cover
Contact Name
EVI YESIFINA DUMARISTA
Contact Email
napitupulu.fina70@gmail.com
Phone
+6285797777585
Journal Mail Official
jurnalliterasi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Jl. R.E. Martadinata No.150 Ciamis Jawa Barat email: jurnalliterasi@gmail.com
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Published by Universitas Galuh
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles 270 Documents
Analisis Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Anak Turusienngi Pappasenna To Matoanna terhadap Relevansinya bagi Anak Masa Kini Rahim, Ilma; Adri, Adriansyah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.18810

Abstract

Cerita rakyat dapat menjadi solusi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten (content analysis) untuk mengkaji nilai moral dalam cerita rakyat Bugis Anak Turusienngi Pappasenna To Matoanna.Nilai-nilai moral berperan sebagai pedoman penting bagi individu dalam menentukan sikap serta membangun interaksi sosial yang harmonis di tengah masyarakat. tahapan sistematis, dimulai dengan identifikasi serta mengolah data yang relevan. Langkah selanjutnya adalah melakukan observasi dan membaca secara cermat objek kajian, Setelah proses observasi dan pengumpulan data selesai, peneliti kemudian menganalisis data berdasarkan aspek yang menjadi fokus kajian, yakni nilai moral. Penelitian sebelumnya yaitu dalam(Permana, 2021)mendapatkan sarat dengan ajaran etika dan moral yang masih relevan dengan kehidupan dan (Sani et al., 2024)menemukan nilai moral Tradisional dalam cerita rakyat leluhur untuk menjadi patokan perkembangan kepribadian dengan itu penting rasanya meneliti nilai moral dalam cerita rakyat Bugis terhadap relevansi pembelajarannya pada masa kini.Nilai moral yang terkandung dalam cerita yaitu kepatuhan,Kejujuran,Tanggung jawab,Kerja keras,Bersyukur,Menghormati orang lain,Kebijaksanaan dan kesetiaan.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan menjadi sarana dalam mengubah dan membentuk nilai anak menjadi lebih baik.
ANALISIS MAKNA PUISI “SENJA DI PELABUHAN KECIL” KARYA CHAIRIL ANWAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEMIOTIKA RIFFA TERRE Andini,, Siti; Herdiana, Herdiana
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.21776

Abstract

Puisi adalah bentuk kesusastraan yang paling tua. Dalam sebuah puisi biasanya terkandung makna yang tersirat. Maka untuk memahami makna dari suatu karya sastra berbentuk puisi harus dilakukan melalui sebuah analisis agar penilaian yang dilakukan tidak 100% bersifat subjektif. Analisis karya sastra bisa dilakukan melalui berbagai cara atau pendekatan. Pendekatan yang digunakan dalam analisis puisi "Senja di Pelabuhan Kecil" ini adalah pendekatan Semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna serta mendeskripsikan hasil analisis terhadap puisi tersebut secara semiotik. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan teknik interpretasi dan baca simak.
ANALISIS DIALEK DAN IDIOLEK TOKOH UTAMA FILM "AGAK LAEN" DALAM VARIASI BAHASA DARI SISI PENUTUR: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Andini, Siti; Agustini, Rina
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24094

Abstract

Bahasa merupakan aspek dinamis dalam kehidupan manusia yang senantiasa berkembang seiring perubahan masyarakat, budaya, dan pola interaksi sosial. Sebagai alat komunikasi utama, bahasa tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga merepresentasikan identitas, latar belakang sosial, serta karakter individu penuturnya. Dalam film Agak Laen, yang memikat lebih dari sembilan juta penonton dalam 98 hari penayangan, berbagai bentuk variasi bahasa ditampilkan melalui karakter-karakternya. Variasi tersebut mencakup dialek, yakni ragam bahasa yang berkaitan dengan asal daerah atau kelompok sosial tertentu, serta idiolek, yaitu ciri kebahasaan unik yang dimiliki masing-masing individu. Penggunaan dialek tampak dalam logat, pilihan kosakata, dan intonasi yang merepresentasikan identitas budaya tokoh, sedangkan idiolek tercermin melalui gaya bicara personal, kebiasaan berbahasa, ekspresi khas, dan cara tokoh menyampaikan gagasan. Keberagaman ini menjadikan bahasa sebagai elemen penting dalam membangun keunikan karakter sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh dari dialog dalam film yang memperlihatkan perbedaan dialek dan idiolek antartokoh. Analisis dilakukan terhadap pilihan kata, struktur kalimat, dan ungkapan khas yang mencerminkan dialek atau idiolek tokoh. Studi ini menelaah bagaimana perbedaan latar belakang budaya, status sosial, dan sifat pribadi memengaruhi variasi linguistik, serta bagaimana elemen-elemen linguistik ini berfungsi sebagai alat untuk membangun karakter dan hubungan sosial di antara para karakter.
ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP BERITA KETAHANAN PANGAN INDONESIA DALAM KONTEKS KONFLIK TIMUR TENGAH: PERSPEKTIF NORMAN FAIRCLOUGH Andi Mulyadi, Ujang; Hamdani, Agus
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24046

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara kritis wacana media mengenai ketahanan pangan Indonesia dalam konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian berupa teks berita yang memuat pernyataan Zulkifli Hasan terkait kemandirian pangan nasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, wacana dibangun melalui penggunaan diksi positif, repetisi, dan modalitas tinggi seperti “aman”, “surplus”, dan “tidak bergantung” untuk menciptakan narasi dominan tentang stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Pada level praktik diskursif, media cenderung mereproduksi wacana resmi pemerintah dengan menempatkan negara sebagai aktor utama yang otoritatif, sementara aktor lain seperti pedagang hanya dimarginalkan sebagai pelengkap narasi. Pada level praktik sosial, wacana ini mencerminkan ideologi nasionalisme ekonomi dan stabilitas politik, serta berfungsi sebagai alat legitimasi kebijakan pemerintah di tengah ketidakpastian global.Namun demikian, analisis juga menemukan adanya kontradiksi antara narasi kemandirian pangan dengan realitas ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tertentu seperti gandum dan kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa wacana media tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga konstruktif dan ideologis, yang berperan dalam membentuk persepsi publik serta mempertahankan relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat. Dengan demikian, media menjadi arena strategis dalam produksi dan reproduksi kekuasaan melalui bahasa. 
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PEMBERITAAN PHK 15.657 PEKERJA DI JAWA BARAT PADA KOMPAS.ID Hidayah, Nur; Sholikhati, Nur Indah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.22486

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberitaan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat yang dimuat dalam Kompas.id menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya angka PHK yang tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga konstruksi wacana media yang berpotensi memengaruhi cara publik.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak terhadap teks berita Kompas.id, disertai teknik catat sebagai pendukung analisis. Data dianalisis melalui tiga dimensi Fairclough, yakni dimensi tekstual (pilihan diksi, struktur kalimat, kohesi, dan koherensi), praktik wacana (produksi, distribusi, dan konsumsi teks), serta praktik sosiokultural (situasional, institusional, dan sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahasa dalam berita membangun citra PHK sebagai krisis struktural yang melibatkan kebijakan pemerintah, tekanan global, dan kepentingan korporasi, dengan buruh diposisikan sebagai pihak paling terdampak. Pada tingkat praktik wacana, Kompas.id berperan sebagai mediator yang menyeimbangkan kritik serikat buruh dan klarifikasi pemerintah, sejalan dengan ideologi Journalism of Hope. Pada dimensi sosiokultural, teks merefleksikan relasi kuasa antara negara, pasar, dan buruh dalam sistem ekonomi-politik Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan literasi kritis. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya analisis wacana media sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap teks berita.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BERBURU NIP KARYA YESSI ULI Sipayung, Rosmelinda; Purba, Christin Agustina
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24091

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dan krisis karakter di lingkungan pendidikan, seperti tindakan tidak santun peserta didik terhadap guru dan rendahnya kedisiplinan, yang memerlukan medium internalisasi nilai-nilai positif melalui karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Berburu NIP karya Yessi Uli serta relevansinya terhadap konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data berupa kata, kalimat, dan fragmen narasi yang mengandung muatan karakter dikumpulkan melalui teknik close reading (pembacaan mendalam) dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga belas nilai pendidikan karakter dalam novel tersebut, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai yang paling dominan ditemukan adalah kejujuran dan tanggung jawab. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan di bidang pendidikan terletak pada penyediaan referensi ilmiah mengenai pemanfaatan novel sebagai media edukatif yang strategis untuk penguatan karakter dan bahan ajar sastra yang relevan dengan realitas sosial dunia kerja serta birokrasi.
REPRESENTASI AKTOR SOSIAL DALAM WACANA DIGITALISASI PENDIDIKAN: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL THEO VAN LEEUWEN TERHADAP PEMBERITAAN PELUNCURAN TRANSFORMASI PEMBELAJARAN OLEH PRESIDEN Hanafiah, Badruzia; Hamdani, Agus; Andi Mulyadi, U.
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24080

Abstract

Digitalisasi pendidikan menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Namun, dalam perspektif analisis wacana kritis, kebijakan digitalisasi pendidikan tidak hanya merepresentasikan perubahan teknologis dalam proses pembelajaran, tetapi juga merupakan konstruksi wacana yang memuat relasi kekuasaan dan kepentingan ideologis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi aktor sosial dalam pemberitaan mengenai peluncuran program digitalisasi pembelajaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Theo van Leeuwen yang berfokus pada strategi eksklusi dan inklusi dalam representasi aktor sosial. Data penelitian berupa teks berita dari Kompas.id edisi 17 November 2025 berjudul “Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran, Presiden Dorong Percepatan Transformasi Pendidikan.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita cenderung menampilkan dominasi representasi aktor negara, khususnya Presiden dan Menteri, melalui strategi nominasi dan individualisasi yang menempatkan mereka sebagai penggerak utama transformasi pendidikan. Sebaliknya, aktor pendidikan seperti guru dan murid lebih sering direpresentasikan sebagai kelompok kolektif melalui strategi pasivasi dan asimilasi, sehingga peran dan agensi mereka dalam proses pendidikan menjadi kurang terlihat. Selain itu, penggunaan angka dan statistik dalam teks berfungsi sebagai strategi legitimasi kebijakan yang menonjolkan capaian kuantitatif program digitalisasi pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa wacana digitalisasi pendidikan dalam media tidak hanya menyampaikan informasi kebijakan, tetapi juga membangun konstruksi ideologis mengenai peran negara dan teknologi dalam sistem pendidikan. 
MITOS DAN KETAKUTAN KOLEKTIF DALAM CERPEN MEMEDI KARYA I WAYAN SUARDIKA MELALUI KAJIAN TEKSTUALITAS BARTHES Heraningsih, Devi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.22501

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas mitos dan ketakutan kolektif yang dibangun dalam cerpen Memedi karya I Wayan Suardika menggunakan teori tekstualitas Roland Barthes. Mitos merupakan cara masyarakat memberi makna baru pada hal-hal yang mereka percayai, sedangkan ketakutan kolektif merupakan rasa takut bersama yang muncul karena pengaruh cerita dan keyakinan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi dokumen untuk menganalisis lima kode Barthes, yaitu hermeneutik, proairetik, semik, simbolik, dan budaya yang membentuk makna dalam cerpen Memedi. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa cerpen Memedi membangun mitos melalui teka-teki tentang identitas memedi melalui perilaku dan tindakan Jarna yang memicu peristiwa misterius, suasana angker, simbol pada tubuh yang berubah bentuk, dan keyakinan budaya lokal tentang ruang tenget. Semua unsur ini saling berkaitan dan menumbuhkan ketakutan bersama dalam masyarakat desa. Penelitian ini berkontribusi bagi dunia pendidikan karena dapat membantu memahami bagaimana teks sastra membangun makna serta bagaimana budaya memengaruhi cara masyarakat menafsirkan peristiwa. Pendekatan ini dapat meningkatkan kemampuan analisis, literasi budaya, dan pemahaman siswa terhadap hubungan antara sastra dan kehidupan sosial.Kata kunci: mitos, ketakutan kolektif, tekstualitas Roland Barthes, memedi  ABSTRACTThis study discusses the myths and collective fears constructed in the short story Memedi by I Wayan Suardika using Roland Barthes' theory of textuality. Myths are a way for society to give new meaning to things they believe in, while collective fears are a shared sense of fear that arises due to the influence of stories and social beliefs. This study uses a qualitative method with document analysis to examine Barthes' five codes: hermeneutic, proairetic, semiotic, symbolic, and cultural, which shape meaning in the short story Memedi. The results of the study show that the short story Memedi constructs myths through riddles about the identity of memedi through Jarna's behavior and actions that trigger mysterious events, a haunted atmosphere, symbols on bodies that change shape, and local cultural beliefs about the tenget space. All of these elements are interrelated and foster a shared fear in the village community. This research contributes to the world of education because it can help understand how literary texts construct meaning and how culture influences the way people interpret events. This approach can improve students' analytical skills, cultural literacy, and understanding of the relationship between literature and social life.Keywords: myth, collective fear, Roland Barthes' textuality, memedi
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK PADA KASUS PENGANIAYAAN ANAK DI TUAL DALAM MEDIA DARING CNN INDONESIA Taofiq, Muhammad Ridwan; Hamdani, Agus; Mulyadi, Ujang Andi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berita berjudul “Ramai-ramai kecam aksi brutal brimob aniaya anak hingga tewas di Tual”. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Van Dijk. Media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik melalui penggunaan bahasa, struktur narasi, dan pemilihan kata dalam penyajian berita. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengkaji berita dari media daring cnnindonesia.com pada tanggal 23 Februari 2026 yang memberitakan kasus ini. Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama Analisis Wacana Kritis Model van Dijk: makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrostruktur berita ini tidak hanya menyampaikan fakta tetapi juga bersifat kritis dengan mengangkat isu sosial seperti kekerasan Anggota Brimob kepada anak hingga tewas. Superstruktur berita ini mengikuti pola umum wacana jurnalistik yang jelas: judul menggunakan diksi emosional, lead informatif, kronologi terstruktur, serta dukungan kutipan, dan pada tingkat mikrostruktur, menunjukkan penggunaan bahasa yang efektif untuk menyampaikan informasi secara rinci, menarik perhatian pembaca, menyampaikan kutipan dan membangun narasi yang koheren. Penelitian ini mengungkap bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi publik melalui pemilihan wacana yang digunakan. Dengan demikian, pemberitaan kasus ini dapat dipengaruhi oleh ideologi yang berperan dalam produksi wacana media.
INTEGRASI YOUTUBE SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PERSUASI: STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Widiyarto, Sigit
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.23136

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan menulis teks persuasi dan pembelajaran yang membosankan di SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penggunaan YouTube sebagai sumber belajar dalam pembelajaran menulis teks persuasi dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa.  Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi pada 42 siswa SMP. Hasil penelitian menunjukkan integrasi YouTube efektif meningkatkan hasil belajar siswa, terlihat dari nilai rata-rata yang melampaui KKM.  Siswa juga lebih termotivasi dan antusias.  Namun,  akses internet dan seleksi konten perlu diperhatikan. Diperlukan pengembangan strategi pembelajaran menulis persuasi yang lebih menarik dan inovatif.  Integrasi teknologi, seperti YouTube, perlu dioptimalkan dengan  pengawasan guru yang ketat untuk meminimalkan distraksi dan memastikan konten yang sesuai kurikulum.  Pembelajaran berbasis proyek atau kolaborasi dapat meningkatkan minat siswa.  Penting juga untuk  memberikan umpan balik yang  konstruktif dan  menyesuaikan metode  dengan gaya belajar siswa agar  materi lebih mudah dipahami dan  meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menulis.