cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Risiko Kandidiasis Serviks pada Wanita Usia Subur Akseptor Hormonal di Puskesmas Salewangeng Kabupaten Wajo Tetti Surianti; Hasnidar Hasnidar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10403

Abstract

Cervical candidiasis is an infectious disease of the cervical mucosa caused by the candida species of fungi. Especially candida albicans, in the anterior or posterior fornix. This fungus is opportunistic, which if there are predisposing factors will become pathogenic. One of the predisposing factors is the use of hormonal contraceptives, either by mouth, injection or implantation. with the aim to determine the risk of cervical candidiasis in women of reproductive age Hormonal Contraceptive acceptors at Salewangeng Public Health Center, Wajo Regency. In terms of the success of this study. In terms of the type of data, the research approach used in this study was experimental research with consecutive sampling design. The results of this studied showed that 4 (four) respondents who passed the pap smear examination process according to the research criteria were negative, namely that they did not have a risk of cervical cancer, but found 2 (two) respondents who had risk factors for candidiasis. Where in the third respondent, the results of the interpretation of squamous epithelial cells without abnormalities, the transformed endocervical component was not found, but there were cocoids and solid leukocytes. Whereas the fourth respondent, the results of the interpretation of squamous epithelial cells accompanied by reactive cells, the endocervical component was not found, there were cocobacilli and solid leukocytes. Keywords: risk of cervical candidiasis; hormonal contraception ABSTRAK Kandidiasis serviks adalah penyakit infeksi pada mukosa serviks yang disebabkan oleh jamur spesies candida. Terutama candida albicans, pada fornix anterior atau fornix posterior. Jamur ini bersifat oportunistik, yang bila terdapat faktor predisposisi akan menjadi patogen. Salah satu faktor predisposisi adalah pemakaian kontrasepsi hormonal, baik secara oral, suntik maupun implantasi. dengan tujuan untuk mengetahui adanya Risiko Kandidiasis serviks pada wanita usia subur Akseptor Kontrasepsi Hormonal di Puskesmas Salewangeng Kabupaten Wajo. Dalam mensukseskan penelitian ini Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain consecutive Sampling. Hasil penelitian ini yaitu Dari ke 4 responden yang melewati proses pemeriksaan pap smear sesuai dengan kriteria penelitian maka dapat di simpulkan bahwa masing – masing di dapatkan hasil negatif yaitu tidak memiliki resiko terjadinya kanker serviks namun didapatkan dua responden yang memiliki faktor resiko terjadinya kandidiasis. Dimana pada responden ke 3, hasil interpretasi sel epitel skuamosa tanpa kelainan, komponen endoserviks transformasi tidak ditemukan, namun terdapat kokoid dan leukosit padat. Sedangkan responden ke 4 , hasil interpretasi sel epitel skuamosa disertai sel-sel reaktif, komponen endoserviks tidak ditemukan, terdapat kokobasili dan leukosit padat. Kata kunci: risiko kandidiasis serviks; kontrasepsi hormonal
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Calcaneus Spurs Sinistra di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2018 Marolop P. Napitu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn09

Abstract

Calcaneus spur artinya, bagian tulang yang mengeras menjadi taji. Jadi calcaneus spur adalah pembentukan tulang kecil seperti taji di tumit, calcaneus spur adalah eksostosis (pertumbuhan tulang yang tidak semestinya) di daerah tubercalcaneus, yang bentuknya seperti jalu ayam. Calcaneus spur adalah munculnya tulang taji pada tulang calcaneus yang menimbulkan rasa nyeri pada daerah tumit, calcaneus spurs berkaitan dengan obesitas, sebelumnya pernah mengalami sakit pada tumit. Rasa nyeri lokal daerah tumit terutama bila dipijakkan. Nyeri ini lebih terasa sewaktu bangun tidur dan menumpukkan berat badan pada kaki pertama kali ke lantai. Keluhan utama akibat calcaneus spur adalah nyeri saat waktu permulaan berdiri dan berjalan terutama pagi hari setelah bangun tidur atau istirahat/duduk lama, yang kemudian akan berkurang setelah berjalan beberapa langkah. Tanda-tanda khas terdiri dari nyeri yang mendalam saat bangun tidur di pagi hari dan setelah duduk. Untuk mengatasi nyeri, banyak teknologi fisioterapi yang bisa dilakukan adalah US (ultrasound), MWD, SWD, TENS, IR, Terapi Latihan dan Massage adalah suatu pengobatan dengan menggunakan berbagai macam frekuensi dan panjang gelombang. Dalam kasus ini penulis menggunakan teknologi fisioterapi US (ultrasound) dan massage. US (Ultra Sound) adalah Peristiwa getaran mekanik dengan bentuk gelombang longitudinal yang berjalan melalaui medium tertentu dengan frekuensi yang variabel, sedangkan massage adalah terapi manipulasi pada jaringan lunak tubuh untuk menormalkan jaringan tersebut. Kata kunci: calcaneus spur; ultrasound; massage therapy
Rendemen dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L) Lully Hanni Endarini
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11210

Abstract

The purpose of this study was to determine the yield and phytochemical screening of the ethanol extract of green tea leaves (Camellia sinensis L). This type of research was a descriptive study, the sample was selected by random sampling technique. The yield of the extract produced from this study was 96.699% and the results of phytochemical screening showed that the extract contained alkaloid compounds, saponins, steroids or triterpenoids, flavonoids, polyphenols and tannins. Keywords: yield; camellia sinensis l; phytochemical screening ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil rendemen dan skrining fitokimia ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L). Jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif, sampel dipilih dengan teknik random sampling. Hasil rendemen ekstrak yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebesar 96,699% dan hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, saponin, steroid atau triterpenoid, flavonoid, polifenol dan tanin. Kata kunci: rendemen; camellia sinensis l; skrining fitokimia
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Ischialgia Sinistra Akibat Spondylosis Di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2016 Marolop Napitu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10308

Abstract

The case of ischialgia due to lumbar vertebral spondylosis 4-5 is intended to determine the management of physiotherapy, add insight, and knowledge and cause various physical problems related to the lower back region and the modality given in this condition is SWD (shortwave diarthermy), and therapy exercise (William Flexion exercise). Knowledge of the effectiveness of SWD (shortwave diarthermy), and exercise therapy (William Flexion exercise) in ischilgia conditions due to lumbar vertebral spondylosis 4-5. In this case the therapy was carried out 6 times. Based on research shows a decrease in the degree of pain where silent pain from T0 = very mild pain to T6 = no pain, tenderness from T0 = not so severe pain to T6 = very mild pain, and motion pain from T0 = severe enough pain to T6 = mild pain. An increase in LGS in flexion and extension movements. The results obtained before therapy for flexion movements T0 = 8 cm and after being treated T6 = 13 cm, and for extension movements before being treated T0 = 3 cm and after being treated to T6 = 5cm. An increase in flexor trunk muscle strength from T0 = 4 after treatment to T6 = 5. And an increase in functional ability. The results obtained just before therapy T0 = 17 and after being treated T6 = 15. Conclusion: the next suggestion in this scientific paper is that further research needs to be carried out to find out what physiotherapy modalities affect the modalities that have been applied above for the condition of ischialgia due to vertebral spondylysis 4-5. Keywords: ischialgia sinistra; spondylosis ABSTRAK Kasus ischialgia akibat spondylosis vertebra lumbal 4-5 merupakan kasus yang masih sering terjadi di masysrakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi, menambah wawasan, dan ilmu pengetahuan serta menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan fisik yang berhubungan dengan daerah punggung bawah dan modalitas yang diberikan pada kondisi ini adalah SWD (shortwave diarthermy), dan terapi latihan (William Flexion exercise). Pengetahuan efektifitas SWD (shortwave diarthermy), dan terapi latihan (William Flexion exercise) pada kondisi ischilgia akibat spondylosis vertebra lumbal 4-5. Pada kasus ini terapi dilakukan sebanyak 6 kali. Berdasarkan penelitian menunjukkan adanya penurunan derajat nyeri dimana nyeri diam dari T0 = nyeri sangat ringan menjadi T6= tidak nyeri, nyeri tekan dari T0= Nyeri tidak begitu berat menjadi T6= nyeri sangat ringan, dan nyeri gerak dari T0= nyeri cukup berat manjadi T6= nyeri ringan. Adanya peningkatan LGS pada gerakan fleksi dan ekstensi. Hasil yang didapatkan sebelum terapi untuk gerakan fleksi T0=8 cm dan setelah diterapi T6=13 cm,dan untuk gerakan ekstensi sebelum diterapi T0=3 cm dan setelah diterapi menjadi T6= 5cm. Adanya peningkatan kekuatan otot fleksor trunk dari T0=4 setelah diterapi menjadi T6=5. Dan adanya peningkatan kemampuan fungsional. Hasil yang didapatkan saat sebelum terapi T0= 17 dan setelah diterapi T6=15. Kesimpulan: saran selanjutnya pada karya tulis ilmiah ini adalah perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui modalitas fisioterapi apa yang berpengaruh diantara modalitas yang telah diterapkan tersebut diatas pada kondisi ischialgia akibat spondylisis vertebra 4-5. Kata kunci: ischialgia sinistra; spondylosis
Status Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kepuasan Pasien di RSUD Sumedang Witri Dewi Mentari; Mamlukah Mamlukah; Esty Febriani; Ekki Riswandiyah; Ening Karwaty; Hana Fitria Andayani; Ilah Siti Harmilah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11112

Abstract

Hospital is one of the public health service providers. Based on the status of participation in the National Health Insurance (JKN) program, there are 2 (two) categories of patients in the hospital, namely patients who are JKN participants and non-JKN participants. The purpose of this study was to determine the relationship between the JKN program membership status and patient satisfaction at Sumedang Regional General Hospital. The research design used was quantitative. The samples involved were 150 people. The instrument used was a standard questionnaire from Regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform of the Republic of Indonesia No. 14 of 2017. Descriptive data analysis was performed with frequency distribution while bivariate data analysis used Chi square. The results showed that there was a significant relationship between JKN membership status and patient satisfaction with services at the Sumedang Regional General Hospital, with a p-value of 0.000. There were 5 JKN participant respondents (3.3%) who were dissatisfied, 35 respondents (23.3%) were dissatisfied. There were 43 respondents (28.7%) who stated that they were satisfied with JKN, while 4 people (2.7%) stated that they were very satisfied. Conclusion: There was a significant relationship between JKN membership status and patient satisfaction with services at the Sumedang Regional General Hospital. Keywords: JKN membership status; patient satisfaction ABSTRAK Rumah sakit adalah salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat. Dilihat berdasarkan status kepesertaannya terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ada 2 (dua) kategori pasien di rumah sakit, yaitu pasien peserta JKN dan non peserta JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status kepesertaan program JKN dengan kepuasan pasien di RSUD Sumedang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel yang dilibatkan berjumlah 150 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner baku dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 14 Tahun 2017. Analisis data deskriptif dilakukan dengan distribusi frekuensi sedangkan analisis data bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status kepesertaan JKN dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Sumedang, dengan p-value 0,000. Responden peserta JKN yang menyatakan tidak puas ada sebanyak 5orang (3,3%), responden peserta yang kurang puas ada sebanyak 35orang (23,3%). Responden peserta JKN yang menyatakan puas ada sebanyak 43 orang (28,7%) sedangkan responden peserta JKN yang menyatakan sangat puas ada sebanyak 4 orang (2,7%). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara status kepesertaan JKN dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Kata kunci: status kepesertaan JKN; kepuasan pasien
Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui 0-6 Bulan Tentang Alat Kontrasepsi MAL di Kelurahan Bukit Sofa Kota Pematangsiantar Sri Rahma Friani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi MAL merupakan alat kontrasepsi yang sesuai untuk ibu yang sedang menyusui 0-6 bulan karena kontrasepsi MAL dapat mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. Keuntungan pemakaianya resiko terhadap kehamilan kecil dan tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu menyusui 0-6 bulan di kelurahan Sondiraya. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengisian kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Pengambilan sampel digunakan dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sondiraya kecamatan Raya. Analisa data digunakan dengan penmgisian kuesioner. Dari hasil pengisian kuesionerdapat disimpulkan bahwa responden mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang(60%). Distribusi pengetahuan ibu berdasarkan umur mayoritas ibu yang berumur >30 tahun sebanyak 20 orang (66,66%) dan minoritas ibu yang berumur 20-30 tahun sebanyak 10 orang (33,33%). Distribusi Pengetahuan Ibu berdasarkan pendidikan mayoritas SMA sebanyak 24 orang (80%) dan minoritas Perguruan Tinggi sebanyak 2 orang (6,66%). Distribusi pengetahuan berdasarkan paritas mayoritas primipara sebanyak 9 orang (30%), secundipara sebanyak 9 orang(30%), Multipara sebanyak 9 orang (30%)dan minoritas Grandemultipara sebanyak 3 orang (10%). Distribusi pengetahuan berdasarkan sumber informasi mayoritas dari petugas kesehatan sebanyak 11 orang (36,66%) dan minoritas dari Media Elektronik sebanyak 1 orang (3,33%). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan dalam memberikan penyuluhan dan konseling tentang pentingnya ber KB yang dapat digunakan dalam jangka panjang maupun jangka pendek denmgan benar dan mudah dimengerti. Kata kunci: pengetahuan; ibu; alat kontrasepsi; KB MAL
Daya Terima dan Kandungan Gizi Naget Lele (Clarias gariepinus) dengan Substitusi Modified Cassava Flour (Mocaf) Sebagai Alternatif Kudapan Tinggi Protein Untuk Balita Laeli Nur Hasanah; Rosmauli Jerimia Fitriani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10202

Abstract

Catfish (Clarias gariepinus) and Modified Cassava Flour (Mocaf) are local foods that have the potential to be developed into nutritious nugget for toddlers. This research aimed to analyze the acceptance and nutritional content of catfish nugget substituted by Mocaf nugget. This type of research was quasi-experimental with a completely randomized design. There were two types of treatment nugget formulation (combination of catfish and Mocaf). The panelists used were 30 untrained panelists. Nugget F1 (the combination of catfish 90% and Mocaf 10% of the total weight of raw material) was the most acceptance in organoleptic test. The acceptance test done by 30 toddlers showed that 83,3% of them could accept the products properly. The proximate analysis of the selected nugget showed that the content of water, ash, fat, protein, carbohydrate and fiber was 55,11%; 2,04; 11,43%; 11,02%; 20,41%; and 2,64%. The contribution of selected nugget per 50 grams serving size to RDA of toddlers was 8% for energy, 11,4% - 12,7% for fat, 22-27,6% for protein, 4,6-4,7% for carbohydrate and 6,6-6,9% for fiber. This catfish nugget substituted by Mocaf may be used as an alternative of high protein snacks for toddlers. Keywords:acceptance; nugget; catfish; mocaf ABSTRAK Ikan lele (Clarias gariepinus) dan Modified Cassava Flour (Mocaf) merupakan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk naget yang bergizi bagi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan gizi naget lele dengan substitusi Mocaf. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada dua jenis formulasi naget kombinasi lele dan mocaf yang digunakan pada penelitian ini. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang panelis tidak terlatih. Naget F1 (kombinasi ikan lele 90% dan Mocaf 10% dari berat adonan total) menunjukkan nilai penerimaan tertinggi secara organoleptik dan dipilih sebagai produk terpilih. Hasil uji daya terima naget terpilih terhadap sasaran 30 balita (usia 1-5 tahun) menunjukkan 83,3% subjek dapat menerima produk naget dengan baik. Hasil uji proksimat naget terpilih terhadap kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat naget secara berturut-turut adalah 55,11%; 2,04; 11,43%; 11,02%; 20,41%; 2,64%. Satu porsi naget terpilih (50 gram) memberikan kontribusi energi 8%, lemak 11,4%-12,7%, protein 22-27,6%, karbohidrat 4,6-4,7% dan serat 6,6-6,9%. Produk naget (kombinasi lele 90% dan Mocaf 10%) ini dapat dijadikan sebagai alternatif kudapan tinggi protein bagi balita. Kata kunci: daya terima; naget; ikan lele; mocaf
Hubungan Status Pendidikan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Petirhilir Baregreg Kabupaten Ciamis Dini Ariani; Resna Litasari; Hani Septiani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10210

Abstract

Stunting is used to describe a population of children who are too short in age. It is a sign that children are not developing well physically or psychologically, especially in the first 1000 days of life. The purpose of this study was to determine the relationship between the education of toddler mother and the incidence of stunting in children under five in Petirhilir Village, Ciamis Regency. This research used quantitative analytic research, retrospective method with a case control study design. The population in this study were all mothers who have toddlers aged 24–60 months. Sampling in this study using a technique using purposive sampling as many as 40 people. The results showed that most of the children who were stunted (42.5%) had low levels of education. The results of statistical analysis showed that maternal education had a significant relationship with the incidence of stunting as evidenced by a p-value
Hubungan Scabies Dengan Perilaku Kehidupan Siswi Asrama Putri GKPS Sondi Raya Romauli Pakpahan; Maswan Daulay
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu17

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Sanitasi lingkungan yang kurang mendukung dapat menyebabkan tingginya angka kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingungan dengan kejadian deare pada balita diwilayah kerja Puskesmas Huta Bayu Raja Kabupaten simalungun. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita da pernah menderita penyakit diare pada periode Juni-Desember 2018 dengan populasi 328 orang. Pemilihan sampel dengan simple random sampling mengasilkan sampel sebanyak 60 orang. Uji statistic menggunakan Chi-Square dengan bantuan software computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sumber air minum (p=0,001), jenis lantai rumah (p=0,036) dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara kualitas fisik air bersih (p=0,307) dengan kejadian diare pada balita. Kata kunci: kejadian diare; balita; sanitasi lingkungan
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Efektifitas Pelayanan Kesehatan Berbasis Gugus Pulau Di Puskesmas Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2019 Maritje Seflin J. Malisngorar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10302

Abstract

The health sector as one of the sectors that supports the success of accelerated development has sought to increase access to quality health services efficiently and effectively through the strategy of island groups in the health sector to realize an increase in health status.The concept of island groups in the health sector in Maluku Province is inseparable from the policy of the Maluku provincial government in implementing island cluster-based development in order to accelerate the improvement of community welfare and equitable development between regions in the Maluku region as an archipelago by taking into account the infrastructure, human resources and management suggestions that the Research has This aims to determine the factors related to the effectiveness of island cluster-based health services at the Pasanea Health Center, Seram Utara Barat District in 2019. The type of research used is descriptive analytic research with a cross sectional approach with a total sample of 21 respondents. The results showed that of the three factors that the researchers took, namely, infrastructure, Human resources and management of the Puskesmas are known to have a close relationship with the effectiveness of health services at the Pasanea Puskesmas. The results of the Spearman Rho test showed that the relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of health services was p = 0.002, the relationship between human resources and the effectiveness of health services was p = 0.005 and management with the effectiveness of health services with a value of p = 0.005. From the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between infrastructure, human resources and management with the effectiveness of health services at Pasanea Health Center, West Seram District in 2019. the relationship between human resources and the effectiveness of health services p = 0.005 and management with the effectiveness of health services with a value of p = 0.005. From the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between infrastructure, human resources and management with the effectiveness of health services at Pasanea Health Center, West Seram District in 2019. the relationship between human resources and the effectiveness of health services p = 0.005 and management with the effectiveness of health services with a value of p = 0.005. From the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between infrastructure, human resources and management with the effectiveness of health services at Pasanea Health Center, West Seram District in 2019. Keywords: infrastructure; human resources; management; service effectiveness; public health center ABSTRAK Sektor kesehatan sebagai salah satu sektor yang mendukung keberhasilan percepatan pembangunan telah berupaya meningkatkan akses pelayanan Kesehatan bermutu dengan efisien dan efektif melalui strategi gugus pulau dibidang Kesehatan untuk mewujudkan peningkatan status Kesehatan. Konsep gugus pulau bidang Kesehatan di Provinsi Maluku tidak lepas dari Kebijakan pemerintah daerah provinsi Maluku dalam menerapkan Pembangunan berbasis gugus pulau dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan antar wilayah di daerah Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan memperhatikan saran prasarana, SDM dan manejemn yang dimiliki Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, faktor-faktor yang berhubungan dengan efektifitas pelayanan kesehatan berbasis gugus pulau di Puskesmas Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat tahun 2019. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga faktor yang peneliti ambil yakni, sarana prasarana, SDM dan Manajemen Puskesmas diketahui bahwa ketiganya memiliki hubungan yang erat dengan efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Pasanea. Hasil uji Spearman Rho diperoleh niali hubungan sarana prasarana dengan efektivitas pelyanan kesehatan yakni p= 0,002, hubungan SDM dengan efektivitas pelyanan kesehatan p= 0,005 dan manajemen dengan efektivitas pelyanan kesehatan dengan nilai p= 0,005. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpilkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara srana prasarana, SDM dan manejemen dengan efektifitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat tahun 2019 Kata kunci: sarana prasarana; sumber daya manusia; manajemen; efektifitas pelayanan; puskesmas

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue