Journal of English Language Teaching
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2013): Serie B"
:
10 Documents
clear
USING CRAZY STORY GAME IN TEACHING SPEAKING TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Hendra Kasri;
Havid Ardi
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.983 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2596
AbstractSpeaking is one of the skills learned and practiced the first high school students in English language lessons. In this paper, the author discusses speak English teaching activities in the classroom by using Crazy Story Game. In this activity, each student wrote a card in the verb and the verb cannot show that they wrote it to other students. After that, the teacher tells the beginning of the story to the students and for students who invoked his name to continue the story using the verbs they wrote earlier. After the student had to use the verb to guess what word is write the other students. All students have the opportunity to continue the story. For students who guess the most widely used verb other students as the winner in this game. Crazy Story This game can make students speak English and make them creative in using the English language.Key words: speaking, crazy story game
ENGLISH DEPARTMENT OF UNP STUDENTS’ABILITY IN LISTENING TO ENGLISH NEWS
Khaira Liza;
Aryuliva Adnan;
Havid Ardi
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.649 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2601
AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan mahasiswa bahasa Inggris merespon informasi dalam mendengarkan berita bahasa Inggris. Peserta penelitian adalah mahasiswa bahasa Inggris angkatan 2011 yang telah lulus mata kuliah Listening 1 dan Listening 2. Penelitian ini berbentuk mix-method research yang melibatkan dua teknik pengumpulan data, yaitu secara kuantitatif melalui tes mendengar dan kualitatif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa bahasa Inggris memiliki kemampuan yang cukup baik dalam merespon informasi dalam mendengarkan berita bahasa Inggris, yaitu dengan nilai rata-rata 68.4. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dipengaruhi oleh metode pengajaran yang diterapkan dosen dan banyaknya latihan.Key words: students’ability, english news.
TEACHING LISTENING NEWS ITEM TEXT BY GIVING NEWS VIDEO AND WH QUESTION TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Agia Lupita Mufi;
Aryuliva Adnan
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.449 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2592
AbstrakKeterampilan mendengarkan adalah salah satu keterampilan yang paling mendasar bagi semua siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas. Namun ada beberapa permasalahan yang sering kali muncul di dalam pengajaran keterampilan mendengarkan, terutama dalam mendengarkan teks News Item text, seperti terbatasnya kemampuan siswa dalam mengetahui kosakata bahasa Inggris, kurangnya pemahaman mereka dalam menggunakan tata bahasa yang baik, serta faktor ketidaknyamanan kelas yang muncul akibat perlunya pembaharuan dan kreatifitas guru dalam mengelola proses pembelajaran di dalam kelas. Agar siswa dapat memahami pesan pada keterampilan mendengarkan news item, penulis memilih giving WH Question. Teknik ini nantinya akan diterapkan di tahap whilst-teaching dengan pemakaian media news video sebagai bagian untuk mendapatkan ide dan arti pada teks news item bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas. Diharapkan dengan menggunakan giving news video and WH question, guru dapat memaksimalkan kemampuan mendengarkan teks news item siswa agar tercapai tujuan pembelajaran. Penulis juga berharap agar teknik ini dapat memberikan kontribusi positif bagi guru dalam mengajarkan kemampuan mendengarkan teks news item serta bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam mendengarkan teks news item.Key words: keterampilan mendengar, teks news item, WH Question, video
USING VOCABULARY SELF-COLLECTION STRATEGY (VSS) TO INCREASE MASTERY THE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ VOCABULARY
Indrian Juwita;
Sunaryo Sunaryo
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.137 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2597
AbstrakMakalah ini bertujuan untuk memaparkan salah satu strategi pengajaran vocabulary di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan menggunakan Vocabulary Self-Collection Strategy (VSS). Strategy ini dapat dingunakan untuk meningkatkan pengetahuan kosakata siswa dan menumbuhkan motivasi internal siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Dalam strategy ini, siswa diberi kepercayaan untuk dapat menemukan arti dari kosakata sulit yang mereka anggap penting dan menarik untuk mereka ketahui berdasarkan topik yang telah diberikan guru pada akhir pelajaran sebelumnya. Pada pertemuan berikutnya, satu persatu siswa diminta untuk menulis kata di papan tulis dan mempresentasikan kata tersebut di depan kelas. Dalam presentasi, siswa menjelaskan dimana mereka menemukan kata tersebut, apa arti kata tersebut menurut pendapat mereka dan mengapa dia dan siswa lain harus tahu arti kata tersebut. Setelah presentasi, guru dan seluruh siswa memberikan informasi tambahan mengenai kata-kata yang telah dipresentasikan. Dalam diskusi ini, dilakukan penyisihan terhadap kata-kata yang muncul lebih dari satu kali dan kata-kata yang dianggap seluruh siswa sudah mengetahui artinya. Kata-kata yang terpilih pada akhirnya akan ditulis kembali ke dalam daftar kata pribadi mereka. Peran guru adalah memantau dan menilai hasil kerja siswa dan mendiskusikan kata-kata baru tersebut bersama-sama di dalam kelas. Penulis yakin bahwa strategi ini dapat bermanfaat bagi guru dalam peningkatan motivasi anak-anak dalam belajar Bahasa Inggris. Selain itu, strategi ini juga dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap Bahasa Inggris dan hal ini dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar.
ENGLISHSPEAK.COM AS MEDIA FOR TEACHING PRONUNCIATION OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Gusrina Gusrina;
Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.148 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2593
AbstrakArtikel ini berisi tentang media pembelajaran bahasa inggris melalui E-Learning. Media ini merupakan solusi untuk siswa SMP dalam melatih pengucapan bahasa inggris mereka. Englishspeak.com adalah situs baru yang gratis yang dapat membuat belajar bahasa Inggris mudah dan menyenangkan. Situs ini menyediakan ribuan file audio yang berisi frasa-frasa dan dialog-dialog yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Audio dalam rekaman ini berisi tentang rekaman suara penutur asli yang dapat membantu mereka melatih pengucapan bahasa Inggris mereka.Key Words: Pronunciation, Englishspeak.com, Junior High School Students.
USING WHAT’S MISSING GAMES TO LEARN ENGLISH VOCABULARY AT ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Irawati Sari;
An Fauzia Rozani Syafe'i
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (815.528 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2598
AbstrakTujuan penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan mengenai penerapan teknik What’s Missing Games guna memotivasi siswa dalam menguasai kosakata baru pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Melalui makalah ini diharapkan akan memberikan hal yang bermanfaat bagi para guru dalam mengajarkan siswa dalam menguasai kosakata. Selanjutnya, dengan menggunakan teknik What’s Missing Games ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata siswa Sekolah Dasar (SD). Teknik ini mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa selama kegiatan belajar-mengajar berlansung. Selanjutnya, teknik ini mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar kosakata bahasa Inggris dengan cara bekerja didalam kelompok. Kemudian guru juga berkesempatan untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan.Key Words: What’s Missing Games, Teaching Vocabulary, Elementary School
TEACHING ENGLISH IDIOMS IN HELPING SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS TO UNDERSTAND A FUNCTIONAL TEXT
Hasnah Ramadhani;
Amri Isyam
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.39 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2594
AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan salah satu materi pengajaran reading di Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menggunakan iklan. Artikel ini lebih spesifik membahas mengenai idiom yang terdapat dalam functional text khususnya iklan. Idiom merupakan satuan bahasa atau ekspresi (bisa berupa kata, frase, maupun kalimat) yang maknanya tidak dapat ditebak dari makna leksikal kata-kata yang membentuknya. Jika idiom diartikan secara terpisah bisa membelokkan makna dari bacaan yang sebenarnya.Terkadang dengan kemunculan idiom ini dapat menyebabkan siswa menjadi bingung dalam memahami isi bacaannya. Hal ini disebabkan juga karena idiom jarang sekali digunakan secara lebih specifik pada saat pengajaran bahasa Inggris. Karena itu,penulis tertarik untuk membahas topik ini karena idiom penting untuk dipelajari. Oleh karena itu,dalam makalah ini penulis mendiskusikan tentang tahap-tahap pengajaran functional text dengan menggunakan iklan. Tentu saja, dengan menggunakan iklan dalam pengajaran reading, diharapkan siswa akan dapat lebih memahami functional text yang mengandung idiom khususnya iklan. Secara tidak langsung juga akan menambah penguasaan kosakata siswa.Key words: Idioms,functional text, advertisement
ADAPTING INTERACTIVE NEWS PROGRAM OF SUARA ANDA TO TEACH SPEAKING AT SENIOR HIGH SCHOOL
Albeni Yostija;
Havid Ardi
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.466 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2599
AbstractThis article discusses the use of techniques of adapting an interactive news program of "Suara Anda" in increasing student motivation for learning speaking at Senior high school. As programs, students are divided into several groups. Teachers provide multiple options displayed in power point news. One group choose one video and teachers play it. The group filed comments, suggestions or opinion about that news. Other groups may be added comment or suggestions. The process continues until all groups had a turn. At the end of the lesson the students were assigned to make a report or journal of the news.Key Words: speaking, interactive news program, suara anda
THE USE OF TREEZE FRAMING TO TEACH THE SIMPLE PRESENT TENSE IN PRE-WRITING OF DESCRIPTIVE TEXT TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Yolanda Helza;
Amri Isyam
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.415 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2595
AbstrakDalam makalah penulis menggunakan teknik freeze framing pada pengajaran the simple present tense di pre-writing descriptive text. Freeze framing merupakan sebuak teknik pengajaran yang menggunakan video sebagai media pembelajaran. Dari video tersebutlah siswa akan dikenalkan dengan the simple present tense dan penggunaannta didalam descriptive text. Dasar pengajaran menggunakan freeze framing adalah ketika video diputar, guru menghentikan video tersebut sejenak dan disaat video tersebuit dihentikan guru menerangkan kepada siswa mengenai dasar dasar dari the simple present tense. Dalam hubungannya dengan descriptive text, the simple present tense hanya dijelaskan sebagai bahagian dari pre-writing descriptive text. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan freeze framing pada pagian orientation dan juga description pada descriptive text. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk: (1) memperkenalkan penggunaan freeze framing sebagai sebuah teknik dalam pengajaran the simple present tense; (2) untuk menerangkan pentingnya penggunaan media untuk menarik perhatian siswa didalam proses pembelajaran; (3) menerangkan keuntungan yang didapat dari penggunaan freeze framing dalam pengajaran the simple present tense.Kata kunci: Freeze faming technique, the simple present tense, descriptive text, junior high school students.
USING COLLABORATIVE WRITING TECHNIQUE THROUGH MIXEDINK AS MEDIA IN TEACHING WRITING A DISCUSSION TEXT AT SENIOR HIGH SCHOOL
Khainur Jannah;
Rusdi Noor Rosa
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 1 (2013): Serie B
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.416 KB)
|
DOI: 10.24036/jelt.v2i1.2600
AbstrakArtikel ini membahas bagaimana cara mengaplikasikan teknik menulis kolaborasi melalui media MixedInk dalam mengajar menulis di sekolah menegah atas. MixedInk adalah sebuah aplikasi berbasis web yang mempunyai fitur-fitur unik yang dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Dalam mengaplikasikan media ini, ada empat langkah kegiatan menulis yang harus diikuti. Pertama, siswa membuat rangka paragraf dari topik yang diberikan (Drafting). Selanjutnya siswa mulai menulis sebuah monolog teks. Kemudian mereka bersama-sama akan memberikan revisi dan suntingan terhadap hasil tulisan siswa lainnya (Revising and Editing). Kemudian siswa dapat menggabungkan hasil revisi siswa lainnya (Remixing). Tahap berikutnya adalah memberikan rangking terhadap tulisan semua siswa (Rating).Kata kunci: writing, discussion text, collaborative technique, MixedInk,