cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
Studi Deskriptif Karakteristik dan Diagnosis Keperawatan pada Pasien Stroke Berbasis SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) Nurul Khusnul Khotimah; Maria Ulfa Azhar; Musdalifah Musdalifah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/csm1e846

Abstract

Latar Belakang: Diagnosis keperawatan yang tepat dapat membantu mengatasi masalah dan penyebab yang dialami oleh pasien, namun diagnosis dari tiap pasien itu berbeda-beda tergantung dari respon tiap induvidu. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan diagnosis keperawatan apa saja yang biasa dialami oleh pasien stoke berbasis SDKI. Metode: Penelitian ini mengambil data subjektif dari hasil laporan akhir asuhan keperawatan program profesi ners dengan gangguan sistem persyarafan di stase mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar Hasil: diperoleh bahwa rentang usia pada pasien yang mengalami stroke paling banyak 45-54 tahun dengan jenis kelamin paling banyak perempuang, profesi IRT (ibu rumah tangga), dan jenis stroke non hemoragik. Terdapat 13 diagnosis keperawatan berbasis SDKI yang terdapat pada pasien stoke. Kesimpulan: Dalam pelaksanaannya diagnosis keperawatan yang biasa ditegakkan pada kasus stroke berjumlah 13. Saran agar dafttar diagnosis keperawatan yang sudah dikumpul berdasarkan studi kasus bisa dijakdikan dalam 1 aplikasi yang memudahkan calonn perawat dalam proses pembelajaran untuk menentukan diagnosis keperawatan.
Literature Review: Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Afifah Nadila; Novera Herdiani
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/mj70sy13

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gagal tumbuh kembang pada anak akibat asupan gizi yang tidak cukup dalam waktu lama, infeksi berulag dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Pola pemberian makan yang buruk dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu yang kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan studi traditional literature review. Sumber data berasal dari database Google Scholar dan Portal Garuda dengan rentang tahun 2017-2020. Hasil: Tinjauan literatur ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria bahan analisis. Rata-rata pola pemberian makan yang terbesar yaitu pola pemberian makan buruk dengan balita stunting sebesar 60,5% dan pola pemberian makan bentuk pengabaiakn sebesar 39,3%. Tingkat pengetahuan ibu rendah namun balita tidak stunting sebesar 55,3%. Keterkaitan pola pemberian makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita dilihat dari rata-rata nilai Odds Ratio (OR) tertinggi adalah pola pemberian makan sebesar 5 dan 15,3%. Kesimpulan: Pola pemberian makan merupakan faktor penyebab terjadinya kejadian stunting pada balita.
Pengaruh Penambahan Bioaktivator EM-4 Dan Mol Terhadap Laju Reduksi Sampah Organik Oleh Larva BSF Novia Cahya Ika Permatasari; Setiawan Setiawan; Darjati Darjati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/2qwwp089

Abstract

Latar Belakang: Larva BSF adalah larva yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mereduksi Sampah jenis Organik bervariatif serta bernilai ekonomi tinggi. Kelemahan dari reduksi sampah dengan metode ini adalah proses reduksi lebih lambat dan menimbulkan bau.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk“mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL terhadap laju reduksi Sampah Organik“oleh Larva BSF. Metode: eksperimental dengan menggunakan desain one shoot case study. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada persyaratan kualitas kompos secara fisik yaitu SNI-7030 tahun 2004 serta Analisis secara statistik menggunakan one way- analysis of variance (ANOVA). Hasil analisis jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh“P= 0,00 < 0,05. Laju reduksi paling tinggi sebesar 93 gr/hari pada sampel organik yang ditambah bioaktivator EM-4 dan MOL 30 ml. Laju reduksi terendah adalah control yaitu 56 gr/hari.. Kesimpulan:“Ada pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL terhadap laju reduksi sampah“oleh Larva BSF. Penambahan bioaktivator EM-4 dan MOL Sebanyak 30 ml dapat mempercepat laju reduksi“terbaik.
Analisis Penerapan Instrumen Strengths And Difficulties Questionnaire (Sdq) Terhadap Deteksi Dini Kejadian Depresi Pada Remaja Arsad Suni; Damir Umanailo; Al Azhar Muhammad; Tinneke Aneke Tololiu
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/pjehbt72

Abstract

Latar Belakang: Perubahan perilaku remaja di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan yang dikategorikan sebagai perilaku berisiko atau perilaku menyimpang. Remaja juga mengalami perubahan drastis, dari keadaan yang bergantung pada orang lain (orang tua) menuju masa yang dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara mandiri walupun terkadang mengalami kesulitan dan kebingungan. Tantangan ini berpotensi menimbulkan masalah perilaku dan psikososial dalam kehidupan remaja jika mereka tidak mampu mengatasinya. Tujuan: Menganalisis Penerapan Instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) terhadap Deteksi Dini Kejadian Depresi pada Remaja di SMA Kota Ternate. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan Analitik Deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), data dianalisis secara univariat yang dinyatakan dalam distribusi frekuensi dan persen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas di kota ternate.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data dari 93 responden, bahwa masalah perilaku pro-sosial yang terbanyak adalah responden dengan kategori normal yaitu sebanyak (90,32%), masalah emosional paling banyak responden berada pada kategori normal yaitu sebanyak (61,29%), masalah conduct juga terbanyak pada kategori normal yaitu sebanyak (82,80%), masalah hiperaktivitas juga terbanyak pada kategori normal yaitu (39,7%), namun disusul oleh kategori abnormal sebanyak (34,41%), masalah hiperaktifitas remaja pada proporsi abnormal sebanyak (34,41%), untuk masalah dengan teman sebaya, yang terbanyak proporsinya adalah pada kategori borderline (47,31%), Kesimpulan: Remaja belum memenuhi tugas perkembangan remaja untuk menerima hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya dari jenis kelamin manapun.
Literature Review: Gambaran Efektivitas Penggunaan Media Video terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Narkoba Alfin Nur Faridhotul Khasanah; Dwi Handayani; Mursyidul Ibad; Agus Aan Adriansyah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/knhyg661

Abstract

Latar Belakang: Kenakalan remaja yang terus meningkat dapat merusak generasi penerus bangsa. Salah satu bentuk kenakalan remaja adalah penyalahgunaan penggunaan obat-obat terlarang (Narkoba). Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa Indonesia pada tahun 2018 di 13 Ibu kota provinsi, mencapai angka prevalensi sebesar 3,20% atau setara dengan 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Metode: Literature review ini dilakukan dengan metode traditional literature review. Sumber artikel didapatkan dari database google cendekia dan portal garuda. Pada google cendekia menggunakan kata kunci “media promosi kesehatan narkoba pada remaja” dengan rentang waktu dari tahun 2013-2020 diperoleh 8 artikel, portal garuda menggunakan kata kunci “narkoba dan video” dengan rentang waktu daru tahun 2016-2020 diperoleh 2 artikel, sehingga total artikel yang didapat yaitu 10 artikel. Hasil: Hasil literature review berdasarkan 10 jurnal penelitian mengenai efektivitas media video terdapat 9 jurnal penelitian yang menyatakan adanya pengaruh penyuluhan narkoba menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang narkoba dan 1 jurnal penelitian yang menyatakan media video kurang efektif dalam memengaruhi pengetahuan remaja tentang narkoba pada saat penyuluhan. Kesimpulan: penggunaan media video efektif dalam meningkatkan dan merubah pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba pada saat penyuluhan. Oleh karena itu, saran dari penelitian ini bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas ruang lingkup materi dengan pembahasan yang lebih mendalam. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penyuluhan
Uji Kualitas Kimia Kompos Pada Pengomposan Aerob Dengan Menggunakan Insang Ikan Cakalang Dan Menggunakan Tapai Ubi Dwi Wahyu Purwiningsih; Purnama Sidebang
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/xhzts363

Abstract

Latar Belakang: Mikroorganisme lokal (MOL) yaitu mikroorganisme yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk cair. Bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga, salah satunya adalah MOL Tapai Ubi.Tujuan: Tujuan penelitian Untuk mengetahui Uji Kualitas Kimia Kompos Pada Pengomposan Aerob Dengan Menggunakan Insang Ikan Cakalang Dan Menggunakan Tapai Ubi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian experimen dengan membandingkan nilai NPK pada kompos menggunakan ikan cakalang dan menggunakan tapai ubi Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pengomposan yang dilakukan selama 21 hari di dapatkan hasil NPK pada kompos insang ikan cakalang pada nilai N = 5,276% P = 6,243% dan K = 10,527% sehingga dikatakan indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI. NPK pada kompos MOL tapai ubi pada nilai N = 5,332% P = 5,143% dan K = 10,391% sehingga dikatakan indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI. NPK pada kompos kontrol pada nilai N = 4,763% P = 7,841% dan K = 10,452% Kesimpulan: Indikator K memenuhi syarat SNI 2803:2010 yaitu nilai berada pada angka 8-15%. Sedangkan nilai N dan P tidak memenuhi standar SNI.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH RUMAH TANGGA DI WILAYAH PESISIR RT 03 / RW 01 KELURAHAN KASTURIAN KECAMATAN TERNATE UTARA TAHUN 2015 Dwi Wahyu Purwiningsih; Damitha Adriyanti Ishak
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/dwnsry85

Abstract

Sampah merupakan salah satu peluang pencemaran lingkungan disertai penurunan kualitas estetika. Jumlah penduduk juga dapat mempengaruhi peningkatan jumlah sampah. Selain itu, perilaku masyarakat membuang sampah di pesisir pantai terutama juga merupakan salah satu kebiasaan yang dapat menimbulkan dampak negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perilaku masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga pada wilayah pesisir Kelurahan Kasturian RW 01 / RT 03 Kecamatan Kota Ternate Utara tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan besar responden sebanyak 38 orang. Hasil penelitian ini adalah Masyarakat mempunyai pengetahuan baik tentang perilaku membuang sampah diwilayah pesisir sebanyak 13 responden (34.2%) dan pada kategori sedang sebanyak 21 responden (55.3%) dan pada kategori kurang sebanyak 4 responden ( 10.5%). Masyarakat memiliki sikap positif sebanyak 30 responden (79.1%), dan pada sikap negative sebanyak 8 (21%). Karena kebanyakan dari mereka lebih menyatakan sangat setujunya terhadap pertanyaan yang diberikan peneliti. Dalam ketersediaan sarana TPS masyarakat banyak yang tidak memiliki dan berperilaku buruk dalam membuang sampah rumah tangga diwilayah pesisir sebesar 22 responden (57.9%).
Efektivitas Penerapan Physical Distancing dalam Upaya Pengendalian Covid-19 di Kelurahan Siwalankerto Pinky Ayu Marsela Arindis; Agus Aan Adriansyah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/hjd09e60

Abstract

Latar Belakang: Penerapan physical distancing sering tidak dilakukan oleh masyarakat, sehingga pencapaian efektivitas physical distancing diperlukan sebagai upaya pengendalian Covid-19. Pengukuran efektivitas mengidentifikasi faktor physical distancing yang dilakukan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan physical distancing dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kelurahan Siwalankerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 324 orang di Kelurahan Siwalankerto. Sampel ini yaitu kelompok rentan terkena Covid-19 yang dominan pada usia lansia (< 55 tahun). Besar Sampel yang digunakan sebanyak 116 orang dengan teknik cluster random sampling. Analisis data dengan univariat. Analisis mengukur program dengan rumus efektivitas. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 7 indikator physical distancing pada durasi aktivitas di luar rumah (34,5%), batas aktivitas di luar rumah (48,3%), menjaga jarak (44,8%), bepergian (65,5%), berjabat tangan (73,3%), berdiam diri (69,8%), sentuh benda publik (86,2%). Kebijakan physical distancing ini cukup efektif jika dilakukan dalam pengendalian Covid-19. Kesimpulan: Penelitian ini menggambarkan bahwa tujuh kebijakan physical distancing yang cukup efektif dalam upaya pengendalian Covid-19, yang paling dekat efektif adalah menjaga jarak.
IDENTIFIKASI MIKROFILARIA PADA PENDERITA FILARIASIS PASCA PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUM BALIBUNGA KECAMATAN TIDORE UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Rony Puasa
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/t1eb7m30

Abstract

Latar belakang ; Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit nematoda yang tersebar di Indonesia. Penyakit ini jarang terjadi pada anak karena manifestasi klinisnya timbul bertahun-tahun kemudian setelah infeksi. Gejala pembengkakan kaki muncul karena sumbatan mikrofilaria pada pembuluh limfe yang biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun setelah terpapar parasit selama bertahun-tahun. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan Diethylcarbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Jika ditemukan mikrofilaril rate ≥ 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut. Dari data Kemeterian Kesehatan tahun 2010 Provinsi Maluku Utara termasuk pada daerah yang memiliki angka kesakitan akibat mikrofilaria patut menjadi perhatian, karena penyakit ini merupakan penyakit menular. Salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara yang harus menjadi perhatian akibat kesakitan filariasis adalah Kota Tidore Kepulauan. Pada tahun 2011 Kota Tidore menjadi daerah endemis filariasis dengan miccrofilarial rate diatas ≥ 1%, angka standar nasional menggambarkan daerah endemis filariasis. Tujuan ; tujuan penelitian adalah ; untuk memberikan gambaran mikrofilaria yang ditemukan pada sediaan darah penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Metode ; penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, dimana hasil dari identifikasi mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga akan digambarkan dalam bentuk jumlah orang dan presentase spesies. Hasil ; pemeriksaan mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan diwilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, dari 20 sampel darah responden yang diidentifikasi tidak ditemukan mikrofilaria didalam darahnya. Kesimpulan ; dari hasil penelitian dapat dikatakan akan terjadi penurunan kasus filariasis, hal ini disebabkan sumber penularan atau penderita filariasis tidak ditemukan mikrofilariasis.
Potensi Betanin Pada Analisis Logam Pb Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Prina Puspa Kania; Perdina Nursidika
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/anrg9239

Abstract

Latar Belakang: Aplikasi zat warna alam yang terdapat di dalam sayur atau buah-buahan dalam analisis logam dapat digunakan dengan tujuan mengurangi perncemaran terhadap lingkungan. Betanin merupakan salah satu zat warna yang diketahui berpotensi sebagai zat pengompleks di dalam analisis logam dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Potensi betanin sebagai zat pengompleks disebabkan karena keberadaan logam dapat mempengaruhi kestabilan warna betanin dan menyebabkan efek batokromik atau hipokromik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan sebagai studi pendahuluan penggunaan betanin sebagai senyawa pengompleks dalam analisis logam Pb menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis.. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan antara larutan Betanin dengan larutan Standar Pb, kemudian kompleks yang terbentuk diukur serapannya menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis pada Panjang gelombang maksimumnya. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa dengan berbagai variasi konsentrasi larutan standar Pb, absorbansi dari kompleks Betanin-Pb sesuai dengan Hukum Lambert-Beer dan diperoleh persamaan garis Y = 0,0066x + 0,5388 dengan R2-0,9991. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa Betanin dapat digunakan sebagai alternatif sebagai senyawa pengompleks pada analisis logam Pb dengan metode Spektrofotometri UV-Vis.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue