cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Pengelolaan Linen di UPTD Puskesmas Pancoran Mas Depok Abidin, Jenal; Sulistiyorini, Desy; Supriyatna, Rahmat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12401

Abstract

Poor linen management in health care facilities can result in nosocomial infections. This study aims to analyze linen processing at the Pancoran Mas Health Center based on hospital environmental health standards. This study used a qualitative approach, involving the person in charge of environmental health, and laundry workers, and cleaners. Data collected through interviews. The results of the analysis show that linen management is in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 07 of 2019. At the linen collection stage, 2 requirements were met and 2 requirements were not met because they had not been labeled as infectious; at the receipt stage, 2 requirements were met; at the washing stage, 2 requirements were met and 1 requirement was not met because scales were not available; at the drying stage, 1 requirement was met; at the ironing stage, 1 requirement was not met; at the storage stage, 1 requirement was met; at the distribution stage, 1 requirement was met; at the transportation stage, 3 requirements were met and 2 requirements were not met.Keywords: linen; management; community health centersABSTRAK Pengelolaan linen yang kurang baik di fasilitas pelayanan kesehatan dapat mengakibatkan infeksi nosokomial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengolahan linen di Puskesmas Pancoran Mas berdasarkan standar kesehatan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang melibatkan penanggung jawab kesehatan lingkungan, dan petugas laundry, dan petugas kebersihan. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan linen telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2019. Pada tahap pengambilan linen, 2 persyaratan terpenuhi dan 2 persyaratan tidak terpenuhi karena belum diberi label infeksius; pada tahap penerimaan, 2 persyaratan terpenuhi;  pada tahap pencucian, 2 persyaratan terpenuhi dan 1 persyaratan tidak terpenuhi karena tidak tersedia timbangan; pada tahap pengeringan, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap penyeterikaan, 1 persyaratan tidak terpenuhi; pada tahap penyimpanan, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap distribusi, 1 persyaratan terpenuhi; pada tahap pengangkutan, 3 persyaratan terpenuhi dan 2 persyaratan tidak terpenuhi.Kata kunci: linen; pengelolaan; pusat kesehatan masyarakat
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Terlalu Dini Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Kekurangan Gizi pada Balita Febriana, Citra Nurwidya; Handayani, Tinuk Esti; Suparji, Suparji; Suharto, Agung
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14305

Abstract

Most of the causes of under-five deaths are related to malnutrition due to improper feeding practices during infancy, for example giving complementary foods to breast milk that are too early or too late. This study aims to analyze the relationship between the provision of complementary foods for breast milk and the nutritional status of toddlers aged 6-36 months. This study applied a cross-sectional design, involving 88 toddlers aged 6-36 months, who were selected by simple random sampling technique. Data was collected by filling out questionnaires, weighing and measuring height. To analyze the relationship between the two variables, the Kendall's Tau correlation test was used. The results showed that the majority of children under five who were given complementary food to breast milk at the age of <6 months experienced nutritional problems. Meanwhile, the majority of toddlers who were given complementary food for breast milk ≥ 6 months had normal nutritional status. The Kendall's Tau test results showed p-value of 0.000. It could be concluded that there is a relationship between the age at first giving complementary foods for breast milk and the nutritional status of toddlers.Keywords: complementary food for breast milk; toddler; nutritional status ABSTRAK Sebagian besar penyebab kematian balita berkaitan dengan kekurangan gizi akibat praktik pemberian makan yang tidak benar pada masa bayi, misalnya pemberian makanan pendamping air susu ibu yang terlalu dini atau terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan status gizi balita umur 6-36 bulan. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 88 balita berumur 6-36 bulan, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Untuk menganalisis adanya hubungan antara kedua variabel digunakan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita yang diberi makanan pendamping air susu ibu pada umur <6 bulan mengalami masalah gizi. Sedangkan mayoritas balita yang diberi makanan pendamping air susu ibu ≥6 bulan memiliki status gizi normal. Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur pertama pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan status gizi balita. Kata kunci: makanan pendamping air susu ibu; balita; status gizi
Pengalaman Ibu Nifas dalam Menjalani Terapi Oukup di Suku Pedalaman Nuaulu Provinsi Maluku: Studi Etnografi Syahfitrah Umamity; Arindiah Puspo Windari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12312

Abstract

Oukup traditional medicine comes from the Karo tribe who utilizes a variety of plant species as ingredients for postpartum health and the treatment of various types of diseases. Medicinal herbs in the Karo community continue to grow and are in demand by the community to cure diseases. This study aims to explore perineal care using oukup traditional therapy during the postpartum period in the Naulu Tribe. This research was a phenomenological study involving 10 participants and using interpretive phenomenological analysis (IPA) which produces several themes and sub-themes. From the results of the study, 6 major themes were obtained, namely: reasons for preferring oukup traditional therapy, procedures for carrying out oukup traditional therapy, duration of oukup implementation, advantages and disadvantages of therapy, beliefs or traditions in carrying out oukup therapy.Keywords: experience; post partum mothers; oukup therapy ABSTRAK Pengobatan tradisional oukup berasal dari suku Karo yang memanfaatkan keanekaragaman jenis tumbuhan sebagai ramuan untuk kesehatan pasca melahirkan dan pengobatan berbagai jenis penyakit. Ramuan-ramuan pengobatan pada masyarakat Karo terus berkembang serta diminati masyarakat untuk menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertjuan mengeksplorasi perawata perineum menggunakan terapi tradisional oukup pada masa nifas di Suku Naulu. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang melibatkan 10 partisipan dan menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA) yang menghasilkan beberapa tema dan sub-tema. Dari hasil penelitian diperoleh 6 tema besar yaitu: alasan lebih memilih terapi tradisional oukup, prosedur pelaksanaan terapi tradisional oukup, durasi pelaksanaan oukup, keuntungan dan kerugian terapi, keyakinan atau tradisi dalam pelaksanaan terapi oukup. Kata kunci: pengalaman; ibu post partum; terapi oukup
Kecemasan Mahasiswa terhadap Covid-19 Varian Baru Omicron Lulukaningsih, Zuyina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12410

Abstract

The condition of the Covid-19 pandemic continued until the emergence of the Omicron variant, which can cause anxiety for students who practice at the hospital, because in the hospital there are several patients infected with Covid-19 who must be treated. This fact was also experienced by students of the Physiotherapy Study Program, Faculty of Psychology and Health, Widya Dharma Klaten University, who had to carry out comprehensive clinical practice at Bagas Waras Hospital during the Covid-19 pandemic. This type of research was a qualitative study with a phenomenological approach. The data collection technique used an instrument in the form of a questionnaire. To guarantee data validity, triangulation of data sources was used. Data analysis techniques using interactive descriptive and qualitative analysis flow models. The results of the study concluded that there were students who experienced mild anxiety when carrying out comprehensive clinical practice at Bagas Waras Hospital during the Covid-19 pandemic, because they felt worried, their thoughts made them anxious, the worst could possibly happen, and they were too worried that they often missed things that going on around it.Keywords: anxiety; the Covid-19 pandemic; omicron; studentABSTRAK Kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlanjut hingga munculnya varian Omicron, yang dapat menyebabkan kecemasan bagi para mahasiswa yang melakukan praktik di rumah sakit, karena di rumah sakit ada beberapa pasien yang terinfeksi Covid-19 yang harus dirawat. Kenyataan ini juga dialami oleh para mahsiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Widya Dharma Klaten, yang  harus melakukan praktik klinik komprehensif di RSUD Bagas Waras selama pandemi Covid-19. Jenis penelitian adalah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Untuk menjamin validitas data digunakan trianggulasi sumber data. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif interaktif model mengalir. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan saat melakukan praktik klinik komprehensif di RSUD Bagas Waras selama pandemi Covid-19, karena merasa khawatir, pikiran membuat dirinya cemas, kemungkinan terburuk bisa saja terjadi, dan terlalu khawatir sehingga sering melewatkan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.Kata kunci: kecemasan; pandemi Covid-19; omicron; mahasiswa
Pemeriksaan Parasit Anisakis Sp pada sarden kadaluarsa dan belum kadaluarsa Prasetya, Arita Ajeng; Mahtuti, Erni Yohani; Masyhur, Muhammad
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12411

Abstract

 Anisakis sp is a parasite that lives in fish and marine mammals, including mackerel in canned food such as sardines. Anisakis sp can infect humans if ingested and cause allergic reactions. This study aims to determine the description and differences in the number of parasites from the results of Anisakis sp parasite examination on expired and unexpired sardines. An analytical descriptive study with samples of 3 different brands of sardines for each type of sardines expired and not yet expired, namely samples A, B and M. The sampling technique was random sampling using the sedimentation method using NaCI solution with a lower specific gravity than parasitic organisms. so that the parasites can settle to the bottom. The macroscopic results showed that in expired samples, the presence of odor (highest 80%), mucus (highest 40%), mushrooms (highest 60%) and parasites Anisakis sp (highest 100%). Meanwhile, in the non-expired samples, the presence of odors (0% highest), mucus (0% highest), mushrooms (0% highest) and Anisakis sp parasites (20% highest). So it could be concluded that the condition of expired sardines will have a greater impact on damage, especially on the odor indicators, the presence of mucus, the presence of fungi and the presence of Anisakis sp. parasites.Keywords: Anisakis sp.; sardines; expired ABSTRAK Anisakis sp adalah parasit yang hidup pada ikan dan mamalia laut, termasuk ikan makarel pada makanan kemasan kaleng seperti sarden. Anisakis sp dapat menginfeksi manusia jika termakan dan menyebabkan reaksi alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan jumlah parasit dari hasil pemeriksaan   parasit Anisakis sp pada sarden kadaluwarsa dan belum kadaluwarsa. Penelitian deskriptif analitik dengan sampel berupa 3 merk sarden yang berbeda setiap jenis sarden kadaluwarsa dan belum kadaluwarsa, yaitu sampel A, B dan M. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling dengan menggunakan metode sedimentasi menggunakan larutan NaCI dengan berat jenis yang lebih rendah dari organisme parasit, sehingga parasit dapat mengendap di bawah. Hasil penelitian secara makroskopis menunjukkan bahwa pada sampel kadaluwarsa, keberadaan bau (tertinggi 80%), lendir (tertinggi 40%), jamur (tertinggi 60%) dan parasit Anisakis sp (tertinggi 100%). Sedangkan pada sampel tidak kadaluwarsa, keberadaan bau (tertinggi 0%), lendir (tertinggi 0%), jamur (tertinggi 0%) dan parasit Anisakis sp (tertinggi 20%). Maka bisa disimpulkan bahwa kondisi sarden yang kadaluwarsa akan lebih berdampak pada kerusakan, khususnya pada indikator bau, keberadaan lendir, keberadaan jamur dan keberadaan parasit Anisakis sp.Kata kunci: Anisakis sp.; sarden; kadaluwarsa
Beban Kerja Perawat di Ruang Hemodialisa Santosa Hospital Bandung Central Pasaribu, Keiko; Maryati, Sri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12aids01

Abstract

The role of nurses in health services, especially in hospitals is very important, considering the quality of nursing services affects the totality of services provided. The phenomenon that is often found is that nurses spend their time doing work outside of nursing that is not their responsibility. The survey results show that 50.9% of nurses in West Java experience work stress. The purpose of this study was to describe the workload of nurses in the Hemodialysis Room at Santosa Hospital, Bandung Central. This research was a descriptive study. The subjects of this study were 21 nurses in the hemodialysis room at Santosa Hospital Central, who were selected using the total population sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires and then analyzed descriptively. The results showed that most of the workload of nurses was in the light category, with the percentage of productive time being 47.6%.Keywords: nurse workload; hemodialysis room; work stress ABSTRAK Peran perawat dalam pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit adalah sangat penting, mengingat kualitas pelayanan keperawatan berpengaruh terhadap totalitas layanan yang diberikan. Fenomena yang terjadi sering ditemukan adalah perawat menghabiskan waktunya untuk melakukan pekerjaan di luar keperawatan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Hasil survei menunjukkan bahwa 50,9% perawat di Jawa Barat mengalami stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat di Ruang Hemodialisa Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Subyek penelitian ini adalah 21 perawat di ruang hemodialisis di Santosa Hospital Central, yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar beban kerja perawat adalah dalam kategori ringan, dengan persentase penggunaan waktu produktif adalah 47,6%.Kata kunci: beban kerja perawat; ruang hemodialisis; stres kerja 
Promosi Kesehatan dengan Metode Snow Ball untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Maryati, Sri; Wahyuni, Sri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15205

Abstract

Most of the maternal deaths in 2020 are caused by bleeding, hypertension in pregnancy and disorders of the circulatory system. The incidence of these complications can be caused by a lack of knowledge of mothers about the danger signs of pregnancy. The method that can be used to increase mother's knowledge is snow ball health promotion. The purpose of this study was to determine the effect of health promotion using the snow ball method on increasing pregnant women's knowledge about the danger signs of pregnancy. The research design was one group pretest posttest. The research subjects were 26 pregnant women selected by purposive sampling technique. Data were analyzed using the Marginal Homogeneity test. The results showed that knowledge before being given the Snow ball method was 92.3% in the less category; whereas after being given the Snow ball method was 46.1% in the sufficient category and 15.4% in the good category; and there was an influence of the Snow ball method on the knowledge of respondents with a p value of 0.013.Keywords: snowball; knowledge; danger sign of pregnancyABSTRAK Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan gangguan sistem peredaran darah. Kejadian komplikasi tersebut salah satunya dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu terhadap tanda bahaya kehamilan. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu adalah promosi kesehatan snow ball. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan metode snow ball terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest postest. Subyek penelitian adalah 26 ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebelum diberikan metode Snow ball adalah 92,3% dalam kategori kurang; sedangkan setelah diberikan metode Snow ball adalah 46,1% dalam kategori cukup dan 15,4% dalam kategori baik; serta terdapat pengaruh metode Snow ball terhadap pengetahuan responden dengan nilai p 0,013.Kata kunci: snow ball; pengetahuan; tanda bahaya kehamilan
Hygiene dan Sanitasi Pengelolaan Makanan di Instalasi Gizi RS X Depok Nandya, Lita; Nina, Nina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12aids04

Abstract

Hygiene and sanitation in food management is included in the implementation of food health, namely monitoring, controlling and increasing the level of food hygiene and sanitation. This study aims to evaluate food management hygiene and sanitation at the Nutrition Installation of X Depok Hospital in accordance with the standards of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 7 of 2019. This research uses a qualitative approach involving the head of nutrition, processors, waiters and supporting information from health workers environment. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and document review. The results showed that food management hygiene and sanitation were in accordance with the standards set by the government, but it was found that for food handlers, there were 2 inappropriate indicators, namely health checks which were carried out once a year and discipline in using masks; for good manufacturing practice, there is 1 indicator that is not suitable, namely the transportation of food that has not used a trolley with temperature control; and for food control, there is 1 indicator that is not appropriate, namely internal control, where health checks for handlers have not been carried out twice a year.Keywords: sanitary hygiene; nutrition installation; foodABSTRAK Hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan termasuk dalam penyelenggaraan kesehatan makanan yaitu pengawasan, pengendalian serta peningkatan taraf hygiene dan sanitasi makanan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi tentang hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan di Instalasi Gizi RS X Depok sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan kepala gizi, pengolah, pramusaji dan informasi pendukung petugas kesehatan lingkungan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, namun  ditemukan bahwa untuk penjamah makanan, terdapat 2 indikator tidak sesuai yaitu cek kesehatan yang dilaksanakan sekali dalam setahun dan kedisiplinan penggunaan masker; untuk good manufacturing practice, ada 1 indikator yang tidak sesuai yaitu pengangkutan makanan yang belum menggunakan troli dengan pengatur suhu; dan untuk pengawasan makanan, ada 1 indikator yang tidak sesuai yaitu pengawasan internal, dimana cek kesehatan penjamah belum dilaksanakan dua kali dalam setahun.Kata kunci: hygiene sanitasi; instalasi gizi; makanan
Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Kejadian Karies Gigi Hasbyalloh, Mochamad Salman; Riska, Dede; Maryati, Sri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12aids03

Abstract

Dental caries in children ranks first as a chronic disease in school-age children. So research is needed that aims to analyze the relationship between knowledge about oral health and the incidence of dental caries in children. The research design was cross-sectional. This research involved 72 students of SDN Linggabudi who were selected by total population sampling technique. Knowledge about dental and oral health and the incidence of caries was measured using a questionnaire which was distributed online via the Whatsapp group. The collected data were analyzed using the Kolmogorov Smirnov test. The results showed that 55.6% of students had a level of knowledge in the sufficient category. Meanwhile, 83.3% of students experienced dental caries. The results of the hypothesis test showed a value of p = 0.035. It was concluded that there was a significant relationship between knowledge about oral health and the incidence of dental caries.Keywords: dental caries; child; knowledgeABSTRAK Karies gigi pada anak menduduki urutan pertama sebagai penyakit kronis pada anak usia sekolah. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 72 siswa SDN Linggabudi yang dipilih dengan teknik total population sampling. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dan kejadian karies diukur menggunakan kuesioner yang dibagikan secara online melalui Whatsapp group. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,6% siswa mempunyai tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Sementara itu, 83,3% siswa mengalami karies gigi. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p = 0,035. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi.Kata kunci: karies gigi; anak; pengetahuan
Kadar Vitamin D dan Kejadian Preeklamsi Berat Awitan Lambat Lestari, Lara Santi Indah; Hilmanto, Dany; Anwar, Anita Deborah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13101

Abstract

Preeclampsia is one of the main contributors to the high maternal mortality rate in Indonesia. Meanwhile, it is suspected that vitamin D deficiency was one of the triggers of the occurrence of slow onset preeclampsia. Then research is needed aimed at analyzing the relationship between vitamin D levels and the incidence of slow onset preeclampsia. The design of this study was a case control with 30 respondents for each group, who were patients visiting Dr. Slamet Hospital, Garut. The diagnosis of normal pregnant women and pregnant women with slow onset preeclampsia was obtained from the anamnesa form, and vitamin D levels were examined using the CMIA method (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay). The results of the data analysis indicated the value of P = 0.028. It was concluded that there was a relationship between vitamin D levels and the incidence of slow seizure preeclampsia.Keywords: vitamin D; severe preeclampsia; slow onset ABSTRAK Preeklamsi merupakan salah satu penyumbang utama tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Sementara itu diduga kekurangan vitamin D menjadi salah satu pencetus terjadinya preeklamsi berat awitan lambat. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan antara kadar vitamin D dengan kejadian preeklamsi berat awitan lambat. Rancangan penelitian ini adalah case control dengan 30 responden untuk masing-masing kelompok, yang merupakan pasien yang berkunjung ke RSU Dr. Slamet Garut. Diagnosa ibu hamil normal dan ibu hamil dengan preeklamsi berat awitan lambat didapatkan dari formulir anamnesa, dan kadar vitamin D diperiksa menggunakan metode CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay). Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,028. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara kadar vitamin D dengan kejadian preeklamsi berat awitan lambat.Kata kunci: vitamin D; preeklamsi berat; awitan lambat

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue