam pengolahan komersial cabai skala petani sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani secara mandiri dalam penanganan pasca panen cabai dan pengolahan yang bernilai jual, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi cabai bubuk, menerapkan pengembangan teknologi agribisnis cabai. Demonstrasi dan Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 petani perempuan terampil dalam pengolahan cabai segar menjadi cabai bubuk, pengemasan dan pemasaran.
Produksi Lateks Pekat melalui Proses Pendadihan dengan Pengaturan Waktu dan Kecepatan Penggetaran Ersan Ersan; Rachmad Edison; Maryanti Maryanti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1677

Abstract

Peningkatan produksi lateks terkonsentrasi merupakan hal penting untuk memasok industri karet, dan mengurangi impor. Kualitas lateks terbukti diubah oleh kejutan selama transportasi, sehingga memberikan informasi penting dalam meningkatkan proses creaming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu dan kecepatan pengocokan dalam mempercepat pembentukan lateks pekat dengan teknik creaming. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan durasi (24, 48, dan 72 jam) dan kecepatan shaker (0, 150, 200, dan 250 rpm). Pengamatan yang diamati adalah waktu pemisahan antara lateks dan serum (jam), rendemen lateks pekat (%), kadar larut total (%), kadar karet kering, pH, warna, dan bau lateks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penggetaran tidak mempengaruhi waktu pemisahan antara lateks dan serum, rendemen lateks pekat, kadar larut total, dan kadar karet kering. Kecepatan getaran mempercepat waktu proses pemisahan antara lateks dan serum, mempengaruhi hasil dan kandungan karet kering lateks pekat. Kombinasi durasi dan kecepatan getaran mempengaruhi pemisahan waktu proses antara lateks dan serum. Pemisahan waktu proses tercepat adalah 32 jam pada durasi 48 jam dengan kecepatan getaran orbital shaker 150 dan 200 rpm.
Pengaruh Kadar Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Alternanthera amoena voss) Sistem Hidroponik Rizza Wijaya; Budi Hariono; Tri Wahyu Saputra
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1929

Abstract

Budidaya bayam merah (Alternanthera amoena voss) masih banyak dijumpai dengan memanfaatkan tanah sebagai media pertumbuhannya. Hidroponik dengan penanaman memanfaatkan media cair bisa menggantikan cara budidaya bayam merah pada media tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan bayam merah dengan sistem hidroponik. Metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) digunakan dengan dua faktor yaitu nutrisi dan media tanam. Kosentrasi nutrisi yang digunakan ialah 2, 4 dan 6 ml/liter sedangkan untuk media tanam menggunakan rockwool, serabut kelapa dan arang sekam. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara kadar nutrisi dan media tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar. Perlakuan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) dan L3M1 (6ml/liter + rockwool) menunjukan tinggi tanaman yang paling besar dibandingkan dengan lainnya, perlakuan L3M1 (6ml/liter + rockwool) dan L3M3 (6ml/liter + arang sekam), perlakuan L2M1 (4ml/liter + rockwool) dan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) merupakan kombinasi yang paling tinggi terhadap parameter luas daun tanaman dan perlakuan L2M3 (4ml/liter + arang sekam) mempunyai nilai yang tinggi terhadap parameter berat segar.
Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Arbila (Phaseolus Lunatus) sebagai Pakan Ternak Akibat Dosis Bokashi Gulma Pastura yang Berbeda di Lahan Kering Bernadete B Koten; R. Wea; A. Semang; M. E. Koten
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1426

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi hijauan arbila (Phaseolus lunatusL.) sebagai dampak dari penambahan bokashi gulma pasture seperti Chromolaenadan kotoran sapi pada level yang berbeda,  telah  dilaksanakan selama 8 bulan di kebun pakan ternak Desa Noelbaki - Kupang Tengah dan Laboratorium Teknologi  Pakan Ternak, dirancang berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan = 20 unit percobaanyaitu B0: tanpa bokashi (kontrol), B10:  penambahan bokashi 10 ton/ha, B20 :bokashi 20 ton/ha, B30:  bokashi 30 ton/ha, dan  B40:  bokashi 40 ton/ha.  Variabel yang diamati adalah persentasi bintil akar efektif (%), Serapan nitrogen (g/polybag), panjang tanaman, jumlah tunas pertanaman (buah), produksi bahan segar hijauan (g/polybag), dan  produksi bahan kering hijauan (g/polybag).Data yang di peroleh di analisis  varians berdasarkan RAL dan  dilanjutkan dengan uji Duncan), Gomes dan Gomez (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokashi Cromolaena berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap persentasi bintil akar efektif, serapan nitrogen, dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) produksi bahan segar dan produksi bahan kering hijauan. Akan tetapi tidak berbeda terhadap panjang tanaman dan  jumlah tunas. Uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan B40 menunjukkan hasil tertinggi dan yang terendah adalah pada perlakuan B0. Disimpulkan bahwa produkstivitas arbila dipengaruhi oleh dosis bokashi cromolaena dengan dosis terbaik adalah 40 ton/ha.
Seleksi Genotipe Gandum Tropis Toleran Suhu Tinggi maenggunakan Marka SSR Muhammad Kadir; Kaimuddin Kaimuddin; Yunus Musa; Muhammad Farid; Karlina Syahruddin; Amin Nur
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1498

Abstract

Tekanan suhu tinggi merupakan tantangan untuk mengembangkan gandum di lingkungan tropis dan mempengaruhi setiap tahap perkembangan tanaman. Oleh karena itu, deteksi dini karakteristik hasil menggunakan marka terpaut suhu tinggi diperlukan untuk menghasilkan varietas yang adaptif di lingkungan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi perbedaan pembentukan pola pita dari populasi gandum tropis hasil seleksi lapangan menggunakan penanda SSR untuk toleran panas. Percobaan ini menggunakan 10 genotipe terpilih dan diuji dengan 10 penanda SSR toleran panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 primer SSR hanya 2 primer yang menunjukkan perbedaan ukuran pita yaitu pada primer XGWM285 dan XBARC197 yang hanya terbentuk pada genotipe OHP12a1-1-9.
Respon Produksi Telur Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) dengan Pembatasan Pakan secara Kualitatif dan Kuantitatif pada Saat Pertumbuhan Rosa Tri Hertamawati; Edhy Sudjarwo; Osfar Sjofjan; Suyadi Suyadi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1556

Abstract

Respon produksi puyuh petelur yang diberi pakan terbatas selama pemeliharaan diukur dalam empat percobaan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Tersarang. Percobaan menggunakan 300 ekor burung puyuh umur 14 hari. Puyuh yang dipelihara di bawah dua program pembatasan makan diberi makan dengan 2 pola makan, pemberian makanan terbatas kualitatif adalah Energi Metabolisme (ME) R1= 2900 kkal/kg; R2 = 2800 kkal/kg dan pemberian makanan terbatas secara kuantitatif; P0 = 100% ad libitum; P1 = 90% ad libitum dan P2 = 80% ad libitum (n= 300). Setiap kelompok (n= 50) memiliki lima ulangan yang masing-masing berisi 10 ekor burung. Perlakuan makan terbatas dilakukan pada puyuh umur empat belas hari sampai dewasa kelamin. Setelah dewasa kelamin, pemberian pakan diberikan secara ad libitum. Pengamatan dilakukan terhadap konsumsi energi dan protein pakan, serta performans produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan terbatas berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein dan energi pakan. Pembatasan pakan hingga 90% ad libitum menunjukkan produksi telur yang sama dengan perlakuan ad libitum dan penurunan konversi pakan pada awal produksi. Energi metabolisme ransum tidak berpengaruh nyata terhadap produksi telur sehingga dapat diterapkan pembatasan pakan 90% ad libitum dan pakan EM 2900 Kkal/kg selama periode starter.
Produk Makanan Berenergi “Betteleppang” dengan Subtitusi Nanokalsium Tulang Ikan Bandeng (Chanos - Chanos) Muhammad Fitri; Syamsuar Syamsuar; Sri Udayana Tartar
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1678

Abstract

Produksi ikan bandeng Sulawesi Selatan tahun 2016 sebesar 127.434,1 ton, tulang ikan merupakan salah satu industri pengolahan limbah yang memiliki kandungan kalsium paling banyak diantara bagian ikan, komponen utama tulang ikan adalah kalsium , fosfor dan karbonat. produksi pangan energi “Betteleppang” dengan substitusi tulang bandeng nanokalsium (chanos chanos Forks ). Desain adalah rencana acak kompleks dengan dua faktor; A = penambahan tulang bandeng nanokalsium adalah ; A1 = 10% ; A2 = 15%; A3 = 20% , dan B = penambahan “Betteleppang” ; B1 = 10%; B2 = 15%; B3 = 20%. Setiap perawatan kembali tiga kali. Data dianalisis dengan analisis ragam menggunakan software SPSSV 19. Kesimpulan penelitian siapa yang paling baik penambahan tulang bandeng nanokalsium = 20 % dan penambahan “Betteleppang” = 20 % kadar air 21,43 persen, kadar kalsium 7,06 persen, kadar protein 22,26 persen
Penentuan Joint Cost dalam Penentuan Laba Produk Kopi pada Kelompok Tani Sumber Kembang Jember oryza ardhiarisca; Sumadi Sumadi; Rediyanto Putra
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 20 No 1 (2020): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v20i1.1935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perhitungan terkait harga pokok produksi dari usaha kopi yang dilakukan oleh kelompok tani Sumber Kembang Jember. Penentuan harga pokok produksi tersebut pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar penentuan laba yang diperoleh oleh kelompok tani Sumber Kembang baik per produk atau pun keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder melalui proses pengumpulan data yaitu survei lokasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh kelompok tani Sumber Kembang dengan didasarkan pada metode full costing adalah Rp 95.691.750,00. Harga pokok produksi ini kemudian dialokasikan kepada 8 jenis produk yang dihasilkan oleh kelompok tani Sumber Kembang dengan menggunakan metode nilai pasar, sehingga diketahui bahwa sebagian besar produk memliki selisih lebih dari 100% antara harga jual dan harga pokok produksi per produk. Dengan demikian, secara finansial keuntungan kotor kelompok tani Sumber Kembang ini masuk dalam katagori yang besar.