cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
Bantuan Hukum Online Non Litigasi Dalam Rangka Menuju Desa yang Modern dan Berkeadilan Suherman; Andriyanto Adhi Nugroho; Yuliana Yuli; Wahyo Santoso; Human Santoso
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.19

Abstract

Abstract Most of the residents of Baros village work in the agricultural and plantation sectors with most of the residents having education up to junior high and high school levels. Thus, they do not understand the law and technology that is currently developing due to their low educational background. Therefore, Baros Village needs socialization about the online legal assistance of nonlitigation in order towards a modern and justice village. The method used is in the form of socialization accompanied by counseling to the community, namely by providing explanations and discussions with the aim of activities that Baros villagers understand the importance of online legal assistance through non-litigation using current technology such as computers, laptops and hand phones. The results of the activities in the socialization turned out to be many Baros villagers who did not understand the existence of online legal assistance to resolve their cases outside the court such as negotiation, mediation, conciliation, and consultation. The village office must provide an internet network, computer or laptop for its citizens to learn technology in order to become a modern village. Abstrak Sebagian besar penduduk desa Baros bekerja di sektor pertanian dan perkebunan dengan sebagian besar warganya mempunyai pendidikan sampai tingkat SMP dan SMA. Sehingga mereka kurang memahami hukum dan teknologi yang berkembang saat ini dikarenakan latar belakang pendidikan yang masih rendah. Oleh karenanya, Desa Baros perlu adanya sosialisasi tentang pentingnya memahami teknologi dan hukum untuk dapat menyelesaikan sengketanya secara online dan melalui alternative penyelesaian sengketa diluar pengadilan atau non litigasi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi disertai penyuluhan kepada masyarakat yaitu dengan memberikan penjelasan dan diskusi dengan tujuan kegiatan agar warga desa Baros memahami pentingnya bantuan hukum online melalui non litigasi dengan menggunakan teknologi saat ini seperti computer, laptop dan Hand phone. Hasil kegiatan dalam sosialisasi ternyata banyak warga desa Baros yang tidak memahami adanya bantuan hukum online untuk menyelesaikan perkaranya melalui diluar pengadilan seperti negosiasi, mediasi, konsiliasi, konseltasi. Kantor desa harus menyediakan jaringan internet, computer atau laptop untuk warganya belajar teknologi agar menjadi desa yang modern.
Kualitas Produk Peralatan Pertanian Hasil Tempa Panas Pengrajin Pande Besi Melalui Penerapan Desain Dapur Perlakuan Panas Model Tutup Djoko Andrijono; Sufiyanto
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.9

Abstract

Abstract The problems encountered by artisan blacksmiths based on the field study results: unable to detect incineration temperature of wood charcoal in the crucibles, crusts occurrence on the metal surface of scrap component of spring leaf SUP 9 after heating process in the exposed model heating treatment. The solutions taken were by transforming the kitchen design, from exposed model heating treatment to closeted model heating treatment, which aimed to avoid oxidation on the incinerated metal, thus crusts do not occur on its surface. The kitchen wall of closeted model heating treatment was made from fireproof bricks, held heat resistance, and carried a stable thermal conductivity out of wood charcoal incineration. A digital thermocouple was installed in the closeted model heating treatment kitchen to accurately measure the temperature of wood charcoal incineration results. The closeted heating model treatment kitchen was designed portable. The solution methods applied field study and descriptive analysis. The study generated a result of sturdiness value with 18.8 HRC average for hoe products was below the standard of sturdiness value according to SNI 02-0331-1989 and generated a result of kitchen wall of closeted model heating treatment made from red bricks with cement as the fastener could not stand the heat. The conclusion for the application of kitchen design of closeted model heating treatment were the sturdity values achieved 58 HRC with SAE 900 C as the cooling lube and the wear rate achieved 0.000165605 gram/m. This meant the wear resistance property was low which met the standard according to SNI 02-0331-1989. Abstrak Permasalahan pengrajin pande besi sesuai hasil studi lapangan: temperatur pembakaran arang kayu di dalam kowi tidak dapat dideteksi, permukaan logam bekas komponen pegas daun SUP 9 timbul kerak setelah proses pemanasan di dalam dapur perlakuan panas model buka. Metode pemecahannya melakukan inovasi pada desain dapur perlakuan panas model buka dirubah menjadi desain dapur perlakuan panas model tutup yang bertujuan: material logam yang dipanasi tidak teroksidasi, sehingga permukaan logam tidak timbul kerak, dinding dapur perlakuan panas model tutup terbuat dari bata tahan api, mempunyai sifat tahan panas serta konduktivitas panas hasil pembakaran arang kayu stabil, dapur perlakuan panas model tutup dipasang termokopel digital agar temperatur hasil pembakaran arang kayu terukur dan akurat, dan dapur perlakuan panas model tutup dirancang dapat dipindah-pindah tempat. Metode pemecahannya menggunakan metode studi lapangan dan metode analisis deskriptif. Hasil-hasil temuan yang diperoleh angka kekerasan produk cangkul rata-rata 18,8 HRC masih di bawah angka kekerasan cangkul menurut SNI 02-0331-1989, dinding dapur perlakuan panas model buka terbuat bata merah dengan pengikat semen tidak tahan panas. Simpulan dengan penerapan desain dapur perlakuan panas model tutup, angka kekerasan mencapai 58 HRC dengan media pendinginan oli SAE 90 dan laju keausan 0.000165605 gram/m memenuhi SNI 02-0331-1989, sehingga sifat ketahanan ausnya rendah.
Perilaku Petani Terhadap Adopsi Teknologi M-Bio untuk Pengembangan Usahatani Agroforestri Rudi Priyadi; Rina Nuryati; Faqihuddin
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.7

Abstract

Abstract This study aims to determine the behavior of farmers in adopting M-Bio technology for the development of agroforestry farming. The research method is a survey with data collection techniques: observation and in-depth interviews with respondents. Research variables include farmer behavior towards the implementation of counseling and training as well as farmer behavior towards the adoption of M-Bio Technology. The research was conducted in Setiawaras Village in the Cipigan Insan Mandiri and Dadap Sari farmer groups from July to October 2020. The data analysis used was descriptive analysis with a Likert scale with scores of 1, 2, 3, 4, and 5 then measured by weighted values. The data distribution was converted into a ratio scale with a score between 0–100. Furthermore, the scores are grouped into: (1) Very Low: 0–20; (2) Low: 21 - 40; (3) Moderate: 41–60; (4) Height: 61–80; and (5) Very High: 81-100. The results showed that the behavior of farmers towards the implementation of counseling and training on M-Bio technology with all its indicators (presentation and practice, attention, comprehensiveness, results and retention) had a score between 80 - 100 so all of them were categorized as very high. Likewise, the behavior of farmers towards the adoption of M-Bio technology for the development of agroforestry farming along with all its indicators concerning cognitive, apective, and conative aspects has a score between 80 - 100 so that all of them are also categorized as very high. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri. Metode penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data : observasi dan wawancara mendalam dengan responden. Varibel penelitian mencakup perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan serta perilaku petani terhadap adopsi Teknologi M-Bio. Penelitian dilaksanakan di Desa Setiawaras pada kelompok tani Cipigan Insan Mandiri dan Dadap Sari dari bulan Juli sampai Oktober 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan skala likert skor 1, 2, 3, 4, dan 5 kemudian diukur dengan nilai tertimbang. Sebaran data diubah menjadi skala rasio dengan skor antara 0–100. Selanjutnya, skor dikelompokkan menjadi : (1) Sangat Rendah:0–20; (2) Rendah:21 – 40; (3) Sedang:41–60; (4) Tinggi:61–80; dan (5) Sangat Tinggi: 81-100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan teknologi M-Bio dengan seluruh indikatornya (presentasi dan praktek, atensi, komprehensif, hasil dan retensi) memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya terkategori sangat tinggi. Demikian juga dengan perilaku petani terhadap adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri beserta seluruh indikatornya yang menyangkut aspek kognitif, apektif, dan konatif memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya juga terkategori sangat tinggi.
Workshop Pemanfaatan Teknologi Internet of Things (IoT) menggunakan Mikrokontroler ESP32 untuk Guru-Guru SMK Muhammad Yusro; Aodah Diamah
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.8

Abstract

Abstract The rapid advancement of information technology and telecommunications has caused Internet of Things (IoT) technology to be increasingly developed and utilized in various activities and tasks at the home, office, school, industry, and others. 24-hour connectivity and various automation features make IoT an effective way to remotely monitor and manage jobs. In the context of learning in Vocational High Schools (SMK), ideally, the use of IoT technology applications is taught by teachers in the field of industrial electronics expertise. The uneven understanding and technical skills of teachers about the application of IoT technology is one of the factors that have not updated the ability of vocational students with IoT technology information. From these problems, the solution offered is to provide technical knowledge and skills to teachers about the use of IoT using a microcontroller so that they can teach it to students. The workshop/training was conducted online which was attended by 20 (twenty) teachers from several vocational schools in the Jakarta, Bekasi, Cibinong, and Bogor areas. In this workshop, theoretical and practical learning about the use of IoT technology is given. The material taught is the development of IoT, the use of the ESP32 IoT development board, and some practical examples using the ESP32 board. In this workshop, IoT learning e-modules (theory and practice) were also distributed which can be used by teachers for independent learning and as teaching materials in SMK. From the workshop, an overview of the understanding and technical skills of teachers regarding IoT technology was obtained which still needs to be improved. The participants were very enthusiastic about participating in the IoT workshop because they got new and useful information and knowledge to improve their competence in the field of industrial electronics technology. The usefulness of this workshop was felt by the participants who gave a positive impression of the material taught by the instructor/lecturer. Abstrak Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi, menyebabkan teknologi Internet of Things (IoT) makin berkembang dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dan tugas di rumah, kantor, sekolah, industri, dan lainnya. Konektivitas 24 jam serta berbagai fitur otomasi menjadikan IoT sebagai cara efektif untuk memantau dan mengelola berbagai pekerjaan dari jarak jauh. Dalam konteks pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka idealnya pemanfaatan aplikasi teknologi IoT diajarkan oleh para guru bidang keahlian elektronika industri. Belum meratanya pemahaman dan keterampilan teknis guru tentang aplikasi teknologi IoT, menjadi salah satu faktor belum ter-update nya kemampuan siswa SMK dengan informasi teknologi IoT. Dari permasalahan tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan teknik kepada guru tentang pemanfaatan IoT menggunakan mikrokontroler sehingga dapat mengajarkannya kepada siswa. Workshop/pelatihan dilaksanakan secara daring yang diikuti peserta guru dari beberapa SMK di wilayah Jakarta, Bekasi, Cibinong dan Bogor sebanyak 20 (dua puluh) orang. Dalam workshop ini diberikan pembelajaran teori dan praktikum tentang pemanfaatan teknologi IoT. Materi yang diajarkan adalah perkembangan IoT, pemanfaatan ESP32 IoT development board, dan beberapa contoh praktikum menggunakan ESP32 board. Dalam workshop ini juga dibagikan e-modul pembelajaran IoT (teori dan praktik) yang dapat digunakan para guru untuk pembelajaran mandiri dan sebagai bahan ajar di SMK. Dari workshop tersebut didapatkan gambaran terkait pemahaman dan keterampilan teknis para guru tentang teknologi IoT yang masih perlu ditingkatkan. Para peserta sangat antusias mengikuti workshop IoT karena mendapatkan informasi dan pengetahuan yang baru dan berguna untuk meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi elektronika industri. Kebermanfaatan workshop ini dirasakan sekali oleh para peserta yang memberikan kesan positif dari materi yang diajarkan oleh instruktur/narasumber.
Revitalisasi Bank Sampah Sekolah dalam Mendesain Model Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Tepat Guna Budiaman; Aam Amaningsih Jumhur; Ahmad Kholil; Astri Febry Susanti
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.13

Abstract

Abstract This Integrated Community Service Activity Real Work Lecture aims to revitalize school waste banks in designing sustainable environmental education models based on appropriate technology. Environmental education is expected to be obtained by junior high school students through the waste bank extracurricular program. Environmental education to be achieved is focused on managing and utilizing waste to produce environmental products into strategic activities that can be developed, in collaboration with successful waste banks. The method of implementation is in the form of observation and FGD conducted in SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City. Through this activity, various problems experienced by SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City were formulated in re-activating the school waste bank program. Based on the series of activities from FGD to simulation, it can be concluded that school leaders, environmental extracurricular coaches, and students of SMP Negeri 9 and SMP Negeri 21 Bekasi City really hope that waste management activities in their respective schools can be reactivated. Considering that the activities are still in a pandemic atmosphere, the reactivation of the school waste bank is carried out in conjunction with the restructuring of the extracurricular environmental management in their respective schools. Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi bank sampah sekolah dalam mendesain model pendidikan lingkungan berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna. Pendidikan lingkungan diharapkan dapat diperoleh oleh siswa SMP melalui program ekstrakulikuler bank sampah. Pendidikan lingkungan yang ingin dicapai difokuskan pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah sampai menghasilkan produk lingkungan menjadi kegiatan strategis yang dapat dikembangkan, bekerjasama dengan bank sampah yang sudah sukses. Metode pelaksanaan berupa observasi dan FGD yang dilakukan di SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi. Melalui kegiatan ini dirumuskan berbagai permasalahan yang dialami oleh SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi dalam mengaktifkan kembali program bank samapah sekolah. Berdasarkan rangkaian kegiatan dari mulai FGD sampai simulasi dapat disimpulkan bahwa pimpinan sekolah, Pembina ekstrakulikuler lingkungan, dan siswa SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi sangat berharap agar kegiatan pengelolaan sampah di sekolah masing-masing dapat diaktifkan kembali. Mengingat kegiatan masih dalam suasana pandemi maka pengaktifan kembali bank sampah sekolah dilakukan bersamaan dengan restukturisasi pengurus ektrakulikuler lingkungan di sekolah masing-masing.
Pembelajaran Lingkungan Bagi Siswa Rumah Baca Onomi Niphi, Kampung Yoboy, Kabupaten Jayapura, Papua Henderite Loisa Ohee; Yokelin Tokoro
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.14

Abstract

Abstract Lake Sentani is located in Jayapura, Papua. Sentani people live in 26 villages along the coast and small islands around the lake. One of those islands is Yoboy Village, where a Onomi Niphi Reading House has been operating to provide library for elementary and senior high schools. The reading house is becoming center for various programs from various parties. Lake Sentani education program for students in Onomi Niphi Reading House was conducted to increase their knowledge of characteristics and fish species of Lake Sentani, as well as to develop digital education package and distributed to students in Yoboi Village and other students through social media. The program was conducted in Onomi Niphi Reading House, Jayapura at June 26 and July 3, 2021 through seminar and answer-question methods. Pretest was conducted before the class started and posttest applied after the class. Evaluation of the program was based on tests result and categorized to be distinguished, excellent, moderate, and poor. The test results showed the improvement of students’ knowledge on Lake Sentani. The documentation of the lake knowledge in digital format was distributed to the students and through social media. This will help the students to be aware of the improtance of conserving Lake Sentani. Abstrak Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura, Papua. Danau ini ditempati oleh penduduk asli Sentani di 26 kampung yang menyebar di pulau-pulau dan tepian danau. Salah satunya adalah Kampung adat Yoboy, dimana terdapat Rumah Baca Onomi Niphi yang menyediakan perpustakaan bagi pelajar. Pembelajaran lingkungan tentang Danau Sentani diberikan kepada siswa Rumah Baca Onomi Niphi di kampung ini untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang karakteristik dan jenis-jenis ikan Danau Sentani, membuat media pembelajaran digital (video) nya serta menyebar luaskannya ke pelajar di rumah baca ini dan melalui berbagai media sosial. Pengabdian ini dilaksanakan di Rumah Baca Onomi-Niphi, Kampung Adat Yoboy, Kabupaten Jayapura, tanggal 26 Juni dan 3 Juli 2021 dalam bentuk ceramah dan tanya jawab. Pre test diberikan sebelum pembelajaran dan post test diberikan setelah pembelajaran. Evaluasi hasil pembelajaran ditentukan berdasarkan hasil-hasil test yang dikelompokkan menjadi kategori sangat baik, baik, cukup dan kurang. Hasil pre test dan post test pada pembelajaran tentang Danau Sentani menunjukkan bahwa pengetahuan anak-anak meningkat setelah pembelajaran lingkungan tentang Danau Sentani. Dokumentasi materi pembelajaran dalam bentuk digital dan penyebar luasannya diharapkan dapat mempertahankan pengetahuan anak tentang Danau Sentani. Pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian anak terhadap Danau Sentani.
Aklimatisasi Anggrek Species Hasil Kultur Jaringan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dusun Gempol Nur Rahayu Utami; Margareta Rahayuningsih; Enni Suwarsi; Dante Alighiri; Setyo Yuwono
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.15

Abstract

Abstract Gempol Village is a village on Mount Ungaran that has made efforts to preserve orchid species. Through mentoring and training from the UNNES Research Team which began in 2011, as well as greenhouse facilitation from PT Indonesia Power, the Gempol village community who are members of the Omah Sawah Community began to make efforts to conserve orchid species. The results of the identification of the problems experienced by community groups as foster partners can be grouped into three aspects, namely knowledge and skills of acclimatization of orchids from plant tissue culture, post-acclimatization management/care, and supporting infrastructure for acclimatization of tissue cultured orchids, where these three aspects are interrelated. The methods used include lecture and question and answer activities, practice, and mentoring. The result achieved is that the orchid species acclimatization activity in Gempol Hamlet, Ngesrepbalong Village has been carried out with satisfactory results. Activities are carried out through training and assistance to community groups who are members of Omah Sawah. The results of the evaluation of the participants showed that the participants' understanding and skills improved after this activity was carried out, even providing ideas for participants to apply to cultivated orchids. The result is enough to generate economic income for the participants, because some of their cultivated orchids are sold. Abstrak Dusun Gempol adalah satu dusun di Gunung Ungaran yang telah melakukan upaya pelestarian anggrek species hutan . Melalui pendampingan dan pelatihan dari Tim Peneliti UNNES yang dimulai pada tahun 201, serta fasilitasi greenhouse dari PT Indonesia Power, masyarakat Dusun Gempol yang tergabung dalam Komunitas Omah Sawah mulai melakukan upaya pelestarian anggrek species. Hasil identifikasi terhadap permasalahan yang dialami kelompok masyarakat sebagai mitra binaan dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek, yaitu pengetahuan dan keterampilan aklimatisasi anggrek hasil kultur jaringan tanaman, pengelolaan/ perawatan pasca aklimatisasi, dan sarana prasarana penunjang aklimatisasi anggrek hasil kutur jaringan, dimana ke tiga aspek ini salingterkait. Metode yang dilakukan, meliputi kegiatan ceramah dan tanya jawab, praktik, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah kegiatan aklimatisasi anggrek species di Dusun Gempol Desa Ngesrepbalong telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan terhadap kelompok masyarakat yang tergabung di Omah Sawah. Hasil evaluasi terhadap peserta menunjukkan bahwa pemahaman dan ketrampilan peserta meningkat setelah dilakukan kegiatan ini, bahkan memberikan ide bagi peserta untuk menerapkan pada anggrek budidaya. Hasilnya cukup membuahkan pemasukan ekonomi bagi peserta, karena beberapa anggrek budidaya mereka laku dijual.
Penyusunan Bahan Pembelajaran Kompilasi Bagi Pengajar di SMK Negeri 1 Cibinong, Bogor Jawa Barat Rusmono; Wisnu Djatmiko
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.2

Abstract

Abstract In general, the form of learning at SMK Negeri I Cibinong Bogor is classroom learning using learning strategies and learning materials that refer to learning objectives. The competence of teachers in developing learning materials is considered to be still low, so it is necessary to make a training on Compilation of Compilation Learning Materials for teachers at SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. The training was carried out using the method of applying science and technology directly to 55 teachers of public and private vocational schools in Cibinong Bogor using the Zoom application. The training was carried out in two sessions, namely: (1) discussing learning materials as a system, instructional analysis, setting specific instructional objectives, developing learning-outcome test instruments, developing learning strategies; and session (2) discusses theoretical concepts in developing compiled learning materials, preparing syllabus for one semester of subjects, the concept of making pieces of learning materials based on ICT for one semester, compiling pieces of learning materials based on ICT for subjects taught and making slides with MsPowerpoint, and then participants were asked to deliver Compiled Learning Materials complete with slides using MsPowerpoint. The results of the training showed that, in general, the teachers who participated in the training were still not maximal in mastering the following materials: (1) Instructional Analysis; (2) Develop Specific Instructional Objectives (ICT); (3) Developing Learning Outcomes Test Instruments; (4) and Developing Learning Strategies, so that the training objectives for the preparation of Compilation Learning Materials for 55 MPGP Electronics Engineering teachers conducted at SMK Negeri 1 Cibinong Bogor have not been maximally achieved. Abstrak Secara umum, bentuk-pembelajaran di SMK Negeri I Cibinong Bogor adalah pembelajaran di kelas menggunakan strategi-pembelajaran dan bahan-pembelajaran yang mengacu dengan tujuan pembelajaran. Kompetensi-guru dalam mengembangkan bahan pembelajaran dianggap masih rendah, sehingga perlu dibuat suatu pelatihan Penyusunan Bahan Pembelajaran Kompilasi untuk guru-guru di SMK Negeri 1 Cibinong Bogor. Pelatihan dilakukan menggunakan metode penerapan IPTEKS secara langsung ke 55 orang guru SMK Negeri dan Swasta di Cibinong Bogor menggunakan aplikasi Zoom. Pelatihan dilaksanakan dalam dua-sesi, yaitu: (1) membahas materi pembelajaran sebagai sistem, analisis instruksional, menyusun tujuan instruksional khusus, mengembangkan instrumen tes hasil-belajar, mengembangkan strategi pembelajaran; dan sesi (2) membahas konsep teori dalam pengembangkan bahan pembelajaran kompilasi, menyiapkan silabus mata-pelajaran satu semester, konsep membuat penggalan-penggalan bahan pembelajaran berdasarkan TIK untuk satu semester, menyusun penggalan bahan pembelajaran berdasarkan TIK mata pelajaran yang diampu dan membuat slide dengan MsPowerpoint, dan kemudian peserta diminta menyampaikan Bahan Pembelajaran Kompilasi lengkap dengan slide menggunakan MsPowerpoint. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa, secara umum, Guru-guru yang mengikuti pelatihan masih belum maksimal menguasai materi: (1) Analisis Instruksional; (2) Mengembangkan Tujuan Instruksional Khusus (TIK); (3) Mengembangkan Instrumen Tes Hasil Belajar; (4) dan Mengembangkan Strategi Pembelajaran, sehingga tujuan pelatihan penyusunan Bahan pembelajaran Kompilasi terhadap 55 orang guru MPGP Teknik Elektronika yang dilakukan di SMK Negeri 1 cibinong Bogor belum dapat tercapai maksimal.
Pelatihan Pengembangan Instrumen Penilaian Numerasi untuk Peningkatan Kompetensi Guru Matematika SMP Meiliasari; Wardani Rahayu; Ratna Maryam
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.6

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) or Minimum Competency Assessment has different objectives and formats compared to Ujian Nasional (National Exam), therefore teachers need to upgrade their knowledge of assessment instruments that measure students’ numeracy skills. This training aims to develop teachers' professionalism and competence in developing numeracy assessment instruments. The training was carried out online through a Zoom Meeting with participants of 29 junior high school mathematics teachers in Bogor Regency, West Java. The training was delivered in 2 sessions by 2 mathematics education lecturers from Universitas Negeri Jakarta. The first session with topics of AKM discussed the material domain, cognitive level, and the form of the questions on the AKM questions. The second session was with topics of numeracy skills discussed the benefits and the definition of numeracy skills. At the end of the training, participants were assigned to make a numeracy assessment instrument within 1 week. Participants and presenters join WhatsApp groups as a forum for discussion in the process of doing assignments. This training activity produces an output in the form of a numeracy assessment instrument that is developed based on the AKM question format. Participants are motivated and have ideas to develop numeracy assessment instruments.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN TERHADAP WEBINAR PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KREATIVITAS GURU DI ERA NEW NORMAL Alifia Nurul Hasanah; Fathiyyah Husna Sulaiman; Putri Lidya Sari; Grace Natalia; Febyana Nur Aliffah; Iwan Sugihartono; Erfan Handoko; Sarkadi; Yayat W. Heriyanto; Achmad Ainul Yaqin; Jack Luhukay
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.1

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the transition from the PSBB period to the new normal era still had a significant impact in various sectors, mainly the education sector of teaching and learning activities. Online learning that is held provides a challenge to the creativity of teachers. For this reason, KKN's team of State University of Jakarta held an educational webinar with the theme 'Online Learning Trends in the New Normal Era' to enlighten teachers to be creative in improving teaching skills in order to establish students' character. From the feedback form given to the webinar participants, data processing and analysis have been carried out to elaborate the teacher's enthusiasm for teaching creativity to improve student character with educational webinars. This research uses a quantitative descriptive method by questionnaires as a data collection technique, including the theme, the agenda, the speakers presented, and the persistence in each session of the webinar. In general, the respondents gave positive responses indicating the level of satisfaction of the participants. In conclusion, the teacher agreed that creativity in learning was able to build the character of students. Abstrak Pada masa pandemi Covid-19, beralihnya masa PSBB menjadi era new normal masih memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, terutama sektor pendidikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran secara daring yang diselenggarakan memberikan tantangan terhadap kreativitas guru dalam kegiatan belajar mengaja. Oleh karena itu, Tim KKN Universitas Negeri Jakarta mengadakan seminar online dengan tema ‘Trend Pembelajaran Daring di Era New Normal’ untuk memberikan pencerahan bagaimana guru dapat berkreasi meningkatkan kemampuan mengajar agar karakter siswa dapat terbentuk. Melalui form feedback yang diberikan kepada para peserta Webinar, telah dilakukan pengolahan data dan analisis untuk mengelaborasi antusiasme guru pada kreativitas mengajar untuk meningkatkan karakter siswa melalui seminar online (webinar). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitafif menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, meliputi tema webinar, susunan acara webinar, narasumber yang dihadirkan, dan keberlangsungan acara webinar di setiap sesinya. Secara keseluruhan, responden memberikan respon positif yang menandakan antusiasme peserta dalam hal ini guru setuju terhadap kreativitas dalam pembelajaran mampu membangun karakter siswa.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue