cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2018): September 2018" : 12 Documents clear
Riwayat Penyakit Cerebrovaskuler Terhadap Ankle Brachial Indeks Pada Pasien Hemodialisis Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare; Nekada, Cornelia Dede Yoshima; Wahyuningsih, Melania
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.348 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.262

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan alasan tersering tindakan hemodialisis. Ginjal pada pasien ini sudah tidak dapat bekerja secara normal. Nefron pada pasien gagal ginjal kronis telah kehilangan fungsi filtrasinya minimal 70% di bawah normal. Penyebab gagal ginjal sendiri dapat berasal dari berbagai gangguan seperti penyakit hipertensi, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, maupun penyakit generative yang terjadi pada system regulasi tubuh yaitu gangguan cerebrovaskuler. Gangguan cerebrovaskuler mungkin tidak menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis, namun cerebrovaskuler memiliki peran utama dalam regulasi untuk menjaga homeostatis tubuh. Peran regulasi tersebut salah satunya dapat dilihat dari situasi peredaran darah manusia melalui pengukuran nilai ankle brachial indeks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap nilai ankle brachial indeks. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 135 pasien hemodialisis, dengan memperhatikan kriteria pengambilan sampel. Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi square, dengan nilai p adalah 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap ankle brachial indeks.
Efektivitas Murottal Al Qur’an Terhadap Respon Fisiologis, Kecemasan Pre Operasi Dan Gelombang Otak Hakim, Hasnani; Syam, Yuliana; Rachmawaty, Rini
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.795 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.254

Abstract

Bacaan Al Qur'an telah digunakan oleh kaum muslim selama berabad-abad untuk menyembuhkan dan mengobati orang yang menderita stres dan gangguan psikologis. Suara bacaan Al Qur’an menghasilkan  suara dengan frekuensi dan panjang alunan tertentu yang ekspresif. Alunan  ini menghasilkan untaian melodi yang mendayu yang mempengaruhi sel otak dan mengembalikan keseimbangan dan koordinasi, mempengaruhi keadaan mental dan psikologis manusia. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kekuatan pertahanannya secara dramatis terhadap penyakit. Review artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pembacaan Al Qur’an pada respon fisiologis, kecemasan pra operasi dan gelombang otak manusia. Metode yang digunakan yaitu electronic   data base dari jurnal yang telah dipublikasikan  oleh Pubmed, ProQuest, Google Scholar dan Cochrane. Hasil review dari 15 jurnal yang dipilih menunjukkan bacaan Al Qur'an secara efektif memperbaiki tanda-tanda vital, peningkatan saturasi oksigen, tingkat kesadaran, mengurangi kecemasan pre operasi dan hasil EEG gambar gelombang otak yang menunjukkan bacaan Al Qur’an memberi ketenangan, rasa lega, dan suasana santai dan rileks. Kesimpulan, bacaan Al Qur’an adalah salah satu terapi komplementer, intervensi non-farmakologis, non-invasif dan murah untuk memperbaiki tanda-tanda vital, meningkatkan saturasi oksigen, tingkat kesadaran, mengurangi kecemasan pre operasi  dan memberikan kenyamanan bagi pasien.
Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) Efektif Untuk Mendeteksi Risiko Depresi Postpartum Kusuma, Prima Daniyati; Marchira, Carla Raymondalexas; Prawitasari, Shinta
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.816 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.266

Abstract

Bentuk yang paling ringan dari depresi postpartum seringkali tidak dikenali karena dianggap normal. Oleh karena itu, skrining sangatlah dianjurkan kepada ibu dengan gejala depresi pada masa postpartum. Pemeriksaan skrining dapat dibantu dengan skala penilaian psikiatrik Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas PHQ-9 terhadap EPDS untuk mendeteksi risiko depresi postpartum. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PHQ-9 dan EPDS. Analisis data menggunakan screening test Thorner-Remain berupa tabulasi 2x2. Jumlah penderita depresi postpartum melalui pemeriksaan PHQ-9 sebanyak 66% sedangkan melalui EPDS sebanyak 51%. PHQ-9 dan EPDS memiliki perbedaan rentang skoring dalam mengklasifikasikan depresi. PHQ-9 memiliki nilai sensitivias yang tinggi (76,47%) dan memiliki nilai spesifisitas yang rendah (44,90%) dibandingkan dengan pemeriksaan EPDS. Berdasarkan hasil tersebut, PHQ-9 efektif untuk mendeteksi depresi postpartum dengan sensitivitas yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah PHQ-9 dan EPDS efektif dalam mendeteksi depresi postpartum. PHQ-9 efektif dalam mendeteksi depresi postpartum ringan sedangkan EPDS efektif dalam mendeteksi depresi postpartum berat.
Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner Muflih, Muflih; Syafitri, Endang Nurul
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.208 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.255

Abstract

Pada umumnya bahasa seksual mengacu pada aktivitas seksual manusia terhadap dirinya atau orang lain. Aktivitas seksual secara umum oleh dilakukan remaja dalam berpacaran diantaranya adalah bersentuhan, berciuman, bercumbu, berhubungan intim, dan masturbasi. Perilaku seksual remaja berdampak pada masalah kesehatan seperti: kehamilan yang tidak diinginkan, penyakit infeksi menular, kematian ibu & balita, dan aborsi. Perilaku seksual remaja pada artikel ini diuraikan berdasarkan domain perilaku menurut Benyamin Bloom yang didominasi domain tindakan/aktivitas seksual. Jika dilihat dari dampak kesehatannya, maka kategorisasi tingakatan perilaku seksual terdiri dari tidak berisiko dan berisiko. Adapun kategori berisiko dapat dibagi menjadi kurang aman dan tidak aman. Pengukuran perilaku seksual remaja dapat dilakukan menggunakan kuesioner, namun tetap perlu dilakukan uji validitas lebih lanjut untuk memperkuat dan memastikan bahwa kuesioner dapat digunakan dengan baik.
Effektivitas Konseling HIV/AIDS Terhadap Perilaku Ibu Hamil Dalam Pelaksanaan Screening HIV/AIDS Di Puskesmas Wilayah Banguntapan Kabupaten Bantul Setyaningsih, Dewi; Novika, Almira Gitta
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.568 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.270

Abstract

Jumlah cakupan layanan testing dan konseling HIV di Indonesia masih tergolong rendah untuk menjangkau populasi berisiko dan mengetahui status HIV di masyarakat. Pemberian konseling HIV dan test yang berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan dan penerimaan ibu terhadap pelayanan kesehatan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui effektivitas konseling HIV/AIDS terhadap perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan screening HIV/AIDS di Wilayah Puskesmas Banguntapan Kabupaten Bantul. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimentaldengan One Group Pre-test – Post-test Design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang berkunjung di Puskesmas Banguntapan I dan Banguntapan III dan memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sebayak 41 responden.Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Perilaku ibu hamil dalam pelaksanaan screening HIV/AIDS sebelum konselingsebagian besar responden bersedia melakukan yaitu sebanyak 32 (78%), sedangkan setelah konseling sebagian besar responden bersedia melakukan sebanyak 39 (95,1%). Perbedaan perilaku dalam pelaksanaan screeningHIV/AIDS sebelum dan setelah pemberian konseling (nilai signifikasi = 0,008).Terdapat perbedaan perilaku dalam pelaksanaan screening HIV/AIDS sebelum dan sesudah pemberian konseling tentang HIV/AIDS.
Pengalaman Berwisata Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Utami, Putu Ayu Sani
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.655 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.268

Abstract

Masa lansia rentan dengan kehidupan yang monoton yang disebabkan karena perubahan akibat penuaan, pensiun, menurunnya intensitas sosialisasi. Masa tua menyebabkan lansia memiliki banyak waktu luang dan seringkali tidak ada kegiatan berarti yang dapat dilakukan sehingga menimbulkan kepenatan pada lansia berdampak terhadap menurunkan kualitas hidup. Berwisata dapat menjadi solusi untuk menghilangkan kejenuhan karena memberikan efek relaksasi. Tujuan literature ini adalah mengetahui hubungan antara pengalaman berwisata terhadap kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review. Pencarian literature (2010-2017) pada database artikel ilmiah yaitu Pubmed dan Google schoolar. Data dianalisis dengan kriteria yaitu terdapat nama penulis, tahun, kegiatan yang dilakukan dalam waktu luang, sampel adalah lansia yang pensiun, kualitas hidup yang dipengaruhi, perilaku berwisata. Selain itu pencarian juga dilakukan melalui daftar rujukan yang ada dalam literatur. Berwisata merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stress dan memberikan relaksasi pada lansia. Hasil analisis menunjukkan berwisata dapat meningkatkan kualitas hidup lansia yang dilihat dari aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, kemampuan sosialisasi, dan penurunan stress. Perjalanan wisata yang dicari lansia adalah aman, kenyamanan akomodasi, dan keindahan alam.selain itu lansia wanita lebih sering berwisata dibanding pria. Berwisata memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia.
Pengaruh Pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Sunaringtyas, Widyasih; Fuadah, Dina Zakiyyatul; Kusdiantoro, Lendra
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.226 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.258

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang bersifat fisiologis. Tidur yang kurang berkualitas pada pasien hipertensi mempengaruhi ketegangan fisiknya sehingga dapat meningkatkan tekanan darahnya. Maka dari itu, diperlukan penatalaksanaan untuk mengatasi, salah satu tindakan non farmakologis  tersebuat adalah Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif terhadap kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan  pendekatan one-group Pretest-posttest, terdiri dari 20 sampel menggunakan tehnik Purphosive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dan selanjutnya dianalisa menggunakan uji statistic wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian sebelum dilakukan relaksasi otot progressif di dapatkan data sebagian besar (60%) mengalami kualitas tidur buruk dan sesudah melakukan Relaksasi Otot Progresif hampir seluruhnya (85%) mengalami kualitas tidur baik. Hasil uji statistik didapatkan P-value=0,0001<α=0,05, Mean 10.50 berarti ada pengaruh pelaksanaan Relaksasi Otot Progresif terhadap kualitas tidur pada pasien hipertensi lansia. Kualitas tidur buruk pada pasien hipertensi dapat terjadi karena gejala yang ditimbulkan oleh hipertensi yaitu pusing, nyeri di leher belakang, sukar tidur. Hal tersebut dapat membuat penderita sulit untuk memulai tidur malam. Oleh sebab itu dianjurkan untuk melakukan Relaksasi Otot Progresif secara rutin.
Pengaruh Terapi Yoga Terhadap Stres Pada Lanjut Usia Yang Mengalami Penurunan Fungsi Pendengaran Di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso Surya, Dewi Pransisca; Suwarsi, Suwarsi; Widayati, Ririn Wahyu
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.938 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.257

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di BPSTW Yogyakata Unit Abiyoso didapatkan 26 lansia mengalami penurunan fungsi pendengaran, dari 26 lansia tersebut didapatkan hasil sebanyak 10 lansia mengalami stres ringan dan 16 lansia mengalami stres dalam rentang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi Yoga terhadap stres pada lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, tehnik sampling Consecutive Sampling, desain penelitian menggunakan quasi experiment, rancangan one group pretest posttest, alat ukur yang digunakan kuesioner DASS, responden penelitian lansia yang tinggal di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso, jumlah responden 20, Terapi Yoga diberikan sebanyak 3 kali, dan analisa yang digunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso dengan hasil yang bermakna P-Value 0,000. Kesimpulannya adalah Ada Pengaruh yang signifikan terapi Yoga terhadap stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso.
Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) Terhadap Tingkat Health Literacy Dalam Penanganan Ulkus Kaki Diabetik Di Kota Manado Pondaag, Ferlan Ansye
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.103 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.221

Abstract

Health literacy yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan ulkus kaki diabetik sehingga tidak sedikit penderita yang mengalami amputasi kaki, sehingga perlu edukasi berhubungan erat dengan manajemen Diabetes Melitus menggunakan Diabetes Self Managemen Education (DSME). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pemgaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap tingkat health literacy dengan penanganan  ulkus kaki diabetik di Kota Manado. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Health literacy diukur dengan mengunakan quesioner diabetic literacy dan diabetes numeracy. Sampel yang ikut dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang memiliki ulkus kaki diabetik, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistic chi-square untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen dan uji dan McNemar untuk melihat perbedaan tingkat health literacy sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan health literacy dan penanganan ulkus kaki diabetik dengan uji chi-square dengan nilai p=0,01. Selanjutnya, ada perbedaan tingkat health literacy setelah diberikan intervensi DSME yang ditunjukkan melalui uji McNemar dengan nilai p=0,006. Pasien yang memiliki keterbatasan health literacy cenderung mengalami keterlambatan dalam penanganan ulkus kaki diabetik. Oleh sebab itu petugas kesehatan perlu mengetahui tingkat health literacy ketika berkomunikasi dengan pasien.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Depresi Dengan Self Efficacy Dalam Mematuhi Pengobatan Antiretroviral Therapy Pada Pasien HIV/AIDS Fitriawan, Akbar Satria
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.769 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.138

Abstract

Salah satu faktor psikologis penting yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien HIV/AIDS adalah self efficacy. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa depressi dan dukungan sosial berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depressi dan dukungan sosial dengan self efficacy dalam mematuhi pengobatan pada pasien HIV/AIDS. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan besar sampel 64 orang. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Depressi diukur dengan Beck Depression Inventory, dukungan sosial diukur dengan SSQ-6, dan self efficacy dalam mematuhi ART diukur dengan HIV-ASES. Uji Chi Square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara depressi dan dukungan sosial dengan self efficacy. Sebanyak 64 pasien HIV/AIDS berpartisipasi dalam penelitian ini. 40,6% pasien memiliki self efficacy yang rendah. 50% pasien mengalami depressi (40,6% depressi ringan dan 9,6% depressi sedang) dan 54,7% pasien mendapatkan dukungan sosial rendah. Dalam analisis bivariat, depressi dan dukungan sosial berhubungan signifikan dengan self efficacy (p<0,05). Kesimpulan : Depressi dan dukungan sosial berhubungan signifikan dengan self efficacy pasien HIV/AIDS dalam mematuhi kepatuhan pengobatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 More Issue