cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
Workshop Persiapan Kerja untuk Calon Lulusan SMKN1 Lemahsugih Majalenegka Jawa Barat Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.193.4

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang sangat potensial di Indonesia. Salah satu potensi yang di miliki Jawa Barat adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Dan salah satu indikator keberhasilan suatu daerah adalah tersediannya SDM yang berkualitas Salah satu tempat untuk meningkatkan SDM adalah sekolah formal. Salah satu tingkatan sekolah formal adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK merupakan tempat proses belajar mengajar yang menitik beratkan kepada keahlian dari siswa untuk siap bekerja. Yang menjadi tantangan SMK adalah proses melamar kerja setelah lulus, kebanyakan siswa tidak update terhadap dunia kerja padahal mereka disiapkan untuk langsung bekerja. Kebanyakan lulusan SMK masih banyak yang belum siap menghadapi dunia kerja. Terutama mereka bingung memulai dari mana untuk mencari kerja, melamar dan awal kerja. Dalam pengabdian masyarakat ini dipilih mitra dari wilayah pelosok yaitu SMKN 1 Lemahsugih yang berada di Kabupaten Majalengka yang merupakan kecamatan terpencil. Berdiri pada tahun 2006 menyebabkan sekolah ini masih sangat minim pengalaman untuk mengurus lulusan dan mempersiapkannya dalam dunia kerja. Sehingga tidak heran lulusan SMK ini masih banyak yang menganggur. Selain itu, lokasi sekolah yang berada jauh dari ibukota Kabupten Majalengka membuat sekolah ini semakin ketinggalan terhadap informasi terutama lowongan pekerjaan. Luaran dari pengabdian masyarakat ini yaitu jasa. Dimana akan dilakukan berupa workshop untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja mulai dari cara mencari kerja, mempersiapkan lamaran dan CV, serta teknik wawancara. Dari survey yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan dari siswa terhadap dunia kerja, cara membuat lamaran dan cv, dan persiapan wawancara kerja. Dan mereka lebih siap dalam menghadapi dunia kerja
Peningkatan Keterampilan dalam Pengolahan Variasi Olahan Ikan dengan Teknik Pengeringan di Desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Rina Febriana Hendrawan; Yeni Yulianti; Ivan Hanafi Hanafi
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.193.3

Abstract

Kecamatan Muara Gembong merupakan wilayah pesisir dan perikanan terbesar dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bekasi. Potensi yang dapat diangkat dari Kecamatan Muara Gembong antara lain tangkapan hasil laut dari nelayan di Pantai Mekar yang dapat dijadikan bisnis kuliner sehat yang turut mendukung desa wisata Tujuan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini adalah (1) memberikan wawasan kepada warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam pengolahan variasi olahan ikan dengan teknik pengeringan; (2) melatih warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam membuat kerupuk ikan dan (3) ) melatih warga di Kecamatan Muara Gembong Desa Pantai Mekar dalam membuat abon ikan. Metode yang digunakan adalah demosntrasi, diskusi, dan tanya jawab. Setelah kegiatan pelatihan peserta mengisi kuesioner evaluasi untuk menilai penyelenggaran kegiatan pelatihan. Hasil PKM yang dicapai adalah peningkatan dalam aspek (1) wawasan/pengetahuan warga Desa Pantai Mekar dalam pengolahan variasi olahan ikan dengan teknik pengeringan meningkat, menunjukkan nilai gain 0,69 yang diperoleh dari hasil pre test dan post test; (2) keterampilan dalam membuat kerupuk ikan, dan (3) keterampilan dalam membuat abon ikan. Dampak dari pelatihan ini warga memiliki wawasan baru tentang cara membuat olahan ikan dengan teknik pengeringan sederhana sebagai salah satu upaya memaksimalkan pengolahan hasil laut dan peningkatan pendapatan keluarga.
Upaya Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Berbasis Potensi Lokal pada Masyarakat Petani di Desa Sirnajaya Kabupaten Bogor, Jawa Barat Puji Hadiyanti; Karta Sasmita; Sri Koeswantono; Adi Irvansyah
Bahasa Indonesia Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.193.8

Abstract

Saat ini pembangunan masyarakat desa memiliki perubahan paradigma mendasar, yaitu dari membangun desa menjadi desa membangun. Untuk mewujudkan desa membangun diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya insani desa yaitu untuk menstimulan wirausaha masyarakat desa dibidang pertanian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka mencapai transformasi desa membangun yaitu melalui motivasi wirausaha para petani di pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan transformative learning dengan metode sharing knowledge berupa diskusi dan pendampingan secara berkelanjutan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyrakat yang dilakukan di desa Sirnajaya menghasilkan perubahan perilaku masyarakat petani, yang semula para petani hanya berorientasi menjadi buruh tani, saat ini para petani memiliki motivasi untuk bertansformasi menjadi pengusaha dibidang pertanian. Motivasi wirausaha kepada para petani dilakukan dengan memanfaatkan kelembagaan pedesaaan seperti BumDes dalam menyediakan dan memfasilitasi para petani untuk menjalankan wirausaha dan menjual produk pertaniannya. Melalui pola kemitraan dengan BumDes para petani menjadi lebih percaya diri untuk menjadi wirausaha dibidang pertanian dibandingkan menjadi buruh tani.Transformasi yang dimaksud dalam rangka mencapai keberdayaan masyarakat yang memiliki daya saing, daya saring dan daya adaptasi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, memberikan sumbangsih dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Sehingga melalui kegiatan ini, tindak lanjut berikutnya ialah mengembangkan usaha pertanian kreatif dan innovatif untuk menghasilkan produk pertanian yang sesuai dengan permintaan pasar.
WORKHSOP PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GENERASI Z DAN KERAJINAN GRAFIR LASER DI DESA WISATA CISAAT SUBANG Etin Solihatin; Wisnu Djatmiko; Raharjo; Roby Ibnu Syarifain; Ari Apriansa
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.3

Abstract

The purpose of community service is to increase understanding and apply character education in supporting tourist villages, as well as increasing the community's ability to make laser engraving crafts in order to increase the income of Cisaat villagers. The method used is a workshop for character education and Laser Engraving, followed by discussions and questions and answers, then practicing character education and the practice of making laser engraving on Tumbler with variations of image of the Cisaat village logo. Character education books were distributed, and engraved Tumblers were distributed to participants, some were kept for sale. The results showed that, an increase in understanding of good character is shown by an increase in the post-test score (8.86) by 25.50% or 1.8 points compared to the pretest (7.06) with tcount (11.023) > ttable (2.064). Second, the engraved Tumbler is marketed/sold with a profit calculation of 30%, after analyzing Cost of Production, Cost of Sold, BEP unit (Break Event Point) per unit. Meanwhile, outputs and achievement targets 1) QR Code-based Character Education Teaching Materials for Generation Z have been issued by PT RajaGrafindo with ISBN 978-623-372-168-4 and have been submitted for HKI. 2) Activities can be seen on YouTube media https://www.youtube.com/watch?v=GURU6sHhnd8 for assembling engraving tools can be seen on https://www.youtube.com/watch?v=Nz3V-u19EbI, and installation and tool calibration can be seen at https://www.youtube.com/watch?v=VgBizA5xry4. 3) Publications in online media can be seen at https://bantenkini.com/dinding-kartu-dan-kerajinan-grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, and https:/ /posbumi.com/education-character-dan-crafts-graffiti-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, as well as documentation on the G-drive link https://drive.google.com/drive /u/i/folders/i-GZWLuphS76cDLanwSaYcFu4FOpL5iig. 4) Making nameplates in the courtyard of the Cisaat village. 5) The article has been presented at the National Seminar on Community Service (SNPPM) 2022 organized by LPPM UNJ. 6) Partner's certificate regarding an increase in Partner empowerment. Abstrak Tujuan Pengabdian pada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan mengaplikasikan Pendidikan karakter dalam menunjang desa wisata, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat kerajinan grafir laser dalam rangka meningkatkan pendapatan warga desa Cisaat. Metode yang digunakan yaitu workshop untuk Pendidikan karakter dan Laser Grafir, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian mempraktekan Pendidikan karakter dan praktik pembuatan grafir laser pada media Tambler dengan variasi gambar khas logo desa Cisaat. Buku pendididkan Karakter dibagikan, dan Tumbler yang sudah digrafir dibagikan ke peserta, sebagian lagi disimpan untuk dijual. Hasil pengabdian ini Pertama meningkatnya pemahaman karakter yang baik ditunjukkan peningkatan skor post test (8.86) sebesar 25,50% atau sebesar 1,8 poin dibandingkan dengan pretest (7,06) dengan thitung (11.023) > ttabel (2,064). Kedua, Tumbler yang sudah digrafir dipasarkan/dijual dengan perhitungan keuntungan 30%, setelah menganalisis HPP (Harga Pokok Produksi), HPPj (Harga Pokok Penjualan), BEP unit (Break Event Point)per unit. Sedangkan Luaran dan Target Capaian 1) Bahan Ajar Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z berbasis QR Code sudah diterbitkan PT RajaGrafindo dengan ISBN 978- 623-372-168-4 dan diajukan HKI. 2) Kegiatan dapat dilihat pada media YouTube https://www.youtube.com/watch?v=GURU6sHhnd8 untuk perakitan alat grafir dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=Nz3V-u19EbI, dan instalasi serta kaliberasi alat dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=VgBizA5xry4. 3) Publikasi pada media online dapat dilihat di https://bantenkini.com/pendidikan-karakter-dan-kerajinan-grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, dan https://posbumi.com/pendidikan-karakter-dan-kerajinan -grafir-laser-di-desa-wisata-cisaat-kab-subang-jawa-barat/, serta dokumentasi pada link Gdrive https://drive.google.com/drive/u/i/folders/i-GZWLuphS76cDLanwSaYcFu4FOpL5iig. 4) Pembuatan papan Nama di halaman desa Cisaat. 5) Artikel telah diseminarkan pada Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SNPPM)2022 diselenggarakan oleh LPPM UNJ. 6) Surat Keterangan Mitra tentang adanya peningkatan pemberdayaan Mitra.
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN SELAI NANAS KEPADA IBU-IBU DASA WISMA KELURAHAN MOKOAU KOTA KENDARI - SULAWESI TENGGARA R. Marsuki Iswand; Nur Asyik; Dhian Herdhiansyah; Muh. Syukri Sadimantara; Hadi Sudarmo
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.4

Abstract

The training on processing and packaging of pineapple jam aims to make the group of women from the homestead Mokoau Village – Kendari City able to take advantage of the underutilized yard. The target is a change in paradigm and behaviour in utilizing yard land as additional income. In addition, new business opportunities will be created because they can produce agricultural products that provide added value and are environmentally friendly. The implementation of training on the processing and packaging of pineapple jam was carried out in 3 stages: (a) Socialization; (b) Providing material on entrepreneurial motivation, processing and packaging of pineapple jam; and (c) Training through hands-on practice. The training activities used the lecture method and interactive discussion, while the pineapple jam processing and packaging training was carried out using the demonstration method. Based on the results of the pineapple jam processing and packaging training activities that have been carried out in the show: (a) The understanding and interest of the women of the homestead women about entrepreneurship increased by 88.5 per cent; (b) The homestead women's understanding and knowledge of processing and packaging of pineapple jam increased by 86.5 per cent; and (c) The understanding and knowledge of the women of the homestead on the processing and packaging of pineapple jam increased by 89.5 per cent. Abstrak Kegiatan pelatihan pengolahan dan pengemasan selai nenas bertujuan agar kelompok ibu-ibu dasa wisma Kelurahan Mokoau – Kota Kendari dapat memanfaatkan pekarangan yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Target yang akan dicapai adalah terjadinya perubahan paradigma dan prilaku dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan. Selain itu akan terciptanya peluang usaha baru karena mampu menghasilkan produk pertanian yang memberikan nilai tambah dan ramah lingkungan. Pelaksanaan pelatihan pengolahan dan pengemasan selai nanas dilakukan dalam 3 tahap: (1) sosialisasi; (2) pemberian materi tentang motivasi berwirausaha, proses pengolahan dan pengemasan selai nanas; dan (3) pelatihan melalui praktek langsung. Kegiatan pelatihan menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif, sedangkan pelatihan pengolahan dan pengemasan selai nenas dilaksanakan dengan metode demostrasi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan pengolahan dan pengemasan selai nanas yang telah dilaksanakan menunjukkan: (1) pemahaman dan minat ibu-ibu dasa wisma tentang kewirausahaan meningkat sebesar 88,5 persen; (2) pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu dasa wisma tentang pengolahan dan pengemasan selai nanas meningkat 86,5 persen, dan (3) pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu dasa wisma tentang pengolahan dan pengemasan selai nanas meningkat sebesar 89,5 persen.
PENGEMBANGAN WAHANA HIGH BRIDGE ROPE SEBAGAI SARANA WISATA EDUKASI OLAHRAGA DI AGROWISATA DILLEM WILIS KABUPATEN TRENGGALEK Markus Diantoro; Joko Utomo; Arif Nur Afandi; Nuviya Illa Muthi Aturroifah; Ade Siyanti Nurul Hidayah
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.5

Abstract

Tourism development in Indonesia continues to be carried out to attract tourists and create prosperity for the community. Mountain areas in the form of agricultural areas, plantations, and livestock are areas that have the potential to be used as tourist attractions. One of the tourist attractions in mountainous areas in East Java is Dillem Wilis agro-tourism which is located in Trenggalek Regency. Dillem Wilis is situated at the foot of Mount Wilis which is famous for its coffee processing tours in Dutch heritage factories and dairy farms. The area of ​​Dillem Wilis agro-tourism is about 200 Ha. Existing tourist facilities have not been effective in attracting tourists to visit Dillem Wilis agro-tourism. The purpose of this dedication is to develop a high bridge rope sports vehicle to increase the interest of tourists in visiting Dillem Wilis agro-tourism. The service process is carried out in 4 stages, namely, site observation, vehicle design, vehicle procurement, and trials. The high bridge rope ride was built across the river with a height of 3 meters and a length of 8 meters. The high bridge rope rides that were built consisted of a wooden bridge and a rope bridge. Rides high bridge rope can be used as a vehicle for educational tours of sports that can train the courage of children and adults. Abstrak Upaya pengembangan pariwisata di Indonesia terus dilakukan untuk menarik minat wisatawan dan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat. Daerah pegunungan yang berupa daerah pertanian, perkebunan dan peternakan merupakan daerah yang berpotensi untuk dijadikan objek wisata. Salah satu objek wisata di daerah pegunungan yang ada di Jawa Timur adalah agrowisata Dillem Wilis yang terletak di Kabupaten Trenggalek. Dillem Wilis berada di kaki Gunung Wilis yang terkenal dengan wisata pengolahan kopi di pabrik peninggalan Belanda dan peternakan sapi perah. Luas wilayah agrowisata Dillem Wilis sekitar 200 Ha. Fasilitas wisata yang ada belum efektif menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke agrowisata Dillem Wilis. Tujuan dari pengabdian ini adalah upaya pengembangan wahana olahraga high bridge rope untuk meningkatkan minat wisatawan agar tertarik untuk berkunjung ke agrowisata Dillem Wilis. Proses pengabdian dilakukan dalam 4 tahap yaitu, pengamatan lokasi, desain rancang bangun wahana, pengadaan wahana, dan uji coba. Wahana high bridge rope dibangun melintasi sungai dengan ketinggian wahana 3 meter dan panjang 8 meter. Wahana high bridge rope yang dibangun terdiri dari jembatan kayu dan jembatan tali. Wahana high bridge rope dapat digunakan sebagai wahana wisata edukasi olahraga yang dapat melatih keberanian anak-anak dan orang dewasa.
SISTEM CERDAS KONTROL MATA AIR DEMI KELANGSUNGAN KEGIATAN MASYARAKAT DI KASEPUHAN SINAR RESMI Dudih Gustian; Marina Artiyasa; Muahamad Taufik; Nuraeni; Yudi Nata
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.1

Abstract

One of the areas included in the global scope of the geopark is culture, where the culture is included from the characteristics of an area which certainly gives value to the point of Recognition of UNESCO. One of the sacred areas that is quite well known and upholds the traditions of its ancestors is the Official Ray.But there is a problem is that there is a queue of residents to get clean water that has been flowed to several public toilets in kasepuhan. But if the available public toilets are full, then residents are forced to take water from public toilets that are located close to the spring. Sometimes the water that comes from the springs that have been used by the community does not always flow well, but sometimes it is choked during the dry season. On the other hand, other springs are quite good and are predicted to always be available even during the dry season to supply the needs of the community is quite far from the location of the cascade. This certainly results in people having difficulty in meeting hygiene needs for daily activities. This PKM activity provides a solution by building a spring drainage system that is able to produce vacuum pump performance that can be monitored with android applications so that it can always be controlled performance. It is hoped that this activity can help the community of the official sinar kasepuhan in meeting the needs of clean water in daily activities. Abstrak Salah satu kawasan yang termasuk dalam scope global geopark ialah budaya, yang mana budaya itu masuk dari ciri khas dari suatu daerah yang tentunya memberi nilai point pengakuan UNESCO. Salah satu kawasan kesepuhan yang cukup dikenal dan memegang teguh tradisi para leluhurnya ialah Sinar Resmi.Namun terdapat permasalahan ialah adanya antrian warga untuk mendapat air bersih yang telah dialirkan ke beberapa wc umum yang ada di kasepuhan. Tetapi jika wc umum yang tersedia penuh, maka warga terpaksa mengambil air dari wc umum yang lokasinya dekat dengan sumber mata air. Selin itu terkadang air yang berasal dari sumber mata air yang selama ini digunakan masyarakat tidak selamanya mengalir dengan baik, tetapi terkadang tersendat saat musim kemarau. Dilain sisi sumber mata air lainnya yang cukup baik dan diprediksi selalu tersedia meski saat musim kemarau untuk mensuplay kebutuhan masyarakat berjarak cukup jauh dari lokasi kasepuhan. Hal ini tentu mengakibatkan masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kebersihan untuk aktifitas keseharian. Kegiatan PKM ini memberikan solusi dengan membangun sistem pengotrolan mata air yang mampu menghasilkan kinerja pompa vacuum yang dapat dipantau dengan aplikasi Android sehingga dapat selalu terkontrol kinerjanya. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu masyarakat pihak kasepuhan sinar resmi dalam memenuhi kebutuhan air bersih dalam kegiatan keseharian.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS Riyadi; Faisal Madani; Lista Apriliani; Annisa Nurul Siva
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.6

Abstract

The purpose of community service (PkM) is to improve teacher competence in learning through the preparation of HOTS-based assessment instruments. Teacher competence in developing HOTS-based assessment instruments has an impact on students so that they can have the 6C skills (communication, creative, critical thinking, collaboration, compassion, and computational) needed in the 21st century era. The method used in PkM is training in compiling assessment instruments based on HOTS. The opening of the PkM was carried out by Asda of Cianjur Regency and remarks by the director of Postgraduate UNJ on Monday, July 25, 2022 at the Bobojong Village Office. Implementation of training on the preparation of HOTS-based assessment instruments on Tuesday, July 26, 2022, at SMP Negeri 1 Mande, starting at 08.00-15.00 WIB followed by discussions, doing assignments in Google Classroom. The training materials consist of lesson planning and preparation of HOTS-based assessment instruments. This training was attended by teachers of SMP, SMA, and SMK in the Kec. Mande. The results of the training showed that the ability of participants to the HOTS-based assessment instrument was 63%. Prior to training, the average knowledge of HOTS-based assessment instruments was only 47%. The results of this training showed that there was an increase in understanding the HOTS-based assessment instrument by 16%. The ability to compose a HOTS-based multiple choice instrument is demonstrated by completing the given task well. Abstrak Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran melalui penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS. Komptensi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS memberikan dampak terhadap siswanya agar dapat memiliki kemampuan 6C (communication, creative, critical thinking, collaboration, compassion, dan computational) yang diperlukan dalam era abad 21. Metode yang digunakan dalam PkM adalah pelatihan menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Pembukaan PkM dilakukan oleh Asda Kabupaten Cianjur dan sambutan oleh direktur Pascasarjana UNJ pada hari Senin, 25 Juli 2022 di Kantor Desa Bobojong. Pelaksanaan pelatihan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS pada Hari Selasa, 26 Juli 2022, di SMP Negeri 1 Mande, dimulai pukul 08.00-15.00 WIB dilanjutkan diskusi, mengerjakan tugas di google classroom. Materi pelatihan terdiri dari perencanaan pembelajaran dan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS. Pelatihan ini diikuti oleh guru SMP, SMA, maupun SMK di lingkungan Kec. Mande. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan peserta terhadap instrumen penilaian berbasis HOTS sebesar 63%. Sebelum pelatihan rata-rata memiliki pengetahuan tentang instrumen penilaian berbasis HOTS hanya sebesar 47%. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam memahami instrumen penilaian berbasis HOTS sebesar 16%. Kemampuan menyusun instrumen pilihan ganda (PG) berbasis HOTS ditunjukkan dengam menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PAKAN TERNAK ALTERNATIF MENGGUNAKAN MESIN PENCACAH RUMPUT MULTIFUNGSI DENGAN PROSES AMONIASE PADA KELOMPOK TERNAK MAKMUR DESA KEBONDALEM, JOMBANG Fatkhurrohman; Mohammad Mufti; Mohamad Rifan Fathurahman
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.7

Abstract

The quantity of animal feed in Kebondalem Village in the form of green grass during the rainy season is very abundant, but during the dry season is very low. On the other hand, during the dry season, agricultural wastes such as rice straw, corncobs, and soybean trees are very abundant but have not been fully utilized by kelompok ternak Makmur as animal feed. Utilization of agricultural waste can be increased by making alternative animal feed from agricultural waste as an effort to fulfill the quantity of animal feed. The ammoniase method was chosen for make of alternative animal feeds because it is cost-effective and easy to do. Animal feed that have needed for kelompok ternak Makmur reaches 600 kg/day so that in the process of counting agricultural waste before making ammonia, it is done using a multifunctional grass chopper. The machine used has a capacity of 500 kg/h. Based on the calculations, it was found that to fulfill animal feed during the dry season (6 months) it required 108,000 kg of feed, using a multifunctional grass chopper it took 27 days to meet the needs of animal feed for 6 months with an estimated machine usage of 8 hours/day. Extension activities on the operation of the machine and the making of alternative animal feed using the ammoniase method have been carried out. From the calculations and the kelompok ternak Makmur readiness to receive the extension material provided, it is very likely that the problem related to the low quantity of animal feed in the dry season has been resolved. Abstrak Kuantitas pakan ternak di Desa Kebondalem berupa rumput hijau saat musim hujan sangat melimpah, namun saat musim kemarau kuantitasnya sangat sedikit. Disisi lain, saat musim kemarau limbah pertanian seperti jerami padi, bonggol jagung dan pohon kedelai kuantitasnya sangat melimpah tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh kelompok ternak Makmur sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah pertanian dapat ditingkatkan kembali dengan membuat pakan ternak alternatif dari limbah pertanian sebagai upaya pemenuhan kuantitas pakan ternak. Metode amoniase dipilih untuk pembuatan pakan ternak alternatif karena hemat biaya dan mudah dilakukan. Kebutuhan pakan ternak kelompok ternak Makmur mencapai 600 kg/hari sehingga dalam proses pencacahan limbah pertanian sebelum pembuatan amoniase dilakukan menggunakan mesin pencacah rumput multifungsi. Mesin yang digunakan mempunyai kapasitas 500 kg/jam. Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa untuk memenuhi pakan ternak selama musim kemarau (6 bulan) dibutuhkan pakan sebanyak 108.000 kg, dengan menggunakan mesin pencacah rumput multifungsi dibutuhkan waktu 27 hari untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak selama 6 bulan dengan estimasi penggunaan mesin yaitu 8 jam/hari. Kegiatan penyuluhan pengoperasian mesin dan pembuatan pakan ternak alternatif metode amoniase telah dilakukan. Dari perhitungan yang dilakukan dan kesiapan kelompok ternak dalam menerima materi penyuluhan yang diberikan, sangat besar kemungkinan masalah terkait kuantitas pakan ternak yang sedikit di musim kemarau sudah terselesaikan.
PENGEMBANGAN KAPASITAS PRODUKSI MERCHANDISE DESA WISATA EDUKASI RAWAGEDE BERBASIS PEMBELAJARAN HYFLEX Sri Koeswantono Wongsonadi; Karta Sasmita; Hikmah; Puji Hadiyanti; Nararia Hutama
Bahasa Indonesia Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.19k.8

Abstract

This project is the service roadmap application that has been prepared according to the condition of the laboratory village of the Community Education, Faculty of Education. This project was planned to be implemented for 3 years. The first year of the project was focused on the lesson materials for developing the production capacity of “Rawagede” Educational Tourism Village Merchandise through HyFlex Learning. The second year was focused on building a sustainable group business, that focused on business partnership networks. The third year was focused on the impact after implemented,and concern of sustainable Merchandise business assistance. This service project is motivated by the local potential of Sirna Jaya village, and might become a resource to develop human and social capital for its local community. Tourism products are the part of Sapta Pesona application that relate to memories and it applicated through souvenirs. the souvenir would be able become tangible memories for the tourists. HyFlex's provides a flexibility for blended learning, this learning method provides an opportunity for learners to choose whether to attend online, offline or both. The outcomes of the project are the exposure of article in national journal, videos on Youtube channels and booklets that able to be copyrighted. Abstrak Pengabdian ini merupakan bentuk penerapan dari roadmap pengabdian yang telah disusun berdasarkan keadaan desa binaan yang dilakukan oleh prodi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan. Roadmap kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 3 tahun. Tahun pertama melakukan kegiatan pengabdian dengan materi Pengembangan Kapasitas Produksi Merchandise Desa Wisata Edukasi “Rawagede” berbasis Pembelajaran HyFlex. Tahun kedua membangun usaha kelompok yang berkelanjutan, materi kegiatan pengabdian berfokus pada jejaring kemitraan usaha. Tahun ketiga berfokus untuk melihat dampak setelah adanya Pengembangan Kapasitas Produksi Merchandise Desa Wisata Edukasi “Rawagede” berbasis Pembelajaran HyFlex, materi yang diberikan adalah pendampingan usaha Merchandise berkelanjutan. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa wisata Sirna Jaya sebagai aset mengembangkan human capital dan social capital masyarakat. Melalui desa wisata, banyak masyarakat terlibat dalam bersinergis mengembangkan desa wisata. Produk wisata merupakan bagian dari penerapan sapta pesona yang berwujud kenangan, kenangan tersebut diwujudkan dalam bentuk cinderamata. Harapannya cinderamata mampu menjadi kenangan yang berwujud bagi wisatawan yang berkunjung. Kegiatan pembelajaran HyFlex sendiri memberikan level flexibilitas baru untuk blended learning, metode pembelajaran ini memberikan kesempatan bagi warga belajar untuk memilih apakah akan menghadiri pembelajaran secara daring, luring atau keduanya. Luaran pengabdian berbentuk publikasi artikel pada jurnal nasional, video kegiatan pada kanal Youtube dan booklet kegiatan yang dapat di hak patenkan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue