cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023)" : 10 Documents clear
Upaya Penerapan Mitigasi Bencana Tsunami di Pantai Logending Ayah Kebumen Win Shofia Anis; Julian Dwi Saptadi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.504

Abstract

Latar Belakang: Tsunami merupakan salah satu bencana dengan dampak terbesar. Oleh karena itu perlu dilakukannya upaya-upaya untuk mengurangi dampak dari bencana tsunami yaitu dengan melakukan upaya mitigasi bencana. Mitigasi bencana sangat penting dilakukan terutama pada daerah rawan bencana karena mitigasi bencana mampu meningkatkan kesadaran akan risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan, serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya-upaya mitigasi tsunami yang diterapkan di Pantai Logending.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pada penelitian ini terdapat enam informan yang terdiri dari tiga informan kunci yaitu pengelola objek wisata Pantai Logending yang berada di lapangan, Ketua Bidang 1 (Mitigasi dan Kesiapsiagaan) BPBD Kebumen, dan anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Ayah. Serta tiga informan triangulasi yaitu anggota TNI AL, masyarakat dan pengunjung Pantai Logending. Data-data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan ceklis dokumen. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Logending telah menerapkan mitigasi struktural dan non struktural bencana tsunami. Mitigasi struktural terdiri dari adanya sistem peringatan dini, vegetasi pantai, pemecah ombak dan fasilitas penyelamatan diri, sedangkan mitigasi non struktural yaitu edukasi dan pelatihan bencana tsunami. Namun diketahui terdapat kendala dalam pelaksanaan mitigasi struktural yaitu pada pengeras suara alat peringatan dini tsunami. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa suara yang dihasilkan oleh pengeras suara tersebut tidak mencakup keseluruh area wisata Pantai Logending, suara hanya terdengar jelas di wilayah pintu masuk barat dan terdengar samar-samar di wilayah pintu masuk timur.
Metaagregasi: Dukungan Sosial Pada Wanita Dengan Penyalahgunaan Napza Selama Proses Pemulihan Rizqi Wahyu Hidayati; Anastasia Suci Sukmawati; Dewi Retno Pamungkas
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.497

Abstract

Saat ini terdapat 210 juta pengguna Narkotika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) diseluruh dunia dengan rentang usia 15 – 64 tahun. Namun, karena pandemi ini, drugs market saat ini jadi sulit dilacak. Sehingga jumlah sebenarnya sulit untuk dipastikan. BNN menjelaskan pengguna perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Rata-rata pengguna berusia 25 – 59 tahun. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka pemakaian NAPZA yaitu dengan recovery. Permasalahan stigma negatif dari masyarakat dan pengaruh teman lama masih menjadi masalah utama dalam relapsnya klien tersebut. Oleh karena itu, klien ketergantungan NAPZA yang menjalani recovery memerlukan dukungan sosial agar mereka tetap bisa bertahan dalam kondisi abstinens. Penelitian tentang dukungan sosial pada saat recovery pada wanita penyalahguna NAPZA untuk sistematik review belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam pengalaman tentang perolehan dukungan sosial pada wanita dengan penyalahguna NAPZA selama recovery. Sehingga penelitian ini menggunakan metode Metaagregasi Systematic Literature Review dengan kriteria artikel yang terbit 10 tahun terakhir dan menggunakan metode kualitatif. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis secara konten untuk mendapatkan tema baru. Hasil penelitian ini terdapat 7 tema yaitu (1) The church family helped in a whole of my life; (2) The God's hands attended through my treatment; (3) Feeling blessed for childcare; (4) Supporting to be drugs user; (5) Self-disclosure helped me for the treatment; (6) My heart is a strength; dan (7) Caring is my families. Tema-tema tersebut merujuk pada bentuk dukungan yang diberikan pada wanita dengan penyalahgunaan NAPZA. Dukungan tersebut ternyata sangat berpengaruh terhadap pemulihan klien.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari Aena Mardiah; Dany Karmila; Sukandriani Utami; Ayu Anulus
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.509

Abstract

Stunting merupakan masalah global, termasuk Indonesia dan menduduki posisi kelima terbanyak dalam jumlah stunting di dunia. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2019 sebesar 27,67 %. Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu di Kabupaten Lombok Tengah sebesar 45,25 %. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi yaitu penyebab langsung, tidak langsung dan penyebab mendasar. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode rancangan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari karena merupakan salah satu desa dengan prevalensi stunting yang tinggi di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021. Subjek penelitian ini adalah anak usia 0 – 60 bulan sebanyak 136 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: kuesioner dan lembar observasional. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil bivariat menunjukkan berat badan bayi lahir rendah (p-value=0,007;RP=2,61;CI=1,60-4,28). Faktor demografi (pendidikan ayah (p-value=0,59;RP=1,19;CI=0,62-2,31), pendidikan ibu (p-value=0,28;RP=1,42;CI=0,73-2,77), dan pekerjaan ibu (p-value=0,57;RP=1,61;CI=0,27-9,48)),  faktor praktek perawatan ibu dan anak (pemberian asi eksklusif (p-value=0,17;RP=0,33;CI=0,52-2,15), pemberian MP-ASI (p-value=0,06;RP=1,51;CI=1,32-1,71)), faktor ketersediaan jamban (p- value=0,59;RP=0,77;CI=0,28-2,13), imunisasi (p-value=0,44;RP=0,74;CI=0,40-1,37) dan riwayat penyakit infeksi diare (p-value=0,43;RP=1,23;CI=0,73-2,08) dan ISPA (p-value=0,09;RP=3,73;CI=0,57-24,62) tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Berat badan bayi lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari
Implementasi Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Makanan Di Pasar Beringharjo Khoiriyah Isni; Naura Salzabila; Fadhil Alfan Yudanto; Muhammad Herdin Paldin; Andi Syahrani Nur Syahbani; Jihan Ananda; Siti Pramesthi Sani
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.498

Abstract

Latar Belakang: Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Indonesia memiliki 34 provinsi yang masing-masing memiliki destinasi wisata yang beragam, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tujuan wisata di Yogyakarta adalah pasar Beringharjo yang memiliki beragam makanan tradisional sehingga perilaku hygiene dan sanitasi pedagang perlu diterapkan. Pengelola pasar perlu memperhatikan keamanan dan kesehatan pangan serta perilaku pedagang pangan dalam mengelola dan menyiapkan pangannya. Tujuan: untuk mengetahui higiene dan sanitasi pedagang makanan di pasar Beringharjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu pedagang makanan dan pengelola pasar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan observasi terstruktur. Hasil: tiga dari lima informan tidak memahami pengertian makanan sehat, observasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa kelima informan telah menerapkan kebersihan di lapak dagangannya. Kesimpulan: Perilaku hygiene dan sanitasi pedagang makanan sudah cukup baik, namun dari segi pemahaman terkait kebersihan dan keamanan masih kurang. Sehingga pengelola pasar perlu melakukan intervensi untuk mengatasi masalah tersebut
Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko Kecelakaan Kerja dengan Metode HIRARC pada Lokasi Pengolahan Emas dengan Cara Amalgamasi di Kecamatan Krueng Sabee Taufiq Karma; Pasyamei Rembune Kala; Ali Bakri; Siti Maulina Rukmana
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.499

Abstract

Pengolahan emas dengan metode amalgamasi merupakan suatu pekerjaan yang memiliki tingkat resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, Terdapat beberapa pekerjaan dalam proses pengolahan emas seperti pemecahan batu, penggilingan, dan pembuangan limbah, namun proses pembakaran amalgam dilaporkan memiliki resiko kesehatan yang paling tinggi, hal ini dapat dilihat berdasarkan beberapa penelian terdahulu yang melaporkan gelaja toksisitas akut dan toksisitas kronik yang dialami oleh para pekerja pengolahan emas metode amalgamasi. Pengendalian resiko kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengidentifikasi potensi bahaya yang ditimbulkan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC), metode HIRARC digunakan karena memiliki kelebihan dalam mengidentifikasi dan menganalisa potensi bahaya serta memberikan penilaian resiko pada saat melakukan proses pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat pengolahan emas sehingga resiko kecelakaan kerja dapat di kendalikan serta mengatisipasi terjadinya penyakita akibat kerja yang dapat memberikan kerugian fisik maupun materil. Tahapan penelitian ini dilakukan berdasarkan pada tahapan pengerjaan metode HIRARC. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil identifikasi bahaya pada lokasi pengolahan emas dengan metode amalgamasi diketahui bahwa potensi resiko bahaya pada proses pengolahan emas metode amalgamasi terbagi menjadi 2 tingkat resiko yaitu terdapat 10 potensi bahaya dengan tingkat Medium (M) dan 3 potensi bahaya dengan tingkat High (H). berdasarkan hasil opservasi yang dilakukan, tinggginya tingkat resiko yang muncul disebabkan karena pekerja tidak menggunakan APD yang memadai, tidak adanya APD yang memadai inilah yang menjadi sumber utama resiko kecelakaan yang paling utama
Intensitas Mengakses Media Sosial Instagram dan Kebiasaan Mengonsumsi Fast Food Pada Remaja Putri Di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat Ayu Fitriani; Osi Wulida Nisfilaeliah; Soepri Tjahjono
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.517

Abstract

Kemajuan teknologi menyebabkan tingginya intensitas mengakses media sosial instagram. Remaja putri lebih mudah dipengaruhi oleh instagram. Kebiasaan makan remaja putri cenderung lebih sering mengonsumsi fast food. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food pada remaja putri di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di Desa Caracas berusia 17-21 tahun sebanyak 124 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sebanyak 95 responden. Intensitas mengakses media sosial instagram diukur menggunakan kuesioner, dan kebiasaan mengonsumsi fast food menggunakan FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kesalahan α=5%. Hasil penelitian ini adalah intensitas mengakses media sosial instagram termasuk kedalam kategori lama sebanyak 75,8%. Kebiasaan makan remaja putri termasuk kedalam kategori sering mengonsumsi fast food sebanyak 61,2%. Ada hubungan intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food (p-value 0,036). Kesimpulan yang di dapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara intensitas mengakses media sosial instagram dengan kebiasaan mengonsumsi fast food pada remaja putri di Desa Caracas Kabupaten Kuningan Jawa Barat
Infeksi Parasit Usus Di Daerah Kumuh: Suatu Infeksi Yang Terabaikan Lambok Siahaan; Yoan Panggabean; Adelina Sinambela; Janry Sinaga; Jonathan Napitupulu
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.518

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kawasan kumuh untuk mengetahui prevalensi penyakit dan faktor risiko infeksi protozoa usus pada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Partisipan penelitian diperoleh dengan cara simple random sampling. Diagnosis infeksi parasit usus ditegakkan melalui pemeriksaan mikroskopis dengan metode sediaan langsung dan konsentrasi. Hal serupa juga dilakukan pada spesimen tanah dan air yang diambil dari beberapa titik di sekitar pemukiman warga. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara infeksi parasit usus dan faktor risiko. Sampel penelitian adalah 216 rumah warga dan kepala keluarga atau wakilnya yang berperan sebagai partisipan. Prevalensi infeksi parasit usus ditemukan sebesar 56,5%. Protozoa usus yang paling umum adalah Cryptosporidium spp. (25,9%). Sedangkan Ascaris lumbricoides (57,7%) merupakan cacing usus yang paling banyak ditemukan. Infeksi protozoa usus berpotensi terjadi 2,7 kali (95% CI: 1,2-5,9) karena tanah terkontaminasi dan 6,2 kali (95% CI: 2,3-16,6) karena air terkontaminasi. Sedangkan infeksi cacing usus juga dapat terjadi 2,8 kali lebih besar (95% CI: 1,4-5,7) jika tanah terkontaminasi dan 2,5 kali lebih besar (95% CI: 1,4-4,5) jika air terkontaminasi. Tanah dan air di sekitar permukiman kumuh telah terkontaminasi oleh parasit usus. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi parasit usus pada penduduk sekitarnya dan menjadi infeksi yang terabaikan. 
Analisis Biskuit Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Tepung Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Aulya Salsabila Awalin; Susilo Yulianto; Ratih Purwasih
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.515

Abstract

Tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dan tepung kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) mengandung protein tinggi yang dapat diolah menjadi biskuit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji mutu fisikokimia biskuit kombinasi tepung kacang merah dan tepung kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan mutu tepung sesuai dengan SNI 3751:2009 dan pengamatan mutu biskuit sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018. Hasil uji organoleptik biskuit yaitu berwarna kuning kecoklatan, beraroma khas biskuit, rasa gurih dan bertekstur renyah. Hasil uji organoleptik tepung kacang merah yaitu berwarna putih kemerahan, beraroma dan berasa khas kacang merah, serta bertekstur serbuk halus. Hasil uji organoleptik tepung kacang koro pedang yaitu berwarna putih tulang, beraroma dan berasa khas kacang koro pedang, serta bertekstur serbuk halus.  Hasil uji kadar air pada tepung kacang merah sebesar 8,74±0,13%, pada tepung kacang koro pedang sebesar 5,25±0,22% dan pada biskuit sebesar 3,81±0,10%. Hasil uji kadar abu tepung kacang merah sebesar 0,67±0,02% dan tepung kacang koro pedang sebesar 0,62±0,01%. Hasil uji kadar abu tidak larut asam biskuit sebesar 0,064±0,005%. Tepung kacang merah, tepung kacang koro pedang, dan biskuit kombinasi positif mengandung protein dengan ditandai dengan endapan putih saat ditambah HNO3 dan perubahan warna menjadi kuning keruh saat dipanaskan. Kadar protein pada tepung kacang merah sebesar 19,27±0,028%, pada tepung kacang koro pedang sebesar 18,49±0,028%, pada biskuit kontrol negatif sebesar 5,01±0,014%, dan pada biskuit kombinasi sebesar 10,28±0,025%. Hasil uji mutu biskuit sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018.
Pelayanan dan Keberhasilan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Bandongan Magelang Fisabilla Radite Setyanur; Sunarto Sunarto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.508

Abstract

Latar Belakang: Indonesia salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan penderita kasus TBC sebanyak 845.000 kasus dan kematian sebanyak 98.000 kasus. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan TBC dan pencapaian target pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan dan keberhasilan pengobatan TBC. Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Pengambilan data di Puskesmas dan di masyarakat berupa data primer dengan wawancara mendalam dan observasi dan pengambilan data sekunder yang ada dalam laporan di Puskesmas. Wawancara dilakukan kepada tiga petugas Puskesmas dan tiga kader sehat. Analisis data dilakukan secara kualitatif dari mereduksi data, memilah dan membuat simpulan simpulan lalu disajikan dalam laporan. Hasil:  Pelaksanaan..program..pencegahan..dan..pengendalian..tuberkulosis..di Puskesmas Bandongan sudah..cukup baik. Kegiatan yang belum tercapai adalah cakupan penemuan suspek TB karena faktor sumber daya yang kurang dan pengetahuan serta kesadaran masyarakat yang rendah. Angka keberhasilan pengobatan yang belum tercapai karena faktor pasien serta PMO yang kurang maksimal dalam upaya pengobatan penderita TB.Kesimpulan: Program penanganan TBC telah berjalan dengan kekurangan faktor pasien dan PMO.
Hubungan Perilaku 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022/2023 Setiawan Setiawan; Allicia Elliani Benyamin; Naomi Nisari; Suwarto Suwarto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.521

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terdapat 70% responden dengan perilaku PSN 3M Plus yang buruk dan 30 % sisanya mempunyai perilaku PSN 3M Plus yang baik. Maka perilaku PSN 3M Plus merupakan salah satu masalah yang mempengaruhi kejadian DBD di Puskesmas Umbuharjo 1 Kota Yogyakarta.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan perilaku 3M Plus dengan kejadian DBD di Puskesmas Umbulharjo 1, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung di Puskesmas Umbulharjo 1 dari awal hingga pertengahan bulan desember 2022 sebanyak 128 pengunjung. Sampel penelitian yang didapat berjumlah 87 orang yang diambil dengan accidental sampling, menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan p-value  0,000 untuk kegiatan menguras TPA, p-value  0,000 untuk kegiatan menutup rapat TPA, p-value  0,009 untuk kegiatan menyingkirkan/mendaur ulang barang bekas, p-value  0,071 untuk kegiatan memelihara ikan pemakan jentik , p-value  0,093 untuk kegiatan memasang kawat kasa, p-value  0,001 untuk kegiatan menggantung pakaian di dalam ru mah, p-value  0,000 untuk kebiasaan menggunakan kelambu, dan p-value  0,001 untuk kegiatan menggunakan obat anti nyamuk. Kesimpulan: Ada hubungan antara kegiatan menguras TPA, menutup rapat TPA, menyingkirkan/mendaur ulang barang bekas, menggantung pakaian di dalam rumah, kebiasaan menggunakan kelambu, dan menggunakan obat anti nyamuk dengann kejadian DBD di Puskemas Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istiewa Yogyakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 10