cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
ISSN : 14441659     EISSN : 25029576     DOI : -
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (JPKM) is published regularly twice a year in January and June by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Santu Paulus College of Teacher Training and Education. This journal contains scientific articles from research in the fields of religion, education, social, culture, and humanities. The JPKM Editorial Team receives scientific articles that have never been published in journals or other media. The published article script has been evaluated through a review and editing process to fit the style of the JPKM.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Persekutuan yang Membebaskan dalam Perspektif Biblis I Kor 12:12-31 dan Kebudayaan Manggarai Hatam, Benediktus Feliks
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial. Kesejatian sebagai makhluk sosial mengharuskan manusia untukmenciptakan sosialitas dengan yang lain. Interese dengan yang lain terwujud dalam persekutuan (koinonia).Persekutuan ini bukan anonimitas melainkan identitas bersama yang mudah diidentifikasi oleh banyak pihak. Salahsatunya adalah persekutuan yang dibentuk oleh Yesus Kristus yang sampai saat ini dikenal sepanjang masa. Kristusadalah kepala dari Persekutuan itu dan melalui sakramen pembabtisan mengangkat kita sebagai anggota-Nya (IKor 12:12-14;27). Persekutuan tersebut adalah persekutuan Kristus. Iman yang bersatu dalam Kristus, menjadikansemua anggota sebagai saudara dengan yang lain (1 Kor 1:1;5:11;16:12). Sebagai saudara, setiap anggota persektuandiarahkan untuk dapat saling membebaskan melalui penghayatan iman. Persekutuan yang membebaskan adalahhasil dari dorongan dan komitmen setiap pribadi untuk mewujudkan nilai-nilai iman dalam relasi dengan oranglain, baik relasi antar anggota persekutuan maupun dalam relasi antar kelompok. Oleh karena itu, persekutuan yangmenciptakan kebebasan bagi setiap individu untuk menikmati keadilan, ketenangan, kesejahteraan, perdamaintidaklah sekali jadi, tetapi proses yang terus menerus.
Rencana Pengembangan Sekolah Dalam Konteks MBS Tarsan, Vitalis
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agar sekolah tetap eksis, great dan excellence, maka perlu melakukan upaya pengembangan. Sekolah melakukan pengembangan karena adanya tuntutan daripihak internal dan eksternal sekolah, serta tantangan globalisasi. Tuntutan tersebut antara lain perlunya melakukanperubahan aspek-aspek: pengajaran/kurikulum, SDM, tata kelola lembaga, teknologi/fasilitas, dan pengaturanlingkungan fisik sekolah. Rencana tersebut terlaksana, apabila sekolah memiliki sumber daya yang cukup memadai,antara lain: human resources; financial resources; physical resources; informational resources. Adapun hal-hal yangperlu disiapkan dalam rencana tersebut, yakni asesmen lingkungan, identifikasi pelanggan, merumuskan visi, misi,prinsip, nilai-nilai, tujuan dan sasaran.
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Membaca Intensif Siswa Kelas VII di Kecamatan Langke Rembong. Jaya, Petrus Redy Partus; Jelahut, Marianus Supar; Kebol, Yoakim Jekson
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian membaca dalam pembelajaran BahasaIndonesia kelas VII. Prinsip dasar yang memotivasi pelaksanaan penelitian ini adalah urgensi penilaian sebagai testdriven instruction dalam pembelajaran. Keterampilan membaca siswa dapat ditingkatkan apabila guru memilikireferensi model penilaian membaca yang menjangkau semua kompetensi membaca siswa. Pengembangan instrumendimulai dengan mendeskripsikan model penilaian membaca yang telah digunakan oleh guru bahasa Indonesia kelasVII. Pada tahap ini, ditemukan bahwa instrumen yang dikembangkan guru belum menjangkau semua kompetensidasar yang menjadi target kegiatan membaca. Selanjutnya, peneliti mengembangkan instrumen penilaian membaca.Instrumen yang dikembangkan berupa instrument jawaban singkat, uraian, dan rubrik penilaian kinerja. Instrumenyang dikembangkan ini digunakan untuk menilai kegiatan membaca teks hasil observasi, teks tanggapan deskriptif,dan teks eksposisi.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Quantum untuk Mengatasi Kecemasan Matematika Siswa Jehadus, Emilianus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v10i2.215

Abstract

Kecemasan matematika adalah suatu perasaan takut, cemas, tertekan, tak berdaya, gangguan mental dan rasa takut yang tidak menyenangkan ketika diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Kecemasan matematika merupakan salah satu faktor yang paling signifikan menghambat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Berdasarkan study di SMP Katolik Sta. Clara, penulis menemukan beberapa siswa cemas dengan matematika. Untuk mengetahui kecemasan matematika, siswa diberikan tes diagnostik yaitu tes kecemasan matematika. Model pembelajaran quantum sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran model quantum yang baik pada materi sistem persamaan linear dua variabel dan mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model pembelajaran quantum untuk mengatasi kecemasan matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menerapkan model pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Santa Clara yang mengalami kecemasan matematika dalam pembelajaran. Produk dari penelitian ini adalah RPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran model quantum untuk siswa kelas VIII pada materi sistem persamaan linear (SPLDV) yang dikembangkan telah memenuhi kriteria perangkat pembelajaran yang baik karena telah dinyatakan valid oleh para validator, dan pada tahap uji coba diperoleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berkategori minimal baik, aktivitas siswa selama pembelajaran efektif, respons siswa berkategori positif, Tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel dan sensitif dan kecemasan matematika siswa dapat teratasi 100%; (2) pembelajaran model quantum efektif untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Efektivitasnya diakui oleh kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran yang dikategorikan minimal baik; aktivitas siswa selama pembelajaran efektif; respon siswa positif dan ketuntasan klasikal tercapai di mana 100% siswa dinyatakan mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. Selain itu, masalah kecemasan matematika siswa dalam pembelajaran dapat teratasi 100%
Pola Asuh Yang Efektif Untuk Mendidik Anak Di Era Digital Rahmat, Stephanus Turibius
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v10i2.216

Abstract

Keluarga sebagai salah satu trisentra pendidikan merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi pembentukan karakter anak. Keluarga sebagai locus pembentukan karakter anak perlu mengembangkan pola asuh atau pola interaksi yang edukatif dan efektif. Pola asuh yang dilakukan orang tua terhadap anak bertujuan untuk melayani kebutuhan fisik dan psikologis anak. Selain itu, pola asuh tersebut dapat diimplementasikan dalam bentuk sosialisasi norma-norma yang berlaku dalam masyarakat supaya anak-anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya. Pola asuh anak dalam keluarga terdiri dari empat (4) kategori, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, pola asuh yang kurang memiliki tuntutan terhadap anak dan kurang responsif terhadap kebutuhan anak (orang uninvolved), pola asuh demokratis atau authoritative. Orang tua yang hebat harus terlibat dalam mendidik anak dengan pola asuh yang demokratis, positif, efektif, konstruktif dan transformatif. Orang tua harus mendidik anak bukan dengan kekerasan atau paksaan, tetapi memberi kebebasan dengan suatu kontrol yang ketat supaya anak bertumbuh dan berkembang secara positif dan baik. Pola asuh yang dibutuhkan pada era digital adalah pola asuh yang demokratis atau authoritative. Pola asuh ini berupaya membantu anak agar bersikap kritis terhadap pengaruh-pengaruh negative dari era digital. Oleh karena itu, orangtua harus mampu berperan untuk mendidik dan membimbing anak supaya menggunakan media digital untuk tujuan yang benar dan positif
Pengaruh Integrasi Media GeoGebra terhadap Pemahaman Konsep Geometri Ditinjau dari Kemampuan Spasial Siswa Jelatu, Silfanus; Sariyasa, Sariyasa; Ardana, I Made
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi media GeoGebra terhadap pemahaman konsep geometri ditinjau dari kemampuan spasial siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP SANTU Stanislaus Borong sebanyak 113 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiemn semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design dengan desain treatment by level yang melibatkan sampel sebanyak 60 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan spasial dan pemahaman konsep geometri siswa. Data kemampuan spasial siswa diperoleh melalaui tes kemampuan spasial dan data pemahaman konsep matematika diperoleh melalui tes pemahaman konsep geometry siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pegujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa: 1) Pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran berbantuan media GeoGebralebih lebih baik dari pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbantuan media GeoGebra dan kemampuan spasial siswa terhadap pemahaman konsep geometri siswa
Implementasi Good Governance Dalam Manajemen Berbasis Sekolah Dasor, Yohanes Wendelinus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan negara yang solid dan bertanggung jawab, efisien dan efektif, dengan menjaga kesinergisan interaksi yang konstruktif di antara ketiga domain; negara, swasta, dan masyarakat. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam good governance merupakan tolak ukur suatu pemerintahan dikatakan sebagai pemerintahan yang baik. Ada beberapa prinsip good governance yaitu partisipasi, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, keadilan, penegakan hukum, efektivitas dan efisiensi, dan visi strategis. Sedangkan Manajemen Berbasis Sekolah merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Korelasi antara good governance dengan MBS adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip good governance ke dalam MBS. Implementasi good governance erat kaitannya dengan pelaksanaan kebijakan publik dalam konteks sebuah negara demokrasi yang berintikan partisipasi dan kerjasama semua elemen negara (pemerintah, swasta, dan warga negara). Sekolah merupakan salah satu organisasi publik dengan mana seluruh kebijakan yang dihasilkannya berkaitan dengan massa atau publik. Pada aras ini, suatu kebijakan publik di sekolah tidak bisa terelakkan dari tuntutan untuk mengimplementasikan suatu praktek good governance
Efektivitas Penggunaan Problem Based Learning dan Pembelajaran 5 M Terhadap Pemahaman Konsep Kimia Jundu, Ricardus; Prodjosantoso, Anti Kolonial
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan efektifitas model PBL dan pembelajaran 5 M pada materi asam – basa terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Setia Bakti Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu menggunakan desain nonequivalent control group design. Analisis yang digunakan yaitu ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efektifitas yang signifikan antara pembelajaran model PBL dengan pembelajaran 5 M ditinjau dari pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Setia Bakti Ruteng.
Faktor Penyebab Kurangnya Minat Laki-Laki untuk Menjadi Guru PAUD di Kabupaten Manggarai Sum, Theresia Alviani; Talu, Adriani Tamo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat laki-laki untuk menjadi guru PAUD di Manggarai sangat rendah. Hal ini didukung oleh data dari dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai yang menyatakan jumlah guru PAUD laki-laki yang terdaftar hanya berjumlah 2 orang. Tujuan penelitian ini (1) Mengetahui minat laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai. (2) Mengetahui faktor pendukung laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai (3) Mengetahui faktor penghambat kurangnya minat laki-laki menjadi guru PAUD di Kabupaten Manggarai (4) Memberikan solusi dan membangun kesadaran masyarakat dan laki-laki tentang peran dan pentingnya figur laki-laki sebagai tokoh model dalam pembelajaran anak usia dini di Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek yang diteliti adalah tentang minat laki-laki menjadi guru PAUD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dan angket. Sumber data penelitian ini adalah para siswa kelas 3 SMA, para calon guru PAUD, dan para guru PAUD yang ada di Manggarai. Analisis data menggunakan konsep Miles and Huberman yaitu dengan cara mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data/kesimpulan.
Upaya Pastoral Untuk Meningkatkan Peran Kaum Perempuan dalam Kehidupan Menggereja Jemali, Maksimilianus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja pada prinsipnya memiliki keterbukaan terhadap keterlibatan semua umat dalam pewartaan Kerajaan Allah. Gereja turut terlibat membela hak-hak kaum perempuan. Bersedia berada di samping mereka. Gereja tidak melupakan sejarah bahwa kaum perempuan telah ikut ambil bagian dalam pengembangan kehidupan jemaat. Kesadaran historis mengenai peran perempuan dalam liturgi Gereja perlu dimiliki oleh umat. Oleh kesadaran itu umat diharapkan berkembang sikapnya untuk menerima dan menghargai kehadiran perempuan dan laki-laki di wilayah liturgis. Gereja hendaknya memilih pelayan-pelayannya bukan berdasarkan gender. Melainkan, berdasarkan talenta, karisma, kemampuan untuk mewartakan Injil dengan baik kepada siapapun yang paling membutuhkan pewartaan itu. Sebagai komunitas yang menghayati hidup dalam kesetaaan, Gereja memiliki wibawa untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat. Kita mesti mengakui bahwa akhir-akhir ini juga banyak perempuan berperan dalam pelayanan religius, juga pelayanan di sekitar altar.

Page 9 of 32 | Total Record : 314


Filter by Year

2015 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio More Issue