cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 317 Documents
Pelatihan Produksi Biomaterial Berbasis Serat Komposit Gulma Invasif sebagai Bahan Baku Produk Aplikatif Berkelanjutan Ika Fitriana Dyah Ratnasari; Firdaus Husein; Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Lailatun Nisfimawardah; Ilham Febriansyah
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232/06

Abstract

Invasive weeds are generally regarded as nuisance plants that reduce land productivity and remain underutilized. However, they contain lignocellulosic fibers with the potential to be processed into environmentally friendly biomaterials with higher economic value. This community service program aimed to enhance community knowledge and skills in producing composite fiber-based biomaterials from invasive weeds and developing them into sustainable applied products, such as reusable pens, keychains, bookmarks, coasters, ashtrays, and binder. The implementation methods included socialization and training on biomaterial production, training on the manufacture of sustainable applied products, and monitoring and evaluation through pre-tests and post-tests. Biomaterials were produced by processing invasive weeds into dry pulp through a delignification process using a 10% NaOH solution with the WAW-25 Pulp Machine, followed by mixing with resin as a binder, molding using silicone molds, and incorporating pressed flowers to enhance the aesthetic value of the products. The results showed that participants were able to produce biomaterials and various environmentally friendly applied products. The average participant score increased from 54.5 in the pre-test to 87.7 in the post-test, representing an improvement of 60.92%. These findings indicate that the learning by doing approach effectively improved participants' capacity to utilize invasive weeds as value-added biomaterials, thereby supporting the development of sustainable creative products based on local resources.   Abstrak Gulma invasif umumnya dianggap sebagai tanaman pengganggu yang menurunkan produktivitas lahan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, gulma invasif memiliki kandungan serat lignoselulosa yang berpotensi diolah menjadi biomaterial ramah lingkungan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi biomaterial berbasis serat komposit gulma invasif serta mengembangkannya menjadi produk aplikatif berkelanjutan, seperti reusable pen, gantungan kunci, pembatas buku, tatakan gelas, asbak, dan binder. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan produksi biomaterial, pelatihan pembuatan produk aplikatif, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Biomaterial diproduksi melalui proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 10% dengan WAW-25 Pulp Machine, dilanjutkan dengan pembuatan dry pulp, pencampuran resin sebagai bahan pengikat, pencetakan menggunakan silicone mold, serta penambahan pressed flower untuk meningkatkan nilai estetika produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi biomaterial dan menghasilkan berbagai produk aplikatif ramah lingkungan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 54,5 pada pre-test menjadi 87,7 pada post-test atau sebesar 60,92%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dengan memanfaatkan gulma invasif menjadi biomaterial bernilai tambah yang mendukung pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya lokal.
Penguatan Pola Pikir Kewirausahaan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Digital bagi Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan Irwanto Irwanto; Ucu Cahyana; Edith Allanas; Anto Purwanto; Muhammad Ramdhan
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.03

Abstract

This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial mindset of Indonesian Migrant Workers (IMWs) through digital entrepreneurship training. The program involved 26 IMWs employed in the manufacturing sector and residing in South Korea. Data were collected using the Entrepreneurial Mindset Questionnaire, which consists of five dimensions: innovativeness, need for achievement, risk-taking, autonomy, and proactiveness. The training was conducted face-to-face at the Embassy of the Republic of Indonesia (KBRI) in Seoul using interactive lectures, group discussions, case studies, and working groups. The results showed that participants demonstrated a positive entrepreneurial mindset, with an overall mean score of 3.26 (SD = 0.35) on a four-point scale. The mean scores for each dimension also reflected a favorable entrepreneurial mindset: innovation (M = 3.35), need for achievement (M = 3.29), risk-taking (M = 3.22), autonomy (M = 3.05), and proactiveness (M = 3.27). These findings indicate that participants exhibited a generally positive entrepreneurial mindset after attending the training, particularly in the dimensions of innovation and need for achievement. The training may support IMWs in exploring digital business opportunities and preparing for entrepreneurial activities upon their return to Indonesia.   Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pola pikir kewirausahaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelatihan kewirausahaan digital. Program ini melibatkan 26 PMI yang bekerja di sektor manufaktur dan berdomisili di Korea Selatan. Data dikumpulkan menggunakan Entrepreneurial Mindset Questionnaire yang terdiri atas lima dimensi, yaitu inovasi, kebutuhan akan pencapaian, keberanian mengambil risiko, kemandirian, dan proaktif. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan kerja kelompok. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki pola pikir kewirausahaan yang positif, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 3,26 (SD = 0,35) pada skala empat poin. Skor rata-rata pada setiap dimensi juga menunjukkan pola pikir kewirausahaan yang positif, yaitu inovasi (M = 3,35), kebutuhan akan pencapaian (M = 3,29), keberanian mengambil risiko (M = 3,22), kemandirian (M = 3,05), dan sikap proaktif (M = 3,27). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta memiliki pola pikir kewirausahaan yang secara umum positif setelah mengikuti pelatihan, terutama pada dimensi inovasi dan kebutuhan akan pencapaian. Pelatihan ini berpotensi mendukung PMI dalam mengeksplorasi peluang bisnis digital dan mempersiapkan diri untuk menjalankan kegiatan kewirausahaan setelah kembali ke Indonesia.
Building a Mental Health Supportive Campus Through Psychoeducation: Collaboration Between UNJ and PCU India Iriani Indri Hapsasi; Dewinta Ariani; Kahfi Hizbullah; Irma Rosalinda; Nanda Putri Adhiningtyas; Ruchu Kuthiala; Santosh S. Sonavane; Saurabh Chavan; Darriel Rasya; Azka Karimah
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.05

Abstract

Student mental health has become an important issue in higher education, as academic and non-academic demands can affect students' psychological well-being, learning processes, and academic performance. Limited mental health literacy highlights the need for promotive and preventive interventions. This community engagement program aimed to improve students' knowledge and awareness of mental health through a Mental Health Psychoeducation program integrating Mental Health Literacy (MHL), Psychological First Aid (PFA), and Mental Health First Aid (MHFA). The program was conducted on 5 August 2026 at Pimpri Chinchwad University (PCU), Pune, India, involving 142 undergraduate students from various academic disciplines. Program effectiveness was evaluated using a single-group pre-test–post-test design. The results showed that the mean knowledge score increased from 9.54 to 10.22 (out of a maximum score of 15), indicating an improvement in participants' understanding of the topics presented. Knowledge gains were observed across all three measured domains, with the greatest improvement in Psychological First Aid (PFA). These findings suggest that Mental Health Psychoeducation has the potential to serve as an effective promotive strategy for enhancing university students' knowledge and awareness of mental health. However, the findings should be interpreted in light of the limitations of a single-group pre-test–post-test design without a comparison group and an evaluation that assessed only short-term changes in knowledge.
Peningkatan Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Melalui Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Brury Husaini; Rosa Galica Gita Gressia; Muhammad Yassir
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.08

Abstract

Hospital preparedness for disasters depends not only on infrastructure and emergency systems but also on the capacity of human resources to respond effectively during emergencies. Limited knowledge and skills in disaster management may affect the readiness of hospital personnel to provide safe and coordinated services during disasters. This community service activity aimed to strengthen the knowledge and preparedness of hospital human resources in disaster management through structured training. The activity involved 30 hospital personnel and was conducted using lectures, discussions, case studies, and disaster response simulations. Participants completed the same knowledge assessment before and after the training. The results showed an increase in the mean knowledge score from 61.77 before the training to 76.91 after the training, representing an improvement of 15.14 points (24.5%). These findings indicate an improvement in participants’ disaster management knowledge, while simulation observations showed an average performance achievement of 78.3%, indicating areas that still require strengthening. Continuous training and simulation are recommended to strengthen hospital human resource capacity and support sustainable disaster preparedness and hospital resilience.   Abstrak Kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan sistem tanggap darurat, tetapi juga pada kapasitas sumber daya manusia dalam merespons situasi darurat secara efektif. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen bencana dapat memengaruhi kesiapan personel rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman dan terkoordinasi selama terjadi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan personel rumah sakit dalam manajemen bencana melalui pelatihan terstruktur. Kegiatan ini melibatkan 30 personel rumah sakit dan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, studi kasus, serta simulasi respons bencana. Peserta mengikuti asesmen pengetahuan yang sama sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 61,77 sebelum pelatihan menjadi 76,91 setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 15,14 poin (24,5%). Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manajemen bencana. Hasil observasi simulasi juga menunjukkan rata-rata capaian kinerja sebesar 78,3%, yang mengindikasikan masih adanya aspek-aspek yang perlu diperkuat. Pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan direkomendasikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia rumah sakit serta mendukung kesiapsiagaan bencana dan ketangguhan rumah sakit secara berkelanjutan.
Retraction Notice
Bahasa Indonesia Vol 23 No 01 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.res231.01

Abstract

Following an editorial investigation, it was determined that this article substantially overlaps with a previously published conference proceeding. As the conference proceeding had been published prior to the submission of this article, the publication constitutes redundant (duplicate) publication and is considered a breach of the journal's publication ethics and editorial policies. The corresponding author has been informed of this decision. This retraction has been made in accordance with the journal's publication ethics policy and the recommendations of the Committee on Publication Ethics (COPE). The online version of this article remains available as part of the permanent scholarly record but has been clearly marked as "Retracted." Please refer to the Retraction Notice (DOI: https://doi.org/10.21009/sarwahita.res231.01) for further information.
Pendampingan Teknologi Musik melalui Implementasi Playback Berbasis Stems di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock BSD City Jack Simanjuntak; Rocky Irvano Nanlohy; Fanuel Graciello Sidharta; Carlos Gilberto Jayadinata1; Matthew Evan Ryan; Nayaka Farrell Adinata
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.10

Abstract

Limited and unstable musician availability presents a recurring challenge to the music ministry at GBI Rock BSD City because the church previously lacked a flexible and reusable playback system. Stems-based playback is a music playback system that separates instrumental elements into audio groups that can be activated or deactivated according to the available musician lineup. This community service program aimed to provide music technology assistance through the implementation of stems-based playback at GBI Rock BSD City when the musician lineup was incomplete. The program comprised partner-needs identification, repertoire curation, stem production, Ableton Live template development, technical assistance for one initial operator, trials in three worship services, and descriptive qualitative evaluation based on team observations and partner feedback. The program produced a bank of 16 worship songs in stem format, a playback template, and initial use during worship services. The trials indicated that the system could provide flexible instrumental support, although its use was not yet fully stable in live musical practice. The main challenge concerned performer synchronization because adequate click tracks, count-ins, vocal cues, and monitoring were not yet available. Further development should focus on improving audio guidance, establishing operating procedures, conducting joint rehearsals, and preparing an additional operator.   Abstrak Keterbatasan dan ketidakstabilan formasi pemusik menjadi salah satu kendala dalam pelayanan musik di GBI Rock BSD City karena belum tersedia sistem playback yang fleksibel dan dapat digunakan kembali. Playback berbasis stems merupakan sistem pemutaran musik yang memisahkan unsur instrumental ke dalam beberapa kelompok audio sehingga dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai dengan formasi pemusik yang tersedia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melaksanakan pendampingan teknologi musik melalui implementasi playback berbasis stems di GBI Rock BSD City ketika formasi pemusik tidak lengkap. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, kurasi repertoar, produksi stems, penyusunan template Ableton Live, pendampingan teknis kepada satu operator awal, uji coba dalam tiga ibadah, serta evaluasi deskriptif-kualitatif berdasarkan pengamatan tim dan umpan balik mitra. Kegiatan menghasilkan bank data 16 lagu ibadah dalam format stems, template playback, dan pengalaman penggunaan awal dalam ibadah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan dukungan instrumental secara fleksibel, tetapi penggunaannya belum sepenuhnya stabil dalam praktik musikal. Kendala utama berkaitan dengan sinkronisasi pemusik karena belum tersedianya click track, count-in, cue vokal, dan sistem monitoring yang memadai. Pengembangan lanjutan perlu diarahkan pada penyempurnaan panduan audio, penyusunan prosedur operasional, latihan bersama, dan penyiapan operator tambahan.
Penguatan Kepribadian Sosial Adaptif Pekerja Migran Indonesia Melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Appreciative Inquiry Yasnita Yasnita; Suci Rakhmawati; Iwan Sugihartono; Samsi Setiadi; Nurul Rohmah
Bahasa Indonesia Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.232.09

Abstract

Indonesian migrant workers in Hong Kong live and work in a cross-cultural environment that requires the capacity to adapt while maintaining respect for their identity and dignity. This community engagement program aimed to develop socially adaptive capacities among Indonesian migrant workers through Civic Education using an Appreciative Inquiry approach. The program was conducted on 12 July 2026 at the Consulate General of the Republic of Indonesia in Hong Kong, involving 55 participants, through participatory learning, group discussions, experience sharing, case studies, and reflection following the Discover, Dream, Design, and Destiny stages. Evaluation was conducted qualitatively through interviews and participants’ reflective responses, with in-depth interviews involving seven of the 55 participants, all women aged 29–40 with a senior-high-school education, working as domestic helpers and elderly caregivers. Three main themes emerged: migration experiences served as a source of peer learning; the 4M framework—Mengamati (Observing), Memahami (Understanding), Menyesuaikan (Adapting), and Menjaga Martabat (Maintaining Dignity)—was perceived as new knowledge for understanding cultural adaptation; and participants expressed a need for continued spaces for learning and experience sharing. These findings suggest that migrant worker empowerment can be strengthened by bringing academic knowledge into dialogue with knowledge derived from migration experience, positioning migrant workers not merely as recipients of knowledge but as holders of experience that can contribute to collective learning.   Abstrak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menjalani kehidupan kerja dan sosial dalam lingkungan lintas budaya yang menuntut kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan penghargaan terhadap identitas diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan kepribadian sosial adaptif PMI melalui Pendidikan Kewarganegaraan dengan pendekatan Appreciative Inquiry. Kegiatan yang diikuti oleh 55 orang PMI ini dilaksanakan pada 12 Juli 2026 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong melalui pembelajaran partisipatif, diskusi, berbagi pengalaman, studi kasus, dan refleksi dengan tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan respons reflektif peserta, dengan wawancara mendalam melibatkan 7 dari 55 peserta, seluruhnya perempuan berusia 29–40 tahun, berpendidikan SMA, dan bekerja sebagai asisten rumah tangga serta perawat lansia. Hasil kegiatan memperlihatkan tiga tema utama: pengalaman migrasi menjadi sumber belajar antarpeserta; kerangka 4M:Mengamati, Memahami, Menyesuaikan, dan Menjaga Martabat, dipersepsikan sebagai pengetahuan baru dalam memahami adaptasi budaya; serta munculnya kebutuhan terhadap ruang belajar dan pertukaran pengalaman yang berkelanjutan.Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan PMI dapat dikembangkan dengan mempertemukan pengetahuan akademik dan pengetahuan yang lahir dari pengalaman migrasi. Appreciative Inquiry memberikan ruang untuk mengenali kapasitas peserta, sedangkan 4M membantu merefleksikan adaptasi sebagai proses memahami perbedaan, melakukan penyesuaian secara sadar, dan tetap menjaga martabat. Pengabdian ini menegaskan pentingnya menempatkan PMI bukan semata sebagai penerima pengetahuan, tetapi sebagai pemilik pengalaman yang dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 02 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23 No 01 (2026): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue