cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jelt.fbs.unp@gmail.com
Editorial Address
English Department of Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Padang. Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Padang Sumatera Barat, Indonesia, 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of English Language Teaching
ISSN : -     EISSN : 23023198     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of English Language Teaching is a journal published by English Language Teaching Study Program of FBS Universitas Negeri Padang. This journal is published three times a year (March, June, and September). The main purpose of this journal is to advance and foster English Language Teaching or education, research, and professionalism in Indonesia. The journal provides research and paper to increase awareness, consideration and analysis of issues in Teaching English as Foreign Language, and also promotes the interchange of ideas, and comparative studies in this field.
Arjuna Subject : -
Articles 1,016 Documents
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH PMI (PLUS, MINUS, AND INTERESTING) STRATEGY AT JUNIOR HIGH SCHOOL Mirawati Mirawati; Zul Amri
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.253 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.1956

Abstract

ABSTRAK PMI strategi diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih aktif dan mengerti  materi yang diajarkan oleh guru. Strategi ini mengajarkan siswa untuk mengenali dan mengerti tentang sebuah masalah atau objek dari sudut pandang yang berbeda, yaitu siswa dapat mengetahui plus (keuntungan atau positif) dari suatu objek, minus (negatif atau kekurangan) dari suatu objek serta hal yang menarik dan dapat membuat siswa menjadi aktif dan menyampaikan pendapat secara bebas, sehingga akan tercipta kelas berbicara yang interaktif dan menarik bagi siswa.   Kata kunci: PMI (plus, minus, and interesting), teaching speaking, junior high school students.
An Error Analysis on Verb Usage in texts written by EFL High School Students Ulfa Vazariah; Yenni Rozimela
Journal of English Language Teaching Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.146 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v9i1.108152

Abstract

This study aimed to analyze verb errors and types of errors made by senior high school students in writing a text. Source of data in this research is 27 pieces of students writing task written by EFL Senior High School (In this study; XII MIPA 7 SMAN 1 Padang in Academic Year 2019/ 2020). This research was descriptive research used in analysing verbs errors in the texts. The instruments used in this research was students’ writing task. The errors were classified into four categories based on Surface Strategy Taxonomy of Dulay’s Theory. Those were omission, addition, misformation, and misordering. Then, the percentage of verb errors was used to determine the verb errors and types of errors. The findings of the research showed that all of types of errors found in students’ writing. There were 164 verb errors foud. The most type of errors was misformation errors. It was followed by omission errors. The, the least errors were addition followed by misordering errors. Then, Another finding was main verb as the highest verb types which mostly errors in students’ writing.
USING THE SCAFFOLDING TECHNIQUE TO HELP JUNIOR HIGH STUDENTS IN ORGANIZING THE IDEA IN WRITING ANNOUNCEMENT TEXT Widodo Prima Putra; Rusdi Noor Rosa
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 3 (2014): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.368 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i3.4293

Abstract

Abstrak Makalah ini menguraikan penggunaan teknik Scaffolding sebagai teknik dalam menulis.Teknik ini bias diaplikasikan dalam pengajaran menulis teks Announcement di kelas untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Dalam pemakaian teknik ini dalam kelas, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan yaitu pre-teaching, dimana guru mempersiapkan siswa dalam proses belajar mengajar whilst-teaching, dimana guru menerangkan materi yang akan di pelajari siswa, yaitu tentang announcment text. Dan post-teaching dimana guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah mereka bahas dan memberikan siswa berbagai tugas kepada siswa untuk mengetahui sejauhmana pemahaman siswa tentang materi yang sudah di pelajari. Dengan menggunakan teknik ini diharapkan siswa mampu menulis teks Announcement dengan benar. Kata Kunci: writing, Scaffolding, announcement text
DEVELOPING PATTERN BOOK THROUGH ANIMATION MOVIE AS YOUNG LEARNERS’ READING MEDIA Akmal Nazirwan; An Fauzia Rozani Syafe'i
Journal of English Language Teaching Vol 3, No 1 (2014): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.806 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v3i1.4373

Abstract

ABSTRAK   Dalam pengajaran reading, ada beberapa media yang bisa digunakan dalam mengajar reading untuk young learners. Salah satunya yaitu dengan menggunakan pattern books. Penggunaan pattern books dalam mengajar reading, sangatlah memudahkan young learners untuk memahami suatu bacaan karena adanya gambar yang memudahkan siswa dalam mengilustrasikan dan memahami sebuah cerita. Pattern book dapat dibuat dalam bentuk printed dan unprinted. Dalam menyajikannya sebagai sebuah media pembelajaran sebenarnya dapat dibuat dan dikembangkan oleh guru itu sendiri. Pattern book, sebagai salah satu media yang disarankan dalam mengajar reading untuk young learners, dapat diciptakan dengan mudah oleh guru. Kemudian pattern book yang telah dibuat dapat disajikan dalam sebuah media yang dikolaborasikan dengan aplikasi J Quiz. Melihat kenyataan selama ini proses belajar mengajar bahasa inggris di SD (Sekolah Dasar) hanya menggunakan papan tulis sebagai media dalam menampilkan metode ajar, maka dengan dibuatnya pattern book oleh guru itu sendiri dan dikolaborasikan dengan J Quiz diharapkan dapat membantu siswa memahami sebuah bacaan untuk mencapai kemampuan reading yang sangat baik bagi young learners. Karena cara pembuatan media ini pun tidaklah begitu sulit, maka makalah ini membahas tentang cara pembuatan media untuk pattern books yang dikolaborasikan dengan J Quiz sebagai media ajar bagi young learners. Diharapkan dengan pembuatan makalah ini, guru EFL (English as a First Language) young learnes dapat menciptakan media ajar yang menarik. Sehingga guru-guru EFL (Engslish as a First Language) dapat menjadi guru yang lebih berkompetensi dalam membuat media ajar.   Key Word : Reading, Young Learner, Animation Movie.
USING CARTOON FILM SERIES “SHAWN THE TRAIN” AS MEDIA IN TEACHING VOCABULARY TO YOUNG LEARNERS Wafiq Aziza; An Fauzia Rozani Syafei
Journal of English Language Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.475 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v7i1.9718

Abstract

Teaching vocabulary to young learner is different and it has its own difficulty. Teacher needs good teaching skills, creativity, preparation, and patience in order to make young learners understand and comprehend each of the vocabulary given. By implementing media, teacher can create an enjoyable situations and fun activities in the classroom. Media is needed to support their activities to be interesting. Media that can be used in teaching vocabulary to young learners is cartoon film series “Shawn the Train”. Shawn the Train is a media English learning which can be implemented by teacher in teaching vocabulary to young learners around age of 5 until 9 years. Students will learn number, colors, shapes, sizes, left and right, seasons and traffic sign. Teacher begins activity by watching the cartoon film series “Shawn the Train” together with students. Then, the teacher will replay and pause the film. The teacher can pause it after Shawn tells about the vocabulary and ask the students to repeat what Shawn says in order to make the students had more practices, so that they could pronounce word correctly and  remember easily.
THE USE OF READING WORKSHOP MODEL IN TEACHING READING COMPREHENSION OF A NARRATIVE TEXT TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Annisa Nadilla
Journal of English Language Teaching Vol 4, No 2 (2016): Serie A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jelt.v4i2.5814

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk membahas model pengajaran yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran membaca pemahaman teks narrative pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu model Reading Workshop. Model ReadingWorkshop dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dalam teksnarrative. Reading Workshop adalah model pengajaran yang menggunakan pendekatan proses sehingga mendorong siswa menjadi pembaca yang aktif. Dalam model ReadingWorkshop, siswa melalui beberapa proses dalam memahami teks yaitu membaca sendiri (independent reading), membaca dalam grup (shared reading) dan membaca terbimbing dengan guru (guided reading). Reading workshop memperkenalkan kerja sama melalui interaksi dalam kelompok kecil baik dengan teman sekelas maupun dengan guru. Sehingga siswa dapat berbagi pengetahuan dan informasi tentang apa yang telah mereka baca dengan berdiskusi dengan teman sekelas tentang ide dan opininya. Kemudian interaksi dengan guru yang dapat membantu siswa memahami teks yang dibacanya lebih dalam lagi dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam membaca pemahaman. Dan di akhir kegiatan siswa dituntut mempresentasikan hasil bacaannya di depan kelas. Di dalam makalah ini dibahas tiga komponen yang terdapat dalam modelReading Workshop yaitu The Lesson/ Workshop, Work Period (Independent Readingand Conferencing), and Sharing/ Presentation Time. Key words: Teaching Reading Comprehension, Narrative Text, Reading Workshop
WORDLE (WORD CLOUD) PREDICTION ACTIVITY AT JUNIOR HIGH SCHOOLS Monalisa Monalisa; Muhammad Al-Hafizh
Journal of English Language Teaching Vol 2, No 2 (2014): Serie C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.524 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v2i2.3719

Abstract

Abstrak Salah satu tujuan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2006) mata pelajaran bahasa Inggris adalah siswa mampu menulis. Oleh karena itu, siswa harus mampu menulis teks monolog sesuai dengan tuntutan kurikulum. Namun, seringkali ditemui siswa mengalami masalah pada saat menulis. Karena siswa merasa mereka tidak punya ide tentang topik yang diberikan atau kurangnya informasi dari topik yang diberikan yang akan mereka tulis, khususnya pada teks deskriptif. Makalah ini menjelaskan tentang penggunaan wordle prediction activity sebagai salah satu kegiatan yang menarik dalam menulis. Kegiatan ini di aplikasikan dalam pengajaran menulis teks deskriptif dikelas untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa dengan memberikan cetakan atau gambar dari kata-kata yang telah diubah menjadi wordle atau word cloud. Kegiatan ini digunakan dalam kegiatan pre writing activity. Dengan menggunakan kegiatan ini diharapkan siswa mampu menulis teks deskriptif dengan baik dan benar. Kata kunci: teaching, writing, descriptive text, wordle prediction,  junior high schools
USING INSTAGRAM AS A TOOL FOR ONLINE PEER-REVIEW ACTIVITY IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Jepri Bobby Sirait; Leni Marlina
Journal of English Language Teaching Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.496 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v7i1.9771

Abstract

This paper is purposed to explain the procedure in using Instagram for online peer-review activity toopl in writing descriptive text for senior high school students (SMA). Instagram is chosen as the media because instagram is one of social media that is recently popular among people, expecially the teenagers. Thus, instagram is developed as the tool for online peer-review activity in writing descriptive text. There are some peer-review stages that will be applied in this paper namely self-, pair and group-revising. The instagram will be used in the group-revising stage. In using instagram as the tool, the students will give their writing to an admin, and the admin will post it on the class account. Thus, other students will give their comments then. There are some advantages in using instagram as a tool for online peer-review activity in writing descriptive text. The first advantage is using this technique will motivate students in writing. Second, using instagram will give convenient and easy to use. Then, using instagram needs less paper. After that, using instagram is more flexible in time. Using instagram allows for multimedia interaction. Last, the students will take responsibility for their works.
using two stay two stray technique in teaching reading comprehension at junior high school Titi Mulya; Yetti Zainil
Journal of English Language Teaching Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.232 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v8i1.103347

Abstract

ABSTRACTMulya, Titi. 2019. Using Two Stay Two Stray Technique in Teaching Reading Comprehension for Junior High School Students                        This paper discusses how to use Two Stay Two Stray technique in improving students reading comprehension for junior high school. Based on writer’s experience, many students have difficulties in reading such as lack of vocabulary, lack of motivation and they are sometime not interested in reading text. Considering these problems, teacher needs to apply a technique in teaching and learning process to help the students understand the text. Two Stay Two Stray technique is conducted by group discussion. Every group consist of four students. Two students will stay at group and two other will leave the group and become guest in the next group. The group discuss the course material with their friends for the text group would also exchange members for a while in order to share mutual discussion. The function of this technique is to allow the students to visualize the important component of narrative text, including identification and description. By applying the Two Stay Two Stray technique in reading descriptive text, the teacher can reach the goal of teaching descriptive text in reading comprehension to junior high school students. Keywords: Reading, Descriptive Text, Two Stay Two Stray technique.
USING FREEWRITING TECHNIQUE IN TEACHING WRITING A RECOUNT TEXT TO JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Yaholil Mustapa; Rusdi Noor Rosa
Journal of English Language Teaching Vol 1, No 2 (2013): Serie I
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.76 KB) | DOI: 10.24036/jelt.v1i2.2011

Abstract

Abstrak Makalah ini menguraikan penggunaan teknik Freewritingsebagai sebuah teknik dalam mengajar menulis teks “Recount” untuk membantu siswa mengatasi masalah di dalam menulis. Dalam pemakaian teknik ini dalam kelas, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan yaitu pre-teaching, whilst-teaching, dan post-teaching. Dengan menggunakan teknik ini diharapkan siswa mampu menulis teks Recount dengan benar.   Key words: writing, freewriting, recount text  

Page 54 of 102 | Total Record : 1016


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2017): Serie B Vol 6, No 1 (2017): Serie D Vol 6, No 1 (2017): Serie C Vol 6, No 1 (2017): Serie A Vol 6, No 1 (2017): Serie E Vol 5, No 1 (2016): Serie E Vol 5, No 1 (2016): Serie F Vol 5, No 1 (2016): Serie C Vol 5, No 1 (2016): Serie D Vol 5, No 1 (2016): Serie B Vol 5, No 1 (2016): Serie A Vol 4, No 2 (2016): Serie A Vol 4, No 1 (2015): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie D Vol 3, No 1 (2014): Serie B Vol 3, No 1 (2014): Serie A Vol 3, No 1 (2014): Serie C Vol 2, No 3 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie A Vol 2, No 2 (2014): Serie C Vol 2, No 2 (2014): Serie B Vol 2, No 1 (2013): Serie F Vol 2, No 1 (2013): Serie D Vol 2, No 1 (2013): Serie A Vol 2, No 1 (2013): Serie C Vol 2, No 1 (2013): Serie E Vol 2, No 1 (2013): Serie B Vol 1, No 3 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie F Vol 1, No 2 (2013): Serie A Vol 1, No 2 (2013): Serie H Vol 1, No 2 (2013): Serie G Vol 1, No 2 (2013): Serie I Vol 1, No 2 (2013): Serie B Vol 1, No 2 (2013): Serie C Vol 1, No 2 (2013): Serie D Vol 1, No 2 (2013): Serie E Vol 1, No 1 (2012): Serie A Vol 1, No 1 (2012): Serie B Vol 1, No 1 (2012): Serie D Vol 1, No 1 (2012): Serie C More Issue