cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemulihan Kesehatan Ibu Post Partum Pada Kelahiran Normal Di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Tahun 2017 Ricard Fredrik Marpaung; Romauli Pakpahan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu12

Abstract

Mobilitas dini merupakan salah satu perawatan post partum yang dilakukan untuk membantu ibu melakukan pergerakan. Asupan nutrisi yang cukup sangat dibutuhkan dalam pemulihan kesehatan ibu post partum, Pelayanan kesehatan yang mendukung akan mempercepat pemulihan kesehtan ibu post partum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemulihan kesehatan ibu post partum pada kelahiran normal di RS Efarina Etaham Berastagi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan jumlah Sampel sebanyak 30 orang yaitu ibu post partum normal yang dirawat di RS Efarina Etaham Berastagi Tahun 2014, dengan design penelitian adalah total populasi. Penelitian ini menunjukan bahwa ibu post partum normal di RS Efarina Etaham Berastagi Tahun 2014, yang mobilitas mempengaruhi 18 orang (60%), 12 orang tidak mempengaruhi (40%). Asupan nutrisi ibu post partum 10 orang mempengaruhi (33.34%), 20 orang tidak mempengaruhi (66,67%). Pelayanan kesehatan ibu post partum 11 orang mempengaruhi (36,67%), tidak mempengaruhi 19 orang (63,33%). Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui bahwa asupan nutrisi dan pelayanan kesehatan pada ibu post partum normal di RS Efarina Etaham Berastagi masih kurang mempengaruhi. Diharapkan kepada rumah sakit agar dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan pada ibu post partum. Kata kunci: post partum; pemulihan; mobilitas; nutrisi; pelayanan
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI (Air Susu Ibu) Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea Kabupaten Buru Dewi Susanti; Arindiah Puspo Windari; Iren Niak
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11203

Abstract

The oxytocin reflex can be influenced by the thoughts, feelings and emotions of the mother. Mother's feelings can increase and inhibit oxytocin secretion. This hormone causes the muscle cells that surround the milk-producing ducts to shrink or contract, so that the breast milk is pushed out and is ready for the baby to suck. So it is possible, if the mother has strong thoughts, feelings and emotions, then this condition can suppress the oxytocin reflex in inhibiting and reducing the production of breast milk. This study was a pre-experimental research with one group pre-test post-test design. The subjects of this study were 52 post partum mothers who were selected by means of the ancidental sampling technique. The intervention given was oxytocin massage. Before and after the massage, breast milk production was measured, then tested for differences with the Wilcoxon test. The p-value of the Wilcoxon test was 0.001, so it can be concluded that there was a difference in the production of breast milk between before and after the oxytocin massage. Furthermore, it was concluded that oxytocin massage was proven to be effective in increasing breast milk production. Keywords: oxytocin massage; breast milk; post partum ABSTRAK Refleks oksitosin dapat dipengaruhi oleh pikiran, perasaan dan emosi ibu. Perasaan ibu dapat meningkatkan dan menghambat pengeluaran oksitosin. Hormon ini akan menyebabkan sel-sel otot yang mengelilingi saluran penghasil susu mengerut atau berkontraksi, sehingga air susu ibu terdorong keluar dan siap untuk dihisap oleh bayi. Sehingga kemungkinan, jika ibu memiliki pikiran, perasaan dan emosi yang kuat, maka kondisi ini dapat menekan refleks oksitosin dalam menghambat dan menurunkan produksi air susu ibu. Studi ini merupakan penelitian pra-ekperimental dengan one group pre-test post-test design. Subyek penelitian ini adalah 52 ibu post partum yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan adalah pijat oksitosin. Sebelum dan sesudah pemijatan dilakukan pengukuran produksi air susu ibu, lalu diuji perbedaannya dengan uji Wilcoxon. P-value dari uji Wilcoxon adalah 0,001 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan produksi air susu ibu antara sebelum dan setelah dilakukan tindakan pijat oksitosin. Selanjutnya disimpulkan bahwa pijat oksitosin terbukti efektif untuk meningkatkan produksi air susu ibu. Kata kunci: pijat oksitosin; air susu ibu; post partum
Efektivitas Ekstrak Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak dengan Demam Pasca Imunisasi DPT Pentabio Setiawandari Setiawandari; Eka Deviany Widyawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11102

Abstract

The immunizations that must be given to children include the Diphtheria Pertussis Tetatus-Hepatitis B-Hemophilus Influenza type B vaccine or better known as Pentabio DPT. The DTwP / HB / HiB vaccine is given to babies in 3 doses at 1 month intervals. This immunization caused a systemic reaction, one of which was a fever of 0.85% in the first 30 minutes and increased to 14.03% on the day after immunization. The purpose of this study was to determine the effectiveness of shallots (Allium ascalonicum L) in reducing the body temperature of feverish children after Pentabio DPT immunization. This type of research was quasi-experimental study, with pre and post test with control group design. The sample in this study were babies who received DPT immunization as many as 20 respondents. DPT Pentabio immunization was given a dose of 0.5 ml in the intervention group and the control group. The statistical test used was the T test. The results showed that there was a significant effect of shallots on in reducing the body temperature of feverish children after Pentabio DPT immunization, with a p-value of 0.000. Keywords: shallots; body temperature; fever; Pentabio DPT immunization ABSTRAK Imunisasi yang wajib diberikan kepada anak-anak diantaranya adalah vaksin Diphtheria Pertusis Tetatus-Hepatitis B-Hemophilus Influenza type B atau lebih dikenal dengan DPT Pentabio. Vaksin DTwP/HB/HiB diberikan kepada bayi sebanyak 3 dosis dengan interval 1 bulan. Imunisasi ini menimbulkan reaksi sistemik salah satunya berupa demam 0,85% pada 30 menit pertama dan meningkat menjadi 14,03% pada satu hari pasca imunisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas bawang merah (Allium ascalonicum L) terhadap penurunan suhu tubuh anak demam pasca imunisasi DPT Pentabio. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan pre and post test with control group design. Sampel pada penelitian ini adalah bayi yang mendapat imunisasi DPT sebanyak 20 orang responden. Pemberian imunisasi DPT PENTABIO Pentabio dosis 0,5 ml pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah Uji T. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari bawang merah dalam menurunkan suhu tubuh anak demam pasca imunisasi DPT Pentabio, dengan p-value 0,000. Kata kunci: bawang merah; suhu tubuh; demam; imunisasi DPT Pentabio
Studi Tentang Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Perawatan Namrole Zulfikar Lating; Maritje SJ. Malisngorar; Gariman Kurniawan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn21

Abstract

Limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan limbah medis padat di puskesmas perawatan namrole. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat observasional. Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 bulan (09 Oktober-09 Nopember 2018). Lokasi penelitian dilaksanakan di Puskesmas Perawatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Hasil Penelitian diperoleh Untuk pemilahan 66.6%, pewadahan 83.3%, pengangkutan 100% Tempat Penampungan Sementara (TPS) 100% memenuhi syarat. Bahwa limbah medis padat 100%. Dan pemusnahan tidak memenuhi syarat atau 100%. Kata kunci: limbah medis padat; pengelolaan
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kelas IX SMP Taman Siswa Tahun 2018 Ria Lusi Utami
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn04

Abstract

Infeksi Menular Seksual adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kebanyakan penderita penyakit ini adalah remaja usia 15-24 tahun. Faktor resiko tinggi terkena penyakit ini adalah remaja karena perilaku seksual pranikah yang biasa dilakukan. Infeksi menular seksual masih menjadi permasalahan kesehatan diberbagai Negara. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan remaja yang relatif masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang infeksi menular. Sampel penelitian ini adalah 132 responden usia 15-17 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu disproporsional stratified sampling. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan desain analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian ini kuesioner dengan uji validitas content dan uji reliabilitas spearman brown r11 0.616 > rtabel 0.374. Teknik analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menggunakan bantuan program aplikasi statistik dalam pengolahanya. Hasil analisa kuesioner menunjukan (37.9%) responden mengetahui dengan benar mengenai tanda dan gejala infeksi menular seksual pada pernyataan no.16’keputihan dan nyeri sekitar perut merupakan gejala dari IMS’. Pengetahuan remaja tentang tanda dan gejala memberikan hasil
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sprain Ankle Dextra Di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2018 Marolop Napitu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10410

Abstract

Sprain ankle are injuries to the joints, with ligament tears resulting from sudden excessive streches or repeated excessive use of the joints. In general, sprain due to falls, slips, or pressure on the body that causes bones in the joints to shift, causing impaired ankle stability. Ankle sprain occurs due to muscle weakness and ligament weakness by strengthening muscle training and increasing LGS using exercise therapy, and can help and improve muscle weakness caused by complex lateral ligament damage. The purpose of this thesis is to determine the effectiveness and exercise therapy in ankle sprain patients. In the case study, patients were found to have pain while standing on one foot on their right foot, and the patient felt uncomfortable when leaning on running because of pain that disturbed his balance. Physiotherapy interventions for patients were ultrasound and exercise therapy is given in stages over 3 days. After doing a gradual exercise program for 3 days. To obtain optimal therapeutic results, good collaboration between physiotherapy and sufferers is needed so that maximum results can be obtained. Independent exercise that is done regularly by the patient and effective therapy to increase muscle strength and increase muscle flexibility. Keywords: sprain ankle dextra; fisiotherapy ABSTRAK Sprain ankle adalah cidera pada sendi, dengan terjadinya robekan pada ligamen karena terjadinya stretch sendi yang berlebihan, mendadak dan berulang-ulang. Pada umumnya sprain akibat jatuh, terpelincir, atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan tulang pada sendi bergeser sehingga menyebabkan gangguan stabilitas pergelangan kaki. Sprain ankle terjadi karena adanya kelemahan otot dan kelemahan ligamen dengan pelatihan penguatan otot dan menambah LGS menggunakan terapi latihan, dan dapat membantu serta memperbaiki kelemahan otot yang disebabkan kerusakan ligamen lateral kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efeksifitas dan terapi latihan pada pasien ankle sprain. Pada studi kasus didapatkan pasein nyeri saat berdiri satu kaki pada kaki kanannya, dan pasien merasa kurang nyaman untuk menumpu pada saat berlari karena adanya nyeri sehingga mengganggu keseimbangannya. Intervensi fisioterapi untuk pasien adalah berupa Ultrasound dan Terapi latihan diberikan secara bertahap selama 3 hari. Setelah melakukan program latihan bertahap selama 3 hari. Untuk memperoleh hasil terapi yang optimal diperlukan kerjasama yang baik antara fisioterapi dan penderita sehingga bisa didapatkan hasil yang maksimal. Latihan mandiri yang dilakukan pasien secara rutin dan terapi efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan menambah fleksibilitas otot . Kata kunci: sprain ankle dextra; fisioterapi
Rasionalitas Pemberian Obat Anti Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RS Vita Insani Kota Pematangsiantar Shofian Syarifuddin
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn17

Abstract

Rasionalisasi pemberian obat adalah peristiwa atau kondisi di mana terapi obat memiliki potensi atau secara signifikan dapat mempengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Penggunaan obat lebih dari satu jenis (multidrug) memberikan resiko yang tinggi terhadap masalah terkait obat atau dikenal sebagai Drug Related Problems (DRPs). Pasien hipertensi umumnya diberikan terapi lebih daei satu jenis obat, disebabkan karena timbulnya penyakit lain yang menyertainya. Oleh karena itu, para peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang evaluasi Rasionalisasi pemberian obat pada pasien hipertensi rawat jalan dengan kategori pemilihan obat yang tepat dan kategori dosis yang tepat dalam perawatan pasien rawat jalan di rumah sakit vita insani kota Pematangsiantar periode Januari -Maret 2018. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan metode pengumpulan data variabel dilihat dari resep dan catatan medis pada pasien hipertensi di rumah sakit vita insani kota Pematangsiantar Januari - Maret 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi dari sampel penelitian. Dari 100 sampel pasien penelitian yang mengalami kategori pemilihan obat yang tidak akurat sebesar 2% dan tidak diemukan DRP) untuk kategori dosis yang tidak akurat (terlalu tinggi dan kurang dosis). Kata kunci: hipertensi; antihipertensi; DRPs
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang KB Suntik Depoprogestin yang Mengalami Gangguan Haid di Kelurahan Banten Kota Pematangsiantar Tahun 2017 Meyana Marbun
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu04

Abstract

Kalsium merupakan salah satu zat yang dibutuhkan ibu hamil karena kalsium sangat diperlukan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Jika cadangan kalsium yang dimiliki ibu tidak mencukupi, maka janin akan mengambil cadangan kalsium yang dimiliki tulang dan gigi ibu. Akibatnya ibu hamil akan mengalami keluhan sakit gigi maupun nyeri pada ototnya. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer melalui kuesioner berdasarkan pengetahuan, umur, pendidikan, paritas, sumber informasi dan pekerjaan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode Total Sampling yaitu metode pengambilan sampel secara keseluruhan dari semua jumlah populasi. Jumlah sampel adalah 28 orang. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dari 28 responden mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (50%), berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 10 responden (35,71%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 8 responden (28,57%), berdasarkan paritas mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 5 orang (17,86%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan kurang yang diperoleh dari komunikasi sebanyak 9 responden (32,14%), berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang sebagai IRT sebanyak 9 responden (32,14%). Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa ibu hamil berpengetahuan kurang, diharapkan agar ibu hamil dapat mencari informasi yang penting untuk kesehatan dan kepada tenaga kesehatan agar lebih maksimal dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya manfaat kalsium. Kata kunci: pengetahuan; ibu hamil; manfaat kalsium
Faktor Resiko Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut dari Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Individu Sunaryo Sunaryo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9318

Abstract

Acute respiratory infections are still the leading cause of infectious disease-related morbidity and mortality in the world. Mortality rates are very high among children under five, children and the elderly, especially in countries with low and middle income per capita levels. The purpose of this study was to analyze the relationship between the physical condition of the house and individual factors with the incidence of acute respiratory infections in Parang Village, Parang District, Magetan Regency. This type of research was observational with a cross-sectional design. The population in this study was 1,073 residential houses. The sample was 91 residential houses selected by stratified random sampling technique. The dependent variable in this study was the incidence of acute respiratory tract infection, while the independent variables were the physical condition of the residence and individual factors. The data collection instruments used were interview guidelines and observation sheets. The collected data were analyzed by Chi-square test. The results showed that the physical condition of the house was associated with the incidence of acute respiratory infections with p-value = 0.021; age was not associated with the incidence of acute respiratory infections with p-value = 0.710; while gender was associated with the incidence of acute respiratory infections with p-value = 0.010. Thus it was concluded that the determinants of the incidence of acute respiratory infections in this study were the physical condition of the house and gender. Furthermore, it is recommended that counseling and monitoring of the physical condition of the house be carried out on a scheduled basis. People are advised to always open windows and doors in the morning and afternoon so that sunlight can enter the house, and so that the air circulation in the house becomes smooth. It is also recommended that people adopt a clean and healthy lifestyle. Keywords: acute respiratory infection; the physical condition of the house; individual factor ABSTRAK Infeksi saluran pernapasan akut masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas terkait penyakit menular di dunia. Tingkat mortalitas sangat tinggi terjadi pada balita, anak-anak dan lansia, terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita pada tingkat rendah dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik rumah dan faktor individu dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.073 rumah tinggal. Sampel adalah 91 rumah tinggal yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian infeksi saluran pernapasan akut, sedangkan variabel-variabel independent adalah kondisi fisik rumah tinggal dan faktor individu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik rumah tinggal berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut dengan nilai-p = 0,021; umur tidak berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut dengan nilai-p = 0,710; sedangkan jenis kelamin berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut dengan nilai-p = 0,010. Dengan demikian disimpulkan bahwa determinan-determinan dari kejadian infeksi saluran pernapasan akut dalam penelitian ini adalah kondisi fisik rumah tinggal dan jenis kelamin. Selanjutnya disarankan untuk dilakukan penyuluhan dan pemantauan kondisi fisik rumah secara terjadwal. Masyarakat disarankan selalu membuka jendela dan pintu pada pagi dan siang hari agar cahaya matahari misa masuk ke dalam rumah, dan agar sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lancar. Disarankan pula agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kata kunci: infeksi saluran pernapasan akut; kondisi fisik rumah; faktor individu
Kondisi Hygiene dan Sanitasi Pedagang Sate Ayam di Kecamatan Kota Kabupaten Ngawi Sunaryo Sunaryo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11402

Abstract

Based on the observations it was found that the quality of chicken satay exceeds the maximum limit of microbial contamination in food according to the quality standard of the Decree of the Head of the POM RI. So that researchers are interested in researching on the hygiene and sanitation of chicken satay traders in the City District, Ngawi Regency. This study aims to determine the condition of hygiene sanitation for chicken satay traders in the District of Kota Ngawi Regency in 2016. It is a descriptive study. The population of this study were all satay traders, with a large population of 21 traders. The sample of this research were all traders with a total population sampling technique, all of the population sampled is 21 traders. The research variable were the satay trade, from the characteristics of the selection of foodstuffs, storage of foodstuffs, and food processing. Collecting data by means of observation, and laboratory examinations of samples of material for making satay, in the Environmental Health Study Program of the Poltekkes Kemenkes Surabaya. Descriptive analysis of data in the form of frequency and percentage distribution, data presented in tables. The results showed that the assessment of the selection of foodstuffs obtained a sufficient category with a total score of 444 (70.47%), storage of foodstuffs obtained a good category with a total score of 528 (83.80%), food processing was obtained with a sufficient category with a total score of 1983 (69.94%), food transportation was obtained in a good category with a total score of 723 (76.50%), food presentation was obtained in a sufficient category with a total score of 450 (71.42%), and the number of germs was obtained in the less category with the number of 81 (42.85%). The conclusion from the sanitary condition of chicken satay traders is the selection of food ingredients, food processing, adequate food transportation, and adequate food presentation as well as a lack of germs.Keywords: chicken satay; hygiene; sanitation; street vendors ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa kualitas sate ayam melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan sesuai dengan baku mutu Surat Keputusan Kepala Badan POM RI. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang Hygiene Dan Sanitasi Pedagang Sate Ayam Di Kecamatan Kota Kabupaten Ngawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hygiene sanitasi pedagang sate ayam di Kecamatan Kota Kabupaten Ngawi Tahun 2016. Merupakan penelitian deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang Sate, besar populasi 21 pedagang. Sampel penelitian ini adalah seluruh pedagang dengan teknik sampling total populasi, semua pupulasi dijadikan sampel yaitu sebesar 21 pedagang. Variabel penelitian yaitu dagang sate, dari karakteristik pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan. Pengumpulan data dengan cara observasi, dan pemeriksaan laboratorium dari sampel bahan pembuatan sate, di Prodi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Analisa data secara deskriptif berupa distribusi frekuensi dan presentase, data disajikan dalam bentuk table dan tekstuler.Hasil penelitian menunjukan penilaian pemilihan bahan makanan diperoleh kategori cukup dengan jumlah skor 444 (70,47%), penyimpanan bahan makanan diperoleh kategori baik dengan jumlah skor 528 (83,80%), pengolahan makanan diperoleh kategori cukup dengan jumlah skor 1983 (69,94%), pengangkutan makanan diperoleh dengan kategori baik dengan jumlah skor 723 (76,50%), penyajian makanan diperoleh dengan kategori cukup dengan jumlah skor 450 (71,42%), dan angka kuman diperoleh dengan kategori kurang dengan jumlah 81 (42,85%). Kesimpulan dari kondisi hygiene sanitasi pedagang sate ayam yaitu pemilihan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan yang cukup, dan penyajian makanan yang cukup serta angka kuman yang masih kurang.Kata Kunci : sate ayam; hygiene; sanitasi; pedagang kaki lima

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue