cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Pengaruh Penggunaan Buku KIA dan Konseling Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Perkembangan Bayi dan Balita Karwati Karwati; Sri Maryati; Damai Yanti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11301

Abstract

Masa depan suatu bangsa tergantu.ng pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Stimulasi yang tepat akan merangsang otak balita sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, social dan kemandirian pada balita berlangsung optimal sesuai dengan usia anak. Berdasarkan data di PMB K, Kelurahan Cibeber, terdapat 38 balita, 1 balita mengalami keterlambatan perkembangan dikarenakan Cereberal Palsy, 3 balita mengalami perawakan pendek ( stunting) dan sekaligus mengalami berat badan bawah garis merah (BGM). Dari 38 balita, 35 orang perkembangannya sesuai dengan usia, sedangkan 3 orang tidak sesuai dengan usianya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan buku KIA dan Konseling terhadap pegetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design: two group pretest-posttest. Alat ukur menggunakan kuesioner. Populasi dan sampel berjumlah 38 ibu balita dengan teknik total sampling pada bulan April – Mei 2021. Analisis data menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil Penelitan tidak terdapat perbedaan pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan bayi dan balita pada kelompok Buku KIA dan Kelompok Konseling dengan nilai p 0,095 (p
Beban Kerja, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Mempengaruhi Kinerja Perawat dan Bidan Septiana Mira Cahyani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12113

Abstract

The decline in the performance of health workers in hospitals will have an impact on the quality of health services, so that aspects of the quality of health services become one of the factors for patient retention. This study aims to determine the effect of workload, work motivation, job satisfaction and work discipline on the performance of nurses and midwives at Bhayangkara Brimob Hospital Kelapa Dua. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 104 nurses and midwives who were selected using the total population sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using Partial Least Square. The results showed that the performance of nurses and midwives was influenced by workload (24.89%), work motivation (25.16%), job satisfaction (15.72%) and work discipline (6.30%). This study concludes that work motivation has the greatest influence. Thus, in order to improve the performance of health workers in hospitals, it is necessary to provide motivation in the form of rewards, both financial and non-financial, such as career development opportunities or learning/training.Keywords: midwife; nurse; performance; motivation ABSTRAK Penurunan kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan, sehingga aspek kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor bagi retensi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, motivasi kerja, kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja perawat dan bidan di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 104 perawat dan bidan yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat dan bidan dipengaruhi oleh beban kerja (24,89%), motivasi kerja (25,16%), kepuasan kerja (15,72%) dan disiplin kerja (6,30%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang paling besar. Dengan demikian, dalam rangka meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit, perlu pemberian motivasi dalam bentuk reward, baik secara finansial maupun non-finansial seperti kesempatan pengembangan karir atau belajar/pelatihan.Kata kunci: bidan; perawat; kinerja; motivasi
Radiografi Kepala Proyeksi AP dan Lateral pada Kasus Multiple Facial Bone Fracture Pasca Kecelakaan Lalu Lintas Gibral Ulhaq; Nursama Heru Apriantoro
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12104

Abstract

Head Radiography in Emergency is a particular radiography procedure on the head that is used to analyze bones of the head as quickly and precisely as possible especially on patients post-accident. This research aims to analyze head radiography procedure with AP and Lateral projection and its use to diagnose Multiple Facial Bone Fracture post traffic accident. This research is a case study on one patient with the age of 35 at a hospital in the DKI Jakarta zone in August 2018. The imaging has been done using the Ysio Siemens X-ray machine and CR radiology cassette, with 78 kilovolts, 200 milliamperes, and 0,04 second of exposure factor. The result shows images of the head with the projection of AP and Lateral and shows the whole structure of bones within the head. The conclusion of this research is that the emergency imaging of the head was the most common procedure at the emergency department but it must be done as quickly and precisely as possible and show as it is not as it should be.Keywords: AP; lateral; fractureABSTRAK Radiografi kepala pada kasus gawat darurat  adalah pemeriksaan radiologi khusus untuk kepala yang digunakan untuk menganalisis tulang kepala pasien secara cepat dan tepat terutama pada kasus pasien pasca kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemeriksaan radiografi kepala dengan proyeksi AP dan Lateral dan kegunaannya dalam mendiagnosis pasien dengan klinis Multiple Facial Bone Fracture pasca kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan satu pasien usia 35 tahun di salah satu rumah sakit di wilayah DKI Jakarta pada bulan Agustus 2018. Penggambaran dilakukan dengan menggunakan pesawat sinar X Siemens tipe Ysio dan kaset radiologi CR, dengan faktor eksposi 78 kilovolt, 200 miliampere, dan 0,04 detik. Hasil menunjukkan gambaran kepala dengan proyeksi AP dan Lateral yang menamppilkan struktur tulang kepala secara keseluruhan.Kata kunci: AP; lateral; fraktur
Efektifitas Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan Latihan Closed Kinetic Chain Terhadap Penurunan Nyeri Pada Kasus Osteoarthritis Knee di RSU. Bangil Anang Tri Haryono; Achmad Fariz; Retno Dewi Prisusanti; Agung Hadi Endaryanto; Angria Pradita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11405

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a progressive disease that damages the knee joint due to aging. One of the physiotherapy interventions is TENS and closed kinetic chain exercises which are believed to reduce pain. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of these two interventions in reducing pain. Types of research  A quasi-experimental design with a one-group pre-post test conducted during September-October 2021 at Bangil General Hospital with a population of 42 people who were taken randomly by meeting the inclusion and exclusion criteria. The number of samples as many as 30 people using the visual analogue scale (VAS) as a measuring tool. Administration of TENS with a frequency of 5 Hz, intensity 30 mA, time 20 minutes, and a dose of 3 sets of CKC exercise, 10 repetitions/set with 15 seconds of rest/set for 4 weeks with 2 visits per week. The hypothesis test used by Wilcoxon was obtained and the median pre and post values were 6.00 and 5.00, respectively, with a significance value of 0.000 (<0.05). It was concluded that the combination of Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation (TENS) and Closed Kinetic Chain (CKC) was effective in reducing pain in cases of knee osteoarthritis.Keywords: osteoarthritis; transcutaneous electrical nerves stimulation ; closed kinetic chainABSTRAK Osteoarthritis (OA) adalah penyakit progresif yang merusak sendi lutut akibat faktor penuaan. Salah satu intervensi fisioterapi adalah TENS dan latihan closed kinetic chain yang diyakini dapat mereduksi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kombinasi kedua intervensi ini dalam menurunkan nyeri. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain pre-post test one group yang dilakukan selama bulan September-Oktober2021 di RSU Bangil dengan populasi 42 orang yang diambil dengan cara acak dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan visual analogue scale (VAS) sebagai alat ukur. Pemberian TENS dengan frekuensi 5 Hz, intensitas 30mA, waktu 20 menit, dan dosis latihan CKC sebanyak 3 set, 10 kali repetisi/set dengan jeda istirahat 15 detik/set selama 4 minggu dengan 2x kujungan perminggu. Uji hipotesis yang digunakan Wilcoxon dan diperoleh hasil nilai median pre dan post masing-masing 6.00 dan 5.00, dengan nilai signifikansi 0.000 (<0.05). Maka disimpulkan bahwa kombinasi Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation (TENS) dan Closed Kinetic Chain (CKC) berpengaruh pada menurunkan nyeri pada kasus knee osteoarthritis.Kata kunci: osteoarthritis; transcutaneous electrical nerves stimulation; closed kinetic chain
Closed Chain Exercise Meningkatkan Gerak Fungsional Pada Penderita Osteoarthitis Knee Joint Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Didy K; Suharto Suharto; Hasbiah Hasbiah; Suriani Suriani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11404

Abstract

Knee osteoarthritis is a major public health problem because it causes chronic pain, reduces physical function and imposes significant health care costs. Osteoarthritis of the knee suffers from a combination of joint pain, stiffness, instability, swelling, and muscle weakness. This causes a decrease in the quality of life and activities of daily living. Eighty percent of patients with knee OA suffer from decreased mobility while 20% of them suffer from an inability to perform daily activities. This study aims to determine the effectiveness of Closed Chain Exercise on Functional Movement in patients with osteoarthritis of the knee joint at Dr. RSUP. Wahidin Sudirohusodo Makassar with a one group pre-post test design. The sample size was 20 patients with knee joint OA who met the research criteria. The results obtained p value = 0.002. Thus, the conclusion of the study is that close chain exercises can improve the functional motion of patients with knee OA, so it is better to treat physiotherapy of knee OA patients using close chain exercises.Keywords: close chain exercises; functional motion; knee; osteoarthritis ABSTRAK Osteoartritis lutut merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena menyebabkan nyeri kronis, dan mengurangi fungsi fisik serta  membebankan  perawatan kesehatan yang signifikan. Osteoartritis lutut menderita kombinasi nyeri sendi, kekakuan, ketidakstabilan, pembengkakan, dan kelemahan otot. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas hidup dan aktivitas hidup sehari-hari. Delapan puluh persen pasien dengan OA lutut menderita penurunan mobilitas sementara 20% dari mereka menderita ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujaun  mengetahui  efektivitas Closed Chain Exercise terhadap Gerak Fungsional  pada penderita  osteoarthitis  sendi lutut di RSUP  Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan desain pre-post test one group. Jumlah sampel sebanyak 20 orang pasien OA sendi lutut yang sesuai kriteria penelitian. Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0,002. Dengan demikian kesimpulan penelitian  adalah close chain exercises dapat meningkatkan gerak fungsional pasien OA sendi lutut, sehingga sebaiknya penanganan fisioterapi pasien OA sendi lutut menggunakan close chain exercises.Kata kunci: close chain exercises; gerak fungsional; knee; osteoarthritis
Descriptive Study of Mother's Knowledge About Prevention of Covid-19 Transmission Lusi Lestari; Heni Heryani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12109

Abstract

 Mothers and babies are a high-risk group for COVID-19 transmission. Based on data from the COVID-19 task force in September 2020, of the total contaminated patients, 2.4% were children aged 0-5 years and 1.3% of them died. For the group of pregnant women, there were 4.9% of pregnant women who were confirmed positive for COVID-19. One of the reasons for this is the lack of public knowledge, especially of mothers and children, about preventing the spread of COVID-19. The purpose of this study was to determine the level of mothers' knowledge about preventing the transmission of COVID-19 in pregnant women, maternity mothers, postpartum mothers, and newborns. This research was a descriptive observational study. The sample was 30 people who met the inclusion criteria by using the accidental sampling technique. The instrument used in this study was a questionnaire used to measure mothers' knowledge. The results showed that the mother's knowledge was sufficient. Most of the mothers who come to Posyandu are young, access to information about the Prevention of the Transmission of COVID-19 in Pregnant Women, Maternity Mothers, Postpartum Mothers, and Newborns is more accessible to mothers of easy age because young age is easier to access. to information through digital media. Keywords: knowledge; mother; Covid-19 preventionABSTRAK Ibu dan bayi merupakan kelompok risiko tinggi terhadap penularan COVID-19. Berdasarkan data gugus tugas COVID-19 bulan September 2020, dari total pasien terkontaminasi sebesar 2,4 % adalah anak berusia 0-5 tahun dan terdapat 1,3 % diantaranya meninggal dunia. Untuk kelompok ibu hamil, terdapat 4,9 % ibu hamil terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini terjadi salah satunya karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu dan anak terhadap pencegahan penularan COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan penularan COVID-19 pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel adalah 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan teknik acidental sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahun ibu cukup. Sebagian besar ibu yang datang ke Posyandu merupakan usia muda, akses terhadap informasi tentang Pencegahan Penularan COVID-19 pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas, dan Bayi Baru Lahir lebih mudah diakses oleh ibu-ibu usia mudah, karena usia muda lebih mudah akses terhadap informasi-informasi melalui media digital.Kata kunci: pengetahuan; ibu; pencegahan Covid-19
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian COVID-19 di Desa Cijambe Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang 2020 Gita Ari Sara; Mamlukah Mamlukah Mamlukah; Lely Lely Wahyuniar; Melani Kismiati Dewi; Neneng Neneng Karmila; Evy Evy Rosvianty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK COVID-19 bisa menyerang siapa saja dan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian COVID-19 di Desa Cijambe Kecamatan Paseh. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian yang dilibatkan berjumlah 86 pasien COVID-19 dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner baku dari kementerian kesehatan RI. Analisis data univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi sedangkan analisis data bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan 53 responden (57,0%) berpengetahuan kurang dan 53 responden (57.0%) menggunakan APD yang tidak sesuai standar protokol kesehatan, riwayat migrasi 56 responden (80.4 %). Uji chi-square didapatkan pengetahuan responden nilai p = 0,000
ANALISIS PELAPORAN PENCAPAIAN TARGET PELATIHAN EKSTERNAL KARYAWAN: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA Aliya Zahro Fuadah; Agus Aan Adriansyah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11307

Abstract

Human Resources in a company is a key to achieving the company's success. So that employees must be developed in a sustainable manner, one of which is through a training program. The training target that must be followed by employees ≥20 hours / year is 60%. In this case, the implementation of training requires effective management and proper coordination. The purpose of this study was to identify and analyze the results of achieving external training targets at the General Hospital of Haji Surabaya in 2020. The method in this research is descriptive analytic method of this study was cross sectional approach. The population in this study were all employees of the Surabaya Haji General Hospital, namely 1196 employees and with a sample of 291 employees. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques in this study were primary data and secondary data. The results of this analiysis showed that the employees who received training ≥20 hours / year were 153 employees while the number of employees who received training was 291. So that employees who received training ≥20 hours / year were 52.5%. So it can be concluded that the external training target has not been achieved at the Surabaya Haji Hospital. This is due to several factors, namely budget, trained providers, late reported and opportunitied for employeed. Suggestions in this study The achievement of the specified targets is not only in terms of quantity but also in terms of quality. So that the skills and competencies of employeed can show an increase or not.Keywords: human resources; training, competence ABSTRAK Sumber Daya Manusia dalam suatu perusahaan menjadi suatu kunci dari pencapaian keberhasilan perusahaan tersebut. Sehingga karyawan harus dikembangkan secara berkelanjutan, salah satunya melalui program pelatihan.  Adapun target pelatihan yang harus diikuti oleh karyawan ≥20 jam/tahun sebesar 60%. Dalam hal ini, penyelenggaraan pelatihan diperlukan pengelolaan secara efektif serta adanya koordinasi yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi serta menganalisis hasil pencapaian target pelatihan eksternal di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Metode dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya yaitu 1196 karyawan dan dengan sampel 291 karyawan.  Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa karyawan yang mendapatkan pelatihan ≥20 jam/tahun sebanyak 153 karyawan sedangkan jumlah karyawan yang mendapatkan pelatihan sebanyak 291. Sehingga karyawan yang mendapatkan pelatihan ≥20 jam/tahun sebesar 52,5%. Maka dapat disimpulkan bahwa belum tercapainya target pelatihan eksternal di Rumah Sakit Haji Surabaya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu anggaran, penyelenggara pelatihan, keterlambatan pelaporan serta kesempatan bagi karyawan. Saran pada penelitian ini Pencapaian target yang ditentukan tidak hanya dari segi kuantitas tetapi dilihat juga dari segi kualitas. Sehingga skill maupun kompetensi karyawan dapat menunjukkan adanya peningkatan atau tidak.Kata kunci: sumber daya manusia; pelatihan; kompetensi
Dampak Kebisingan Kereta Api Terhadap Kenaikan Denyut Nadi Dan Gangguan Komunikasi Pada Masyarakat Di Kelurahan Sukosari Kecamatan Kartoharjo Madiun Sunaryo Sunaryo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One type of land transportation that is in great demand by the public is trains. Railways, apart from having a positive impact, can also cause negative impacts, namely air pollution due to noise. The purpose of this study was to determine the effect of train noise on the increase in pulse rate and communication disturbances in communities around the railroad tracks. This research is an analytic survey with a cross sectional approach. The research population is people who live in areas along the railroad tracks in Sukosari Village, Kartoharjo Madiun District. The sample size is 30 people, the sampling technique uses purposive sampling. The research instrument was a sound level meter and a questionnaire. Statistical analysis with t-test, the set error rate was α, 0.05. The results of the research on noise measurement at a predetermined distance of 3 meters and 8 meters still exceed the noise threshold in residential areas, namely 55 dB. From the results of noise measurements for the north of the road is 67 dB and for the south of the road is 60 - 61 dB. Noise to society can affect 53.33% increase in pulse rate and 56.6% affect communication disturbances. The results of the analysis show that ρ (0.000)
Fisioterapi Dada Sebagai Intervensi Keperawatan untuk Mengatasi Sekresi pada Anak Suci Fitri Rahayu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12114

Abstract

One of the most common nursing problems experienced by children is ineffective airway clearance. An effective intervention to remove secretions adhering to the walls of the bronchi so that the airways become clear and the patient can breathe freely is chest physiotherapy. This study aims to describe chest physiotherapy nursing interventions on the problem of ineffective airway clearance. The method used was a case report approach. The subject of this case report was a pediatric patient who has shortness of breath, cough with additional breath sounds in the form of crackles, with a medical diagnosis of acute respiratory infection. Data collection was done by history taking, physical examination and document study. The instrument used was a standard operating procedure sheet for chest physiotherapy and observation of breath sounds. The results of the case report showed that there was a change in breath sounds after chest physiotherapy intervention was carried out for 15 minutes, for 6 days of treatment.Keywords: chest physiotherapy; child; airway clearance ABSTRAK Salah satu masalah keperawatan yang paling sering dialami oleh anak-anak adalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Intervensi yang efektif untuk mengeluarkan sekret yang melekat pada dinding bronkus sehingga saluran nafas menjadi bersih dan pasien dapat bernafas dengan lega adalah fisioterapi dada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan intervensi keperawatan fisioterapi dada pada masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Metode yang digunakan adalah pendekatan laporan kasus. Subjek laporan kasus ini adalah pasien anak yang mengalami sesak, batuk dengan suara nafas tambahan berupa ronkhi, dengan diagnosis medis infeksi saluran pernafasan akut. Pengumpulan data dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan studi dokumen. Alat yang digunakan adalah lembar prosedur operasional standar untuk fisioterapi dada dan pengamatan suara nafas. Hasil dari laporan kasus menunjukkan bahwa terjadi perubahan suara nafas setelah intervensi fisioterapi dada dilakukan selama 15 menit, selama 6 hari perawatan.Kata kunci: fisioterapi dada; anak; bersihan jalan nafas

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue