Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Articles
296 Documents
Pelatihan Teknik Vokal pada Choral Workshop PGRI Kabupaten Bone
Sri Wahyuni Muhtar
Bahasa Indonesia Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.192.6
Bali International Choir Festival 2022 menjadi salah satu kegiatan PGRI Kabupaten Bone tahun ini, untuk mengikuti kegiatan tersebut telah dilaksanakan Choral Workshop mulai tanggal 12 sampai 15 Januari 2022. Kurangnya pemahaman tentang teknik vokal dan rendahnya keterampilan bernyanyi menggunakan berbagai teknik vokal sehingga pelatihan vokal dihadirkan pada Choral Workshop PGRI Kabupaten Bone. Pengabdi sebagai pelatih vokal menggunakan metode imitasi dan drill untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan bernyanyi kelompok paduan suara PGRI Kabupaten Bone menggunakan berbagai teknik vokal seperti teknik pernafasan diafragma, intonasi, phrasering dan artikulasi, dinamika hingga teknik interpretasi lagu. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya pemahaman dan peningkatan keterampilan bernyanyi menggunakan berbagai teknik vokal mempersiapkan materi lagu Bugis sebagai identitas kelokalan Indonesia yang akan membaggakan di tingkat internasional.
Pelatihan Barista Kompetensi Manual Brew sebagai Penguatan Minat Wirausaha pada Santri Pondok Pesantren Al Asror Semarang
Widiyanto;
Heri Yanto;
Ahmad Nurkhin;
Hasan Mukhibad;
Satsya Yoga Baswara
Bahasa Indonesia Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.192.9
Penguatan minat wirausaha santri menjadi hal penting saat ini dalam rangka memberikan bekal bagi santri dalam menghadapi tantangan kehidupan pasca pondok. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangkat menguatkan minat wirausaha santri adalah dengan pelatihan barista. Coffee shop saat ini menjadi bidang usaha yang mempunyai prospek. Santri juga mempunyai ketertarikan yang tinggi untuk terjun di usaha perkopian ini. Tim pengabdian FE UNNES mengajukan kegiatan pelatihan barista kompetensi manual brew sebagai upaya untuk menguatkan minat wirausaha santri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan dengan pengenalan peralatan penyajian kopi, jenis kopi, dan praktikum penyeduhan kopi secara manual. Sasaran kegiatan adalah santri putra Pondok Pesantren Putra Putri As Salafy Al Asror Patemon Semarang yang mempunyai minat memiliki kompetensi barista. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada Jumat, 1 April 2022 di ruang kelas MTs Al Asror dan diikuti oleh santri putra sebanyak 25 orang. Peserta kegiatan sangat antusias mengikuti paparan dari narasumber dan praktik penyeduhan kopi. Pengasuh pondok, KH Al Mamnuhin Kholid memberikan sambutan pengantar setelah ketua tim pengabdian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan. Instruktur pelatihan adalah Satsya Yoga Baswara, M.Sc. (anggota tim pengabdian) dan Kukuh Hidayat, S.E. (mitra pengabdian dari Atas Kota Coffee shop and space). Keduanya telah tersertifikasi barista nasional. Secara umum, pelaksanaan kegiatan pengabdian telah berjalan lancar dan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan kompetensi santri dalam barista kompetensi manual brew. Harapannya dapat meningkatkan minat wirausaha santri.
REALISASI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENTINGNYA EMPATI DAN RASA BERGOTONG-ROYONG DI DUSUN SAMBONG DURAN, KECAMATAN JOMBANG, KABUPATEN JOMBANG
Indah Diah
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.182.8
The purpose of this community service activity which is the topic of this writing is to help strengthen solidarity among the residents of Sambong Duran Hamlet, Jombang District, Jombang Regency so that they have a sense of empathy for each other and also raise awareness of mutual cooperation. Community service can be done in various ways as long as it does not hinder or deviate from the real purpose. This activity is one way that can help provide solutions to problems that exist or are happening in the surrounding environment considering that their activities are in line with the conditions, attitudes and behaviors that lead to modernization so as to help create a nation that is smart in taking every step to solve the problem by good and in accordance with prevailing socio-cultural values. The method used in the form of socialization to local residents provides understanding and understanding of empathy and mutual cooperation, then explains the impact and provides examples of implementation in community life. The results obtained from these activities are that there are significant changes in the atmosphere and conditions that lead to something positive and the situation is more harmonious than before among residents in the Sambong Duran Hamlet. Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi topik penulisan ini yaitu untuk membantu mempereratkan solidaritas antar warga Dusun Sambong Duran, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang agar mereka memiliki rasa empati satu sama lain dan juga muncul kesadaran bergotong-royong. Pengabdian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara selama tidak menghalangi atau menyimpang dari tujuan sebenarnya. Kegiatan ini merupakan salah satu jalan yang dapat membantu memberikan solusi dari masalah yang ada atau yang sedang terjadi di lingkungan sekitar mengingat bahwa kegiatannya sejalan dengan kondisi, sikap dan perilaku yang mengarah pada modernisasi sehingga membantu menciptakan bangsa yang cerdas dalam mengambil setiap langkah untuk memecahkan permasalahannya dengan baik dan sesuai nilai-nilai sosial budaya yang berlaku. Metode yang dipakai berupa sosialisasi kepada warga setempat memberikan pengertian dan pemahaman tentang rasa empati dan bergotong-royong, lalu menjelaskan dampaknya serta memberikan contoh implementasi dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah terdapat perubahan signifikan pada suasana dan kondisi yang menuju kearah suatu hal bersifat positif dan keadaan lebih harmonis daripada sebelumnya kepada antar warga di lingkungan Dusun Sambong Duran.
Pembalut Pengelolaan Limbah Pembalut Sekali Pakai Menjadi Media Tanam Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan di Desa Petiga, Kec. Marga, Kab. Tabanan, Provinsi Bali
Ayu Sri Oktavianti Pande;
Ni Ketut Anjani
Bahasa Indonesia Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.192.10
Pembalut merupakan alat sanitasi yang sudah tidak asing lagi bagi perempuan di Indonesia. Pembalut sekali pakai dapat ditemukan dengan mudah sehingga di Indonesia mayoritas perempuan menggunakan pembalut sebagai alat sanitasi saat menstruasi. Namun, penggunaan pembalut ini memberikan efek yang tidak baik untuk lingkungan. Menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia pada tahun 2015 menyatakan bahwa pembalut dan pantyliner dapat menimbulkan gangguan kesehatan reproduksi perempuan seperti keputihan, gatal gatal, iritasi, bahkan bisa menyebabkan kanker (Dinta & Eva, 2015) dan menyatakan jumlah limbah pembalut yang digunakan oleh perempuan kategori subur di Indonesia sebanyak 67 juta orang, diperkirakan mencapai 1,4 miliar per bulan. Rata-rata wanita menggunakan pembalut sebanyak 4-5 sekali pakai dalam satu hari, dalam sebulan dapat diperkirakan terdapat 300 pembalut per orang setiap tahunnya. Betapa repotnya bagi seorang wanita sedang mengalami menstruasi dan harus tetap menjalankan aktivitas,mungkin perlu beberapa kali dalam sehari untuk mngganti pembalut skali pakai ini. Pembalut yang sudah tidak terpakai jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan beberapa permasalahan yaitu diantaranya adalah masalah lingkungan, masalah kesehatan dan masalah estetika. Kata Kunci : Pengelolaan Limbah Pembalut Sekali Pakai
Usaha Meningkatkan Penghasilan Pengusaha Keripik Tempe dengan Mengajarkan Membuat Keripik Tempe dari Kedelai Mentah sampai Menjadi Keripik dan Menguji Nilai Gizi
Mayarni yarni;
Susanti Muwitaningsih
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.2
Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan sebuah usaha keripik tempe. Pembinaan ini bertujuan untuk penambah penghasilan pengusaha. Usaha ini diawali secara berkelompok dan sudah dimulai dari tahun 2016. Kegiatan yang dilakukan adalah mengajarkan membuat keripik tempe dengan cara mengubah cara membuat keripik tempe dari cara lama menjadi cara baru. Cara lama membuat keripik tempe dari membeli setengah matang lalu dicapur tepung dan difermentasi ulang. Cara baru membuat keripik tempe dari kedelai mentah melalui tahapan direbus, didiamin satu malam, dibersihkan dari kulit ari, dicuci bersih , dikeringkan, diberi ragi tempe, dicampur rata lalu ditambahkan tepung sagu, diaduk rata, dibungkus dengan plastic yang sudah diberi lobang lobang, dan di fermentasi selama dua hari. Metode kegiatan yang dilakukan merupakan demonstrasi yaitu mendemostarsikan cara membuatnya di hadapan pengusaha keripik tempe. Tujuan dilakukan kegiatan ini agar mampu menambah pendapatan pengusaha. Hasil analisis menujukan dengan mengubah cara dalam membuat keripik tempe, mampu meningkatkan produksi keripik tempe sebesar 90 persen. Peningkatan ini dihitung dari berat bahan mentah yang sama dan dari modal awal yang sama. Hal ini akan berdampak pada peningkatan penghasilan pengusaha. Kegiatan berikutnya, dilakukan pendampingan uji nutrisi produk. Kegiatan ini bertujuan agar memperluas tempat penjualan produk keripik tempe, hingga mampu menambah penghasilan pengusaha.
Edukasi dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pasca Banjir di Panti Asuhan Furqan Sumang Kota Makassar
Laksmi Trisasmita
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.6
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pasca banjir dapat meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan di panti asuhan sebagai lokasi terdampak. Kondisi lingkungan pasca banjir di panti asuhan seringkali diabaikan sehingga menyebabkan penghuni panti asuhan menderita berbagai penyakit. Pengetahuan tentang perilaku sanitasi juga belum pernah didapatkan oleh anak asuh karena tidak banyak masyarakat yang peduli dengan kondisi ini. Salah satu cara yang dilakukan pengabdi adalah dengan mengedukasi dan mensosialisasikan terkait dengan PHBS. Sasaran kegiatan ini adalah para penghuni panti asuhan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS sehingga nantinya anak panti dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu pemaparan materi, tanya jawab, dan praktek cuci tangan. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak panti mengenai pengertian PHBS sebesar 31,5%; jenis kegiatan yang tergolong PHBS sebesar 37,9%; waktu yang tepat mencuci tangan sebesar 51,4%; dan dampak penyakit yang timbul jika tidak menjaga kebersihan sebesar 43,3%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman anak panti tentang PHBS.
Penguatan Keterampilan Interpersonal bagi Guru-Guru SMP Terbuka Mandiri Teuku Umar Baitul Maal Tangerang Selatan
Purwanti Dyah Pramanik;
Santi Maudiarti;
Mimi Enggriani
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.1
Salah satu SMP yang berada di kota Tangerang Selatan dengan fasilitas yang sagat terbatas adalah SMP Terbuka Mandiri Teuku Umar Baitul Maal (SMP Baitul Maal). Guru-guru di SMP Baitul Maal belum pernah mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Jumlah guru-guru di SMP Baitul Maal sebanyak 7(tujuh) orang guru, dengan rentang usia 25 tahun sampai dengan 40 tahun dan latar belakang non-keguruan. Menurut Kepala Sekolah SMP Baitul Maal, Bapak Edi Supriadi, masalah yang terjadi di SMP Baitul Maal antara lain: (1) belum ada kesempatan menyelenggarakan program pengembangan diri.; (2) Perlu penyegaran tentang teknik berkomunikasi Guru-Siswa secara verbal dengan baik.; dan (3) Perlu peningkatan keterampilan dalam menyiapkan materi presentasi yang menyenangkan. Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan wawasan kepada guru-guru SMP Baitul Maal agar melakukan pengembangan diri dengan konsep Johary Window; (2) melatih guru-guru SMP Baitul Maal berkomunikasi secara verbal dan visual yang baik dengan siswa; dan (3) melatih guru-guru SMP Baitul Maal tentang teknik menyiapkan materi presentasi yang menarik. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, tanya jawab, dan demostrasi. Hasil PKM yang dicapai adalah (1) peningkatan wawasan guru untuk melakukan pengembangan diri dengan konsep Johary Window; (2) peningkatan keterampilan guru berkomunikasi secara verbal dengan siswa, dan (3) guru mampu menyiapkan materi presentasi yang menyenangkan.
Aplikasi Penggunaan Alat Pengering Pengganti Oven untuk Pembuatan Herbarium di Kebun Raya Liwa Kabupaten Lampung Barat
Yulianty;
Amir supriyanto;
Eti Ernawiati;
Lili Chrisnawati
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.5
One of the countries with high biodiversity is Indonesia. The potential of existing plants has not been maximally empowered by the community, especially in the Liwa Botanical Gardens. The involvement of the staff in the KRL is very necessary to be able to directly collect the observed plants and make a herbarium. Constraint faced in making herbarium is in the drying process. So far, the herbarium drying process is still being carried out in Department of Biology, University of Lampung. This PKM activity will begin with a pre-test to determine the initial ability of KRL staff on the importance of the drying process and the practice of making simple herbarium dryers instead of ovens. At the end of the activity, KRL staff were given a post-test to determine the increase in knowledge about the importance of drying herbariums. With this PKM activity, KRL staff increase their knowledge and skills in using simple tools for drying plant samples and in the long term the availability of more diverse herbariums in an effort to conserve potential plants in KRL. The result of this activity was an increase in score points by 28.08 and a percentage increase in knowledge of 51.63%.
Penyuluhan Pengetahuan melalui Media Buku Saku dalam Menyosialisasikan Bahan Kimia Berbahaya pada Kosmetika di Lingkungan Kelurahan Jatinegara Kaum – Pulo Gadung – Jakarta Timur – DKI Jakarta
Neneng Siti Silfi Ambarwati;
Mari Okatini Armandari;
Audrey Febrina Hidajatulloh;
Naflah Lutfi Nabillah
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.9
Keinginan untuk mempercantik diri dengan menggunakan kosmetik yang berlebihan menyebabkan masyarakat/ konsumen sering membuat kesalahan dalam memilih dan menggunakan kosmetik tanpa memperhatikan kondisi kulit dan kandungan bahan dasar kosmetik. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kelainan kulit karena kurangnya pengetahuan dalam pemilihan dan penggunaan kosmetik yang baik dan benar. Dalam hal ini maka diperlukannya penyuluhan untuk melindungi masyarakat dengan memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai jaminan barang atau jasa kecantikan. Permasalahan mitra tersebut yang diangkat pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluan yan merupakan upaya preventif kepada masyarakat terkait bahan kimia berbahaya pada kosmetik dan legalitasnya. Hal ini dimaksudkan agar generaasi milenial dan ibu-ibu PKK Kelurahan Jatinegara Kaum - Kecamatan Pulo Gadung – Jakarta Timur – DKI Jakarta menjadi lebih bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dengan presentasi, buku saku dan power point. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Kelurahan Jatinegara Kaum - Kecamatan Pulo Gadung – Jakarta Timur – DKI Jakarta akan lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang baik dan aman, serta memperoleh pengetahuan tentang bahan kimia berbahaya dalam kosmetik yang selama ini mereka gunakan.
Workshop Pelatihan Learning Management System (LMS) Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh Di SMP Negeri 242 Jakarta
Achmad Nur Hidayaht;
Nandi Kurniawan;
Nurul Istiqomah
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/sarwahita.193.7
This community service activity is to provide training in designing online learning through the use of the Edmodo online platform for teachers of SMP Negeri 242 Jakarta. This is due to the Covid-19 pandemic which requires learning activities to be carried out from home (PJJ). The ability of teachers to utilize digital learning platforms by moving offline learning to online learning, as well as organizing student assignments into competencies that must be mastered and improved in order to create synchronous and asynchronous learning. The application of Edmodo is a learning alternative that creates effective learning to support the process of organizing learning activities because Edmodo has several features, such as "Assignment", "Quiz", and "Poll" and several other features such as cloud for material storage. This training activity was attended by 26 teachers of SMP Negeri 242 Jakarta from various subject teachers. The training is carried out online and offline. The data acquisition instrument used a questionnaire which was used to determine the initial perceptions and insights of the training participants towards the BDR learning that had been carried out and to find out their perceptions and insights after attending the training. Based on the results of the questionnaire, the training that has been carried out has had a positive and beneficial impact on the teachers of SMP Negeri 242 Jakarta.