cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2020)" : 9 Documents clear
PENGARUH FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN N-HEKSAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbii L) TERHADAP KELARUTAN KALSIUM BATU GINJAL SECARA IN VITRO Sestry Misfadhila; Boy Chandra; Yully Wahyuni
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.282

Abstract

Ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbii L.) diketahui memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium batu ginjal. Pada penelitian ini, fraksi air, etil asetat dan n-heksan dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh diuji terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Simplisia dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Batu ginjal yang digunakan digerus menjadi serbuk yang homogen, kemudian ditentukan kandungannya. Batu ginjal diketahui mengandung karbonat, kalsium, oksalat dan fospat. Serbuk batu ginjal direndam dengan ekstrak etanol dan ketiga fraksi pada suhu 37 ºC  selama 5 jam, filtrat didestruksi lalu diuji kelarutan kalsium batu ginjal dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Kadar kalsium yang terlarut pada ekstrak etanol, fraksi air, etil asetat dan n-heksan berturut-turut 3,59 %, 3,1 %, 3,2 % dan 0,24 %. Analisis anova satu arah menunjukan bahwa pemberian ketiga fraksi memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar kalsium yang terlarut dengan nilai (sig 0,000 < 0,05).
Formulasi Masker Gel Dari Ekstrak Propolis Dan Lidah Buaya Sebagai Anti Aging Dan Anti Jerawat Isna wardaniati; Deri Islami
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.306

Abstract

Kulit merupakan pelindung tubuh dari paparan polusi lingkungan, terutama kulit wajah yang sering terpapar oleh sinar UV, akibatnya dapat menimbulkan masalah pada kulit seperti keriput, penuaan, jerawat dan pori kulit yang membesar, sehingg merupaka hal yang penting untuk merawat kulit itu sendiri.Lidah buaya dijuluki sebagai medical plant (tanaman obat) atau master healing plant (tanaman penyembuh utama). Lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Propolis merupakan zat yang dihasilkan oleh lebah untuk melindungi sarangnya dari berbagai ancaman, baik ancaman lingkungan yang tidak menguntungkan ataupun serangan organisme lain.  Senyawa metabolit sekunder  yang terkandung dalam propolis adalah  alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Kosmetik wajah dapat diformulasi  dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker  gel. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulas sediaan masker gel ektrak propolis dan lidah buaya dan melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap propioni bacterium acne dan aktivitas antioksidan masker gel ekstrak propolis dan lidah buaya.  Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil   evaluasi sediaan formulasi masker gel ekstrak lidah buaya dan propolis untuk  pengujian organoleptis, homogenitas,  daya sebar, daya lekat dan waktu mengering sudah memenuhi persyaratan standar mutu sediaan masker gel. Untuk uji  pH dan viskositas sediaan masker gel   belum memenuhi persyaratan. Pada uji aktivitas anti bakteri terhadap propioni bacterium acne didapatkan  hasil F 1, F 2 dan F3  memiliki daya hambat 6 mm, 10 mm, 12 mm dan kontrol positif (18 mm). Aktivitas antioksidan masker gel ekstrak propolis dan lidah buaya memiliki % inhibisi F 1, F2  dan F3 adalah 55,28,  79,75 dan F 3 92,43
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia swingle) dan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Santan Kelapa (Cocos nucifera L) terhadap Profil Lipid Mencit Putih Jantan Yoneta Srangenge; Sri Oktavia; Anzharni Fajrina; Sarah Gemola; Sri Yohanda Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.286

Abstract

Minuman tradisional cincau hujau biasanya disuguhkan dalam bentuk pilihan campuran, yaitu cincau-perasan buah jeruk nipis dan cincau-santan kelapa. Perbedaan sifat fisiko kimia dan aktivitas farmakologi dari masing-masingnya yang berbeda, sangat berpotensi untuk saling berinteraksi, yang dapat meningkatkan, mengurangkan, atau bahkan meniadakan efek farmakologi yang dimiliki oleh masing-masingnya. Penelitan ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau tersebut terhadap profil lipid. Hewan yang digunakan adalah  mencit putih jantan yang dibagi menjadi 12 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, pembanding (simvastatin), 3 kelompok variasi dosis ekstrak cincau hijau tunggal (60; 120; dan 240 mg/kgBB), 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis santan kelapa (2,5; 5; 10 mL/kgBB), dan 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis perasan buah jeruk nipis  (1; 2; 4 mL/kgBB). Hewan diinduksi dengan MLT+PTU. Pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL dilakukan pada hari ke 0, 15, 23. Hasil menunjukan pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau-santan kelapa dan kombinasi ekstrak daun cincau hijau–perasan buah jeruk nipis dapat menurunkankan kadar kolesterol total dan trigliserida serta meningkatkan kadar HDL secara signifikan (p < 0,05). Semakin besar pemberian dosis santan kelapa semakin kecil pengaruh yang terjadi. Sebaliknya, semakin besar pemberian dosis perasan buah jeruk nipis semakin besar pengaruh yang terjadi. Sementara itu, pada kedua jenis kombinasi, semakin lama durasi pemberian menunjukkan peningkat pada pengaruh yang terjadi.
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Dispersi Padat Ofloxacin-PEG 4000 Dengan Perbandingan Tiga Formula Menggunakan Metode Co-Grinding Henni Rosaini; Auzal Halim; Desy Fatonah
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.307

Abstract

Ofloxacin merupakan salah satu obat antibiotik golongan fluoroquinolon, diklasifikasikan ke dalam Biopharmaceutic Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air dengan permeabilitas tinggi. Untuk meningkatkan kelarutan ofloxacin dibuat menjadi sistem dispersi padat. Dispersi padat dibuat dengan metode Co-Grinding menggunakan polimer yang mudah larut dalam air yaitu PEG 4000. Dispersi padat dibuat dalam beberapa perbandingan antara lainofloxacin dan PEG 4000 yaitu 6:4, 7:3, dan 8:2. Sebagai pembanding dibuat campuran fisika dengan komposisi yang sama. Serbuk campuran fisika dan dispersi padat dikarakterisasi sifat fisikokimia meliputi: analisis difraksi sinar X , analisis spektroskopi FT-IR, analisis SEM, analisis DSC, dan penetapan kadar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dispersi padat mengalami penurunanan derajat kristal danpembentukanfase amorf, pada formula 1 yaitu dengan perbandingan ofloxacin : PEG 40006:4. Dimana pembuatan sistem dispersi padat dengan teknik Co-Grinding dan penambahan polimer PEG 4000 telah berhasil digunakan untuk memperbaiki kelarutan obat yang sukar larut didalam air dan meningkatkan ketersedian hayati obat yang rendah.
Karakterisasi Kompleks Inklusi Telmisartan – Β-Siklodekstrin Dengan Metode Penggilingan Bersama Makmur, Indra; Rosaini, Henni; Putri, Wahyuni Eka; Octavia, Maria Dona
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.291

Abstract

Telmisartan merupakan obat antihipertensi dan diklasifikasikan ke dalam BCS kelas II,  yang memiliki kelarutan rendah dalam air dan permeabilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi, meningkatkan kelarutan serta laju disolusi telmisartan dengan cara pembentukan kompleks inklusi telmisartan - β-siklodekstrin. Pembuatan kompleks inklusi dilakukan dengan metoda penggilingan bersama dengan rasio 1:1 molar dengan variasi waktu penggilingan formula 1 selama 1 jam, formula 2 selama 2 jam. Kompleks inklusi dan campuran fisik dikarakterisasi dengan difraksi sinar X, Differential Scanning calorimetry (DSC), spektrofotometri inframerah, dan disolusi. Hasil pembentukan kompleks inklusi telmisartan - β-siklodekstrin dapat meningkatkan laju disolusi telmisartan. Persentase kadar terdisolusi pada menit ke-60 untuk  telmisartan, campuran fisik, formula 1 dan formula 2 berturut-turut adalah 2,5953 %, 2,5257 %, 61,1295 dan 61,2077 %. Formula terbaik ditunjukkan oleh formula 2 dengan waktu penggilangan 2 jam.
Formulasi dan Evaluasi Gel Infusa Daun Belimbing Wuluh Verawaty Verawaty; Irene Puspa Dewi; Felicia Febrian CH
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.309

Abstract

Pada Daun belimbing wuluh terkandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menformulasi daun belimbing wuluh menjadi sediaan gel yang baik, efektif, dan aman untuk digunakan, serta menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Sediaan gel yang didapatkan berupa gel berwarna bening dan kuning bening, tidak memiliki bau, homogen, pH formula 1, 2 dan 3 berturut-turut 5,60, 5,58 dan 5,54 dan tidak mengiritasi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan gel dari infusa daun belimbing wuluh memiliki daya hambat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada formula 1 (10%), 2 (20%) dan 3 (30%) dengan rata-rata diamter zona hambat 10,6 mm, 12,3 mm, dan 29,1 mm. Hal ini menunjukkan pada formula 3 (30%) merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Uji One Way Anova dalam program Statistical Product And Service Solution (SPSS) 16.0 for Windows, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi kelompok adalah signifikan dengan nilai  0,003 (α < 0,005).
Analisis Fisikokimia Pasta Gigi Yang Mengandung Kalsium Berasal Dari Tulang Ikan Patin (Pangasius Hypophthalmus) Wahyu Margi Sidoretno; Azlaini Yus Nasution
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.296

Abstract

Tulang ikan patin merupakan salah satu hasil limbah pengolahan ikan patin yang terdapat diindustri pangan olahan ikan patin. Limbah tulang ikan patin tersebut selama ini hanya dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut. Sehingga pada penelitian ini, limbah tulang ikan patin tersebut dimanfaatkan sebagi tepung tulang ikan patin yang memiliki kadar kalsium tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat produk inovasi yaitu pasta gigi yang menggunakan tepung tulang ikan patin sebagai bahan pembersih/abbrasive. Pasta gigi merupakan sediaan farmasi yang berbentuk padat mengandung bahan penggosok, pembersih dan bahan tambahan lain yang bertujuan untuk membersihkan gigi, mencegah kerusakan gigi dan dapat mengurangi bau mulut. Pasta gigi yang diformulasikan dengan tepung tulang ikan patin dibuat dalam 3 formulasi dengan berbagai konsentrasi (F1 10%, F2 30%, F3 50%). Pada masing-masing formula dilakukan evaluasi mutu sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, dan pembentukan busa. Analisis data uji karakterisasi yang dilakukan selama 21 hari di analisis secara deskriptif. Hasil organoleptis sediaan berbentuk pasta sedikit padat, berbau menthol, berwarna krem kecoklatan, dan homogen. Memiliki viskositas yang dapat mempertahankan bentuk pasta pada saat diaplikasikan yaitu rentang 297,7-286,2 Cps, pH pasta gigi pada rentang 8,5-8,8, dan hasil pada pengujian tinggi  busa terbentuk antara15,8-26,2 cm. Hasil pengujian mutu fisik kimia pada pasta gigi semua menunjukkan pasta gigi tepung tulang ikan patin memenuhi mutu fisik kimia pasta gigi.
Aktivitas Penurunan Kadar Glukosa Darah Fraksi Air Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Pada Pemodelan Diabetes Rahmad Abdillah; Fitra Fauziah; Ariska Tirdia Sari
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.316

Abstract

Penderita diabetes mellitus memerlukan jangka panjang, bahkan seumur hidup untuk mengurangi gejala dan mencegah progresivitas penyakit agar tidak berkembang ke arah komplikasinya, sedangkan terapi diabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek fraksi air daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap nilai glukosa darah mencit putih jantan BALB/C yang diinduksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, fraksi air dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB, dan pembanding (metformin 1,3 mg/kgBB). Fraksi air diberikan secara per oral selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air daun belimbing wuluh dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit putih jantan (sig<0,05), dimana dosis 500 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa darah paling tinggi. Pemberian fraksi air juga mempengaruhi rasio organ pankreas (sig<0,05), tetapi tidak mempengaruhi rasio organ jantung dan hati (sig>0,05) sebagai indikator makro patologis.
Pembuatan Lipstik Herbal Dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L), Kunyit (Curcuma Domestica) Dan Umbi Buah Bit (Beta Vulgaris L) Sebagai Pewarna Alami Denia Pratiwi; Nurmaliza Nurmaliza
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.297

Abstract

Komponen utama lipstik adalah pewarna, pemanfaatan pewarna alami dari tumbuhan tentu sangat diharapkan karena pewarna alami  lebih aman. Banyak sekali tumbuhan di sekitar kita yang dapat memiliki warna yang dapat dimanfaatkan, seperti kayu secang merupakan tanaman yang memiliki senyawa brazilin, kunyit memiliki curcumin dan umbi buah bit memiliki pigmen betain. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formula lipstik batang dengan variasi penambahan zat warna masing-masing sebanyak 15% baik tunggal maupun kombinasi dan melakukan evaluasi sediaan lipstik. Metode penelitian yang digunakan adalah laboratory experimental dimana ekstrak Kayu secang, kunyit dan umbi buah bit didapatkan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, pemilihan basis lipstik serta evaluasi sediaan mencakup uji organoleptis, titik lebur, pH, homogenitas dan uji iritasi. Hasil yang didapatkan yaitu sediaan lipstik batang dari tujuh formula yaitu memiliki homogenitas yang baik, memiliki warna bervariasi, pH pada F1,F2, F4, F5, F6 memenuhi standar, semua formula memenuhi standar titik lebur dan tidak mengiritasi. Pada uji satatistik tidak didapatkan adanya hubungan antara nilai pH dan titik lebur pada tiap formula.

Page 1 of 1 | Total Record : 9