cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
OCCUPATIONAL THERAPY OF DRINK-MAKING SKILLS EFFECTIVE TO INCREASE LEVEL OF INDEPENDENCE AMONG MENTAL DISORDERS PEOPLE Cristin Wiyani; Endang Nurul Syafitri; Ririn Wahyu Widayati; Siti Fadlilah; Wayan Ni Luh Dian
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i2.681

Abstract

This study aims to determine the effects of the occupational therapy of drink-making skills on the level of independence among people with mental disorders at Kota Gede 1 Public Health Center Yogyakarta. This study used a quantitative quasi-experimental research with a pretest-posttest design without the control group design. The research population was all people with mental disorders in Purbayan and Prenggan Villages. A consecutive sampling technique was used to obtain samples of 15 people. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The research instruments were questionnaires on independence and the occupational therapy SOPs for making thai tea drinks. The level of independence among people with mental disorders showed an increase with the mean score of pre-test of 2.53 and posttest of 2.93. the effects of occupational therapy on the level of independence indicated a p-value of 0.034. There was an effect of the occupational therapy of drink-making skills on the level of independence among people with mental disorders in Kota Gede 1 Public Health Center Yogyakarta. Keywords: Level of Independence; Occupational Therapy; Mental Disorders.
Pengalaman Berwisata Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Putu Ayu Sani Utami
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i3.268

Abstract

Masa lansia rentan dengan kehidupan yang monoton yang disebabkan karena perubahan akibat penuaan, pensiun, menurunnya intensitas sosialisasi. Masa tua menyebabkan lansia memiliki banyak waktu luang dan seringkali tidak ada kegiatan berarti yang dapat dilakukan sehingga menimbulkan kepenatan pada lansia berdampak terhadap menurunkan kualitas hidup. Berwisata dapat menjadi solusi untuk menghilangkan kejenuhan karena memberikan efek relaksasi. Tujuan literature ini adalah mengetahui hubungan antara pengalaman berwisata terhadap kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review. Pencarian literature (2010-2017) pada database artikel ilmiah yaitu Pubmed dan Google schoolar. Data dianalisis dengan kriteria yaitu terdapat nama penulis, tahun, kegiatan yang dilakukan dalam waktu luang, sampel adalah lansia yang pensiun, kualitas hidup yang dipengaruhi, perilaku berwisata. Selain itu pencarian juga dilakukan melalui daftar rujukan yang ada dalam literatur. Berwisata merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stress dan memberikan relaksasi pada lansia. Hasil analisis menunjukkan berwisata dapat meningkatkan kualitas hidup lansia yang dilihat dari aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, kemampuan sosialisasi, dan penurunan stress. Perjalanan wisata yang dicari lansia adalah aman, kenyamanan akomodasi, dan keindahan alam.selain itu lansia wanita lebih sering berwisata dibanding pria. Berwisata memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia.
DESCRIPTION OF THE CARING BEHAVIOR OF NURSING LECTURERS IN ONLINE LEARNING IN THE COVID-19 PANDEMIC ERA Glorya Glorya; Evelyn Hemme Tambunan
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i01.714

Abstract

Nursing education is the center of caring development in the community. Although in online learning, educators are the main key in implementing caring behavior. This study aims to determine the level of caring behavior of nursing lecturers in online learning in the era of the Covid-19 pandemic. The research design used was descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used a convenience sampling method with a total of 141 nursing students from D3 and Bachelor of Nursing study programs who have participated in online learning since March 2020. The data collection tool is a technology-mediated caring questionnaire for online nursing education, consisting of 58 valid statement items. The results showed that the caring behavior of nursing lecturers in the very high category was 49 (34%), in the high category was 52 (37%), in the medium category was 23 (17%), in the low category was 10 (7%) and in the very low category was 7 (5%). It is hoped that the results of this study will become a reference in managing the online learning process to facilitate a caring atmosphere among students and also between students and lecturers.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik dengan Kekambuhan ISPA Pada Anak Usia Sekolah di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Sinsyeba Tomatala; Angkit Kinasih; Maria Dyah Kurniasari; Fiane De Fretes
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.289

Abstract

Tumbuh dan kembang anak mencakup 2 peristiwa yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Sistem kekebalan tubuh yang dipengaruhi oleh aktivitas fisik digunakan untuk melawan penyakit infeksius. Salah satu contoh penyakit infeksius adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pada tahun 2012, di Jawa Tengah angka kematian bayi, 80% dan anak usia 6- 12 tahun 23% disebabkan oleh ISPA pneumonia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian ISPA pada anak usia sekolah yang berada di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah sebanyak 62 orang yang memiliki riwayat pernah menderita ISPA di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Data primer diambil dengan menggunakan instrumen kuesioner PAQ-C untuk mengukur aktivitas fisik. Berdasarkan hasil uji korelasi dengan menggunakan uji Spearman, dapat diketahui adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan ISPA dimana nilai p-value 0,107 hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikasinya 0,01 yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan ISPA tetapi hubungannya lemah. Selain itu, didapatkan juga nilai koefisien korelasi 0,206, nilai tersebut adalah positif sehingga menunjukan bahwa, semakin tinggi responden dengan riwayat ISPA melakukan aktivitas fisik, maka semakin tinggi resiko responden mengalami kekambuhan ISPA.
Bekam Menurunkan Keluhan Myalgia Fajarina Lathu Asmarani; Luh Gede Rinika Sancita Dewi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i3.395

Abstract

Myalgia atau nyeri otot disebabkan karena beban kerja, beban tambahan dan kemampuan kerja serta refleks spasme otot. 40,5% pekerja mengalami masalah di muskuloskeletal. Myalgia yang tidak teratasi dapat menyebabkan keterbatasan gerak, ketidakmampuan bekerja dan ketakutan / kecemasan untuk bergerak.  Penatalaksanaan myalgia dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang direkomendasikan adalah terapi bekam karena dapat mengeluarkan mediator inflamasi, prostaglandin, sitokin dan substansi P. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan secara ilmiah pengaruh bekam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien dengan keluhan myalgia. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian pre test and post test without control. Sampel adalah pasien yang akan melakukan terapi bekam sebanyak 20 dengan metode consecutive sampling. Responden diberikan kering sebanyak 5 menit dan dilanjutkan bekam basah selama 5 menit. Skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Analisa data Wilcoxon Test. Skala nyeri sebelum diberikan terapi sebesar 5,00000 dan sesudah terapi 1,0000 dengan hasil nilai p-value 0,000 < 0,05. Bekam terbukti menurunkan skala nyeri pada pasien dengan keluhan myalgia dan diharpkan perawat melakukan terapi bekam basah sebagai bagian dari intervensi nyeri
HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG MANAJEMEN CEMAS DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM PROSES BELAJAR PADA MAHASISWA PRODI S-1 KEPERAWATAN UNRIYO TAHUN ANGKATAN 2015/2016 Asriana Saraha; Wahyu Rochdiat Murdhiono; Deden Iwan Setiawan
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v3i2.34

Abstract

Dampak dari kecemasan nantinya sangat berpengaruh terhadap aktivitas mahasiswa terutama dalam proses belajar, sedangkan kecemasan sendiri dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu pengetahuan dan dapat dikurangi dengan penerapan manajemen cemas. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 7 Desember 2015 dan 23 Februari 2016 di Kampus I Universitas Respati Yogyakarta melalui wawancara dengan 9 pertanyaan tentang tanda-tanda cemas, diperoleh 11 orang mahasiswa mengakui merasakan kecemasan dalam proses penyelesaian tugas, 6 mahasiswa mengalami kecemasan sedang dan 5 mahasiswa mengalami kecemasan berat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 136 orang dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling dan dianalisis menggunakan uji sommers’d dengan CI 95%. Penelitian dilakukan di kampus I UNRIYO. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh pengetahuan mahasiswa tentang manajemen cemas sebagian besar baik yaitu 72 orang (52,9%), dan tingkat kecemasan mahasiswa dalam proses belajar sebagian besar berat yaitu 107 orang (78,7%). Analisis korelasi sommers’d didapatkan hasil p-value 0,184, dimana nilai p-value ≥ nilai α yang dipilih yaitu 0,05. Kata Kunci : Pengetahuan; Manajemen Cemas; Tingkat Kecemasan; Proses Belajar
Aspects Of Spirituality And Religiusity In Patients End Stage Renal Disease (ESRD) Muhammad Putra Ramadhan; Krisna Yetti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i1.440

Abstract

Comprehensive and holistic nursing care by professional nurses is continuously improved, especially nursing care in ESRD patients. This has an impact on the importance of knowing the potential to be revamped so that the poor quality of life in ESRD patients can be enhanced one of the aspects of spirituality and religiusity included in the comprehensive and holistic. The aim of this study was to study the aspects of spirituality and religiusity in End Stage Renal Disease (ESRD) patients. This study uses a Litelature review was chosen as the method used for this study by collecting litelature from ProQuest, Wiley Online, and Scientdirect databases using the keywords "sentimental and ESRD Spritual", "Religious beliefs and ESRD "," Spiritual Beliefs and ESRD ", and "Religious and Spiritual Beliefs and ESRD" and the chosen circuit are full text journals published from 2010 to 2019, and written in English. The results is selected journal has been chosen to show that the spiritual and religious aspects are associated with QoL, HRQoL and Self-Caring in the ESRD patients undergoing HD. The relationship formed is a positive relationship where the better aspect of spirituality and religiality of ESRD patients undergoing HD then QoL, HRQoL, and Self-Caring patients are also good. In addition, the themes formed from the results of qualitative analysis, namely decision-making, the ESRD patients, participants ' spiritual pressures, self-caring meaning, self-caring action, Islamic influence on self-caring, and cultural influences on Self-caring. The aspect of spirituality and religiusity is the provision of comprehensive and holistic care services. Both aspects are proven to have a good impact on the Quality of Life (QoL), Health-Related Quality of Life (HRQoL), and self-caring in the ESRD patients undergoing HD.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN PENYEBAB JATUH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 1 YOGYAKARTA Kartika Nuraini
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i2.93

Abstract

Lansia dengan diabetes mellitus beresiko untuk jatuh. Perawat dapat mencegah kejadian jatuh pada lansia dengan diabetes melitus dengan mengetahui faktor determinan jatuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan faktor determinan jatuh pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional dengan purposive sampling. Total populasi sebanyak 85 lansia dan didapat sampel 69 lansia. Variabel dependen lansia dengan resiko jatuh dan variabel independen faktor penyebab jatuh. Instrumen yang digunakan yaitu lembar checklist penyebab jatuh. Analisis data dengan uji regresi logistik didapatkan nilai p value faktor epidemiologi 0,020, faktor farmakologi 0,009 dan faktor ergonomik 0,018 yang artinya faktor epidemiologi, faktor farmakologi dan faktor ergonomik ada hubungan dengan lansia mellitus. Faktor yang paling mempengaruhi yaitu faktor farmakologi dengan Exp(B) 6,8. Lansia diabetes mellitus yang memiliki faktor farmakologi akan mengalami jatuh sebesar 7 kali lebih tinggi dibandingkan lansia diabetes mellitus yang tidak memiliki faktor farmakologi setelah dikontrol variabel epidemiologi dan ergonomiknya. Faktor farmakologi merupakan faktor determinan penyebab jatuh pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1 Yogyakarta. Petugas Puskesmas perlu menambahkan pemeriksaan seperti pemeriksaan fungsi penglihatan dan pemeriksaan sensasi di ekstremitas bawah pada lansia dengan diabetes mellitu.
The Frequency of Gadget Usage or Monitor Exposure and Eyestrain Suwarsi Suwarsi; Januar Rizqi; Melania Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.477

Abstract

Monitor exposure from laptops or computers, cellphones and the frequency of their use, is still a suspected cause of eye disorders. The impact felt by students from monitor exposure is the appearance of eye fatigue, which results in impaired concentration and focus of learning. This study was conducted to examine the causes of eye fatigue caused by the duration, distance, time and lighting in the use of gadgets, monitor exposure. This type of the study is quantitative with an analytic observational design. The sample technique used consecutive sampling. The sample in this study was 118 Nursing students at Respati University, Yogyakarta The Bivariate test used independent T-test. The results of the study showed that the eye fatigue of students was 92.4%. The relationship test of time, distance, time, and lighting in the use of gadgets with eye fatigue obtained p value more than 0.05. The relationship between the use of eye glasses and eye fatigue was 0.008 (p value < 0.05. There are no significant different between length, distance, time and lighting in gadget use and monitor exposure and eye fatigue. There is a significant different between the used of eye glasses and eye fatigue.
PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA KELOMPOK LANSIA YANG DIBERIKAN TERAPI AKTIVITAS FISIK DI DESA WEDOMARTANI SLEMAN suwarsi suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i3.128

Abstract

Proses penuaan pada lansia mengakibatkan organ tidak dapat bekerja seperti normalnya layaknya usia yang muda. Ketidak normalan fungsi organ karena penuaan berdampak pada kadar kolesterol darah yang tinggi. Perlu upaya keperawatan dalam menurunkan kadar kolesterol darah agar tidak berdampak pada penyakit lainya yang menimbulkan keluhan fisik pada lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui terapi aktifitas fisik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas fisik terhadap kadar kolesterol darah pada lansia di Dusun Sanggrahan Wedomartani SlemanDesain penelitian eksperimen semu atau quasi experiment dengan jenis Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Analisa data menggunakan uji Paired t-test. Sampel sejumlah 16 lansia yang dibagi menjadi satu kelompok.Hasil penelitian ini bahwa pemberian terapi aktivitas fisik dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada lansia, dengan selisih nilai antara sebelum dan sesudah diberikan terapi adalah 16,06 mg/dl.Kesimpulan terrdapat pengaruh yang signifikan terapi aktivitas fisik terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada kelompok lansia di Desa Wedomartani Sleman. Kata kunci : Kolesterol darah, terapi aktivitas fisik, lansia

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue