cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
HUBUNGAN PAPARAN MEDIA DENGAN PRAKTEK PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA KURANG DARI 6 BULAN eny qurniyawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.643 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : ASI mengandung nutrien dan zat protektif yang sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi misalnya: infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah, diare, dan otitis media. Kolostrum mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dari susu matur (matang). Sebanyak 136.700.000 bayi dilahirkan di seluruh dunia dan hanya 32,6% dari mereka yang mendapat ASI secara eksklusif pada usia 0 sampai 6 bulan pertama. Hal tersebut menggambarkan cakupan pemberian ASI eksklusif di bawah 80% dan masih sedikitnya ibu yang memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan paparan media dengan praktik pemberia susu formula pada bayi usia di bawah 6 bulan di Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Metode : Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2016 menggunakan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa Kare Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Jumlah populasi 35 responden, jumlah sampel total populasi yaitu 35 responden Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square . Hasil : Ada hubungan antara paparan media dengan praktek pemberian susu formula pada bayi usia kurang dari 6 bulan. Rekomendasi : perlu meningkatkan program promosi pemberian ASI eksklusif sehingga dapat melindungi bayi usia kurang dari 6 bulan Kata Kunci : Paparan Media-Praktek Pemberian Susu formula-Bayi Usia kurang dari 6 Bulan
EFEKTIFITAS ANTARA FRICTION DAN HOLD RELAX TERHADAP PERUBAHAN KEMAMPUAN GRIP AND PINCH STRENGTH PADA KONDISI NYERI OTOT EKSTENSOR CARPI RADIALIS LONGUS ET BREVIS DI PT. MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA Sudaryanto Sudaryanto; Nurul Iman
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.067 KB)

Abstract

Salah satu cidera yang sering muncul adalah muscle pain ekstensor carpi radialis longus et brevis, yang dapat menyebabkan kesulitan pasien untuk melakukan aktivitas. Desain penelitian quasi eksperimen ini adalah pre test post test two group, yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas friction dan hold relax untuk meningkatkan grip and pinch strength pada kondisi nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et brevis. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi maka diperoleh besar sampel 44 orang. Alat pengumpulan data adalah Grip and Pinch Strength. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata grip and pinch strength pada kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II, hasil uji T pada kelompok perlakuan I diperoleh nilai p < 0,05, yang berarti bahwa pemberian friction dapat meningkatkan kemampuan grip and pinch strength yang signifikan. Sedangkan pada kelompok perlakuan II, nilai p < 0,05, yang berarti bahwa pemberian hold relax dapat meningkatkan kemampuan grip and pinch strength. Berdasarkan hasil uji independent smpel t diperoleh nilai p > 0,05, yang berarti bahwa intervensi friction tidak lebih efektif secara signifikan dibandingkan hold relax terhadap peningkatan kemampuan grip and pinch strength pada kondisi nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et brevis. Intervensi Friction tidak lebih efektif daripada Hold Relax. Kata kunci: Friction, Hold relax, Grip and pinch strength, Nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et Brevis.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PEMBERIAN PRELACTEAL FEEDING Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Ira Rahayu Tiyar Sari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.291 KB)

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat masih adanya kebiasaan membuang ASI pertama yang berwarna kuning atau yang biasa disebut sebagai kolostrom, kolostrom tersebut dianggap Basi. Sehingga tidak perlu diberikan kepada bayinya, sebagai gantinya mereka memberikan minuman, madu, atau makanan sejenisnya supaya bayi tersebut tidak lapar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor status social ekonomi dan tingkat pendidikan dalam mempengaruhi pemberian prelacteal feeding. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional . Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data melakukan instrument berupa kuesioner yang kemudian hasilnya akan di analisis secara bivariat yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis univariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil uji analisis hipotesis dapat disimpulkan terdapat kemaknaan nilai probabilitas pearson chi square (signifikansi) P value = 0,686 (P value > 0,05) untuk kedua faktor, yang berarti hipotesis tidak diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistik tidak ada pengaruh yang bermakna antara Tingkat Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan ibu terhadap pemberian prelacteal feeding. Kata Kunci: Sosial ekonomi, Tingkat pendidikan, Prelacteal feeding
HUBUNGAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN BALITA USIA 1–3 TAHUN DENGAN BERAT BADAN DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI DESA BENDOARUM KECAMATAN WONOSARI BONDOWOSO eni subiastutik
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.745 KB)

Abstract

Balita BGM yaitu berat badannya kurang menurut umur dengan melihat plot pada KMS berada pada garis merah atau dibawah garis merah. Salah satu faktor penyebabnya dipengaruhi pola makan. Di Puskesmas wonosari Tahun 2013 terdapat 76 kasus BGM, Tahun 2014 meningkat 83 balita. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu balita BGM di dapatkan 6 (60%) orang mengatakan tidak mengetahui pola makan anaknya, dan tidak memberikan susu. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian balita BGM usia 1-3 tahun di Desa Bendoarum Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Desainnya adalah korelasi, pendekatan Cross Sectional. Populasinya ibu yang mempunyai balita usia 1 - 3 tahun sejumlah 27 orang, sampel 27 orang menggunakan tekhnik Total Sampling. Hasilnya, pola makan sesuai 8 (29,6%) dan tidak sesuai 19 (70,4%). Uji statistik Chi Square didapatkan χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 4,481 > 3,841, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan pola makan terhadap kejadian Balita usia 1-3 tahun dengan BGM. Disimpulkan bahwa pola makan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi balita BGM. Apabila pola makan tidak sesuai, menimbulkan status gizi yang kurang. Sehingga untuk menurunkan kejadian BGM diharapkan puskesmas meningkatkan penyuluhan tentang gizi seimbang, khususnya gizi seimbang pada usia 1-3 tahun. Kata Kunci : Pola Makan, Balita BGM
SURVEY PERKEMBANGAN BALITA MENGGUNAKAN KUESIONER PRASKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Lailatul Mustaghfiroh; Indah Risnawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.384 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan setiap anak memiliki keunikan dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti sehingga perlu dilakukan pemeriksaan skrining perkembangan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Tujuan penelitian: untuk mengetahui perkembangan anak berdasarkan KPSP di TKIT Al Hikmah Jepara. Metode Penelitian: penelitian deskriptif yaitu menggambarkan perkembangan balita usia 48-60 bulan dengan menggunakan instrument KPSP. Penelitian dilakukan tanggal 24 Juli 2017 di TKIT Al Hikmah Jepara terhadap 30 responden. Data penelitian primer dan sekunder. Data primer berupa data perkembangan responden menggunakan KPSP. Data sekunder berupa data nama dan tanggal lahir responden. Analisa data univariat menggunakan persentase dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian: perkembangan balita yang sesuai perkembangan sebanyak 18 responden (60%) dan perkembangan meragukan sebanyak 12 responden (40%). Jumlah antara responden laki-laki dan perempuan adalah sama sebanyak 15 responden (50%). Mayoritas responden berusia 48 bulan sebanyak 7 responden (23,3%). Simpulan: Mayoritas perkembangan anak sesuai perkembangan sebanyak 18 balita (60%). Bagi pemerintah diharapkan dapat mengadakan pelatihan pemeriksaan perkembangan dan stimulasi dini perkembangan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan orang tua. Kata kunci: Perkembangan balita, KPSP
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA Eny Pemilu Kusparlina; Hayun Manudyaning Susilo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.908 KB)

Abstract

Provinsi dengan kriteria 10% atau lebih anak balita menderita gizi buruk, dikategorikan sebagai wilayah yang memprihatinkan. Bila sebanyak 5-9,9% anak balita menderita gizi buruk, maka wilayah provinsi tersebut termasuk dalam kategori lampu kuning. Dianggap belum menjadi masalah yang parah bila anak balita yang menderita gizi buruk di bawah 5%. Di Jawa Timur status gizi kurang balita sebanyak 5,95%. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Desa Bagi, pada bulan Januari-April 2016 terdapat 23 (15,5%) balita berstatus gizi kurang, 6 (4,1%) balita yang berstatus BGM (Bawah Garis Merah), 15 (10,1%) balita berstatus gizi lebih, dan 104 (70,3%) balita berstatus gizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan untuk mengidentifikasi status gizi balita. Jenis penelitian ini termasuk survei analitik, rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel 47. Untuk pengetahuan ibu menggunakan kuesioner. Untuk status gizi dengan pengukuran Berat badan secara langsung dengan menggunakan timbangan dacin dan pengukuran tinggi badan menggunakan mikrotoa. Statistik analitik menggunakan korelasi Kendal Tau (T). Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan kesalahan 5%. Tingkat pengetahuan ibu adalah pengetahuan cukup 26 (55%) orang dan pengetahuan kurang 7 (15%) orang. Status gizi normal 27 (59%) balita, dan status gizi sangat kurus 2 (4%) balita. Hasil uji Kendall Tau z hitung = 3,6 (z tabel =1,96). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Status gizi
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU BALITA BERDASARKAN PEMBERIAN ASIEKSKLUSIF DI POSYANDU BINA SEJAHTERA I KELURAHAN MALWILI KECAMATAN AIMAS KABUPATEN SORONG Carlos Kanam Malibela
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.064 KB)

Abstract

Tidak lancarnya program ASI Eksklusif dipengaruhi oleh pemberian MP-ASI dini yang diberikan sebelum bayi berumur 6 bulan, dan perlu adanya dukungan dari tempat kerja agar pemberian ASI tetap terlaksana. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu balita berdasarkan pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Bina Sejahtera 1 Kelurahan Malawili Kecamatan Aimas Kabupaten Sorong. Penelitian ini bersifat observasional, variabel bebas atau sebab dan variabel terikat atau akibat, yang dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Sampel diambil di Posyandu Bina Sejahtera 1 Kelurahan Malawili Kecamatan Aimas Kabupaten Sorong., Cara pengambilan sampel menggunakan Cross Sectional Study. Analisis tingkat pengetahuan ASI terhadap pemberian ASI, 13 ibu berpengetahuan baik dan memberikan ASI Eksklusif, sedangkan 28 ibu berpengetahuan baik tetapi tidak memberikan ASI Eksklusif. Dari hasil analisis data Chi-Square didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI dengan hasil p = 0,328 > α = 0,05. Sedangkan untuk pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI, 13 ibu tidak bekerja dan memberikan ASI Eksklusif, sedangkan 25 ibu tidak bekerja dan tidak memberikan ASI Eksklusif, didapatkan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI dengan hasil p = 0,145 > α = 0,05. Petugas kesehatan perlu memberikan edukasi menyeluruh kepada ibu balita maupun keluarga tentang pentingnya ASI dan dukungan keluarga. Kata kunci: Pengetahuan, ASI Eksklusif, Pekerjaan
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Nurrohmah Dwi Prestyani; Rumpiati Rumpiati; Nindy Yunitasari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurrohmah Dwi Prestiyani, 2017, “Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Kelas XI di SMKN 2 Magetan”. Skripsi. Pembibing I: Rumpiati, SST. M.P.H., Pembimbing II: Ns. Ucik Ernawati S.Kep. Program Studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buana Husada Ponorogo. Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologi dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode menstruasi initerjadi setiap bulan antara usia pubertas dan menopause. Siklus menstruasi pada wanita normalnya berkisar antara usia 21-35 hari dan hanya 10-15% wanita yang memiliki siklus 28 hari dengan lamanya menstruasi 3-5 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas fisik dan siklus menstruasi remaja putri kelas XI di SMKN 2 Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh remaja putri kelas XI di SMKN 2 Magetan tahun 2017. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 89 sampel remaja putri kelas XI di SMN2 Magetan. Variable independentadalah tingkat aktivitas fisik, sedangkan variable dependent adalah siklus menstruasi. Uji statistik yang digunakan Spearman Rank. Hasil penelitian dari 89 responden menunjukan bahwa hampir seluruh responden mengalami tingkat aktivitas yang berat dan mengalami siklus menstruasi yang berbeda yaitu pada tingkat aktivitas sedang terdapat 1 (1,1%) responden mengalami polimenorea, 2 (2,2%) responden mengalami oligomenorea, 0(0%) mengalami amenorea, dan 0 (0%) dengan total 3 responden (3,4%), sedangkan pada tingkat aktivitas berat terdapat 57responden (64,0%) mengalami polimenorea, 6 responden (6,7%) mengalami oligomenorea, 1 responden (1,1%) mengalami amenorea dan 22 responden (24,7%) dengan siklus normal dengan total 86 (96,6%). Berdasarkan hasil ini, disarankan agar remaja putri dapat menjaga aktivitasnya. Aktivitas fisik dapat dilakukan secukupnya sesuai kebutuhan selain bermanfaat baik bagi tubuh juga tidak akan mengakibatkan kerja berat bagi tubuh dan mengganggu kesehatan, menjaga asupan gizi, istirahat yang cukup, dan memperhatikan kesehatan reproduksi masing-masing. Kata Kunci: Tingkat Aktivitas Fisik,Siklus Menstruasi
GAMBARAN KONSTRUKSI SUMUR GALI DAN JARAK SEPTIC TANK TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI E. Coli PADA SUMUR GALI Jan Raymond Sapulette; Bellytra Talarima; Gracia Victoria Souisa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.726 KB)

