cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Skor Asam Amino dan Tingkat Kecukupan Zat Besi dengan Status Anemia Pada Remaja Putri Merita Merita; Dini Junita; Helfi Rahmawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11305

Abstract

The problem that often occurs is iron nutrition anemia. The main factor that often causes anemia is deficiency of iron and protein. Therefore, this study aims to analyze amino acid scores and iron adequacy levels with iron nutritional anemia status in adolescent girls. This research was conducted from September 2019 to July 2020 at STIKes Baiturrahim Jambi. This study used a cross sectional study design. The research sample was a student of the Nutrition Science Study Program of STIKes Baiturrahim, Jambi, with a total sample of 43 people. The sampling technique was purposive sampling. Data collection was carried out by interviewing techniques and measuring hemoglobin during the study. Amino Acid Score and iron adequacy level were obtained by interview using food recall on 2 x 24 hours. The data collected were analyzed by univariate and bivariate (chi-square test). The results showed that from 43 adolescent girls, it was found that AAS was fulfilled (79.1%), the level of iron sufficiency was sufficient (69.8%), and the hemoglobin level was normal (83.7%). There was a significant relationship between iron adequacy level and anemia status (p= 0.002). There was a significant relationship between AAS and anemia status in new nutrition science study program students (p= 0.000). It is hoped that adolescent girls eat foods that are high in iron and sufficient in essential amino acids so that they can prevent anemia. Keywords: anemia; amino acid; iron; adolescent girlABSTRAK Permasalahan remaja putri yang sering terjadi adalah anemia. Faktor utama yang sering menyebabkan kejadian anemia adalah kekurangan zat besi dan protein. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skor asam amino dan tingkat kecukupan zat besi dengan status anemia pada remaja putri. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2019 hingga Juli 2020, di STIKes Baiturrahim Jambi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah mahasiswi Program Studi Ilmu Gizi STIKes Baiturrahim Jambi dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan pengukuran hemoglobin saat penelitian. Data skor asam amino dan tingkat kecukupan Fe diperoleh dengan wawancara menggunakan food recall 2 x 24 jam. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 remaja putri diketahui SAA terpenuhi (79,1%), tingkat kecukupan Fe tercukupi (69,8%), dan kadar hemoglobin normal (83,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan Fe dengan status anemia (p=0.002). Terdapat hubungan yang signifikan antara SAA dengan status anemia mahasiswi baru prodi ilmu gizi (p=0.000). Diharapkan kepada remaja putri untuk mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan zat besi dan cukup akan asam amino essensial sehinga dapat mencegah kejadia anemia.Kata kunci: anemia; asam amino; zat besi; remaja putri 
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Ibu Rumah Tangga dan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Deli Serdang Yuniati Yuniati; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Maria Haryanti Butar-Butar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12111

Abstract

Dengue hemorrhagic fever occurs due to a viral infection that is endemic in Indonesia and has caused public health problems through the bites of the Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Knowledge, attitudes, and behavior of families in seeking health need to be studied to find out how to prevent dengue hemorrhagic fever. The purpose of this study was to determine the relationship between clean and healthy living behavior and prevention of dengue hemorrhagic fever. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 46 housewives who were selected using a purpose sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed by Chi-square test. The results showed that the p-value for the analysis of the relationship between knowledge and disease prevention was 0.005; between attitude and disease prevention was 0.007; and between action and disease prevention was 0.003. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between knowledge, attitudes, and actions with the prevention of dengue hemorrhagic fever.Keywords: dengue hemorrhagic fever; behavior; preventionABSTRAK Demam berdarah dengue terjadi karena infeksi virus yang secara endemis berada di Indonesia dan telah menimbulkan persoalan kesehatan masyarakat melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam mengupayakan kesehatan perlu dikaji untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan terhadap demam berdarah dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Desain penelitian ini adalah cross-sectional.  Subyek penelitian adalah 46 ibu rumah tangga yang dipilih denan teknik purpose sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk analisis hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan penyakit adalah 0,005; antara sikap dengan pencegahan penyakit adalah 0,007; dan antara tindakan dengan pencegahan penyakit adalah 0,003. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan pencegahan penyakit demam berdarah dengue.Kata kunci: demam berdarah dengue; perilaku; pencegahan
RISIKO KESEHATAN DALAM MEMPERTAHANKAN EKONOMI KELUARGA PADA PETANI PENYEMPROT PESTISIDA DI DESA LARANGAN KABUPATEN BREBES Ilyas Ibrahim
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12102

Abstract

Intense use of toxic chemicals can have a bad effect on the environmental ecosystem and public health. Farmers as pesticide sprayers on agriculture have a risk of being exposed to pesticides. The problem of family economic needs makes farmers survive the health risks arising from these toxic materials. Long-term exposure to chemical pesticides can have a bad effect on human health, especially systemic diseases. Difficult economic pressures related to family income, family needs and family health cause farmers to surrender to health risks. This study aims to describe the health risks in maintaining the family economy of pesticide spraying farmers in Brebes Regency, Indonesia. This research used qualitative methods with case studies and interviews with informants (family heads). The respondents were interviewed to find out the health and economic conditions of their families. The data collected were then compiled to describe the health and economic conditions experienced by the head of the family. Respondents were interviewed that economic pressures were so difficult that they ignored the health risks they faced. Maintaining the family's economy in a difficult life, family heads are willing to face all kinds of illnesses they suffer. Pesticide spraying activities on agriculture are carried out routinely as farmer workers to meet the economic needs of the family. Pesticide poisoning that cause physical health disorders, the heat of the sun, rain and fatigue as health risks are ignored because there is no other choice to maintain the family economy. Keywords: health risks; economy; farmer; pesticides ABSTRAK Penggunaan bahan kimia beracun secara intensif dapat berdampak buruk pada ekosistem lingkungan dan kesehatan masyarakat. Petani sebagai penyemprot pestisida pada pertanian memiliki risiko terkena pestisida. Masalah kebutuhan ekonomi keluarga membuat petani bertahan dari risiko kesehatan yang ditimbulkan dari bahan beracun tersebut. Paparan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, terutama penyakit sistemik. Tekanan ekonomi yang sulit terkait pendapatan keluarga, kebutuhan keluarga dan kesehatan keluarga menyebabkan petani menyerah pada risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan risiko kesehatan dalam mempertahankan ekonomi keluarga petani penyemprot pestisida di Kabupaten Brebes. Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan wawancara dengan informan (kepala keluarga). Responden diwawancarai untuk mengetahui kondisi kesehatan dan ekonomi keluarganya. Data yang terkumpul kemudian disusun untuk menggambarkan kondisi kesehatan dan ekonomi yang dialami oleh kepala keluarga. Temuan; responden diwawancarai bahwa tekanan ekonomi begitu sulit sehingga mereka mengabaikan risiko kesehatan yang mereka hadapi. Kesimpulannya aktivitas penyemprotan pestisida di pertanian dilakukan secara rutin sebagai pekerja petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Keracunan pestisida yang menimbulkan gangguan kesehatan tubuh, panasnya matahari, kehujanan dan kelelahan merupakan risiko kesehatan yang diabaikan, karena tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan ekonomi keluarga.Kata kunci: risiko; kesehatan; ekonomi; petani; pestisida
TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI BEBERAPA WILAYAH INDONESIA : LITERATURE REVIEW Yurissetiowati Yurissetiowati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11309

Abstract

The case of Covid-19 are increasing significantly around the world in every day. In Indonesia, people of confirmed cases of Covid-19 is 2,178,272 people with a total death of 58,491. Pregnant women and their baby are representation of high risk population at during an infectious disease pandemic. The restriction of health services to the almost of all routine services, including maternal and neonatal health services, can make psychological problems for pregnant women and then become anxiety. The purpose of this literature review is to examine the psychological health problems of pregnant women during the Covid-19 pandemic with the anxiety experienced by pregnant women. The method in writing this article is make a review of the literature contained in the database of health journals indexed on google schoolar and searches through the official website. Articles are selected with the criteria of free full text and open access. The results of the literature study through the database found 735 articles. Total articles selected according to the inclusion criteria were 5 articles. Pregnant women in several cities in Indonesia during the Covid-19 pandemic mostly the same experienced of anxiety. These psychological disorders can make a risk to the fetus and can be fetal development disorders, premature babies and low birth weight babies. The conclusion of this literature review pregnant women is the high risk group during the Covid-19 pandemic. Social support is needed by pregnant women to reduce anxiety during this Covid-19 pandemic. These Support can be provided by husbands and families as well as health workers in health services so that pregnant women can feel more calm during the pregnancy process.Keywords: pregnant; anxiety; Covid-19ABSTRAK Kasus Covid-19 di seluruh dunia mengalami peningkatakan secara signifikan setiap harinya. Di Indonesia kasus yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 2.178.272 jiwa dengan total kematian 58.491. Ibu hamil dan janinnya mewakili populasi dengan risiko tinggi selama pandemi penyakit menular. Pembatasan pelayanan kesehatan hampir ke semua pelayanan rutin termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dapat menimbulkan masalah psikologis bagi ibu hamil yang kemudian menjadi kecemasan. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menelaah masalah kesehatan psikologis ibu hamil selama pandemi Covid-19 berupa kecemasan yang dialami ibu hamil. Metode dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur yang terdapat dalam database jurnal kesehatan yang trindeks di google schoolar serta penelusuran melalui website resmi. Artikel dipilih dengan kriteria free full text dan open access. Hasil studi literatur melalui database ditemukan sebanyak 735 artikel. Jumlah artikel terpilih sesuai dengan kriteria inklusi terdapat 5 artikel. Wanita hamil di beberapa wilayah Indonesia selama pandemi Covid-19 berlangsung sebagian besar mengalami hal yang sama berupa kecemasan. Gangguan psikologis ini dapat beresiko bagi janin berupa gangguan perkembangan janin, bayi lahir prematur hingga BBLR. Kesimpulan dari literatur review ini adalah ibu hamil merupakan kelompok yang sangat beresiko selama pandemi Covid-19 ini berlangsung. Dukungan sosial sangat dubutuhkan oleh ibu hamil untuk mengurangi kecemasan di masa pandemi Covid-19 ini. Dukungan dapat diberikan oleh suami dan keluargaserta tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan sehingga ibu hamil bisa lebih merasa tenang dalam menjalani proses kehamilannyaKata kunci: hamil; kecemasan; Covid-19
Implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Pada Lima Fasilitas Layanan Kesehatan di Provinsi Gorontalo Sari Tua Roy Nababan; Robiana Modjo; Riskiyana Sukandhi Putra; Syarif Potutu; Meilisa Rahmadani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11403

Abstract

 The spread of the SARS-CoV-2 virus is still happening all over the world, including in Indonesia. Various policies have been carried out by the government to prevent and control transmission, but the high interaction and mobility of the community is still a contributing factor resulting in new cases every day. The workplace is one of the locations that has the potential to cause transmission due to the close interaction and very high mobility of workers. One of such workplaces deemed at high risk of COVID-19 transmission is healthcare facilities (Fasyankes) such as hospitals and public health centers (puskesmas). The government through the Ministry of Health issued a Decree of the Minister of Health (KMK) of the Republic of Indonesia Number HK.01.07/MENKES/413/2020 concerning Guidelines for the Prevention and Control of COVID-19. This research is intended to see the extent to which Fasyankes have made efforts to prevent and control COVID-19 in accordance with the Decree of the Minister of Health. This research was conducted through a cross sectional survey with a mixed method of qualitative and quantitative approach in five Fasyankes in Gorontalo Province consisting of class B hospitals, class C hospitals, class D hospitals, outpatient puskesmas and inpatient puskesmas. From the research conducted, it was found that there are elements of prevention and control of COVID-19 in Fasyankes that have been carried out well, but some elements are still need to be improved. Among the three hospitals surveyed, class B hospitals are Fasyankes with the best fulfillment of elements, reaching 85%, followed by class D hospitals at 80%, while class C hospitals have the lowest fulfillment rate, which is 46%. In the category of puskesmas, outpatient puskesmas had 72% fulfillment while inpatient puskesmas had 51%. In general, it can be seen that there is still a lot of room to improve the efforts to prevent and control COVID-19 in the workplace, especially the Fasyankes. The prevention and control of COVID-19 in Fasyankes cannot be done in just one or two ways, but must be done comprehensively through intervention from various aspects. The effectiveness of the prevention and control of COVID-19 at Fasyankes will be able to reduce the number of COVID-19 transmissions in these workplaces in particular and in the community of Gorontalo Province and eventually in Indonesia.Keywords: COVID-19 case; COVID-19 prevention; healthcare facilitiesABSTRAK Penyebaran virus SARS-CoV-2 hingga saat ini masih terjadi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penularan, namun tingginya interaksi dan mobilitas masyarakat masih menjadi faktor yang berkontribusi mengakibatkan adanya kasus baru setiap harinya. Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang berpotensi mengakibatkan penularan dikarenakan interaksi dan mobilitas pekerja yang sangat tinggi. Sektor tempat kerja yang termasuk dalam risiko tinggi penularan COVID-19 adalah fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Penelitian ini ditujukan untuk melihat sejauh mana Fasyankes melakukan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui survei cross sectional dengan pendekatan mixed method kualitatif dan kuantitaif pada lima Fasyankes di Provinsi Gorontalo yang terdiri dari rumah sakit kelas B, rumah sakit kelas C, rumah sakit kelas D, puskesmas rawat jalan dan puskesmas rawat inap. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa terdapat elemen-elemen pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Fasyankes yang sudah dilakukan dengan baik, namun beberapa elemen di antaranya masih perlu ditingkatkan. Di antara ketiga rumah sakit yang disurvei, rumah sakit kelas B merupakan Fasyankes dengan pemenuhan elemen paling baik yakni mencapai 85%, disusul rumah sakit kelas D sebesar 80%, sedangkan rumah sakit kelas C yang paling rendah pemenuhannya yakni sebesar 46%. Dalam kategori puskesmas, maka puskesmas rawat jalan memiliki pemenuhan sebesar 72% sedangkan puskesmas rawat inap sebesar 51%. Secara umum dapat dilihat bahwa masih terdapat banyak ruang untuk melakukan peningkatan dan perbaikan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat kerja, khususnya Fasyankes. Pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Fasyankes tidak dapat dilakukan hanya dengan satu atau dua cara saja, melainkan harus dilakukan secara komprehensif melalui intervensi dari berbagai aspek. Efektifitas pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Fasyankes akan mampu menekan angka penularan COVID-19 di instansi tersebut secara khusus dan di masyarakat dalam Provinsi Gorontalo bahkan di Indonesia.Kata kunci: kasus COVID-19; pencegahan COVID-19; fasilitas layanan kesehatan 
Penyalahgunaan Obat Misoprostol Sebagai Tindakan Aborsi Pada Wanita Dewasa Muda: Systematic Review Humaira Ramdhani; Eria Khoirunisa Amelia; Asyifa Yan Balqis; Nur Amalia Fathimah Effendy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12116

Abstract

Unwanted pregnancy is one of the reasons for having an abortion with various factors such as health, economic, social, and cultural conditions. Abortion is prohibited by Indonesian law based on Indonesian Law Number 36 of 2009, but abortion can be allowed due to several patient conditions which are regulated in Indonesian Government Regulation Number 61 of 2014 concerning Reproductive Health. One way of abortion that is easy to do is by taking oral misoprostol. Misoprostol is an analogue of prostaglandin E1 which has a gastroprotective effect, by inhibiting the release of gastric acid and pepsin thereby increasing resistance to the gastric mucosa. The method in this study was a systematic review which is traced through two databases, namely Google Scholar and the National Center for Biotechnology Information. The literature used was published in 2014 to 2021. The results of this study focused on the factors that encourage young adult women to have abortions, the side effects of using misoprostol, and the role of BPOM on the drug misoprostol used off-label. Young adult women who perform abortions have several reasons, including feeling that they are not old enough and still want to continue their education further and there is no permanent job so they are not able to support their family. One of the methods chosen for abortion is misoprostol, which has a role in inducing uterine contractions and bleeding, resulting in miscarriage of the fetus. To prevent the over-use of misoprostol, the government must carry out routine supervision and intensify supervision of drug distribution, particularly the “cyber patrol” program.Keywords: misoprostol; abortion, off-label; drug abuseABSTRAK Kehamilan yang tidak diinginkan menjadi salah satu alasan dilakukannya tindakan aborsi dengan berbagai faktor seperti kondisi kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya. Tindakan aborsi dilarang oleh hukum Indonesia berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009, tetapi tindakan aborsi dapat diperbolehkan oleh sebab beberapa kondisi pasien yang diatur pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Salah satu cara aborsi yang mudah dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi misoprostol oral. Misoprostol merupakan analog dari prostaglandin E1 yang memiliki efek gastroprotektif, dengan menghambat pelepasan asam lambung dan pepsin sehingga meningkatkan ketahanan terhadap mukosa lambung. Metode dalam studi ini adalah systematic review yang ditelusuri melalui dua database yaitu Google Scholar dan National Centre for Biotechnology Information. Literatur yang digunakan adalah dipublikasikan pada tahun 2014 sampai 2021. Hasil penelitian ini difokuskan pada faktor yang mendorong wanita dewasa muda melakukan aborsi, efek samping dari penggunaan misoprostol, dan peranan BPOM terhadap obat misoprostol yang digunakan secara off-label. Wanita dewasa muda yang melakukan tindakan aborsi memiliki beberapa alasan antara lain merasa masih belum cukup usia dan masih ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut serta belum adanya pekerjaan tetap sehingga belum cukup mampu untuk menghidupi keluarga. Salah satu metode yang dipilih untuk tindak aborsi adalah misoprostol yang memiliki peran untuk menginduksi kontraksi dan pendarahan uterus sehingga mengakibatkan keguguran pada janin. Untuk mencegah penggunaan misoprostol secara bebas, pemerintah harus melakukan pengawasan secara rutin dan intensifikasi pengawasan terhadap peredaran obat, khususnya program ”cyber patrol”.Kata kunci: misoprostol; aborsi, off-label; penyalahgunaan obat
HUBUNGAN KELENGKAPAN RESUME MEDIS DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSA KASUS PERSALINAN DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Arief Setiyoargo; Romaden Marbun; Richard One Maxelly
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12107

Abstract

The quality of hospital services is determined by improving clinical quality and customer satisfaction-oriented services. This can be seen from the completeness of filling out the medical record. One indicator of the completeness of medical records in the quantitative analysis of medical records is the completeness of the medical resume. According to the Professional Standards for Medical Recorders and Health Information, one of the competencies that must be possessed by a medical recorder is clinical classification skills, codification of diseases and other health problems and clinical procedures. The quality of disease statistical data is largely determined by the accuracy of the diagnostic code generated by a medical recorder. It is known that the inaccuracy of the diagnosis code for childbirth cases is 57% because the coder does not provide a secondary code as a form of additional information regarding the type of birth that occurred. This study used secondary data obtained from medical records of accident patients at Panti Waluya Sawahan Hospital Malang in 2021. The research design was cross sectional with a correlation study. The sample was 44 medical record files. Data analysis using Spearman Rank analysis. The results showed that there was a significant relationship between the completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnostic code for labor cases. If a medical resume is complete, the diagnostic code for delivery cases will also be more accurate. ABSTRAKMutu pelayanan rumah sakit ditentukan dari peningkatan mutu klinis dan pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Hal tersebut dapat diketahui dari kelengkapan pengisian rekam medis. Salah satu indikator kelengkapan rekam medis dalam analisa kuantitatif rekam medis yaitu adalah kelengkapan resume medis. Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan disebutkan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perekam medis adalah keterampilan klasifikasi klinis, kodefikasi penyakit dan masalah kesehatan lainnya serta prosedur klinis. Mutu data statistik penyakit sangat ditentukan oleh keakuratan kode diagnosa yang dibuat oleh seorang perekam medis. Diketahui ketidakakuratan kode diagnosa kasus persalinan sebesar 57% karena disebabkan coder tidak memberikan kode sekunder sebagai bentuk keterangan tambahan terkait jenis kelahiran yang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien kasus kecelakaan di RS Panti Waluya Sawahan Malang tahun 2021. Desain penelitian adalah cross sectional dengan studi korelasi. Sampel berjumlah 44 berkas rekam medis. Analisis data menggunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kelengkapan resume medis dengan keakuratan kode diagnosa kasus persalinan. Jika suatu resume medis tersebut lengkap maka kode diagnosa kasus persalinan yang dihasilkan juga semakin akurat.Kata kunci: resume medis; coder; persalinan
Pengaruh Health Belief Model Terhadap Kepatuhan Penggunaan Masker Selama Masa Pandemi Covid di Kelurahan Situ Kabupaten Sumedang Rezha Maulana Sidiq; Uu Sunarya; Witri Dewi Mentari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 4 (2021): November 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11408

Abstract

 Covid-19 is a global pandemic with cases increasing every day. Since March 2020 this pandemic has continued to spread to various countries including Indonesia and spread to various regions. Situ Village as one of the areas in North Sumedang is the area with the most Covid-19 cases in Sumedang, The spread of Covid-19 through air droplets can be prevented through the use of masks, Individual compliance depends on public health behavior towards the recommended behavior, which is the community's response to the program known as the Health Belief Model. The purpose of this study was to determine the components of the Health Belief Model on compliance with the use of masks during the Covid-19 pandemic in Situ Village, Sumdeng Regency. This type of research was analytic with a cross sectional approach. The population of this research was the Situ village community aged 19-45 years with a sample of 100 people determined by the slovin formula. The analysis used was descriptive, bivariate with Spearman's range, and multivariate with multiple regression test. The results of the analysis show that the factors of perceived susceptibility, severity, benefit and compliance with using masks in the urban village community were in the high category, while the perceived barrier and self efficacy were in the low category. Where 3 components affected compliance with the use of masks, namely perceived susceptibility (0.002), severity (0.000) and benefit (0.000). The most dominant variable was perceived benefit (0.362). The results of this study were known to have an influence between the perceived susceptibility, severity and benefit variables on compliance with the use of masks and the most dominant factor influencing is the perceived benefit factor.Keywords: health belief model; compliance with wearing mask; Covid-19 pandemicABSTRAK Covid-19 menjadi pandemi global dengan peningkatan kasus setiap harinya. Sejak maret 2020 pandemi ini terus meluas ke berbagai negara termasuk Indonesia dan menyebar ke berbagai daerah. Kelurahan Situ sebagai salah satu daerah di Sumedang Utara menjadi daerah terbanyak kasus Covid-19 di Sumedang, Penuluran Covid-19 melalui droplet udara dapat dicegah melalui penggunaan masker. Kepatuhan individu bergantung pada perilaku kesehatan masyarakat terhadap perilaku yang disarankan yang merupakan respon masyarakat terhadap program preventif yang dikenal sebagai Health Belief Model. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen Health Belief Model terhadap kepatuhan penggunaan masker selama masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Situ Kabupaten Sumdeng. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Situ berusia 19-45 tahun dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan dengan rumus Slovin. Analisis yang digunakan yaitu univariat, bivariat dengan range spearman, dan multivariat dengan uji regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan faktor perceived susceptibility,severity,benefit dan kepatuhan menggunakan masker masyarakat kelurahan situ berada di kategori tinggi, sementara perceived barrier dan self efficacy di kategori rendah, dimana 3 komponen berpengaruh pada kepatuhan penggunaan masker yaitu perceived susceptibility (0,002), severity (0,000) dan benefit (0,000). Variabel paling dominan adalah perceived benefit β (0,362). Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh antara variabel perceived susceptibility, severity dan benefit terhadap kepatuhan penggunaan masker dan faktor yang paling dominan berpengaruh adalah faktor perceived benefit.Kata kunci: health belief model; kepatuhan menggunakan masker; pandemi Covid-19
Kebiasaan Merokok sebagai Faktor Resiko Kejadian PPOK pada Lansia Cecilia Widijati Imam; Rea Ariyanti; Raswati Prapti Rahayu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11306

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic airway disease characterized by obstruction of air flow, especially expiratory air and is slowly progressive (progressively worsening), caused by exposure to risk factors such as smoking, air pollution inside and outside the room. The onset is usually in middle age and does not go away with treatment. The main risk factor for COPD is smoking. Smoking is the single most important causal cause, far more important than other causative factors. Cigarette smoke has a high prevalence as a cause of respiratory symptoms and impaired lung function. This study used secondary data obtained from medical records of COPD patients at Panti Waluya Hospital who visited in January 2019 - December 2019. The study design was case control with sampling technique using simple random sampling. The sample consisted of 48 respondents, consisting of 24 case groups and 24 control groups. Data analysis uses logistic regression analysis of risk factor models. The results showed that there was one confounding variable in the relationship between smoking and COPD, namely Underweight. This means that after being controlled by underweight, respondents who smoke have a 5.2 times greater chance of experiencing COPD compared to respondents who do not smoke.Keywords: smoking; chronic disease; COPD ABSTRAK Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan hambatan aliran udara khususnya udara ekspirasi dan bersifat progresif lambat (semakin lama semakin memburuk), disebabkan oleh pajanan factor risiko seperti merokok, polusi udara di dalam maupun di luar ruangan. Onset (awal terjadinya penyakit) biasanya pada usia pertengahan dan tidak hilang dengan pengobatan. Faktor risiko utama PPOK adalah merokok. Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya penyebab kausal yang terpenting, jauh lebih penting dari faktor penyebab lainnya. Asap rokok mempunyai prevalensi yang tinggi sebagai penyebab gejala respirasi dan gangguan fungsi paru. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen rekam medis pasien PPOK di Rumah Sakit Panti Waluya yang berkunjung pada Januari 2019 - Desember 2019. Desain penelitian adalah case control dengan teknik Sampling menggunakan Simple Random Sampling. Sampel berjumlah 48 responden, terdiri dari 24 kelompok kasus dan 24 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu variabel perancu hubungan kebiasaan Merokok dengan PPOK yaitu Underweight Artinya, setelah dikontrol oleh underweight, responden yang merokok memiliki odds 5,2 kali lebih besar untuk mengalami PPOK dibandingkan dengan responden yang tidak merokok.Kata kunci: merokok; penyakit kronis; PPOK
Cadaver dalam Pembelajaran Anatomi pada Mahasiswa Kedokteran Arif Wicaksono
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12112

Abstract

Anatomy courses must be obtained by all medical students. Anatomy is a very important basic subject in medical learning for students, clinical clerks and doctors. In learning anatomy, there are several tools to facilitate student understanding, one of which is cadaver. Various ethical problems and the large number of new anatomical learning aids raise the question of whether the use of cadaver is still necessary. This research was a quantitative descriptive study conducted on second-level medical students, Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura University regarding learning methods, learning aids and reasons for choosing these aids. A total of 75 students participated in the research, and most of them stated that the best anatomy learning method was through practicum (58.67%), then lectures (36%) and others (5.33%). The most learning choice was the combination of using cadaver and manikin (89.33%), cadaver (8%) and manikin (2.67%). The reason for the wet preparation is that it is very clear and distinct, distinguishable from one tissue to another. Cadavers play an important role in learning anatomy because they are very real, with a combination of other preparations to help students understand anatomy.Keywords: anatomy; learning; cadaver ABSTRAK Mata kuliah anatomi pasti didapatkan oleh semua mahasiswa kedokteran. Anatomi merupakan mata kuliah dasar yang sangat penting dalam pembelajaran kedokteran bagi mahasiswa, peserta kepaniteraan klinik dan dokter. Dalam pembelajaran anatomi, terdapat beberapa alat bantu untuk memudahkan pemahaman mahasiswa, salah satunya adalah cadaver. Berbagai problema etik dan banyaknya alat bantu pembelajaran anatomi baru, memunculkan pertanyaan apakah penggunaan cadaver masih diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran tingkat II, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura mengenai metode pembelajaran, alat bantu pembelajaran dan alasan memilih alat bantu tersebut. Sebanyak 75 mahasiswa mengikuti penelitian, dan sebagian besar  dari mereka menyatakan bahwa metode pembelajaran anatomi terbaik adalah melalui praktikum (58,67%), kemudian  urutan berikutnya adalah kuliah (36%) dan lainnya (5,33%). Pilihan belajar terbanyak adalah kombinasi penggunaan cadaver dan manikin (89,33%), cadaver (8%) dan manikin (2,67%). Alasan untuk sediaan basah adalah karena sangat jelas dan nyata, bisa dibedakan antara satu jarigan dan jaringan lainnya. Cadaver berperan penting dalam pembelajaran anatomi karena sangat nyata, dengan kombinasi sediaan lainnya untuk membantu mahasiswa memahami anatomi.Kata kunci: anatomi; pembelajaran; cadaver

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue