cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Nizham Journal of Islamic Studies
ISSN : 23391235     EISSN : 25417061     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Studi Keislaman merupakan terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAN Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 261 Documents
Implementasi Regulasi Pasar Modal Syariah Pada Sharia Online Trading System Yusi Septa Prasetia
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 5 No 2 (2017): Islam dan Ekonomi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.659 KB)

Abstract

Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan hal yang positif. Perkembangan ini terlihat dengan meningkatnya produk pasar modal, diterbitkanya regulasi tentang pasar modal dan peningkatan fasilitas shariah online trading sistem (SOTS). SOTS diterbitkan oleh perusahaan anggota bursa sebagai wujud sistem yang merepresentasikan regulasi transaksi dipasar modal. SOTS dihararpkan dapat meningkatakn jumlah investor, meningkatkan nilai transaksi pasar modal, memudahkan investor dalam bertransaksi dan mendapatkan informasi perusahaan. Sedangkan regulasi pasar modal diharapkan mampu merubah paradigma investor muslim tentang pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor muslim dalam investasi saham.
MENAPAKI DISTINGSI GENEOLOGIS PEMIKIRAN PENDIDIKAN Zainal Abidin
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 3 No 2 (2015): Pendidikan Dalam Dunia Sufi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.856 KB)

Abstract

Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama it’s due of moslem organization in Indonesia since the colonial period until present day, both of them are the biggest Islamic Organization, and works in the dakwah and Islamic Education in Indonesia modern era. For many times ago Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama have some different in religion orientation and practice in a branch doctrines of whole Islamic tradition. The fonders of Muhammadiyah is KH. Ahmad Dahlan, in Yogyakarta 1912. Muhammadiyah is represent as modern moslem, because it’s the Islamic organization with members and built in by moslem scholars, and they have spirit to purificated of Islamic doctrines from al-Qur’an and al-Hadits, so that Muhammadiyah called also as modern Islamic organization. But Nahdlatul Ulama (NU) it’s the traditional Islamic Organization because NU built in the traditional ulama of Islam in Indonesia, and the founder of this organization is KH. Hasyim Asy’ari in Surabaya 1926. In generally , Ulama in NU, They are alumni of Islamic traditional institution its called Pesantren. As a organization NU have characteristic as Islamic traditional organization, because NU playing very important in the protect of tradition of ulama madzhab in Islam like Syafi’i, Maliki, Hambali, and Hanafi, and NU is very famous organization as Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja), and for established the doctrine of Aswaja, NU have some Islamic institution like pesantren to give some Islamic knowledge for santri (student) who learned in those institution of Islamic education.
Pancasila Sebagai Filsafat Kenegaraan Islami Tobibatussa’adah Tobibatussa’adah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 1 (2018): Islam dan Pancasila
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.851 KB)

Abstract

Discussions about Islam and Pancasila are always accompanied by a slightly sensitive nuance. Sometimes there are contents that contain conflict and lead to political action in a certain direction. Even since the beginning of independence, this dialectic gave rise to a long enough dispute, almost a stumbling block to Indonesia's independence. Can not be denied until now, the theme is also still often discussed. Armed with that, this article unravels the study of Pancasila with philosophical reasoning, which is to see internal and external factors that affect it. It appears that the birth of Pancasila based on the excavation of the nation will characterize the heritage and heritage of Indonesia. Moreover, the external conditions that are being overwhelmed by the fear of the tragedy of the collapse of the Islamic Caliphate and the World War. So Pancasila is present as a basic alternative to a country that tries to be neutral and contains local content. It also confirms Indonesian Muslims to become Islamic Nationalists.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran dalam Pendidikan Anak Usia Dini Renti Oktaria
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Nizham
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.934 KB)

Abstract

Pendidikan selalu berkaitan dengan teori-teori pembelajaran yang menjadi landasan berpikir pendidik untuk mengimplementasikan berbagai konsep pendidikan. Begitu juga dalam pendidikan anak usia dini, perlu dipahami adanya berbagai macam pendekatan yang dapat dijadikan landasan berpikir para pendidik dalam menyelenggarakan program pembelajaran yang appropriate dengan tahap perkembangan anak. Penyelenggaraan pembelajaran tersebut dapat dikaji dari berbagai aspek seperti pendekatan psikoanalisis, behaviorisme, humanisme, dan konstruktivisme. Keempat pendekatan tersebut perlu dipahami, mengingat subjek kajiannya ialah anak usia dini yang semua aspek perkembangannya perlu diperhatikan secara seksama. Seluruh potensi anak usia dini dari aspek perkembangan moral agama, fisik motorik, sosial emosional, kognitif, dan bahasa akan berkembang dengan sangat optimal apabila para pendidik memahami pendekatan pendidikan yang mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan anak usia dini tersebut. Kata kunci : Pendekatan Pembelajaran, Appropriate, Psikoanalisis, Behaviorisme, Humanisme, Konstruktivisme, Aspek Perkembangan, Pendidikan Anak Usia Dini
ANALISIS HAZARD IDENTIFICATION DAN RISK ASSESSMENT DI LINGKUNGAN KERJA KEGIATAN PENGECORAN LOGAM TRADISIONAL CEPER KLATEN Latifah Hanum Damanik
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 4 No 2 (2016): Islam dan Lingkungan Hidup
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.421 KB)

Abstract

Abstrak Keberadaan tenaga kerja yang bekerja pada kegiatan pengecoran dapur kupola yang melakukan kegiatan dari mulai persiapan pengadaan bahan baku sampai pada proses kegiatan pengecoran berlangsung pada dapur kupola merupakan kegiatan yang paling berisiko untuk terpapar partikel yang mengandung zat kimia. Untuk mengatasi masalah kesehatan akibat kerja maka peran Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat penting. Melalui penelitian ini perencanaan SOP kegiatan persiapan bahan baku, pengisian dan pengoperasian dapur kupola berdasarkan hazard dalam lingkungan tempat kerja, dapat mengetahui bahaya kerja dan resiko kerja yang dilakukan, sehingga mampu memberikan solusi dalam mengatasi masalah kesehatan kerja yang berkaitan dengan pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Untuk itu perlu adanya usaha untuk menurunkan kadar pencemaran udara melalui konsep pembangunan industri yang berwawasan lingkungan.
DISTORSI PEMAKNAAN LAFADZ SHAHIBU MAKS ANTARA PETUGAS PEMUNGUT PAJAK DAN PUNGUTAN LIAR Ana Fadhilah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 02 (2018): Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.857 KB)

Abstract

The biggest source of income for the country in Indonesia comes from taxes. The tax function is vital for the success of the country's development. However, in its management, tax officials were very vulnerable to being involved in fraud cases which resulted in a decline in public confidence, leading to a discourse on tax boycott initiated by one of the religious activists (Islam). They assume that all absolute tax employees are rewarded for hell, based on the hadith narrated from Uqbah "Lā yadkhulu al-jannata Shahibu Maksin" which means "Not to enter the heaven of a Shahibu Maksin (Maks Collector)". The question is "is it true that the maks in this hadith implies absolute tax, as is their understanding?" Because of this, they also assume that if the collector (employee) is only rewarded with hell, indirectly the object collected (tax) is absolutely prohibited in Islam. Based on this background, this paper is discuss the root of the problem from the emergence of the tax boycott discourse, namely the essence of the meaning of Shahibu Maks in the hadith narrated by Uqbah. But in answering this problem, it is necessary to explain in advance about "is there another compulsory levy on Muslim property, other than zakat?" From these questions later various opinions from the Muslim Scholars (Ulama’) will emerge to form conclusions regarding tax legality in Islam.
TANGGUANG JAWAB CENDEKIA MUSLIM TERHADAP PERKEMBANGAN KEILMUAN ISLAM J Sutarjo
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 2 No 2 (2014): Tantangan Pendidikan Islam Di Era Globalisasi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.732 KB)

Abstract

Science serves as a tool to dissect unknown fenoma nature to humans, so it takes a maximum sense of empowerment. Sense of empowerment to the maximum, then the new knowledge about the nature and its contents can be created. To given the importance of science to man, the human should strive to continue in discovering and developing the existing science, because the science is existed to provide a satisfying life, lift status and dignity as well as to establish a well-developed civilization that will be remembered by history. In line with the times, especially with the advent of globalization, the scientific world we experience many challenges, both internal and external challenges. Internal challenges come from Muslim intellectuals we are not able to create new science, making it less able to "adapt" to the environment and the nature of modernity. External challenges come from cultures that newly developed scientific secular morality does not pay attention and do not care about nature and the environment. To give the many challenges faced by today's Muslim intellectuals, indirectly it is a responsibility that must be endured, so that these challenges can be anticipated and appropriate solution found. In this regard, it is in this paper we discuss about: (1) How is the historicity of the Islamic scientific development of the world? (2) How is the responsibility of the Muslim intellectual world of Islamic scholarship?
Fatwa Sesat Syiah dan Legitimasi Kekerasan (Menguji Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia dengan Teori Toulmin) Wildan Imaduddin Muhammad
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 5 No 1 (2017): Hukum Islam dan Resolusi Konflik
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, Shi’a-Sunni’s controversy in Indonesia increase dramatically as occurring as geo-political clash in the Middle East, particularly between Saudi Arabia and Iran. The culmination of Indonesian Shi’a’s conflict is assigned by expulsion several communities from their home and village. Afterward, that’s discrimination is legitimated by the book of MUI entitled Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia. This article aims to review the book’s contents by using linguistic philosophy in form of Stephen Toulmin’s theory of argumentation. Stephen Toulmin is professor of Linguistic Philosophy Studies at Cambridge University. He develops six concepts for examine argumentation namely data, claim, warrants, backing, qualifier and rebuttal. Dialectically, its six concepts is related each other to form an argumentation. A good argumentation, as Toulmin’s opinion, is arranged from factual and objective data, supported by strong warrants and backing, truthful qualifier, and can defend from rebuttal. As one of result, this research shows that the correlation between data and claim in MUI’s book categorized as unilateral fact that produces negative issues and impacts to discriminative action for Shi’a community.
Gerakan Ekonomi Kreatif Clothing dalam Kampanye Dukungan Membela Muslim Rohingya Lukman Hakim
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 5 No 2 (2017): Islam dan Ekonomi
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.223 KB)

Abstract

Berdasarkan data dari survei dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa sektor Ekonomi Kreatif menyumbang 7,38% terhadap total perekonomian nasional tahun 2016. Sementara itu sektor fesyen berkontribusi sebanyak 18,15% atau nomor dua setelah kuliner. Penelitian ini akan mengkaji tentang ekonomi kreatif yang berkaitan dengan fesyen di Kota Metro. Salah satu clothing di Kota Metro, Om Kaos bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal wat Tamwil Adzkia Khidmatul Ummah (LAZAKU) membuat gerakan Kaos “Rohingya Need Your Help”. LAZAKU adalah Lembaga Amil Zakat Adzkia Khidmatul Ummah (BMT AKU Adzkia) kantor pusat BMT AKU di pasar 24 Metro, kantor Lazaku di 21 Metro belakang SMANSA, menerima donasi wakaf, infaq, sedekah untuk program sosial yang ada di Lazaku, salah satunya Baksoskes, wakaf 1000 Al Qur'an, Aku Foundation bagi pelajar berprestasi tak mampu, Sekolah Saudagar Syariah, dan lain-lain. Om Kaos Kota Metro sebagai usaha clothing memberikan harga modal kepada LAZAKU, kemudian LAZAKU sebagai pihak yang memasarkan dan menjual kaos. Semua modal dan hasil penjualan kaos ini akan diberikan untuk rakyat muslim Rohingya yang ada di Myanmar sebagai bentuk solidaritas kemanusian.
Analisis Kedudukan dan Fungsi Yudikatif Sebagai Pemegang Kekuasaan Kehakiman dalam Sistem Negara Hukum di Indonesia Nawa Angkasa
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Nizham
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.221 KB)

Abstract

Penelitian ini mengaji kekuasaan Kehakiman dalam konteks negara Indonesia adalah sebagai penyelenggara peradilan guna menegakan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. Salah satu agenda penting di hadapi di masa depan penegakan hukum di Indonesia, dan hal utama dalam penegakan hukum adalah masalah kekuasaan kehakiman yang merdeka. Kekuasaan kehakiman tidak mungkin dapat terlepas dari konstitusi yang berlaku di Indonesia dimasa reformasi adalah masalah kekuasaan kehakiman yang merdeka sesuai ketetapan UUD 1945 . Permasalahan Kedudukan Kekuasaan Kehakiman menurut Undang-Undang Dasar 1945, Fungsi dan Wewenang Kekuasaan Kehakiman menurut UUD 1945?, berdasarkan metode penelitian hukum empiris dan penelitian hukum normatif empiris. Kekuasaan Kehakiman menurut konstitusi adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia yaitu: Terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur melalui jalur hukum. Reformasi di bidang kekuasaan kehakiman ditujuhkan untuk pertama; menjadikan kekuasaan kehakiman sebagai sebuah institusi yang independen, kedua; mengembalikan fungsi yang hakiki dari kekuasaan kehakiman,untuk mewujudkan keadilan dan kepastian hukum,ketiga; menjalankan fungsi check and balances bagi institusi kenegaraan lainnya, keempat; mendoromg dan memfasilitasi serta menegakkan prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis guna mewujudkan kedaulatan rakyat dan kelima ; melindungi martabat kemanusiaan dalam bentuk yang paling kongkrit.kemudian Berdasarkan Pasal 24 Ayat (2) Perubahan Ketiga UUD 1945, maka yang diberi wewenang oleh UUD 1945 untuk melakukan kekuasaan kehakiman adalah Mahkamah Agung beserta badan-badan peradilan di bawahnya, dan oleh Mahkamah Konstitusi. Badan-badan peradilan sebagai pelaku kekuasaan kehakiman mengemban tugas pokok, yakni melaksanakan public service di bidang pemberian keadilan

Page 10 of 27 | Total Record : 261