cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2023)" : 12 Documents clear
Perbandingan Aktivitas Penerapan Prolanis Diabetes Melitus Pada Dua Puskesmas Kota Bekasi Silvyana, Annysa Ellycornia; Warti, Lia; Rahayu, Feronika Evma; Reubun, Yonathan Tri Atmodjo; Muhaereni, Desweri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.545

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong peserta penyakit kronis mencapai kualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis pada suatu Fasilitas Kesehatan kemungkinan berbeda dengan Fasilitas Kesehatan lainnya, untuk mengetahui perbedaannya perlu dilakukan perbandingan deskriptif antar Fasilitas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas penerapan Prolanis Diabetes Melitus di Puskesmas A dan Puskesmas B Kota Bekasi yang dapat digunakan  sebagai dasar pertimbangan kebijakan selanjutnya. Metode pada penelitian ini adalah analitik observasional secara deskriptif dan penelitian dilaksanakan di Puskesmas A dan Puskesmas B Kota Bekasi dalam kurun waktu selama 3 (tiga) bulan. Aktivitas penerapan Prolanis yang dibandingkan meliputi karakteristik sumber daya manusia (SDM) tenaga Prolanis, frekuensi sms gateway, kualitas sms gateway, kualitas materi edukasi dan ketersediaan jenis obat DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penerapan Prolanis di Puskesmas A lebih besar dibandingkan Puskesmas B, dimana karakteristik SDM tenaga Prolanis, frekuensi sms gateway dan ketersediaan obat DM di kedua Puskesmas tidak berbeda. Kualitas sms gateway dan kualitas materi edukasi Puskesmas A lebih besar dibandingkan Puskesmas B sehingga penerapan Prolanis di Puskesmas A lebih baik dibandingkan Puskesmas B. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan program Prolanis BPJS di setiap Puskesmas.
Pengaruh Pemberian Katekin Terhadap Kultur Sel Kanker Serviks Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Kamal Uyun, Hendri Satria; Eriadi, Aried; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Pranciska, Witdia; Wandani, Jesica Desta
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.561

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling mematikan bagi wanita. Salah satu terapi untuk mengobati kanker serviks adalah kemoterapi. Agen kemoterapi berasal dari bahan kimia sintetis dan memiliki efek samping yang merugikan. Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dengan metode MTT, penghambatan migrasi sel dengan metode scratch assay, dan induksi kematian sel dengan metode double staining. Dari hasil penelitian, katekin yang diisolasi dari gambir mempengaruhi pertumbuhan sel biakan HeLa dengan nilai IC50 sebesar 3,1 µg/mL. Katekin yang diisolasi dari Gambir berpengaruh terhadap penghambatan migrasi sel HeLa; Hasilnya adalah penghambatan terbesar ditemukan pada konsentrasi yang paling signifikan, yaitu pada 80 µg/mL, dan rata-rata area migrasi sel adalah 2,26 mm/jam. Katekin dapat menginduksi apoptosis pada sel kultur HeLa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa katekin yang diisolasi dari Uncaria gambir mempengaruhi sel kultur HeLa.
Pengaruh Pretreatment Microwave Terhadap Rendemen dan Profil Kimiawi Minyak Gaharu Aquilaria Sp. Defiza, Defiza; Az Zahra, Alfiyah; Supandi, Supandi; Aldrat, Hendri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.555

Abstract

Minyak gaharu salah satu produk hasil penyulingan dari resin gaharu yang selain aromanya yang unik dan memiliki aktivitas biologis. Oleh karena tingginya minat  serta kelangkaan sumber-sumbernya secara alamiah, peneliti berusaha menemukan cara agar proses penyulingannya lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas. Pada penelitian ini serbuk resin gaharu diberikan pretreatmen sebelum disuling dengan menggunakan microwave dengan daya 180 Watt selama 3 x 3 menit. Selanjutnya serbuk resin tersebut direndam masing-masing 1, 2, 3, dan 4 minggu sebelum dilakukan hidrodistilasi selama 15 jam. Minyak atsiri yang dihasilkan selanjutnya dianalisa menggunakan GCMS, sedangkan aromanya diuji hedonis untuk mengetahui perlakuan mana yang paling disukai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rendemen minyak atsiri setelah pretreatment. Ada senyawa yang konsisten muncul pada semua perlakuan termasuk kontrol seperti benzylacetone, β-selinene, alloaromadendrene, n-hexadecanoic acid, β-guaiene, dan agarospirol, sedangkan senyawa yang muncul setelah diberikan perlakuan microwave di antaranya adalah di antaranya adalah γ-gurjunene, valerenol, valencene, dibenzylacetone, α-selinene, α-guaiene, beta elemene, γ-muurolene, isocaryophyllene, ocimene, valerenal, cadinene dan dimetil octatriene. Adapun di antara senyawa di atas, yang baru muncul setelah mengalami perendaman adalah valerenal, dibenzylacetone, isocaryophyllene, ocimene, α-guaiene, β-elemene, dan γ-muurolene. Praperlakuan dengan menggunakan microwave dengan daya 180W dan perendaman sampai 2 minggu dapat meningkatkan jumlah rendemen dan keanekaragaman komponen minyak gaharu atsiri. Uji hedonik menunjukkan responden aroma minyak atsiri setelah pretreatment tidak merusak kualitas minyak gaharu.
Pengaruh HPMC dan PVP K-30 Sebagai Stabilizer Pada Nanopartikel Telmisartan Terhadap Sifat Fisikokimia dan Laju Disolusi Makmur, Indra; Wahyuni, Rina; Sandra, Thessa Mai
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.566

Abstract

Telmisartan merupakan biopharmaceutical classification system (BCS) kelas II yaitu obat yang memiliki kelarutan rendah, yang menyebabkan bioavailabilitas oral yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh HPMC dan PVP K-30 sebagai stabilizer terhadap karakteristik fisikokimia nanopartikel telmisartan dan mengetahui pembuatan nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan telmisartan. Telmisartan dibuat dalam 3 formula yaitu pada campuran fisik, formula 1, dan formula 2. Karakterisasi dengan hasil meliputi distribusi ukuran partikel, dengan hasil ukuran partikel campuran fisik 12nm, formula 1 43 nm, dan formula 2 20nm. Hasil analisa difraktogram sinar x (X-Ray Difraction) menunjukkan terjadinya pengurangan derajat kristalinitas dan tidak ditemukannya puncak baru. Hasil analisa termogram Differential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan tidak terjadinya penurunan titik lebur dan terjadinya penurunan entalpi. Analisa FT-IR menunjukkan tidak terjadinya pergeseran bilangan gelombang dan tidak adanya gugus fungsi baru. Evaluasi penetapan kadar dilakukan dengan pelarut metanol dengan hasil 100,918% telmisartan, 100,19% campuran fisik, 100,372% formula 1, dan 100,827% formula 2. Laju disolusi mengalami peningkatan dari 23% menjadi 26% untuk campuran fisik, untuk F1 53% dan untuk F2 58%.
Detoksifikasi Sianida pada Rebung dan Umbi Gadung Menggunakan Empat Media Perendaman Haris, Muhammad; Misfadhila, Sestry; Vitri, Vivi Sepda; RKT, Rofidah
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.563

Abstract

Rebung (Gingantochloa kuring Widjaja) memiliki nilai gizi yang cukup baik akan tetapi rebung mengandung HCN yang merupakan senyawa beracun dalam bentuk glikosida sianogenik. Senyawa yang sama juga dapat ditemukan pada umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Sianida merupakan senyawa berbahaya yang apabila dikonsumsi secara berlebihan yang akan menyebabkan efek samping seperti sesak nafas, pusing, lemas, pingsan hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi empat media yaitu Ca(OH)2, NaCl, CaCO3 dan NaHCO3 serta lama perendaman terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida pada kedua sampel. Analisis dilakukan dengan metode spektrofotometri sinar tampak pada lmaks 526,5 nm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar sianida awal (tanpa perlakuan) pada rebung dan umbi gadung berturut-turut adalah 0,477 ± 0,003 % dan 0,520 ± 0,001 %. Asam sianida pada ampas rebung tidak terdeteksi mulai dari konsentrasi 0,9 M untuk semua media yang direndam selama 30 menit. Media Ca(OH)2 0,6 M mampu mendetoksifikasi sianida secara maksimal pada waktu perendaman 150 menit, sementara ketiga media lainnya (dengan konsentrasi yang sama) pada waktu 120 menit. Berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai signifikasi p = 0,000 dengan nilai (p<0,05) menandakan bahwa konsentrasi media dan waktu perendaman berpengaruh terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida. 
PENENTUAN AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK N-HEKSAN DAN ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yetti, Rina Desni; Fatmawati, Fatmawati; Misfadhila, Sestry; Fadhila, Muthia
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.558

Abstract

Bidara (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku obat tradisional. Kandungan flavonoid dan polifenol pada daun bidara berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya untuk meminimalisir efek buruk dari paparan radiasi sinar UV. Ekstrak daun bidara juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF,%Te, dan %Tp dari ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara serta potensinya sebagai tabir surya. Pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Nilai SPF tertinggi pada ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL masing-masing sebesar 3,881(proteksi minimal) dan 15,74 (proteksi ultra). Nilai %Te ekstrak n-heksan daun bidara belum mencapai nilai minimum untuk perlindungan eritema. Nilai %Te tertinggi ekstrak etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 2,3875% (extra protection). Nilai %Tp tertinggi ekstrak n-heksan daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 38,0902% (total block) dan nilai %Tp ekstrak etanol daun bidara pada semua konsentrasi berada pada kategori total block karena memiliki nilai %Tp <40%. Ekstrak n-heksan daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi minimal sedangkan ekstrak etanol daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi ultra
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Periode Mei – Juli 2022 Sari, Dini Permata; Helmi, Muhamad
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.518

Abstract

Jumlah penderita hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi yaitu dengan adanya pengetahuan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive samplingdilakukan dengan menggunakan data primer yang berupa kuesioner dan menggunakan data sekunder yang berupa hasil rekam medis pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan minum obat pasien dan menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale(HK-LS) untuk melihat tingkat pengetahuan pasien hipertensi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariat dan analisis data bivariat dengan uji Chi squaredengan jumlah sampel 93 pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan sedang (50%) dan tingkat pengetahuan tinggi (40,2%). Hasil uji analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p-value0,03 < 0,05. 
Seduhan Kombinasi Daun Tin (Ficus carica L.) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan Alami yang Potensial Mustika, Meilinda; Nurjana, Fadila Niki; Sarina, Gemmy
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.559

Abstract

Daun tin (Ficus carica L.) dan bunga rosela (Hibiscus sabdariffa Flos.) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sinergisme antioksidan seduhan kombinasi daun tin dan bunga rosela dengan variasi perbandingan bobot. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penetapan kadar fenol total dengan metoda Folin ciocalteu dan penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2 diphenyl-1-pycrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometri UV-Vis double beam. Dari hasil penelitian diperoleh golongan senyawa metabolit sekunder pada seduhan daun tin dan bunga rosela yaitu flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Kadar fenol dari seduhan daun tin dan bunga rosela dengan variasi perbandingan bobot (1:0), (2:1), (1:1), (1:2), dan (0:1) berturut-turut adalah 2,23; 2,29; 1,72; 1,36 dan 0,84 % dan nilai IC50 nya sebesar 20,28; 41,74; 17,87; 26,18 dan 30,46 μg/mL yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan berada pada kategori sangat kuat. Kadar fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi didapat pada kombinasi (2:1). Berdasarkan uji ANOVA satu arah, perbandingan kombinasi seduhan daun tin dan bunga rosela berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan (p˂0,05). Dapat disimpulkan bahwa seduhan kombinasi daun tin dan bunga rosela memiliki efek sinergis dan berpotensi sebagai antioksidan alami. 
Studi Uji in Silico Secara Molecular Docking Interaksi Antara Protein Target pada Proses Inflamasi (Kulit Berjerawat) TGF – β1 (PDB ID: 3tzm) dengan Senyawa Aktif Madecassoside Chairunisa, Ully; Eriadi, Aried; Ramadhani, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.560

Abstract

Kulit merupakan lapisan jaringan yang menyebar di seluruh permukaan tubuh. Di permukaan kulit, kelenjar keringat mengeluarkan produk limbah melalui pori-pori kulit berupa keringat. Jerawat (Acne vulgaris) merupakan suatu kondisi dimana pori-pori tersumbat dan menyebabkan kantong nanah menjadi meradang. Penyebab pasti dan patogenesis A. vulgaris masih belum jelas. Namun, banyak faktor yang berhubungan dengan patogenesis jerawat, seperti peningkatan sekresi sebum, hiperkeratosis folikel rambut dan koloni bakteri Propionibacterium acnes, dan inflamsi serta faktor lain yaitu stres, iklim/suhu/kelembaban, kosmetik, diet dan obat-obatan. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan obat antijerawat secara in silico dari senyawa metabolit sekunder madecasosside dengan protein target TGF- β1 dengan kode PDB ID: 3TZM. Pengujian dilakukan dengan serangkaian proses meliputi analisis senyawa dan protein, sifat fisiko kimia, ADME, nilai RMSD ≤ 2 Å, optimasi geometri, interaksi antara senyawa dan protein target secara 3D dan 2D dengan menggunakan DOCK 6. Berdasarkan hasil uji in silico, akan diperoleh nilai score docking senyawa madecasosside dengan ligan 3tzm yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu kandidat obat antijerawat dengan nilai ikatan energi bebas (afinitas) – 103.462, nilai ikatan energi van derwals (vdw) - 103.462 dan nilai energy internal repulsive 9.515.
Formulasi Sediaan Anti Acne Masker Gel Peel-Off Ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) Fatha, Nur; Umar, Anugrah; Mursyid, Murni
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.546

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu bentuk melestarikan perawatan kecantikan secara turun temurun menggunakan bahan alami berupa daun suruhan (Peperomia pellucida) yang mengandung senyawa yng berperan sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin, tanin dan triperpenoid, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi sediaan masker gel peel off dengan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida). Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian eksperimental, melakukan preparasi sampel, pembuatan ekstrak, formulasi masker gel pell-off, merancang formulasi masker gel pell-off. Penelitian memerlukan waktu selama 3 minggu untuk mendapatkan formulasi sediaan masker gel pell-off dengan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida).

Page 1 of 2 | Total Record : 12