cover
Contact Name
EVI YESIFINA DUMARISTA
Contact Email
napitupulu.fina70@gmail.com
Phone
+6285797777585
Journal Mail Official
jurnalliterasi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Jl. R.E. Martadinata No.150 Ciamis Jawa Barat email: jurnalliterasi@gmail.com
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Published by Universitas Galuh
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles 252 Documents
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE Riki Kristiyanto; Tanti Agustiani; Fauziah Suparman
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.111 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis sosiologi sastra dalam unsur sastra sebagai cermin zaman dan fungsi sosial sastra. Objek dalam penelitian ini yaitu karya sastra berupa novel yang berjudul Janji karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian yaitu deskriptif analisis. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri untuk mengumpulkan data dengan bantuan pendukung berupa tabel data untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis. Dari hasil analisis peneliti ditemukan dua aspek yang menggambarkan sastra sebagai cerminan zaman yaitu Peristiwa kerusuhan Mei 1998, kasus narapidana korupsi. Serta aspek fungsi sosial sastra berupa lima kritik sosial yaitu etika bertetangga, perilaku nepotisme, kasus suap, remisi tahanan korupsi dan pencemaran lingkungan akibat adanya penambangan.This study aims to describe the sociological analysis of literature in literary elements as a mirror of the times and the social function of literature. The object of this research is a work in the form of a literary novel entitled Janji. The method used in this study is a qualitative method with a research design that is descriptive analysis. The research instrument used in this study was the researcher himself to collect data with the help of supporters in the form of data tables to facilitate researchers in analyzing. From the results of the analysis, the researchers found two aspects that describe literature as a reflection of the time that the victims in May 1998, the corruption case. As well as aspects of the social function of literature in the form of five social criticisms, namely neighborly ethics, nepotism, bribery cases, corruption remissions and environmental pollution due to mining. 
FORMASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI PADA NOVEL “ENTROK” KARYA OKKY MADASARI: ANALISIS HEGEMONI GRAMSCIAN Radevi Oktaviani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.767 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7290

Abstract

This article aims to examine the ideological formations in the novel "Entrok" by Okky Madasari. Data analysis used descriptive analysis method, namely describing the facts followed by analyzing them with a sociological approach to Gramsci's theory of hegemony. The ideologies that are analyzed to find the dominant ideology through the existing ideological formations. The data analysis technique uses content analysis techniques in the form of literary texts. The results of this study indicate that there are five dominant ideologies in this novel, namely 1.) conservatism, 2.) theism, 3.) pantheism, 4.) militarism, and 5.) bapakism. The five ideologies have correlation, subordination, and contradiction. Hegemony can be achieved through negotiations that occur in dialogue between characters. The novel "Entrok" has the ideology of conservatism as the most dominating ideology. Keywords: ideological formation, hegemony, negotiation, Gramscian
ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI MORAL PADA NOVEL BERHENTI DI KAMU KARYA GIA PRATAMA Nofri Agnesita Sitanggang
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.555 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kajian struktural dalam novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama (2) nilai moral dalam novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan struktural dan deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat pada novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama yang diterbitkan oleh PT. Mizan Pustaka terdiri dari 284 halaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik Pustaka serta teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini berupa (1) Unsur-unsur struktur pembangun novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama, dan (2) Nilai moral yang terdapat dalam novel Berhenti di Kamu karya Gia Pratama.Kata Kunci: analisis, struktural, nilai moral, novel.
PENTINGNYA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DISEKOLAH DI ERA SOCIETY 5.0 Marini Razanah; Nani Solihati
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.988 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7681

Abstract

Era Society 5.0 mulanya di pelopori oleh Pemerintah Jepang, dan di rancang dalam Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 oleh Dewan Sains, Teknologi dan Inovasi lalu disetujui oleh keputusan Kabinet pada Januari 2016. Society 5.0 adalah konsep dan strategi yang tujuannya sama dengan SDGs. Untuk mempersiapkan revolusi industri 5.0, pendidikan diperlukan untuk mengembangkan generasi yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Salah satunya melalui kemampuan menulis puisi. Puisi mempromosikan literasi, membangun komunitas, dan menstimulasi aspek perkembangan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan pentingnya pembelajaran menulis puisi disekolah pada era Society 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh berasal dari penelitian sebelumnya atau penelitian relevan sebagai data sekunder. Hasil penelitian secara keseluruhan membuktikan bahwa pembelajaran menulis puisi disekolah dinilai sangat penting dikarenakan dapat menumbuhkan kesadaran Bahasa, berpikir kritis, meningkatkan kreativitas dan antusiasme serta membangun komunitas.’
KONSTRUKSI NILAI-NILAI SYUKUR DALAM LIRIK LAGU (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA LIRIK LAGU “CUKUP LEBIH BAIK”) Hera Wahdah Humaira; Asep Firdaus; Fauziah Suparman
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.768 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7346

Abstract

 AbstrakLirik lagu merupakan puisi indah yang dinyanyikan. Para pendengar cenderung menikmati lagu karena indah dan asyik didengar padahal banyak lagu karya ade govinda memberikan makna yang positif. Sehingga penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atau pendengar tentang lagu Ade Govinda salah satunya lagu “Cukup Lebih Baik”untuk memahami makna tersirat dan tersurat dalam karya karya beliau. Tujuan penelitian ini yaitu yang pertama untuk menganalisis unsur fisik dalam lirik lagu “cukup lebih baik”yang kedua untuk menganalisis unsur batin pada lirik lagu “cukup lebih baik” dan yang terakhir untuk mengetahui nilai-nilai syukur yang terdapat pada lirik lagu “cukup lebih baik” metode penelitian yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder sementara teknik analisis data dengan cara analisis semiotika Ferdinand de Sausuure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur fisik yang terdiri dari diksi dalam lagu ini adalah denotatif dan konotatif, citraan/imaji dalam lirik lagu ini yang paling dominan adalah imaji perasaan, majasnya yaitu paralelisme dan personifikasi, kata konkret dalam lirik ini yaitu lebih baik cukup, tipografi yang digunakan huruf besar kecil dan tanda baca lengkap.  Sementara rima yang dipakai penyair dalam puisi ini merupakan rima bebas karena suku kata yang ditetapkan penyair adalah bebas. Pada unsur batin meliputi tema dalam lirik lagu ini yaitu rasa syukur kemudian nada sendu dan syahdu Rasa yang tergambar dalam lirik lagu tersebut mengungkapkan rasa bahagia pada diri penulis kemudian amanatnya adalah rasa cukup dengan apa yang dimiliki melahirkan kesyukuran. Pada unsur nilai syukur yaitu penulis merekonstruksi hubungan tanda dan penanda adalah pada setiap larik cukup yang mengandung nilai syukur.Kata kunci : Konstruksi, Lirik lagu, Nilai syukur, Semiotika    CONSTRUCTION OF GRATITUDE VALUES IN SONG LYRICS (FERDINAND DE SAUSSURE SEMIOTICS ANALYSIS OF “BETTER ENOUGH” SONG LYRICS) Abstract Song lyrics are beautiful poems that are sung. Listeners tend to enjoy songs because they are beautiful and fun to listen to, even though many songs by ade govinda have a positive meaning. So that this research is motivated by the desire to provide an understanding to the public or listeners about Ade Govinda's songs, one of which is the song "Enough is Better" to understand the implied and explicit meanings in his works. The purpose of this study is that the first is to analyze the physical elements in the lyrics of the song "pretty better", the second is to analyze the inner element in the lyrics of the song "pretty better" and the last is to find out the values of gratitude contained in the lyrics of the song "pretty better." "The research method used is a qualitative descriptive technique with primary and secondary data collection techniques, while the data analysis technique is using Ferdinand de Sausuure's semiotic analysis. The results show that the physical elements consisting of diction in this song are denotative and connotative, the imagery in the lyrics of this song is the most dominant image of feeling, the figure of speech is parallelism and personification, the concrete words in this lyrics are better enough, typography is capital letters and full punctuation are used. Meanwhile, the rhyme used by the poet in this poem is free rhyme because the syllables set by the poet are free. The inner element includes the theme in the lyrics of this song, namely gratitude, then the tone is sad and solemn. The feeling depicted in the lyrics of the song expresses a sense of happiness in the author, then the message is a sense of being content with what one has, giving birth to gratitude. On the element of gratitude value, the writer reconstructs the relationship between the sign and the marker, that each array contains enough gratitude value.Keywords : Construction, Song Lyrics, Gratitude Value, Semiotics
Perjuangan Tokoh Utama dalam Novel Belenggu Karya Armijn Pane: Kajian Feminisme Liberal Selvia Parwati Putri
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.697 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7898

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perjuangan tokoh utama perempuan (Tini) dalam novel Belenggu karya Armijn Pane dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan sebagai perempuan dalam carut marut dominasi laki-laki. Novel Belenggu menceritakan seorang tokoh perempuan bernama Tini yang merasa mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan kesetaraan perempuan di tengah ketidakadilan yang ia rasakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang meliputi tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengungkap persoalan perempuan yang ada dalam novel, penulis menggunakan metode kritik sastra feminis dan pendekatan feminisme. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) mendeskripsikan ketidakadilan gender dalam novel Belenggu karya Armijn Pane dan 2) mendeskripsikan perjuangan tokoh utama dalam novel Belenggu karya Armijn Pane melalui pemikiran feminisme liberal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan gender yang terjadi pada tokoh utama karena telah tersubordinasi dari budaya patriarki dalam lingkup kesehariannya. Perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal adalah kebebasan. Kebebasan yang dimiliki tokoh utama untuk menentukan pilihan sendiri yakni bercerai dengan suaminya karena perselingkuhan, tidak bergantung pada suami, dan berani menyampaikan pendapatnya.
Nilai Moral dalam Naskah Drama "Sang Mandor" Karya Rahman Arge Widi Sukmawati Trisnatul Rohma; Hidayah Budi Qur'ani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.044 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7149

Abstract

Nilai moral dalam cerpen merupakan sejumlah pesan yang disiratkan pengarang dalam  karya sastranya agar diresapi dan diteladani oleh pembaca. Pengarang memanfaatkan berbagai karya sastra sebagai media penanaman nilai moral pada pembacanya. Karya sastra berupa naskah drama “Sang Mandor” karya Rahman Arge ini sarat akan berbagai nilai moral di dalamnya dengan menceritakan kisah pilu sebuah keluarga yang angkuh dan gila harta. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk nilai moral yang terkandung dalam naskah drama “Sang Mandor” karya Rahman Arge. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dalam karya sastra. Hasil penelitian ditemukan adanya bentuk-bentuk nilai moral yang baik dan buruk dalam naskah drama “Sang Mandor” yang dibagi ke dalam tiga kriteria berikut, 1) Perwujudan nilai-nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, meliputi a) sifat angkuh (2) Perwujudan nilai-nilai moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, meliputi a) peduli terhadap suami, b) sabar, c) tidak menghargai istri, d) tidak setia terhadap istri, e) tidak menjaga amanah orang tua, dan f) perkelahian, (3) Perwujudan nilai-nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan terlihat dari a) bentuk perilaku menyadari adanya Tuhan.
KAJIAN HUMANISME ABRAHAM MASLOW PADA NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU (ABRAHAM MASLOW'S STUDY OF HUMANISM IN NAYLA NOVEL By DJENAR MAESA AYU) Anista Emilia Widayanti
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.318 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7963

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan kebutuhan tokoh menurut teori humanisme Abraham Maslow pada novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang memaparkan data melalui kalimat, frasa, dan klausa. Data dalam metode kualitatif berupa kata maupun kumpulan kata, bukan angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel yang berjudul Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) klasifikasikan data; (2) analisis data; (3) interpretasi data; (4) menyimpulkan; dan (5) membuat laporan penelitian. Pendeketan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori humanisme yang terdapat dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu ditemukan 41 data yaitu terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebetuhan akan rasa aman, kebetuhan akan rasa memiliki dan cinta, kebutuhan akan penghargaan, dan kebetuhan aktualisasi diri.
PENERAPAN ASESMEN AUTENTIK TEKS PUISI KELAS VIII SMPN KECAMATAN ALAM BARAJO KOTA JAMBI TA 2021/2022 Melysa Sapriani Putri; Andiopenta Purba; Rasdawita Rasdawita
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.426 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.7288

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) penerapan asesmen autentik pada pembelajaran teks puisi kelas VIII SMP Negeri Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi; dan 2) hambatan yang ditemui guru mata pelajaran bahasa Indonesia dalam menerapkan asesmen autentik pada pembelajaran teks puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini diperoleh dari guru bahasa Indonesia berupa wawancara, RPP, dan bentuk penilaian. Sumber data penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan terkait asesmen autentik bahwa guru telah melaksanakan tiga proses dalam penilaian; yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan tiga aspek, meliputi; aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada teks puisi. Penilaian pada aspek sikap menggunakan bentuk observasi (jurnal), tes tertulis dan penugasan untuk menilai aspek pengetahuan, produk berupa karya siswa dan kinerja/praktik untuk menilai aspek keterampilan. Hambatan yang ditemui dalam penerapan asesmen autentik ialah pemahaman guru yang masih kurang tentang penilaian autentik, tidak terlaksananya secara utuh pada penilaian aspek sikap, dukungan orang tua yang kurang, dan keterbatasan waktu dalam penerapan penilaian autentik khususnya pada aspek keterampilan.
KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) SISWA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DI TASIKMALAYA Agi Ahmad Ginanjar; Aveny Septi Astriani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2022): JURNAL LITERASI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.175 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i2.8698

Abstract

Kecepatan Efektif Membaca (KEM) merupakan kemampuan membaca  yang memadukan antara kecepatan membaca seseorang dengan pemahaman terhadap isi bacaan. Kecepatan Efektif Membaca ini sangat perlu dilatih dan dimiliki apalagi oleh seorang pelajar sebagai akademisi yang setiap harinya diharuskan membaca berbagai informasi baru dibidang yang sedang ditekuninya. Apalagi di era abad 21 ini pelajar diarahkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kretaif, kolaborasi, dan kemampuan komunikasi yang baik itu didasari salah satunya oleh kemampuan membaca. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kecepatan efektif membaca siswa SMA sederajat atau siswa tingkat sekolah menengah atas di Tasikmalaya, baik wilayah kota maupuan kabupaten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Data tersebut diolah dengan menggunakan statistik deskriptif kemudian disimpulkan. Sumber data penelitian ini adalah 700 siswa yang tersebar di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang terdiri atas tiga kelompok siswa yaitu kelompok SMA, Kelompok SMK, dan Kelompok MA yang diambil dari berbagai wilayah di Kota dan Kab Tasikmalaya. Dari hasil olah data diketahui bahwa kemampuan efektif membaca siswa di Tasikmalaya 1% berada pada level Tinggi Sekali, 3% berada pada level Tinggi, 23% berada pada level Sedang, 65% berada pada level Rendah, dan 8% berada pada level Sangat Rendah.