cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Analisis Epidemiologi Hipertensi di Kecamatan Gayamsari Tahun 2021 Silvia Nurvita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12308

Abstract

In 2021, primary hypertension in Semarang City will reach 137,988 cases. The Gayamsari Health Center has 7,785 hypertension cases in 2021. The epidemiology of hypertension with mapping is still little done, so an epidemiological study of hypertension is needed in Gayamsari District. This study aims to determine the distribution of hypertension in Gayamsari District. This research was a descriptive study. Data were collected from secondary sources, then analyzed descriptively in the form of spatial mapping of cases. The results of the analysis showed that patients with essential hypertension in the Gayamsari District in 2021 reached the highest number (7,785 cases), when compared to 2020 (6,871 cases). The mapping results show that the distribution of hypertension in Gayamsari District is spread out in Gayamsari Village, Pandean Lamper Village, Siwalan Village, Sawah Besar Village, Kaligawe Village, Tambakrejo Village, and Sambirejo Village. Pandean Lamper Village every month in 2021 is recorded as a red zone area, which means it has the highest hypertension cases.Keywords: primary hypertension; distribution; spatial mappingABSTRAK Pada tahun 2021, hipertensi  primer di Kota Semarang mencapai 137.988 kasus. Puskesmas Gayamsari memiliki kasus hipertensi sejumlah 7.785 jiwa di tahun 2021. Epidemiologi hipertensi dengan pemetaan masih sedikit dilakukan, sehingga dibutuhkan penelitian epidemiologi hipertensi di Kecamatan Gayamsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi hipertensi di Kecamatan Gayamsari. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber sekunder, lalu dianalisis secara deskriptif berupa pemetaan kasus secara spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Penderita hipertensi essensial di wilayah Kecamatan Gayamsari pada tahun 2021 mencapai angka tertinggi (7.785 kasus), jika dibandingkan dengan tahun 2020 (6.871 kasus). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa distribusi hipertensi di Kecamatan Gayamsari tersebar di Kelurahan Gayamsari, Kelurahan Pandean Lamper, Kelurahan Siwalan, Kelurahan Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Kelurahan Tambakrejo, dan Kelurahan  Sambirejo. Kelurahan Pandean Lamper dalam setiap bulan di tahun 2021 tercatat sebagai wilayah zona merah, yang berarti memiliki kasus hipertensi tertinggi.Kata kunci: hipertensi primer; distribusi; pemetaan spasial
Pijat Oksitosin dan Pijat Oketani untuk Memperlancar Pengeluaran Air Susu Ibu Damai Yanti; Dyeri Susanti; Sri Maryati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12307

Abstract

The achievement of exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet met the target. Breast milk production is influenced by the hormones prolactin, oxytocin, and endorphins. Methods that can be used to increase hormone secretion are oxytocin massage or oketani massage. The design used in this study was a two group posttest only. The sample in this study were 30 postnatal mothers, consisting of 15 mothers for the oxytocin massage group and 15 mothers for the oketani massage group. Breast milk expenditure was measured through observation. Data were analyzed using independent sample t-test because the data were normally distributed. The results of this study indicate that the value of p = 0.014, thus there is a difference in the mean of milk production in the oxytocin massage group (163 ml) and the oketani massage group (142 ml). The conclusion of this study is that oxytocin massage is more effective than the oketani massage method to facilitate milk production.Keywords: oxytocin massage; oketani massage; breast milk production ABSTRAK Capaian ASI eksklusif di Indonesia masih belum memenuhi target. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin, oksitosin, serta endhorpin. Metode yang dapat dilakukan guna meningkatkan pengeluaran hormon yaitu dengan melakukan pijat oksitosin ataupun pijat oketani. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group posttest only. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu postnatal, terdiri dari 15 ibu untuk kelompok pijat oksitosin dan 15 ibu untuk kelompok pijat oketani. Pengeluaran ASI diukur melalui observasi. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p = 0,014, dengan demikian ada perbedaan rerata pengeluaran ASI pada kelompok pijat oksitosin (163 ml) dan kelompok pijat oketani (142 ml). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pijat oksitosin lebih efektif dibandingkan dengan metode pijat oketani untuk memperlancar produksi ASI.Kata kunci: pijat oksitosin; pijat oketani; pengeluaran ASI
Edukasi Covid-19 Berbasis Leaflet Terbukti Meningkatkan Kepatuhan Remaja dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Kota Ambon Nenny Parinussa; Gledys Piliay
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12301

Abstract

Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by a new type of Coronavirus which is a health problem throughout the world. One of the reasons for the high number of COVID-19 cases is non-compliance in implementing health protocols, especially for teenagers. Objective: This study aims to determine the effect of health education on the transmission of COVID-19 through leaflet media on adolescent compliance with the COVID-19 protocol in Hunut Durian Patah Village, Teluk District, Ambon City. Methods: This research was a pre-experimental study with one group pretest-posttest design. The sampling technique was purposive sampling. Collecting data using questionnaires, observation sheets, and leaflets. Results: The results of the paired sample t-test showed that there was a difference in adolescent compliance in implementing health protocols between before and after being given health education, with p-value = 0.001. Conclusion: Health education using leaflets is effective in increasing adolescent compliance in implementing the COVID-19 health protocol.Keywords: COVID-19; obedience; leafletABSTRAK Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru yang menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Salah satu penyebab tingginya kasus COVID-19 di antaranya adalah ketidakpatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama para remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penularan COVID-19 melalui media leaflet terhadap kepatuhan remaja menerapkan protokol COVID-19 di Desa Hunut Durian Patah, Kecamatan Teluk, Kota Ambon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan leaflet. Hasil: Hasil paired aamples t-test menunjukkan adanya perbedaan kepatuhan remaja dalam menerapkan protokol kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, dengan p-value = 0,001. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan leaflet efektif untuk meningkatkan kepatuhan remaja dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.Kata kunci: COVID-19; kepatuhan; leaflet
Faktor Pendorong dan Faktor Penguat yang Mempengaruhi Keputusan Akseptor Keluarga Berencana Menggunakan Alat Kontrasepsi Melalui Pendekatan Teori Lawrence Green Rahayu, Diah Viptara Dwi; Suparji, Suparji; Handayani, Tinuk Esti; Sumaningsih, Rahayu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14202

Abstract

The trend of using hormonal contraception has increased. The contraceptive prevalence rate of hormones in several provinces and districts in Indonesia has met the target. The purpose of this study was to describe the driving factors and reinforcing factors which form the basis for the decision to choose hormonal contraception. The variable assumption approach is based on Lawrence Green's theory of behavior change. The research location is Jomblang Village, Takeran, Magetan Regency. This research is a descriptive study, involving all members of the population, namely 256 acceptors of hormonal contraception. The research variables are the level of knowledge, mother's characteristics and husband's support. Data was collected by filling out questionnaires, then analyzed descriptively in the form of frequency and percentage. The results showed that the highest age was 20-35 years (93.3%), the highest parity was multipara (97.9%) and the highest education level was middle school (97.2%). The highest level of knowledge is in the sufficient category (96.7%), while the most support from husbands and family is in the sufficient category (91.6%). It was concluded that the driving factors (knowledge) and reinforcement (husband and family support) in choosing hormonal contraception were at a sufficient level.Keywords: hormonal contraceptives; driving factor; reinforcing factor; knowledge; husband and family support ABSTRAK Trend penggunaan alat kontrasepsi hormonal mengalami peningkatan. Angka contraseptive prevalence rate hormonal di beberapa provinsi dan kabupaten di Indonesia memenuhi target. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor pendorong dan faktor penguat yang menjadi dasar keputusan memilih alat kontrasepsi hormonal. Pendekatan asumsi variabel adalah berdasarkan teori perubahan perilaku dari Lawrence Green. Lokasi penelitian adalah Desa Jomblang, Takeran, Kabupaten Magetan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, yang melibatkan seluruh anggota populasi yakni 256 akseptor kontrasepsi hormonal. Variabel penelitian adalah tingkat pengetahuan, karakteristik ibu dan dukungan suami. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur terbanyak adalah 20-35 tahun (93,3%), paritas terbanyak adalah multipara (97,9%) dan tingkat pendidikan terbanyak adalah jenjang menengah (97,2%). Tingkat pengetahuan terbanyak adalah dalam kategori cukup (96,7%), sedangkan dukungan suami dan keluarga yang terbanyak adalah dalam kategori cukup (91,6%). Disimpulkan bahwa faktor pendorong (pengetahuan) dan penguat (dukungan suami dan keluarga) dalam pemilihan kontrasepsi hormonal berada pada level cukup.Kata kunci: kontrasepti hormonal; faktor pendorong; faktor penguat; pengetahuan; dukungan suami dan keluarga
Uji Aktivitas Analgesik Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Lemon Dan Daun Jambu Biji Pada Mencit Metode Termal Marthiani, Nanda Tri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12406

Abstract

Indonesia is rich in natural resources, so many people use plants as medicinal plants empirically. Traditional medicine must be used properly in order to produce a good therapeutic effect as well. Guava and lemon are thought to have an analgesic effect because they contain steroids, saponins, flavonoids and alkaloids. This study aims to determine the analgesic effect of the combination of lemon extract and guava leaf extract using the hot plate method. In this study, a posttest only design with a control group was used. This study used 25 mice where in each group there were 5 mice. Group I was given CMC 0.5% Na, group II was given diclofenac sodium suspension at a dose of 0.13 mg/20 gBW, group III was given ethanol extract of lemon peel and guava leaves (75%:25%), group IV was given ethanol extract of peel lemon and guava leaves (50%:50%), and group V was given ethanol extract of lemon peel and guava leaves (25%:75%). After 30 minutes of administration of the test solution, the mice were placed on a heated hot plate. Observations were made by looking at the latency time for 2 hours with an interval of 30 minutes. The results showed that group III had a percentage of analgesic activity of 51%, group IV had a percentage of analgesic activity of 52%, while group V had a percentage of analgesic activity of 55%. It was concluded that group V had a higher percentage than the other combined extracts.Keywords: analgesic; hot plates; extractABSTRAK Indonesia kaya akan sumber daya alam, sehingga masyarakat banyak menggunakan tumbuhan sebagai tanaman obat secara empiris. Obat tradisional harus digunakan dengan baik agar manghasilkan efek terapi yang baik juga. Jambu biji dan lemon diduga memiliki efek analgesik karena di dalamnya terkandung steroid, saponin, flavonoid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik pada kombinasi ekstrak lemon dan ekstrak daun jambu biji dengan metode hot plate. Dalam penelitian ini digunakan desain posttest only with control group. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit dimana dalam setiap kelompok terdapat 5 ekor mencit. Kelompok I diberi Na CMC 0,5%, kelompok II diberi suspensi natrium diklofenak dosis 0,13 mg/20 gBB, kelompok III diberi ekstrak etanol kulit lemon dan daun jambu biji (75%:25%), kelompok IV diberi ekstrak etanol kulit lemon dan daun jambu biji (50%:50%), dan kelompok V diberi ekstrak etanol kulit lemon dan daun jambu biji (25%:75%). Setelah 30 menit pemberian larutan uji, mencit ditempatkan di atas hot plate yang sudah dipanaskan. Pengamatan dilakukan dengan melihat waktu latensi selama 2 jam dengan interval waktu 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok III memiliki persentase aktivitas analgesik sebesar 51%, kelompok IV memiliki persentase aktivitas analgesik sebesar 52%, sedangkan kelompok V memiliki persentase aktivitas analgesik sebesar 55%. Disimpulkan bahwa kelompok V memiliki persentase yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak kombinasi lainnya.Kata kunci: analgesik; hot plate; ekstrak
Anemia Ibu Hamil dan Kejadian Stunting pada Anak Mardiyanah, Nurul; Sumaningsih, Rahayu; Sunarto, Sunarto; Nugroho, Heru Santoso Wahito
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14203

Abstract

Stunting is caused by chronic malnutrition that has been going on for a long time, with one indirect cause, namely the incidence of anemia in pregnant women. So research is needed that aims to calculate the risk of exposure of pregnant women with anemia to the incidence of stunting in children. The research design used was case-control. The case sample was 16 children with stunting, while the control sample was 32 children without stunting. Both groups were selected by simple random sampling technique. Data were obtained from medical records for both variables. Once collected, the data is analyzed using the calculation of the odds ratio. The results of the analysis show that anemia in pregnancy is not a risk factor for the birth of children with stunting in the working area of the Maospati Health Center, Magetan.Keywords: anemia of pregnancy; stunting; child ABSTRAK Stunting disebabkan oleh malnutrisi kronis yang sudah berlangsung lama, dengan salah satu penyebab tidak langsung yaitu kejadian anemia pada ibu hamil. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung besar risiko paparan ibu hamil dengan anemia terhadap kejadian stunting pada anak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case-control. Sampel kasus adalah 16 anak dengan stunting, sedangkan sampel kontrol adalah 32 anak tidak dengan stunting. Kedua kelompok dipilih dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medik untuk kedua variabel. Setelah terkumpul, data dianalisis menggunakan penghitungan odds ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahwa anemia kehamilan bukan merupakan faktor risiko bagi lahirnya anak dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Maospati, Magetan.Kata kunci: anemia kehamilan; stunting; anak
Pelatihan dengan Teknik Inter-Professional Collaboration untuk Meningkatkan Pengetahuan Petugas Puskesmas tentang Gizi Buruk Kusparlina, Eny Pemilu; Wasito, Eddy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12402

Abstract

Very complex health problems require treatment involving all health professionals. The nutritional status of children is one of the important things to prepare a quality generation. Health education in the form of training is expected to change the competence of collaboration across healthcare professionals. The type of research used is descriptive using a mix method (qualitative and quantitative). This study aims to determine the effect of training on knowledge about collaboration across health professions in handling cases of malnutrition. This research was conducted at the Banjarejo Health Center, Madiun City. The population in this study were all health workers who served at the Banjarejo Health Center. Respondents were 24 people who were obtained by stratified random sampling technique and that was also used as informants. Data was collected in two ways, namely primary data through filling out questionnaires, in-depth interviews with informants and observation. Secondary data in the form of profiles of Health Center, number of health workers and other data needed. The data that has been collected is then tested for normality of the data and presented in the form of a frequency distribution table. Furthermore, because the data on knowledge of malnutrition were not normally distributed, the Wilcoxon test was carried out and knowledge about cross-professional collaboration was normally distributed, a paired t test was performed. For qualitative data, it was analyzed using content analysis and a matrix of informants' statements was compared with the processed quantitative data. Keywords: training; knowledge; poor nutrition; inter-professional collaborationABSTRAK Permasalahan status gizi yang sangat kompleks memerlukan penanganan yang melibatkan ahli gizi kesehatan. Status gizi anak menjadi salah satu hal penting untuk mempersiapkan generasi berkualitas. Pendidikan kesehatan dalam bentuk pelatihan diharapkan mampu mengubah kompetensi kolaborasi lintas profesi petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan tentang kolaborasi lintas profesi kesehatan pada penanganan kasus gizi buruk. Penelitian ini menerapkan mix method (kualitatif dan kuantitatif). Subyek penelitian adalah 24 petugas kesehatan di Puskesmas Banjarejo, Madiun, yang dipilih dengan teknik stratified random sampling, sekaligus dilibatkan sebagai Informan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, wawancara mendalam dengan informan dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diuji normalitas data dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon dan paired sample t-test. Untuk studi kualitatif dilakukan analisis konten dan disusun matriks pernyataan informan untuk perbandingan dengan data kuantitatif.Kata kunci: pelatihan; pengetahuan; gizi buruk; inter-professional collaboration
Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Komputer dalam Pembelajaran Anatomi: Systematic Review Wisesa, Sindhu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12409

Abstract

Computer-based interactive multimedia such as 3D atlases, augmented reality (AR), and virtual reality (VR) have recently been introduced for teaching anatomy alongside conventional methods that use lectures with 2D illustrated atlases or 3D anatomical models. In this review, the advantages and limitations of computer-based interactive multimedia in learning anatomy were explained systematically. Articles containing the use of interactive multimedia in learning anatomy were identified from Pubmed and selected articles published in the last ten years (2013-2022). Articles that fit the focus of the review were then screened and a total of nine articles met the inclusion criteria in this systematic review. All articles in the review agree that learning using computer-based interactive multimedia increases anatomical knowledge on a par with conventional methods. New technologies including 3D atlases, AR, and VR significantly increase motivation, interest, attention, engagement, and enjoyment in learning anatomy compared to conventional methods. However, these new technologies, especially VR, induce mild discomfort in some users and are out of reach in all learning centers due to higher costs than conventional methods. It can be concluded that computer-based interactive multimedia is recommended to be applied to certain learning centers as an alternative medium in teaching anatomy to accompany traditional methods.Keywords: anatomy learning; interactive multimedia; computer based application ABSTRAK Multimedia interaktif berbasis komputer seperti atlas 3D, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR) belakangan ini diperkenalkan untuk pembelajaran anatomi mendampingi metode konvensional yang menggunakan kuliah dengan atlas bergambar 2D atau model anatomi 3D. Dalam review ini, keunggulan dan keterbatasan multimedia interaktif berbasis komputer pada pembelajaran anatomi dijelaskan secara sistematis. Artikel yang berisi tentang penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran anatomi diidentifikasi dari Pubmed dan dipilih artikel yang dipublikasi dalam sepuluh tahun terakhir (2013-2022). Artikel yang sesuai dengan fokus review kemudian dilakukan screening dan sejumlah sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi dalam review sistematik ini. Seluruh artikel dalam review sepakat menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan multimedia interaktif berbasis komputer meningkatkan pengetahuan anatomi setara dengan metode konvensional. Teknologi baru termasuk atlas 3D, AR, dan VR secara signifikan meningkatkan motivasi, ketertarikan, atensi, keterlibatan, dan kesenangan dalam pembelajaran anatomi dibandingkan dengan metode konvensional. Walaupun demikian, teknologi baru ini, khususnya VR, menginduksi ketidaknyamanan ringan pada sebagian pengguna dan tidak terjangkau pada seluruh pusat pembelajaran karena harga yang lebih mahal daripada metode konvensional. Dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis komputer direkomendasikan untuk diaplikasikan pada pusat pembelajaran tertentu sebagai media alternatif dalam pembelajaran anatomi mendampingi metode tradisional. Kata kunci: pembelajaran anatomi; multimedia interaktif; aplikasi berbasis komputer
Upaya Peningkatan Berat Badan Balita dengan Metode Pemberian Makan Tambahan Lokal dan Biskuit Sholikah, Nurrochmatin; Sumaningsih, Rahayu; Sunarto, Sunarto; Nugroho, Heru Santoso Wahito
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14405

Abstract

The main problem is that the government's supplementary feeding program is still limited, so it has not been able to reach all under-fives with malnutrition and slow weight gain. So, it is necessary to provide alternative additional food. This study aims to accelerate the increase in body weight for toddlers with malnutrition by providing local additional food, namely from Moringa leaves because it is an ingredient that is easily available in the environment around the house, easy to process and easy to reach. The design of this research was pretest-posttest with control group. The research respondents were 18 toddlers with malnutrition who were recorded in the working area of the Takeran Health Center, who were selected by simple random sampling technique. The sample was divided into 2 groups, each of which was given local food additives and biscuits for 14 days. Data collection was carried out by measuring the toddler's weight before and after giving the treatment, then a difference analysis was carried out using a paired sample t-test. The results of the analysis for each showed the same p value in both groups, namely = 0.003, so it was interpreted that there was a significant difference in body weight between before and after being given additional food in the two groups. The results showed that local ingredients and biscuits had the same effectiveness in increasing the weight of malnourished toddlers.Keywords: toddler; malnutrition; supplementary feeding; moringa leaves; biscuitsABSTRAK Permasalahan utama yaitu program pemberian makanan tambahan dari pemerintah adalah masih terbatas, sehingga belum dapat menjangkau seluruh balita dengan kekurangan gizi dan peningkatan berat badan yang lambat. Maka, diperlukan pemberian makanan tambahan alternatif. Penelitian ini bertujuan mempercepat peningkatan berat badan balita dengan kekurangan gizi dengan pemberian makanan tambahan lokal yaitu dari bahan daun kelor karena merupakan bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar rumah, mudah diolah dan mudah dijangkau. Rancangan penelitian ini adalah pretest-postest with control group. Responden penelitian adalah 18 balita dengan kekuranan gizi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Takeran, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Sampel dibagi dalam 2 group, masing-masing diberi pemberian makanan tamabahan lokal dan pemberian biskuit selama 14 hari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian perlakuan, selanjutnya dilakukan analisis perbedaan menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis pada masing-masing menunjukkan nilai p yang sama pada kedua group yaitu = 0,003, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan berat badan secara signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pemberian makanan tambahan pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan lokal dan biskuit memiliki efektifitas yang sama untuk meningkatkan berat badan balita gizi dengan kekurangan gizi.Kata kunci: balita; kekurangan gizi; pemberian makanan tambahan; daun kelor; biskuit
Penatalaksanaan MRI Vertebrae Lumbal Pada Kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Ilmayana, Dian; Apriantoro, Nursama Heru
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12407

Abstract

Hernia nucleus pulposus is the exit of the nucleus pulposus from the intervertebral disc which presses on the spinal cord, causing pain. The purpose of this study was to describe the management of MRI of the lumbar vertebrae in cases of herniated nucleus pulposus. This type of research was a descriptive study conducted in January 2022 at a hospital in the South Jakarta area, involving 3 patients. Data was collected through direct observation and related secondary data collection. The research instrument used was worksheets and documentation tools. The image results were evaluated and strengthened by the expert opinion of the radiologist. The examination used a Philips Ingenia CX 1.5 Tesla MRI machine and a surface coil. The sequences used were Myelo-radial, CorT2W TSE, Sag T1W TSE, Sag T2W TSE, Sag STIR TSE, Tra T2W TSE, and Tra T1W TSE. It was concluded that HNP L-3 to L5-S1 with canalis stenosis, hypertrophy of the ligamentum flavum L4-5 and L5-S1, grade 1 spondylolisthesis L4-5.Keywords: MRI; herniated nucleus pulposus; lumbar vertebraeABSTRAK Hernia nukleus pulposus merupakan keluarnya nukleus pulposus dari diskus intervertebralis yang menekan spinal cord sehingga menyebabkan nyeri. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tata laksana MRI vertebrae lumbal pada kasus hernia nukleus pulposus. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif yang dilaksanakan pada pada bulan Januari 2022 di salah satu Rumah Sakit di wilayah Jakarta Selatan, yang melibatkan 3 pasien. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pengambilan data sekunder terkait. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar kerja dan alat dokumentasi. Hasil citra dievaluasi dan diperkuat dengan pendapat expertise dokter spesialis radiologi. Pemeriksanaan menggunakan pesawat MRI Philips Ingenia CX 1,5 Tesla serta surface coil. Sequence yang digunakan adalah Myelo-radial, CorT2W TSE, Sag T1W TSE, Sag T2W TSE, Sag STIR TSE, Tra T2W TSE, dan Tra T1W TSE. Disimpulkan bahwa HNP L-3 s/d L5-S1 dengan canalis stenosis, hipertropi ligamentum flavum L4-5 dan L5-S1, spondilolistesis L4-5 grade 1.Kata kunci: MRI; hernia nukleus pulposus; vertebrae lumbal

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue