cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Formulasi Salep Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum Folium) dengan Variasi Konsentrasi Basis Hidrokarbon Karubaba, Dwi Sintya; Djarami, Jayanti; Dusra, Epi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14303

Abstract

Clove plant (Syzygium aromaticum. L) is one of the plants known by the people in Bula Village as a traditional medicine. The part of the clove leaf is often used as an alternative to cure aches and pains such as pain caused by excessive activity, so it can be used as an active ingredient in making ointments. The purpose of this study was to identify the chemical content of clove leaves from Bula Village and to make a good and stable formulation of an ethanol extract of clove leaf ointment by using a ratio of variations in the concentration of hydrocarbon bases. This study was an experimental study conducted using a combination of Vaseline album base: cera alba from three different formulations with a concentration ratio of F1 (76%:10%), F2 (71%:15%), F3 (66%:20%), each formulation contains 10% ethanol extract of clove leaf. The evaluation of the ointment preparation was carried out after 1 week of storage, the evaluation tests included organoleptic tests, homogeneity tests and pH tests. The results showed that the ointment preparations F1 (76%:10%) met the requirements for a good and stable ointment, while F2 (71%:15%), and F3 (66%:20%) did not meet the requirements for a good and stable ointment.Keywords: clove; ointment; hydrocarbon base; analgesic ABSTRAK Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum. L) adalah salah satu tanaman yang dikenal oleh masyarakat di Desa Bula sebagai pengobatan tradisional. Bagian daun cengkeh sering dijadikan sebagai alternatif penyembuhan penyakit pegal-linu seperti rasa nyeri yang disebabkan karena aktivitas yang berlebihan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan salep. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kandungan kimia daun cengkeh asal Desa Bula dan membuat formula sediaan salep ekstrak etanol daun cengkeh yang baik dan stabil dengan menggunakan perbandingan variasi konsentrasi basis hidrokarbon. Penelitian ini adalah studi eksperimental yang dilakukan dengan menggunakan basis kombinasi vaselin album: cera alba dari tiga formulasi berbeda dengan perbandingan konsentrasi F1 (76%:10%), F2 (71%:15%), F3 (66%:20%), masing-masing formulasi mengandung 10% ekstrak etanol daun cengkeh. Evaluasi sediaan salep dilakukan setelah 1 minggu penyimpanan, uji evaluasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas dan uji pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep F1 (76%:10%) memenuhi syarat salep yang baik dan stabil, sedangkan F2 (71%:15%), dan F3 (66%:20%) tidak memenuhi persyaratan salep yang baik dan stabil.Kata kunci: cengkeh; salep; basis hidrokabon; analgesik
FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR-AWAR (Ficus septica Burm.F) DENGAN VARIASI BASIS SALEP Saba, Rosna; Djarami, Jayanti; Pelu, Aulia Debby; Dusra, Epi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12213

Abstract

Awar-awar leaves were used as a sample in this study because they were found in Waipula Hamlet, Ureng Village, Central Maluku Regency, both on the side of the road, shrubs and open forest. People often use it topically as a medicine for wounds or inflammation of the skin. The purpose of this study was to determine the content of awar-awar leaves (Ficus septica Burm. F), formulate awar-awar leaf ethanol extract ointment using various ointment bases and evaluate the preparation of awar-awar leaf ethanol extract ointment. This research was conducted using an experimental method. The results of this study indicate that the ethanolic extract of awar-awar leaves) contains tannins, flavonoids, alkaloids and saponins. Furthermore, three formulations of ointment base were made, namely FI (hydrocarbon base), FII (absorption base) and FIII (water soluble base). Based on the evaluation test results, the three ointment bases namely FI (hydrocarbon base), FII (absorption base) and FIII (water soluble base) showed stable results in the organoleptic test and homogeneity test, while the pH test was unstable.Keywords: awar-awar leaves; ointment; ointment baseABSTRAK Daun awar-awar digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini karena banyak ditemukan di Dusun Waipula Desa Ureng kabupaten Maluku Tengah, baik di tepi jalan, semak belukar maupun hutan terbuka. Masyarakat sering menggunakannya secara topikal sebagai obat luka atau radang pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan daun awar-awar (Ficus septica Burm. F), memformulasikan salep ekstrak etanol daun awar-awar dengan menggunakan variasi basis salep dan melakukan evaluasi sediaan salep ekstrak etanol daun awar-awar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun awar-awar) mengandung senyawa tannin, flavonoid, alkaloid dan saponin. Selanjutnya dibuat tiga formulasi basis salep yaitu FI (basis hidrokarbon), FII (basis absorpsi) dan FIII (basis larut air). Berdasarkan hasil uji evaluasi, ketiga basis salep yaitu FI (basis hidrokarbon), FII (basis absorpsi) dan FIII (basis larut air) menunjukan hasil yang stabil pada uji organoleptik dan uji homogenitas,  sedangkan pada uji pH tidak stabil.Kata kunci: daun awar-awar; salep; basis salep
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terapi Pengobatan TBC Pasien Dewasa di BKPM Purwokerto Utami, Arisa Mutia
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12217

Abstract

Non-adherence in treatment therapy is the main cause that affects the increase in pulmonary tuberculosis. The purpose of the study was to identify factors that influence adherence to pulmonary tuberculosis treatment therapy in adults. The type of research used is descriptive analytic with a cross-sectional design. The research subjects were 151 patients aged 20-65 years who had received advanced treatment for 3-4 months in the period from February to March 2022, which were selected by total sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test. The results showed the p value for each factor, namely the level of knowledge = 0.001, family support = 0.001, motivation = 0.001, age = 0.002, income = 0.024 and distance = 0.002. It can be concluded that the factors related to the level of adherence to pulmonary tuberculosis treatment are the level of knowledge, family support, motivation, age, income and distance.Keywords: pulmonary tuberculosis; treatment therapy; obedience ABSTRAK Ketidakpatuhan dalam terapi pengobatan menjadi penyebab utama yang mempengaruhi meningkatnya penyakit tuberkulosis paru. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kepatuhan terapi pengobatan tuberkulosis paru pada orang dewasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian adalah 151 pasien berusia 20-65 tahun yang telah memperoleh pengobatan tahap lanjutan selama 3-4 bulan pada periode Februari sampai Maret 2022, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yaitu tingkat pengetahuan = 0,001, dukungan keluarga = 0,001, motivasi = 0,001, umur = 0,002, penghasilan = 0,024 dan jarak = 0,002. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan terapi pengobatan tuberkulosis paru adalah tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi, umur, penghasilan dan jarak.Kata kunci: tuberkulosis paru; terapi pengobatan; kepatuhan 
Analisis Hubungan Antara Posisi duduk dengan Keluhan Low Back Pain Pada Penjahit Konfeksi di PT Vinex-D di Desa Sukamukti Kecamatan Cikijing Kabupaten Kuningan Ropii, Ahmad; Susianto, Susianto; Suparman, Rossi; Nugraha, Agah; Hermansyah, Asep Nandang; Assegaf, Hapidz Hilal
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12214

Abstract

Diseases that most often occur in confectionery workers are diseases related to the muscles and skeleton or known as musculoskeletal disorders (MSDs). Especially for sewing machine operators, work factors that can cause MSDs are repetitive movements, duration of work and physical factors that require muscle stretching. The purpose of this study was to analyze the relationship between sitting position and complaints of low back pain (LBP) in sewing tailors. This research is an analytic observational research with a cross-sectional design. The research subjects were tailors at PT Vinex-D, Cikijing District, Majalengka Regency. The subjects in this study were 50 people who worked as convection tailors at PT Vinex-D, which were selected using purposive sampling technique. The research instruments were questionnaires and observation sheets. Data collection techniques were carried out by conducting interviews at PT Vinex-D. The statistical test used is the Chi square test. The results of the analysis showed the value of p = 0.001. Furthermore, it was concluded that the relationship between sitting position and complaints of low back pain.Keywords: low back pain; sitting position; seamstress ABSTRAK Penyakit yang paling banyak terjadi pada pekerja konfeksi adalah penyakit yang berhubungan dengan otot dan rangka atau yang dikenal dengan sebutan musculoskeletal disorders (MSDs). Khusus pada operator mesin jahit, faktor pekerjaan yang dapat menyebabkan terjadinya MSDs adalah gerakan yang berulang-ulang, durasi kerja dan faktor fisik yang membutuhkan peregangan otot. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara posisi duduk dengan keluhan low back pain (LBP) pada penjahit konfeksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah penjahit di PT Vinex-D Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Subyek dalam penelitian ini 50 orang yang bekerja sebagai penjahit konveksi di PT Vinex-D, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara di PT Vinex-D. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa hubungan antara antara posisi duduk keluhan low back pain.Kata kunci: low back pain; posisi duduk; penjahit
PENDIDIKAN, PEKERJAAN, PENGHASILAN DAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DI KABUPATEN KARAWANG Dumilah, Retno; Fariji, Achmad; Darwanty, Jundra
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12201

Abstract

Mothers with unwanted pregnancies tend to avoid health services, so they are prone to delays in handling complications. This type of research is cross-sectional, which was carried out from March to May 2019. The subjects of the study were 55 pregnant women who became GAVI partners in 13 puskesmas in the working area of the Karawang District Health Office. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using logistic regression test. The results of the analysis show that the p-values for each relationship between variables are 0.001, 0.002 and 0.002, respectively. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between education, employment and income with unwanted pregnancies in Karawang Regency.Keywords: education; profession; income; unwanted pregnancy ABSTRAK Ibu dengan kehamilan tidak diinginkan cenderung untuk menghindari layanan kesehatan, sehingga rentan mengalami keterlambatan penanganan komplikasi. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2019. Subyek penelitian adalah 55 ibu hamil yang menjadi mitra GAVI di 13 puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing hubungan antar variabel secara berturut-turut adalah 0,001, 0,002 dan 0,002. Slanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan dan penghasilan dengan kehamilan tidak diinginkan di Kabupaten Karawang. Kata kunci: pendidikan; pekerjaan; penghasilan;  kehamilan tidak diinginkan
Media Alternatif Agar Jagung untuk Identifikasi Candida albicans Junaedi, Winda Rachmawati; Suliati, Suliati; Mutiarawati, Diah Titik; Endarini, Lully Hanni
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14304

Abstract

Fungal culture media is the gold standard for diagnosing candidiasis. Generally, the media used are ready-to-use preparations, as an alternative medium for the identification of Candida albicans. The carbohydrate content in the form of starch contained in the mixed corn agar media provides a source of nutrition for growth and development. The addition of Tween 80 to the mixed corn agar media under oxygen-deficient culture conditions (caused by the inoculum with a cover glass) creates an unfavorable environment and stimulates the formation of chlamydospores (a microscopic characteristic of Candida albicans). The purpose of this study was to determine the sensitivity of mixed corn agar media as an alternative medium for the identification of Candida albicans. Examination of the macroscopic characteristics of Candida albicans was carried out by inoculating a Candida albicans suspension on mixed corn agar media and cornmeal media (control). The study was conducted from December 2019 to June 2020 at the Clinical Microbiology Laboratory, Surabaya Center for Health Laboratory. Based on the results of the examination and data analysis using the Kruskal-Wallis test, the p-value was 0.368. Therefore, there were no differences in the macroscopic characteristics of Candida albicans on the three media: mixed corn agar, mixed rice agar, and cornmeal (positive control). Therefore, it can be concluded that mixed corn agar and mixed rice agar are sensitive alternative media for the identification of Candida albicans.Keywords: Candida albicans; mixed corn agar; cornmeal; macroscopic characteristicsABSTRAK Media dalam pemeriksaan kultur jamur merupakan baku emas untuk penegakan diagnosa kandidiasis. Pada umumnya media yang digunakan sudah dalam bentuk sediaan siap pakai, sebagai media alternatif untuk identifikasi Candida albicans. Kandungan karbohidrat berupa zat pati yang terdapat pada media agar jagung racikan menjadi sumber nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Penambahan tween 80 pada media agar jagung racikan dengan kondisi kultur kekurangan oksigen (disebabkan inoculum dengan kaca penutup) menciptakan lingkungan yang kurang baik dan merangsang pembentukan klamidospora (karakteristik mikroskopis Candida albicans). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas media agar jagung racikan sebagai media alternatif untuk identifikasi Candida albicans. Pemeriksaan karakteristik makroskopis Candida albicans dilakukan dengan cara menginokulasikan suspensi Candida albicans pada media agar jagung racikan, dan media cornmeal (kontrol). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai  Juni 2020 di Laboratorium Mikrobiologi Klinik, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis data dengan uji Kruskal Wallis diketahui bahwa nilai p adalah 0,368. Dengan demikian, tidak ada perbedaan karakteristik makroskopis Candida albicans pada ketiga media yaitu agar jagung racikan, media agar beras racikan dan media cornmeal (kontrol positif). Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa media agar jagung racikan dan media agar beras racikan dapat dikatakan sensitif sebagai media alternatif untuk identifikasi Candida albicans.Kata kunci: Candida albicans; media agar jagung racikan; media cornmeal; karakteristik makroskopis 
Perbedaan Respon Nyeri Haid Setelah Pemberian Ektrak kunyit dan Ekstrak Daun Kelor Rusmiati Rusmiati; Sunarto Sunarto; Rahayu Sumaningsih; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12317

Abstract

 Young women more often experience pain due to menstrual pain or primary dysmenorrhea because the hormonal cycle they are experiencing is not yet stable. This study aims to prove that there are differences in the response to menstrual pain after being given the treatment of turmeric extract and Moringa leaf extract. The design used was two group pretest-posttest. Pain level was measured using the NRS pain scale (Numeric Rating Scale). Testing for changes in pain was carried out using the T test. The results showed that the p value was less than 0.05 for both groups. Furthermore, it was concluded that there was a significant change in pain response (decreased) after administration of turmeric extract and administration of moringa leaf extract; and administration of turmeric extract has a significantly greater effect.Keywords: turmeric extract; moringa leaf extract; menstrual painABSTRAK Remaja putri lebih sering merasakan sakit akibat nyeri haid atau dismenore primer karena siklus hormonal yang dialami belum begitu stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan respon nyeri haid setelah diberikan perlakuan pemberian ekstrak kunyit dan ekstrak daun kelor. Desain yang digunakan adalah two group pretest-posttest. Tingkat nyeri diukur menggunakan skala nyeri NRS. Pengujian perubahan nyeri dilakukan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p adalah kurang dari 0,05 untuk kedua kelompok. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada perubahan respon nyeri secara signifikan (terjadi penurunan) setelah pemberian ekstrak kunyit dan pemberian ekstrak daun kelor; dan pemberian ekstrak kunyit memberikan efek yang lebih besar secara signifikan.Kata kunci: ekstrak kunyit; ekstrak daun kelor; nyeri haid
PPeran Aktif Suami SIAGA untuk Menurunkan Kecemasan Ibu Hamil dalam Menghadapi Persalinan Dwi Nurjayanti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12309

Abstract

Family support, especially the husband during pregnancy, childbirth and the baby care period as well as the recovery of the mother after giving birth can provide enthusiasm and motivation for mothers in facing the process of becoming a mother. This study aims to determine the effect of the active role of the SIAGA husband on the level of anxiety of pregnant women in facing childbirth at RSUD dr. Darsono Kab. Pacitan. The design of this study was cross-sectional. The population of this study were all normal pregnant women in the third trimester at RSUD Dr. Darsono Pacitan. The sampling technique used was accidental sampling, so that the sample size was obtained = 38 people. Data were collected through filling out questionnaires, then analyzed to test hypotheses. Based on the results of data analysis, it can be seen that the active role of SIAGA husbands is 13.9% on the level of anxiety of pregnant women in facing the delivery process. This explains that moral support from the closest person, namely the husband, is inversely proportional to the emergence of mother's anxiety in dealing with the delivery process.Keywords: husband on standby; anxiety; mother ABSTRAK Dukungan keluarga, terutama suami dalam masa kehamilan, persalinan dan masa perawatan bayi serta pemulihan ibu pasca bersalin dapat memberikan semangat dan motivasi bagi ibu dalam menghadapi proses menjadi seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran aktif suami SIAGA terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di RSUD dr. Darsono Kab. Pacitan. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil normal trimester III di RSUD Dr. Darsono Pacitan. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, sehingga diperoleh ukuran sampel = 38 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis untuk menguji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa peran aktif suami SIAGA bernilai sebesar 13,9% terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Hal tersebut menjelaskan bahwa dukungan moril dari orang terdekat yakni suami berbanding terbalik dengan munculnya rasa cemas ibu dalam menghadapi proses persalinan.Kata kunci: suami siaga; kecemasan; ibu
IDENTIFIKASI RHODAMIN B DALAM LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR BARU KOTA BEKASI Nadia Oktaviani; Marsah Rahmawati Utami; Ahsanal Kasasiah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12313

Abstract

Cosmetics are preparations used outside the human body that are useful for cleaning, deodorizing, changing or improving appearance. One of the cosmetic products that women often use is lipstick. One of the important ingredients in lipstick is dye, both natural and synthetic dyes. There are several synthetic dyes that are prohibited in cosmetics because they can have a negative impact on the body, one of which is rhodamine B. This study aims to identify rhodamine B in lipstick circulating in Pasar Baru Bekasi City. The method used to identify rhodamine B in lipstick samples was a rhodamine B specific reagent and the concentration was determined using UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 549 nm. In 10 lipstick samples, there were 3 samples that tested positive with different levels. Sample C = 3.11%, sample E = 1.19% and sample F = 2.05%. The levels of rhodamine B contained in the three samples were not too high. However, rhodamine b is a dangerous dye because it has a bad effect on the skin.Keywords: rhodamine B; lipstick; UV-Vis spectrophotometryABSTRAK Kosmetika merupakan sediaan yang digunakan di luar tubuh manusia yang berguna untuk membersihkan, mewangikan, merubah atau memperbaiki penampilan. Salah satu produk kosmetika yang sering digunakan wanita adalah lipstik. Salah satu bahan penting dalam lipstik adalah pewarna, baik pewarna alami maupun sintetis. Terdapat beberapa pewarna sintetis yang dilarang dalam kosmetika karena dapat memberi dampak yang buruk pada tubuh, salah satunya adalah rhodamin B. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rhodamin B dalam lipstik yang beredar pada Pasar Baru Kota Bekasi. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi rhodamin B dalam sampel lipstik adalah dengan reagen spesifik rhodamin B dan penentuan kadar dilakukan dengan menggunakan spektrofotomeri UV-Vis dengan panjang gelombang 549 nm. Dalam 10 sampel lipstik, terdapat 3 sampel yang dinyatakan positif dengan kadar yang berbeda. Sampel C = 3,11%, sampel E = 1,19% dan sampel F = 2,05%. Kadar rhodamin B yang terkandung dalam ketiga sampel tidak terlalu banyak. Namun rhodamin b adalah pewarna yang berbahaya karena memiliki pengaruh buruk terhadap kulit.Kata kunci: rhodamin B; lipstik; spektrofotometri UV-Vis
Konsentrasi Glukosa Darah pada Warga Binaan Sosial di Sasana Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Margaretha Herawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12303

Abstract

Jakarta is the province with the highest DM prevalence in Indonesia. Therefore, it is necessary to check the blood glucose concentration regularly. This study aims to determine the concentration of blood glucose in Social Assisted Residents at Sasana Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta. This study used a cross-sectional design. There are 150 elderly who are willing to be respondents. Data was collected in two ways, namely measurement and interviews. The results of the analysis showed that 78.7% of respondents had an average blood glucose concentration in the good category; 14.0% in the medium category and 7.3% in the bad category. Furthermore, it was concluded that the majority of Social Assisted Residents at Sasana Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta had good blood glucose concentrations.Keywords: risk factors; blood glucose concentration; elderlyABSTRAK Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi DM tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengecekan konsentrasi glukosa darah secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi glukosa darah pada Warga Binaan Sosial di Sasana Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Ada 150 lansia yang bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu pengukuran dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa 78,7% responden mempunyai rata-rata konsentrasi glukosa darah dalam kategori baik; 14,0% dalam kategori sedang dan 7,3% dalam kategori buruk. Selanjutnya disimpulkan bahwa Warga Binaan Sosial di Sasana Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta mayoritas mempunyai konsentrasi glukosa darah yang baik.Kata kunci: faktor risiko; konsentrasi glukosa darah; lansia

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue