cover
Contact Name
Kaliandra Saputra Pulungan
Contact Email
kaliandrasaputra5@gmail.com
Phone
+6285295445764
Journal Mail Official
kaliandrasaputra5@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.staituankutambusai.ac.id/index.php/hikmah
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISSN : 20858663     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Hikmah : Jurnal Pendidikan agama islam upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan penelitian tentang pendidikan untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar ummat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia
Articles 260 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA TERHADAP KARAKTER RELIGIUS SISWA SEKOLAH DASAR ISLAM ARRISALAH KECAMATAB SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Dwi Restiana
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v8i2.147

Abstract

Pendidikan yang benar dimulai sejak lahir, karena seorang  anak akan tumbuh besar sesuai dengan apa yang dibiasakan oleh  orang tuanya. Kedua orang tua adalah manusia yang paling dekat  dengan anak. Anak akan diarahkan baik atau jahat tergantung  tanggung jawab orang tua. Ketika orang tua baik, mungkin anak  akan menjadi baik, dan sebaliknya, ketika orang tua tidak baik anak  juga akan kurang baik. Hal yang menjadi perhatian orang tua  sekarang adalah mempunyai prinsip dan metode dalam  mengembangkan kepribadian anak baik  dalam aspek akidah,  akhlak, fisik,  mental maupun sosial, untuk menciptakan keluarga  yang penuh  kasih,  komunikatif dan patuh dalam melaksanakan  ajaran agama atau hidup religius. Tidak  ada  yang  meragukan  pendidikan  sekolah  sangatlah  mendukung  dan  memikul  tanggung  jawab  terhadap anak-anak  didiknya.  Akan  tetapi,  tentang  siapa yang bertanggung  jawab atas  pembentukan  karakter  religius  anak  sering  dipertanyakan. Orang  tua dan masyarakat pada umumnya memposisikan dirinya “lepas” dari tanggung jawab Pendidikan Agama Islam dan pembentukan karakter religius. Inilah permasalahan utama Pembentukan karakter religius anak dan Pendidikan Agama Islam yaitu terputusnya tiga jaringan yang saling berhubungan dalam pelaksanaan Pendidikan Agma Islam yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Tetapi  semuanya  menyadari  bahwa  orang tua memikul  tanggung  jawab  yang  paling  besar  terhadap  pendidikan karakter  religius  anak  dan  bahwa  sekolah dan  lembaga masyarakat  lain  harus  membantu  dan  melengkapi peranan  dari orang  tua  tersebut.
KETERLAMBATAN BICARA DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Ulfatun Azizah
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v6i2.60

Abstract

Gangguan keterlambatan bicara adalah istilah yang dipergunakan untuk mendeskripsikan adanya hambatan pada kemampuan bicara dan perkembangan bahasa pada anak-anak. Gangguan ini adalah bentuk gangguan relasi (berinteraksi) dan komunikasi yang akhir–akhir ini terus meningkat. Keterlambatan bicara dapat diketahui dari ketepatan penggunaan kata, yang mengakibatkan lawan bicara sulit memahami kata–kata yang diucapkan.  Keterlambatan bicara ini nantinya akan mempengaruhi penyesuaian diri anak. Tahab bicara harus diperhatikan sedini mungkin, karena dapat dijadikan parameter ada atau tidaknya gangguan perkembangan pada anak. Parameter ini tentunya juga memperhatikan tahap–tahap perkembangan lain, seperti motorik kasar/halus dan sosialisasi/interaksi.  Ada beberapa faktor keterlambatan perkembangan bicara antara lain Gangguan pendengaran, gangguan pada otot bicara, keterbatasan kemampuan kognitif, mengalami gangguan pervasif, kurangnya komunikasi serta interaksi dengan orang tua dan lingkungannya. Jenis gangguan bicara antara lain gangguan mekanisme berbicara yang berimplikasi pada gangguan organik, gangguan multi faktor, gangguan bicara psikogenik.
PEMBENTUKAN DAN PROSES KREATIF PERSPEKTIF BEAVIORISME Irwan Ledang
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v4i1.16

Abstract

Belajar merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik dan maju. Namun pada kenyataanya, masyarakat masih belum menyadari akan pentingnya belajar dan ilmu pengetahuan untuk kehidupannya. Pada pembahasan ini menjelaskan pentingnya pembiasaan untuk belajar secara rutin, serta menumbuhkan kecintaan untuk mencari tahu ilmu-ilmu pengetahuan baru demi menunjang masa depan individu tersebut. Pokok pembahasan ini bertujuan untuk menjelaskan betapa pentingnya proses pembiasaan belajar untuk menjamin kehidupan setiap individu sebagai bekal masa depannya. Pembiasaan ini dapat di lakukan sedini mungkin sejak seorang anak berada di taman kanak-kanak atau sejak duduk di bangku sekolah dasar. Namun pembiasaan ini jangan sampai melebihi batas, harus di lakukan secara bertahap, memerlukan waktu dan proses yang cukup lama, dan tidak bisa sekaligus di paksakan pada setiap individu. Proses ini harus didasari dengan adanya rasa senang dalam dirinya untuk belajar tanpa adanya keterpaksaan dalam hatinya.
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENGEMBANGAN KTSP Raja Lottung Siregar
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v9i2.219

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di negeri ini, peran guru sebagai pendidik sangatlah penting. Dengan demikian guru dituntut untuk lebih kreatif dan mempunyai kemampuan terutama dalam mengembangkan kurikulum dalam sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang familiar kita dengar dengan KTSP tentunya membutuhkan pengembangan dari berbagai pihak, diantaranya Guru Pendidikan Agama Islam. Pengembangan KTSP mencakup pengembangan program tahunan, program semester, program modul, pokok bahasan, program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, pengembangan diri (ekstrakurikuler), pengembangan hasil belajar, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK BERBASIS ISLAMIC CORE VALUE faizatul Husna; Syaiful Islam
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v8i1.131

Abstract

Islamic education is an important component in forming the character of a child because Islamic religious education is the foundation that will color the life that children will go through. Meanwhile the number of fights between adolescents, immoral acts among young people, promiscuity, the growth of adultery, consuming illegal drugs is caused by the lack of supervision from the family which makes them so easy to use and do it. By using qualitative methods with interviewing techniques the author wants to know how the Islamic religious education strategy is applied to the family. From the results of interviews with one family that Islamic religious education in families in shaping children's character uses 6 strategies, namely: 1) exemplary strategies, 2) habituation strategies, 3) counseling strategies, 4) disciplinary strategies, 5) punishment strategies, and 6) gift giving strategy. To shape the character of the child in order to become a man of faith and devotion to the Almighty God, as well as a noble character that includes ethics, morality, character, spirituality cannot be separated from the role of the family played by parents because the family is the first and foremost educational institution for children.
HUBUNGAN PENDIDIK DENGAN PESERTA DIDIK MENURUT AL-QURAN Bambang Supradi
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v6i1.41

Abstract

Tugas seorang pendidik dalam pendidikan Islam adalah mendidik dan mengajar  sesuai  dengan  keilmuwan  yang  dimilikinya. Secara umum, pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab mendidik secara baik. Selain itu, pengertian pendidik juga dapat dipahami sebagai guru yang memberikan pengjaran di suatu lembaga sekolah kepada peserta didik. Pendidik dan peserta didik adalah dua komponen yang tidak dapat dipisahkan. Antara keduanya saling memiliki peran dalam proses pendidikan. Hakikat pendidik adalah memberikan pengajaran kepada peserta didik baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dalam tulisan ini sangat menarik untuk mencermati hubungan pendidik dan peserta didik dalam al-Qur’an.
Konsep Islam Tentang Tuhan, Manusia Dan Alam Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam Kadri Kadri
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v3i1.4

Abstract

Dalam pendidikan Islam Allah merupakan sumber segala macam ilmu. Meskipun ada jenis ilmu yang diperoleh manusia melalui usahanya sendiri yang bukan berdasarkan wahyu, namun kesemuanya itu tidak lepas dari andil Tuhan yang memberikan petunjuk-Nya kepada manusia. Kelebihan yang ada pada manusia berupa potensi imaterial berfungsi sebagai bekal manusia untuk menjalankan tugasnya sebagai pelestari dan pemanfaat alam secara baik bukan untuk merusaknya. Allah berfirman, ”Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” Dalam ayat lain Allah menjelaskan, ”apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Ayat pertama mengandung pesan bahwa manusia diberikan hak untuk memanfaatkan alam ini dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya namun dengan ketentuan, manusia harus menjaga kelestariannya dan menghindarinya dari kerusakan. Sedangkan pada ayat kedua, Allah berpesan setelah kita menjalankan ibadah mahdhah kita juga diperintahkan untuk menjalin hubungan sosial (ibadah ghairu mahdhah) dan mencari kebutuhan duniawi sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT.Kata Kunci : Tuhan, Manusia, Pendidikan Islam
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM KITAB ADAB ALMU’ALLIMIN KARYA IBN SUHNUN Salman -
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v9i1.208

Abstract

This thesis discusses the concept of Islamic education in the book Adab al-Mu'allimin. The Book of Adab al-Mu'allimin is a very important book as a source of reference by every teacher, especially for those who will be prospective teachers. IbnSahnun plays an important role in initiating education in Islam, so he is known by the educational leaders of Muslims. His work is about educating and combining the Tarbiyah School and the Fiqh School.In other words, it includes religious education, moral education, intellectual education, vocational education, physical education and social education. The competencies that an Islamic elementary educator should have include religious pedagogical competence, religious social competence, religious professional competence, religious moral competence, religious competence, and religious emotional competence.Theresearch model used is a qualitative model with qualitative descriptive approach, where descriptive research is not intended to test a particular hypothesis but describes "as is" about a variable, symptom or state. The end result of this research is that the existing thought in the book of adabal-Muallimin Ibn Suhnun unites the concept of fiqhwith tarbiyah, so it makes him a well-known teacher in terms of the concept of fiqih tarbiyah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AL-QUR’AN HADITS (Studi Pada Siswa Kelas VII B di MTs Thamrin Yahya Rambah Hilir) Bashori Bashori
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v5i2.31

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Al-Qur;an Hadits siswa kelas VII B pada materi memahami isi kandungan surat Al-Kafirun dan Al-Bayyinah di MTs Thamrin Yahya Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas VII B yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan. Sementara objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran artikulasi untuk meningkatkan hasil belajar Al-Qur;an Hadits siswa kelas VII B pada materi memahami isi kandungan surat Al-Kafirun dan Al-Bayyinah di MTs Thamrin Yahya Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes hasil belajar. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan hasil belajar al-Qur’an Hadits  siswa kelas VII B pada materi  memahami isi kandungan surat al-Kafirun dan al-Bayyinah, dari rata-rata sebesar 63,33 pada sebelum tindakan menjadi 70,57 pada siklus I dan 78,03 pada siklus II. Hasil uji hipotesis diperoleh harga to sebesar 18,631 jauh lebih besar dari nilai ttabel pada taraf signifikan 5% (2,04) maupun pada taraf signifikan 1% (2,75). Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Artikulasi, Hasil Belajar, Al-Qur’an Hadits
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN (Studi Kritis terhadap Surat al-Hujarat ayat 11- 13 dalam Kitab Tafsir al-Misbah Karangan Muhammad Quraish Shihab) Sofrianisda -
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v7i2.105

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber ajaran umat Islam, di dalamnya berisi petunjuk menuju ke arah kehidupan yang lebih baik, tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya. Menanggalkan nilai-nilai yang ada di dalamnya berarti menanti datangnya masa kehancuran. Sebaliknya kembali kepada al-Qur’an berarti mendambakan ketenangan lahir dan batin, karena ajaran yang terdapat dalam al-Qur’an berisi kedamaian. Setiap ayat Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia dalam kajian lebih lanjut dapat di kelompokkan menjadi ayat-ayat yang membahas hal-hal yang berkaitan tentang akidah, ibadah atau syari’ah dan akhlak. Pada penelitian ini penulis bermaksud mengkaji dan mendalami bagaimana QS. al-Hujurat ayat 11-13 menjelaskan nilai pendidikan akhlak. Di dalamnya berisi tentang larangan saling mengolok-olok kaum orang lain, menggunjing, memanggil orang lain dengan panggilan buruk, berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang, dan memakan daging saudaranya  yang  telah  mati.  Dalam  penelitian  ini,  masalah  yang dikaji adalah nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung di dalam surat Al-Hujurat ayat 11-13.

Page 8 of 26 | Total Record : 260