cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Gambaran Deteksi Dini Kanker serviks pada WUS di RSUD Piru Dewi Susanti; Wiwi Rumaolat; Ayu Lestari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn22

Abstract

Kanker serviks dan upaya pencegahannya masih merupakan masalah yang menarik perhatian para professional kesehatan. Dalam hal ini penting dilakukan upaya pencegahan terhadap penyakit seperti kanker serviks karena kanker serviks merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dan di deteksi secara dini sehingga sangat diperlukan sosialisasi dan skrining terhadap penyakit ini. Bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) dan Pap Smear di RSUD Piru. Rancangan ini dimaksudkan untuk menganalisis gambaran tentang deteksi dini kanker serviks pada WUS Di RSUD Piru. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 orang. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu Sebagian besar WUS yang dating melakukan pemeriksaan pap smear dan IVA di RSUD Piru memiliki umur 36-45 tahun, tingkat pendidikan yang terbanyak adalah SMU/SMK, Sebagian besar WUS memiliki pengetahuan yang cukup, Usia WUS saatmenikah yang paling terbanyak antara umur 20-30 tahun, Untuk paritas yang paling bnyak adalah 2-4 orang anak, Media masa dan internet merupakan sumber informasi yang sering digunakan, dan penghasilan WUS yang paling banyak adalah ≥ Rp. 1.925.000 Kata kunci: pap smear; IVA test
Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Sri Utami Asmarani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10405

Abstract

Low birth weight (LBW) is a baby who was born with a weight less than 2500 grams. The percentage of LBW in Indonesia was 10.2%, in West Java was 10.8% and Ciamis Regency was 4.8%. Lumbung Public Health Center is the Public Health Center with the highest number of LBW in Ciamis Regency. The birth weight of the baby is influenced by the state of the nutritional status of the pregnant women. One of the nutritional problems for pregnant women at Lumbung Public Health Center is chronic energy deficiency (CDC). The purpose of this research is to determine the relationship between chronic energy deficiency (CDC) in pregnant women with the occurrence of low birth weight babies (LBW) in the working area Lumbung Public Health Center, Ciamis Regency in 2017. This study used an analytical research design with a cross-sectional approach. The data were collected primary data and secondary data. The population in this study were all mothers who had babies in the working area of Lumbung Public Health Center as many as 487 and a sample of 165 mothers who had babies aged 0-6 months, this number was based on the sampling technique for different proportions. Data were analyzed using chi-square test. The results of the study were seen from the p-value of 0,000, meaning that there was a significant relationship between CED in pregnant women and the incidence of LBW. Health workers, especially midwifes who work in the work area of Lumbung Public Health Center to increase the extension program related to CDC, LBW and monitor upper arm circumference when the mother checks for the first time their pregnancy, so it can be known early on the abnormalities related to nutritional status and effort of the prevention. Keywords: chronic energy deficiency; pregnant women; low birth weight ABSTRAK Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Persentase BBLR di Indonesia sebesar 10,2%, di Jawa Barat sebesar 10,8% dan Kabupaten Ciamis sebesar 4,8%. Puskesmas Lumbung merupakan Puskesmas dengan jumlah BBLR tertinggi di Kabupaten Ciamis. Berat badan bayi yang dilahirkan dipengaruhi oleh keadaan status gizi ibu hamil. Salah satu masalah gizi pada ibu hamil di Puskesmas Lumbung adalah kekurangan energi kronik (KEK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Lumbung Kabupaten Ciamis tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi di wilayah kerja Puskesmas Lumbung sebanyak 487 dan sampel sebanyak 165 ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, jumlah tersebut berdasar rumus penghitungan sampel untuk beda proporsi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p = 0,000, artinya ada hubungan yang signifikan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Petugas kesehatan terutama bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Lumbung harus lebih meningkatkan program penyuluhan terkait KEK, BBLR dan melakukan pemantauan lingkar lengan atas (LILA) pada saat pertama kali ibu memeriksakan kehamilannya. Sehingga dapat diketahui secara dini kelainan-kelainan yang berkaitan dengan status gizi dan upaya penanggulangannya. Kata kunci: kekurangan energi kronik; ibu hamil; bayi berat lahir rendah
Persepsi Penderita TB Paru Terhadap Pengobatan Dengan Strategi Directly Observed Treatment Shortcouse (DOTS) di Rumah Sakit Horas Insani Josep Kristian Lubis
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9420

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that is still a major health problem and needs to be treated intensively in developing countries, including Indonesia. To overcome this, since 1995 Indonesia adopted the DOTS strategy recommended by WHO and this strategy is considered quite effective. This descriptive research was conducted at Horas Insani Hospital, Pematangsiantar. This study aims to identify the perception of pulmonary tuberculosis patients on treatment with the DOTS strategy at Horas Insani Hospital. The research respondents were 40 pulmonary tuberculosis patients who were being treated at Horas Insani Hospital, which were selected using a total population sampling technique. Data was collected using a questionnaire with a Likert scale. The results showed that patients with pulmonary tuberculosis had a positive perception of treatment with the DOTS strategy.Keywords: perception of patients with pulmonary tuberculosis; DOTS strategy ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih merupakan masalah kesehatan utama dan perlu untuk ditangani secara intensif di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, sejak tahun 1995 Indonesia mengadopsi strategi DOTS yang direkomendasikan oleh WHO dan strategi ini dipandang cukup efektif. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Rumah Sakit Horas Insani, Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi penderita tuberkulosis paru terhadap pengobatan dengan strategi DOTS di Rumah Sakit Horas Insani. Responden penelitian adalah 40 pasien tuberkulosis paru yang sedang dalam pengobatan di Rumah Sakit Horas Insani, yang dipilih dengan teknik total population sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita tuberkulosis paru mempunyai persepsi positif terhadap pengobatan dengan strategi DOTS.Kata kunci: persepsi penderita tuberkulosis paru; strategi DOTS
Gambaran Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Perdarahan Post Partum di Klinik Bersalin Hj. Hendrayatni Kota Pematangsiantar Tahun 2016 Debora Septeria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum adalah perdarahan atau hilangnya darah sebanyak lebih dari 500cc yang terjadi setelah anak lahir baik sebelum, selama, atau sesudah kelahiran plasenta. Perdarahan Postpartum bisa terjadi segera begitu ibu melahirkan terutama di dua jam pertama yang kemungkinanya sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang perdarahan post partum di Klinik Bersalin Hj. Hendrayatni Kota Pematangsiantar Tahun 2016. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang perdarahan post partum berdasarkan umur, paritas, pendidikan, pekerjaan dan jarak persalinan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 43 responden. Lokasi penelitian di Klinik Bersalin Hj. Hendrayatni Kota Pematangsiantar. Mayoritas responden berpengetahuan cukup tentang perdarahan post partum sebanyak 25 responden (58,1%). Berdasarkan umur, mayoritas responden berpengetahuan cukup pada umur 20-30 tahun sebanyak 21 responden (48,8%). Berdasarkan paritas, mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan paritas secondigravida sebanyak 12 responden (27,9%). Berdasarkan pendidikan, mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 19 responden (44,2%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan tidak bekerja yaitu sebanyak 10 responden (23,3%). Berdasarkan jarak persalinan, mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan jarak persalinan 2 tahun lebih sebanyak 17 responden (39,5%). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar memberikan penyuluhan tentang perdarahan post partum kepada ibu bersalin yang menjadi pasien Klinik Bersalin Hj. Hendrayatni Kota Pematangsiantar. Kata kunci: post partum; bersalin; pendarahan
Hubungan Faktor Psikososial Kerja Terhadap Stress Kerja Dan Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Yang Menggunakan Komputer di Kantor Biro Rektorat Universitas Efarina 2016 Santo Damerius Silitonga
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik6hkn08

Abstract

Psychosocial factors at work need to get serious attention from companies. Psychosocial work factors show the influence in stress management on workers. Negative interactions between work conditions and human or worker factors can cause emotional shock, behavioral problems, biochemical and neohormonal changes to the risk of being mentally and psychologically ill. From the physical side, the consequences that can occur are fatigue that is real and occurs early, pain in certain body parts such as the neck, shoulders and lower back which is often called musculoskeletal symptoms Keywords: work psychosocial factors; job stress; musculoskeletal disorders; computer workers ABSTRAK Faktor psikososial di tempat kerja perlu mendapatkan perhatian serius dari perusahaan. Faktor kerja psikososial menunjukkan pengaruh dalam manajemen stres pada pekerja. Interaksi yang negatif antara kondisi pekerjaan dengan faktor manusia atau pekerja dapat menyebabkan keguncangan emosi, masalah perilaku, perubahan biokimia dan neohormonal sampai pada resiko sakit secara mental dan psikis. Dari sisi fisik, konsekuensi-konsekuensi yang dapat terjadi adalah kelelahan yang sifatnya nyata dan terjadi secara dini, nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti leher, bahu dan punggung bagian bawah yang sering disebut dengan musculoskeletal symptoms. Kata kunci: faktor psikososial kerja; stres kerja; gangguan muskuloskeletal; pekerja komputer
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Upper Limb Extremities Mahasiswa Pada Proses Belajar Mengajar Di Fakultas Kesehatan Universitas Efarina Tahun 2017 Muliati Muliati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu07

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dapat terjadi ketika otot atau rangka menerima beban dengan postur statis atau pekerjaan yang dilakukan secara berulang dan pekerjaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama serta melebihi kemampuan yang dimiliki oleh individu tersebut. Pekerjaan yang dilakukan oleh mahasiswa ketika proses belajar mengajar di kelas cenderung dengan postur statis, sehingga mungkin untuk terjadi keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa. Penelitian yang menggunakan desain cross sectional ini dilakukan di Universitas Efarina. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa dan sampelnya adalah mahasiswa semester reguler yang masih aktif kuliah sebanyak 104 orang. Pengambilan data pada penelitian ini yaitu dengan data primer dan data sekunder yang kemudian diolah untuk dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian besar responden merasakan keluhan muskuloskeletal (72,9%), keluhan terbanyak dirasakan oleh responden adalah pada bagian pantat dan punggung (56,07%,), pinggang (51,40%) dan keluhan pada leher (50,48%). Faktor yang berhubungan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu tingkat risiko ergonomi, antropometri no 14 dan kesegaran jasmani. Masukan yang diberikan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan kursi yang lebih rendah sesuai dengan antropometri mahasiswa, merubah sudut sandaran kursi menjadi 100º-110º, menggunakan kursi yang menopang seluruh bagian punggung, merubah sudut kemiringan alas menjadi 3º-5º dan menggunakan alas dan sandaran kursi yang dilapisi oleh lapisan lunak. Masukan untuk mahasiswa yaitu agar rutin olahraga dan mengganti posisi duduk berkala sebelum keluhan dirasakan. Kata kunci: musculoskeletal, upper limb extremities
Intensitas Penggunaan Gadget dan Pola Interakasi Sosial Anak Usia Dini di Dusun Waiselan Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Suryanti Tukiman; Mega Yuniar Latuamury; Zulfikar Lating
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9316

Abstract

Gadgets are media that allow a person to carry out a social interaction, especially for social contact and communicate easily. This study aims to determine the correlation between the intensity of using gadgets and the social interaction patterns of early childhood in Waiselang Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. This type of research was analytic with a cross-sectional design. The data were collected through filling out a questionnaire by the child's parents. The results showed a significant correlation between the intensity of gadget use and early childhood social interaction patterns (p-value = 0.037) with a correlation coefficient of 0.354. Keywords: early childhood; gadgets; intensity of use; social interaction patterns ABSTRAK Gadget merupakan media yang memungkinkan seseorang untuk melakukan sebuah interaksi sosial, khususnya untuk kontak sosial maupun berkomunikasi secara mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara intensita penggunaan gadget dengan pola interaksi sosial anak usia dini di Dusun Waiselang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dan pola interaksi sosial anak usia dini (p-value = 0,037) dengan koefisien korelasi 0,354. Kata kunci: anak usia dini; gadget; intensitas penggunaan; pola interaksi sosial
Implementasi Pembelajaran Metode Seven Jumps Berbasis Model Theory Of Planned Behavior (TPB) Dalam Pencegahan Perilaku Seksual Pada Remaja Putri Dwi Purwanti; Suparji Suparji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10306

Abstract

Background: Sexual behavior is increasingly prevalent in teenagers with various consequences, one of which is teenage pregnancy. The impact of pregnancy, namely family disgrace, social exclusion, unwanted pregnancy sometimes ends in abortion which can lead to death, sexually transmitted disease HIV-AIDS. Lack of nformation and misconceptions about sexual behavior that they get from various media, try and have bad consequences. Various methods are used to provide understanding to adolescents, one of which is by learning the seven jumps method, learning based on problems by paying attention to several background aspects that influence the occurrence of this behavior. This study aims to develop a learning method of the seven jumps based on Theory of Planned Behavior (TPB) on the prevention of sexual behavior in young girls at SMK Dr. Soetomo Surabaya. Methods: This type of research was analytic observational, with cross sectional design. The population of the research was that of class XII and class XI girls at SMK Dr. Soetomo Surabaya, with a population size of 320. The sample size in the study was determined by the Rule of the Thumb formula, the sample size was 210 students. The independent variable in this research were seven jumps; theory of planned behavior and prevention of sexual behavior was the dependent variable. Collecting data using a questionnaire. Descriptive data analysis and inferential analysis with PLS (Partial Least Square) (factor loading ≥0.5 and t >1.96) Results: There was an influence of Social Factors on Perceived Behavior Control, Personal factors on Attitude Toward Behavior, Personal factors on Perceived Behavior Control, Personal Personal factor towards Subjective Norms, Information factor on Attitude Toward Behavior, Information factor on Perceived Behavior Control, Attitude Toward Behavior against seven jumps, Perceived Behavior Control against Seven Jumps, Subjective Norm against Seven Jumps, Seven Jumps on Intention of Sexual Behavior (t ˃1.96), and there was no influence of social factors on Subjective Norms, Social factors on Attitude Toward Behavior Information on Subjective Norms (t ≤1.96) Conclusion: background variables personal factors, social factors and information factors adhere to the three variables attitude behavior control, subjective norm and Perceived behavior control, while the three variables will affect the implementation of the seven jumps method, and the seven jumps will affect the intense prevention of sexual behavior. Keywords: seven jumps; theory of planned behavior; prevention of sexual behavior ABSTRAK Latar belakang: Perilaku seksual makin marak di lingkungan remaja dengan berbagai akibat yang ditimbulkannya, salah satu nya adalah kehamilan remaja. Kurangnya informasi dan pemahaman yang salah tentang perilaku seksual yang mereka dapat dari berbagai media, mencoba dan berakibat buruk. Berbagai metode dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para remaja, salah satunya dengan pembelajaran metode seven jumps, belajar berdasarkan masalah dengan memperhatikan beberapa aspek latar belakang yang mempengaruhi terjadinya perlaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran metode seven jumps berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) terhadap pencegahan perilaku seksual pada remaja putri di SMK dr Soetomo Surabaya. Metode: Jenis penelitian analitik observasional, desain cross sectional. Populasi penelitian remaja putri kelas XII dan kelas XI di SMK dr Soetomo Surabaya, besar populasi 320. Besar sampel dalam penelitian ditentukan dengan rumus Rule of the Thumb, besar sampel 210 siswa. Variabel independen dalam peneliian ini adalah seven jumps; theory of behavior planned dan pencegahan perilaku seksual merupakan variabel dependen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara deskriptif dan analisis inferensial dengan PLS (Partial Least Square) (faktor loading ≥ 0.5 dan t > 1.96). Hasil: ada pengaruh faktor sosial terhadap perceived behavior control, faktor personal terhadap attitude toward behavior, faktor personal terhadap perceived behavior control, faktor personal terhadap subjective norm, faktor information terhadap attitude toward behavior, faktor information terhadap perceived behavior control, attitude toward behavior terhadap seven jumps, perceived behavior control terhadap seven jumps, subjective norm terhadap seven jumps, seven jumps terhadap intention perilaku seksual (t ˃ 1.96), dan tidak ada pengaruh faktor sosial terhadap subjective norm, faktor sosial terhadap attitude toward behavior information terhadap subjective norm (t ≤ 1.96) Kesimpulan: variabel latar belakang faktor personal, faktor sosial dan faktor informasi berpengaruh terhadap ke tiga variabel attitude behavior control, norma subyektif dan perceived behavior control, sedangkan ke tiga variabel tersebut akan mempengaruhi pelaksanaan metode seven jumps, dan seven jumps berpengaruh terhadap intense pencegahan perilaku seksual. Kata kunci: seven jumps; theory of behavior planned; pencegahan perilaku seksual
Analysis of Delays in Providing Outpatient Medical Record Files At the Ikur Koto Padang Health Center Yulia Fitriani; Dicho Zhuhriano Yasli; Dian Novita; Pujita Azura
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10312

Abstract

The process of providing a record file starts from the patient registration process to the file distribution process. The initial survey conducted at Puskesmas Ikur Koto Padang for the provision of files was often late which took ≥ 10 minutes. The purpose of this study was to analyze the delay in providing outpatient medical record files at Puskesmas Ikur Koto Padang. The research was conducted at Puskesmas Ikur Koto Padang on July 6 to 13, 2019. This type of research is qualitative with a phenomonological approach. The research was conducted by in-depth interviews with 1 head of administration, 1 medical record coordinator and 2 medical record officers, using voice recorder based on interview guidelines that have been made. Analysis of data processing using Collaizi. The results showed that the provision of outpatient medical record files at Puskesmas Ikur Koto Padang often experienced delays where there was a lack of medical record personnel in the filling section, unavailability of manual logbooks for medical record files/ tracer exits and lack of training to provide medical record files. The conclusion in this study is the delay in providing files is due to the lack of officers in the filling department, the absence of tracers and the absence of training in the provision of medical record files. Researcher's suggestions are expected to the Puskesmas to add officers who specialize in filling. It is hoped that training should be held on the provision of medical record files so that officers can be faster and in accordance with the predetermined time standards. Keywords: provision of files; outpatient ABSTRAK Proses penyediaan berkas rekam dimulai dari proses pendaftaran pasien sampai dengan proses pendistribusian berkas. Survei awal yang dilakukan di Puskesmas Ikur Koto Padang untuk penyediaan berkasnya sering terlambat yang memakan waktu ≥ 10 menit. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa keterlambatan penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Ikur Koto padang. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Ikur Koto Padang pada tanggal 6 sampai 13 Juli Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomonologi penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 1 orang kepala Tata Usaha, 1 orang Koordinator rekam medis dan 2 orang petugas rekam medis, dengan menggunakan alat perekam suara berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat. Analisis pengolahan data menggunakan Collaizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Ikur Koto Padang sering mengalami keterlambatan dimana kurangnya tenaga rekam medis dibagian filling, belum tersedianya buku catatan petunjuk keluar berkas rekam medis/ tracer dan kurang adanya dilakukan pelatihan untuk penyediaan berkas rekam medis. Kesimpulan pada penelitian ini adalah keterlambatan penyediaan berkas dikarenakan kurangnya petugas dibagian filling, tidak adanya tracer dan tidak adanya pelatihan dalam penyediaan berkas rekam medis. Saran peneliti diharapkan kepada Puskesmas untuk menambahkan petugas yang berkhususkan di bagian filling. Diharapkan perlu diadakan pelatihan-pelatihan tentang penyediaan berkas rekam medis agar petugas dapat lebih cepat dan sesuai dengan standar waktu yang telah ditentukan. Kata kunci: penyediaan berkas; rawat jalan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Upaya Pencegahan Hipertensi terhadap Pengetahuan Penderita Hipertensi di Desa Iha Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Iha Kabupaten Seram Bagian Barat Suryanti Tukiman; La Rakhmat Wabula; Idham Soamole; M. Yasir Payapo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu24

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ vital tubuh. Pada hipertensi berat, biasanya muncul tanda dan gejala seperti pusing, mual, muntah, penglihatan kabur, dan mengantuk. Maka dengan tanda dan gejala tersebut penderita hipertensi perlu penanganan yang tepat. Pendidikan kesehatan merupakan upaya atau kegiatan yang menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif bagi kesehatan serta menambah wawasan pengetahuan tentang upaya pencegahan hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan one group pretest posttest, analisis dengan uji statistik berupa Wilcoson Test. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket pengetahuan yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan. Sebagian besar responden berusia 56-65 tahun, dan sebagian besar berpendidikan sekolah dasar. Setelah pre-test pengetahuan responden sudah baik, hanya 2 orang, 9 orang memiliki pengetahuan cukup dan 19 orang kurang. Pada saat dilakukan penyuluhan pengetahuan responden meningkat dengan pengetahuan baik sebanyak 23 orang dan hanya 7 orang. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai pengetahuan (p = 0,000)

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue