TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 1 (2026): TELKA"
:
12 Documents
clear
Bibliometric analysis of research trends in low-cost sensors for air pollution monitoring: innovations and future implications
Yuli Dwi Astanti;
Berty Dwi Rahmawati;
Dian Hudawan Santoso;
Ahmad Taufiq Akbar
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.01-16
Air quality monitoring is imperative due to the substantial health and environmental ramifications of atmospheric contamination. The present study endeavors to examine prevailing research trends in low-cost sensors, which offer an efficacious and attainable approach to evaluating air quality. A meticulous bibliometric meta-analysis was executed using data from multiple academic databases to identify publication patterns, prominent authors, and influential institutions in this domain. The methodology entailed the analysis of publication counts, citation metrics, and collaboration networks to underscore the expansion and pertinence of low-cost sensor research. The analysis was executed using Biblioshiny software. The findings indicate a marked increase in publications over recent years, reflecting heightened interest and innovation in this area. The present analysis employed a set of 233 articles published between 2011 and 2025, with all data exclusively sourced from Scopus. This study underscores the potential of low-cost sensors to enhance air quality monitoring efforts, providing valuable insights for future research and policy development aimed at mitigating air pollution and its associated risks.
IoT-Based Smart Locker: Innovation in Automatic Package Receipt Integrated with Telegram
Elvinda Bendra Agustina;
Recha Nofillah
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.17-22
The development of E-Commerce in this digital era is increasingly rapid, thus affecting the use of goods delivery services. The problem that often occurs in the delivery process is that the recipient of the goods is traveling. This automatic Smart box system is designed to receive packages automatically remotely using the internet of things via the Telegram application. The system uses an ultrasonic sensor to send notifications to the Telegram bot if a package arrives by reading a distance value between 10 cm. This system also utilizes a servo motor as an actuator that can be controlled to open and close the package box. Meanwhile, to find out if the package has been placed in the package box, a load cell sensor is used to send the package weight value. This system uses an ESP32 microcontroller as the system control center and WiFi network. The system is also equipped with ESP32-CAM which is used as a security tool when goods arrive. The test results show that the tool can work well and all components can run according to their function, and connect to the Telegram bot. However, problems that are sometimes encountered are problems that may occur in the system, namely internet network problems that affect sending messages to the Telegram bot.
Development and Performance Testing of a PANI–GO Soil Conductivity Sensor
Nuralam Nuralam;
Rizdam Firly Muzakki;
Sri Lestari Kusumastuti;
Hariyanto Hariyanto
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.118-125
Smart agriculture systems require soil sensors capable of monitoring environmental conditions in real-time and with high accuracy. This research presents the design and fabrication of a soil conductivity sensor prototype using a composite material of Polyaniline (PANI) and Graphene Oxide (GO). The prototype is designed with a two-electrode structure based on copper layers, where the active PANI–GO layer functions as a conductive path that responds to soil moisture and ion levels. The PANI–GO composite was synthesized through a polymerization method and then applied to copper-based electrodes. Test results showed detectable changes in resistance according to variations in soil moisture content, where resistance values decreased as the soil became moister and more fertile. Moisture levels were adjusted to 10%, 20%, 30%, and 40% for two soil types: fertile and infertile. These results indicate the potential of the composite material as a simple soil sensor that can be further developed for Internet of Things (IoT) applications in agriculture. This study serves as a foundational step in the development of low-cost, flexible, and easily integrated conductive soil sensors.
Rancang Bangun Antropometri Kit Berbasis IoT Terintegrasi dengan Sistem Analisis Tumbuh Kembang Anak untuk Pencegahan Stunting
Noer Fajrin;
Ian Josef Matheus Edward;
Pingkan Aditiawati
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.79-90
Masalah stunting masih menjadi isu serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2022, Indonesia menempati peringkat ke-27 dari 154 negara dengan prevalensi stunting tinggi, serta peringkat ke-5 di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Antropometri Kit berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem analisis tumbuh kembang anak guna mendukung upaya pencegahan stunting. Sistem yang dikembangkan terdiri dari perangkat keras berupa timbangan dan infantometer digital, aplikasi mobile, serta dashboard pemantauan. Data hasil pengukuran dikirim melalui koneksi Bluetooth Low Energy ke aplikasi mobile, diteruskan ke server, dan dianalisis menggunakan rumus Z-score untuk menentukan status gizi anak. Penelitian dilakukan melalui survei kebutuhan, perancangan sistem, dan pengujian di laboratorium serta lapangan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur dan menganalisis data antropometri dengan baik, serta mengategorikan status gizi anak secara otomatis. Performa aplikasi stabil hingga 1000 pengguna, meskipun terjadi peningkatan request failure pada beban di atas 1000 pengguna. Pengujian keamanan menunjukkan bahwa sistem berhasil menolak upaya login tidak sah (peretasan) melalui mekanisme autentikasi berbasis payload. Sistem ini terbukti efektif dalam mendukung proses pemantauan tumbuh kembang anak secara digital dan efisien.
Sistem Deteksi Keparahan Apnea berbasis Fuzzy pada Balita melalui Pemantauan Saturasi Oksigen dan Pola Napas
Zidan Aksa Mahendra;
Afdhal Alip Taliban Kertonegoro;
Septriandi Wirayoga
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.23-32
Apnea tidur pada balita merupakan gangguan pernapasan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius apabila tidak terdeteksi secara dini. Keterbatasan sistem pemantauan konvensional yang tidak menyediakan pengawasan real-time sering menyebabkan keterlambatan identifikasi episode apnea. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi apnea berbasis Fuzzy Sugeno yang mengintegrasikan tiga parameter fisiologis utama, yaitu saturasi oksigen (SpO₂), frekuensi napas, dan tekanan udara ekspirasi. Ketiga parameter tersebut diukur menggunakan sensor MAX30102, Grove Piezoelectric, dan HX710B, kemudian diproses melalui mikrokontroler ESP32. Data yang diperoleh dianalisis oleh sistem inferensi Fuzzy Sugeno dan dikirim secara real-time ke aplikasi seluler melalui Firebase untuk memungkinkan pemantauan jarak jauh secara berkelanjutan. Pengambilan data dilakukan pada lima balita berusia 3–5 tahun dalam kondisi lingkungan yang seragam, menghasilkan 75 sampel. Setiap parameter diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat keparahan dan diolah untuk menentukan kategori apnea. Validasi dilakukan dengan membandingkan keluaran sistem terhadap evaluasi medis profesional. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sensor yang tinggi, yaitu 99,8% pada MAX30102, 99,1% pada HX710B, dan 98,9% pada sensor piezo. Akurasi keseluruhan sistem mencapai 94,6%, dengan empat kasus salah klasifikasi pada kategori apnea ringan. Sistem ini menunjukkan potensi sebagai perangkat portabel yang mampu mendukung deteksi dini apnea pada balita melalui pemantauan fisiologis secara real-time. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan antarmuka aplikasi yang mudah digunakan menjadikannya relevan untuk diterapkan di rumah maupun fasilitas kesehatan primer. Pengembangan lanjutan dapat difokuskan pada penyempurnaan aturan fuzzy dan ambang batas untuk meningkatkan sensitivitas sistem.
Prototipe Alat Pendeteksi dan Pengumpul Serpihan Logam Berbasis Remote Control
Irham Fadilah;
Endah Fitriani;
Rahmat Novrianda Dasmen;
Nina Paramytha
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.33-43
Handling metal cutter debris in the tissue processing industry poses a significant risk of physical injury, compromising Occupational Health and Safety (OHS). To address this issue, this research aimed to design, build, and test the functionality of a remote-controlled prototype for detecting and collecting metal fragments. This study applied a Research and Development (R&D) methodology, resulting in a Robot Unit (Receiver) equipped with an SN04-N2 metal proximity sensor, an HC-SR04 ultrasonic sensor, and an electromagnet-based collection mechanism. Operational control was performed via a Control Unit (Transmitter) using the ESP-NOW wireless communication protocol. The test results show that the device characteristics include a stable communication range of up to 220 meters in an outdoor environment. The metal detection limit is effective at a 3 mm distance, with an electromagnetic mechanism capable of lifting a maximum load of 41.2 grams at a lifting distance of 0.3 cm. However, the operational endurance of the Receiver Unit is recorded at 1 hour and 34 minutes. From these results, the conclusion of this study is that the prototype successfully functions as intended, with reliable communication and actuator strength as its main advantages. However, power efficiency and the challenge of precise remote positioning are its primary limitations that require further development.
Analisis Jaringan Kabel Feeder FTTH dengan Pengukuran OTDR dan Power Link Budget
Inda Ahmayani;
Ahmad Fauzi
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.91-101
Tingkat redaman pada jaringan fiber optik sangat memengaruhi kualitas layanan, khususnya pada kabel feeder sebagai jalur utama transmisi data. Analisis kelayakan kabel feeder segmen A di wilayah Kopo dilakukan berdasarkan hasil pengukuran Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) yang dikomparasikan dengan hasil perhitungan power link budget. Hasil pengukuran OTDR tidak dapat dianggap sebagai nilai mutlak karena dipengaruhi oleh pengaturan parameter alat, seperti Index of Refraction (IOR), pulse width, dan sistem averaging. Selain itu, struktur serat optik di dalam kabel yang berbentuk heliks (helix factor) membuat panjang serat sedikit lebih besar dibandingkan panjang fisik kabel, sehingga posisi event pada OTDR dapat bergeser dari lokasi fisik sebenarnya di lapangan. Objek penelitian merupakan kabel feeder yang menghubungkan ODF pada rak Optical Access (O.A) dengan ODC di wilayah Kopo. Berdasarkan hasil penelitian, panjang kabel feeder yaitu 7,33 km dengan total loss sebesar 8,72 dB, jauh melampaui nilai perhitungan power link budget sebesar 3,13 dB. Enam event teridentifikasi memiliki nilai loss melebihi 0,1 dB akibat sambungan dan bending pada jarak ±400m antar event, sehingga jaringan dapat menyebabkan intermiten pada layanan internet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan dan pemulihan jaringan sehingga kualitas layanan dapat kembali optimal.
Pengembangan Sistem Auto Take-Off pada UAV Talon Y-Tail untuk Meningkatkan Performa Manuver dan Kestabilan
Khairurizal Alfathdyanto;
Luki Septya Mahendra;
Rico Dwi Candra;
Khoyrur Roziqin Yusha;
Mochammad Lukman Hakim;
Noviana Rustanti;
Nofria Hanafi
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.44-54
Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem auto take-off untuk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) jenis Talon Y-Tail guna meningkatkan stabilitas dan keandalan wahana dalam operasi penerbangan secara aoutonomous. Proses lepas landas merupakan tahap krusial yang dapat mempengaruhi keberhasilan misi, dimana ketidakstabilan dalam lepas landas manual sering kali menyebabkan gangguan manuver dan dapat memperpendek umur operasional UAV. Penelitian ini merancang kontrol otomatis dengan kontrol Proportional-Integral-Derivative (PID) untuk pitch, roll dan yaw. Performa sistem diuji melalui pengujian launcher catapult dan pengujian terbang (flight test) dengan dua skenario jalur yang dibuat melalui waypoint. Pengujian catapult dilakukan dengan variasi Panjang 1,0 meter dan 0,7 meter untuk mengetahui pengaruh panjang catapult terhadap performa UAV Talon Y-Tail saat lepas landas. Flight test dilakukan untuk melihat kemampuan UAV Talon Y-Tail dalam kestabilan parameter untuk pitch, roll dan yaw. Pengujian panjang catapult menunjukkan dengan panjang 1,0 m memberikan hasil terbaik, menghasilkan gaya dorong 2,5 Nm dan kecepatan lepas landas ±30 m/s. Flight test dilakukan dengan skenario jalur 1 (waypoint) dan 2 (waypoint dan manuver loiter). Pada jalur 1, pesawat mampu mengikuti pola dengan stabil tanpa gangguan berarti. Pada jalur 2, UAV dapat menjalankan manuver loiter sesuai waypoint, meskipun tetap terdapat deviasi grafik pitch dan roll yang signifikan yaitu lebih dari 80°.
Potential Field Obstacle Avoidance Powered by Grid Certainty Map and Minimum Histogram
Rahmat Zidan;
Amalia Prameswari Alvina;
Putra Wisnu Agung Sucipto
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.66-78
An omnidirectional robot moving in a crowd of robot soccer players requires autonomous navigation to navigate moving obstacles, generate safe, smooth, and adaptive trajectories when global information is unavailable. Global navigation and local control must be integrated so that spatial memory can balance speed, safety, and smoothness. This study proposes the implementation of Potential Field Obstacle Avoidance (PFOA) with a grid certainty map and a minimum histogram to address these challenges. This idea is based on the repulsive and attractive forces that shape the decision of the direction of motion in PFOA, which need to be accompanied by the confidence of the empty space map in the distribution of obstacle histograms that direct the robot to the right direction. Based on experiments that have been conducted, this approach has proven to perform better than the hybrid A* and bug methods. Our proposed algorithm is able to make the robot's travel time to the target consistently 13-21 seconds, with a smooth motion trajectory due to sharp maneuvers in the most difficult areas that are minimal, and the best safety confidence level value based on the certainty value between the two comparison methods. So it can be concluded that the strengthened PFOA is able to adapt to local dynamics and is superior in planning global robot trajectory maps that contain obstacles.
Integrasi YOLOv9 Dan Fine-Tuned Segment Anything Model Untuk Pengenalan Komponen Alat Pengukur Analog
Diah Asmawati;
Chastine Fathichah
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 12 No 1 (2026): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/telka.v12n1.55-65
Otomatisasi pembacaan alat pengukur analog merupakan tantangan yang signifikan di lingkungan industri, terutama karena citra alat pengukur sering diambil dalam kondisi pencahayaan dan kualitas visual yang bervariasi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan hibrida berbasis visi komputer yang mengintegrasikan model deteksi YOLOv9 dan model segmentasi Segment Anything Model yang telah disesuaikan menggunakan dataset citra alat pengukur analog. YOLOv9 digunakan untuk mendeteksi area komponen penting seperti jarum dan garis-garis skala, menghasilkan area kotak pembatas yang berfungsi sebagai masukan prompt bagi SAM. Model SAM kemudian melakukan segmentasi presisi tinggi pada area tersebut untuk memisahkan objek utama dari latar belakang citra. Dataset pelatihan terdiri dari 1010 citra dengan anotasi mask biner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Fine-Tuned SAM ViT-B mencapai nilai Precision 0.81, Recall 0.946, dan IoU sebesar 0.778 melampaui performa model SAM dasar dan YOLOv9 Segmentation. Segmentasi jarum penunjuk juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai IoU mencapai 0.837. Pendekatan menunjukkan efektivitas integrasi deteksi dan segmentasi berbasis model transformer dalam menghasilkan sistem pengenalan komponen alat pengukur analog yang presisi, efisien dan adaptif untuk aplikasi pembacaan nilai otomatis di industri.