Abstract

Sumur gali merupakan air dangkal yang kedalamannya kurang dari 15 meter di bawah permukaan tanah yang digunakan sebagai salah satu sumber air bersih di Dusun Waimahu. Eschericia coli (E. Coli) adalah kelompok bakteri Coliform yang digunakan sebagai indikator sanitasi karena merupakan bakteri komensal pada usus manusia dan umumnya bukan patogen penyebab penyakit. Keberadaan E. coli yang bersifat fecal pada air yang dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan penyakit radang usus, diare, infeksi pada saluran kemih atau penyakit saluran empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konstruksi sumur gali dan jarak septik tank terhadap kandungan bakteri E. coli pada sumur gali yang ada di Dusun Waimahu, Negeri Latuhalat. Desain penelitian adalah deskriptif study. Besar sampel adalah 8 sumur gali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 8 sampel terdapat 2 sampel yang melebihi batas kandungan E.coli dengan konstruksi sumur yang tidak memenuhi syarat dan yang ditinjau dari jarak sumur dengan sumber pencemar terdapat 2 sampel yang kandungan E.coli melebihi nilai ambang batas, dengan jarak sumur dari sumber pencemar yaitu
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PRIMIGRAVIDA MENGHADAPI PERSALINAN DI RUMAH BERSALIN WILAYAH BEKASI Nina Primasari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil sangat membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar. Tubuh yang bugar dan sehat akan membuat ibu hamil tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-harinya. Sehingga stres akibat rasa cemas menjelang persalinan akan dapat diminimalkan. Senam hamil sangat membantu proses persalinan karena selama melakukan senam hamil, calon ibu dipersiapkan secara fisik maupun mentalnya untuk persalinan yang lancar dan spontan sehingga diharapkan persalinan dapat berlangsung dengan aman dan spontan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam hamil terhadap tingkat kecemasan primigravida menghadapi persalinan di rumah bersalin wilayah bekasi. Desain dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan pretest dan posttest. Populasi ibu hamil di rumah bersalin wilayah Bekasi sebesar 40 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan dependent dan independent t-test untuk melihat perbedaaan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ρ < 0,005 sehingga signifikan yaitu proses intervensi dengan senam hamil mempunyai makna menurunkan tingkat kecemasan ibu primigravida menjelang persalinan. Dengan demikian diharapkan mahasiswa meningkatkan keterampilan dalam pemberian komunikasi, informasi dan edukasi agar tujuan dari asuhan kebidanan dapat tercapai. Bidan sebagai pelaksana melakukan evaluasi pelayanan kebidanan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: Senam hamil, Tingkat kecemasan

Page 8 of 50 | Total Record : 500


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue