cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Kontribusi Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kesadaran Beragama Pada Remaja di Abad 21 Edisa Oktonika
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.196 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.389

Abstract

Abstrak - Pada abad ke 21, kenakalan remaja semakin mengkhawatirkan. Saat ini, banyak ditemukan kenakalan remaja yang bukan lagi disebut kenakalan remaja biasa, namun perilaku penyimpangan kenakalan yang dilakukan remaja telah melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Terjadinya fenomena kenakalan remaja tersebut menjadi bukti dari remaja sekarang telah jauh dari nilai-nilai moral dan kurangnya kesadaran hidup beragama. Kesadaran beragama pada diri remaja merupakan peran yang sangat penting dalam pengembangan moral mereka, karena nilai-nilai moral yang datang dari agama itu stabil dan konstan, kesadaran beragama juga tidak hanya mendasari perilaku yang terlihat, tetapi juga mewarnai sikap, pikiran dan keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran padada remaja di abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, Studi pustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 12 Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel penelitian ini dengan cara purposive sampling yang bertujuan agar sampel yang diambil dapat mewakili populasi sehingga diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel. Analisis data adalah metode analisis isi (Content Analysis). Strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi keberagamaan remaja yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode menasehati, metode pengamat dan pengawasan. dengan strategi tersebut diharapkan remaja berkembang kesadaran beragama sesuai fitrah-Nya.Abstract – In the 21st century, juvenile delinquency is increasingly worrying. Nowadays, there are many juvenile delinquents who are no longer called juvenile delinquents, but the behavior of juvenile delinquency has violated the laws and norms prevailing in the society. The phenomenon of juvenile delinquency is evidence that adolescents are now far from moral values and lack of awareness of religious life. Religious awareness in adolescents is a very important role in their moral development because moral values that come from religion are stable and constant, religious awareness also not only underlies visible behavior but also colors attitudes, thoughts, and desires. This study aims to develop awareness in adolescents in the 21st century. The method used in this research is the study of literature, the study of literature is a series of activities relating to the method of data collection. The study was conducted at 12th Junior High School Bandung. The population in this study were students of class VIII in the 2019/2020 school year. A Sampling of this study by means of purposive sampling that aims so that the samples taken can represent the population so that enough information is obtained to estimate the population. The data collection technique in this research is through documentation, which is looking for data about things or variables in the form of notes, books, papers or articles. Data analysis is a content analysis method. Strategies that can be used to develop the potential for adolescent religious diversity are exemplary, habituation, counseling, observer and supervisory methods. With this strategy, it is expected that adolescents develop religious awareness according to nature.Keywords - Guidance and counseling, Religious Consciousness, Adolescent
Coping Kecemasan Siswa SMA dalam Menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2019 Mulia Mukminina; Zaenal Abidin
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.625 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.384

Abstract

Abstrak - Tahun 2019 Kemenristekdikti memberlakukan kebijakan baru dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pada tahun ini peserta akan mengikuti UTBK terlebih dahulu kemudian nilai yang didapatkan akan dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Jika dilihat dari peminatnya dari tahun ke tahunserta keterbatasan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam menerima mahasiswa baru,  terdapat persentase cukup tinggi terkait peserta yang gagal diterima di PTN.Fakta ini dapat memunculkan kecemasan pada siswa SMA yang disebabkan oleh beberapa hal, yakni rasa tidak percaya diri dalam menghadapi tes, khawatir terhadap saingan, dan tidak yakin dengan kemampuan diri.Meskipun begitu, siswa yang memiliki kecemasan dalam menghadapi UTBK tentu memiliki strategi coping masing-masing. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihatgambaran coping kecemasan pada siswa SMA yang mengadapi UTBK tahun 2019. Metode yang digunkan adalahmetode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui screening dan interview, kemudian hasilnya akan diolah menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan pada siswa SMA yang memiliki tingkat kecemasan mild dalam menghadapi UTBK tahun 2019 cenderung memiliki teknik coping kecemasan yang tergolong adaptif. Coping tersebut dominan melibatkan kognitif, seperti problem solving, managing avoidance, challenging anxious thoughts. Sedangkan pada siswa perempuan, coping juga melibatkan emosi, yakni berdoa.Abstract - In 2019, Kemenristekdikti will legitimate a new policy about the admission of new state university students, which is a computerized based test called UTBK. The students will attend the UTBK first and the score will be used to be their tickets to apply to the state university. Based on the data, it seems that the universities themselves have a limitation on accepting new students, therefore it might cause a huge percentage of students who fail attending university. This fact might be caused anxiety towards students who will face UTBK this year. According to that possibility, the assumption is every student who has anxiety will have different types of coping strategies with their anxiety. Thus, this research aims to describe how the students cope with their anxiety within this circumstance. The method that is used in this research is the qualitative method with a descriptive approach. The data was collected using screening and interview, then it was being analyzed using thematic analysis. The result has shown that most of the students who have a mild level of anxiety have an adaptive coping strategy. Most of them involve their cognitive, such as problem-solving, managing avoidance, and challenging anxious thoughts, while on girl students the finding showed the technique also involved physics and emotion, which is praying.Keyword - Anxiety, Coping anxiety, High school students
Membuat Siswa Lebih Produktif Dalam Berbahasa “Accountable Talk” Herlambang Andi Prasetyo Aji
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.894 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.390

Abstract

Abstrak - Fokus penelitian ini adalah tentang istilah accountable talk dalam berbahasa dan penerapannya dalam kelas. Istilah ini sering muncul dalam disiplin ilmu inovasi psikologi pendidikan. Accountable talk adalah tentang bagaimana membuat bahasa percakapan peserta didik lebih produktif dalam ranah akademik dan sosial. Signifikansi penelitian ini adalah seringkali ketidak mampuan bernalar dengan baik menghalangi proses pembelajaran melalui pembicaraan.Beberapa pertanyaan paling mendasar dari penelitian ini adalah tentang bagaimana cara membuat siswa dapat berbicara untuk pengambilan keputusan sosial dan untuk mempelajari disiplin akademik yang kompleks. Untuk mengembangkan keduanya dalam kapasitas individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan bahasa secara produktif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yakni suatu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Pendekatan yang digunakan adalah interdisciplinary approach yaitu pendekatan yang menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu yang serumpun. Berbicara menggunakan bahasa yang dapat membangun sebuah pikiran sangatlah penting dalam pengambilan keputusan sosial dan dalam mempelajari disiplin akademik yang komplek. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang membuat percakapan yang rasional sehingga mudah untuk dipelajari oleh semua orang. Para siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif saja (teori), tetapi juga harus bisa menggunakan bahasa yang baik, sehingga membuat mereka lebih produktif lagi dalam disiplin ilmu.Abstract - The focus of this research is about the term accountable talk in the language and its application in the classroom. This term often appears in the disciplines of educational psychology innovation. Accountable talk is about how to make the language of conversation of students more productive in the academic and social realms. The significance of this research is that often the inability to reason properly prevents the learning process through conversation. Some of the most fundamental questions from this research are about how to make students able to speak for social decision making and to study complex academic disciplines. To develop both in the capacity of individuals and communities so that they can use the language productively. This research is library research (library research), which is a study in which data collection is done by collecting data from various literatures. The approach used is an interdisciplinary approach which is an approach that uses a review of various perspectives of allied science. Speaking using language that can build a mind is very important in social decision making and in learning complex academic disciplines. The important thing is how someone makes a rational conversation so it's easy for everyone to learn. Students are not only required to master the body of authoritative knowledge (theory), but also must be able to use good language, thus making them more productive in scientific disciplines.Keywords - Accountable, Language, Student
Analisis Kebutuhan Pengembangan Kolaborasi Metode Pembelajaran Bahasa Tri Budianingsih; Nanda Lailatul Qadriani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran yang baru dibutuhkan oleh mahasiswa dalam mempelajari bahasa Mandarin, juga mengetahui metode yang bagaimana mereka butuhkan agar metode tersebut tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu dosen dan mahasiswa tingkat 2 (dua) semester 3 (tiga) pada mata kuliah keterampilan tertulis bahasa Mandarin yang berjumlah 30 mahasiswa. Teknik pengumpulan data adalah Teknik langsung dan data yang digunakan adalah kusioner. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan sederhana yaitu rata-rata. Total pencapaian dari analisis kebutuhan dari 9 komponen sebesar 3.89, lebih besar dari pencapaian yang diharapkan yaitu sebesar 3.00, jika diurutkan dari otal pencapaian tertinggi adalah (1) Komponen kriteria kebutuhan kegiatan refreksi, (2) Kriteria kebutuhan kegiatan penutup, (3) Komponen kriteria kebutuhan kegiatan inti, (4) Komponen kriteria tema, (5) Komponen kriteria pendekatan, (6) Komponen kriteria pembelajaran, (7) Komponen kriteria kegiatan awal, (8) Komponen kriteria identifikasi kebutuhan RPS dan, (9) Komponen kriteria tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan mahasiswa juga membutuhkan metode pembelajaran yang baru agar materi yang disampaikan tersampaikan dengan baik, metode yang dibutuhkan oleh mahasiswa adalah metode gabungan tutor teman sebaya dengan quantum teaching.Kata kunci - Quantum Teaching, Tutor Sebaya, Mandarin.
Representasi Visual dan Verbal Iklan Mobil “FORD” pada Koran Arab Digital (Semiotik Charles Morris) Tsaniananda Fidyatul Chafidzoh
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.415

Abstract

Abstrak – Iklan mobil “FORD” berisi informasi verbal dan visual sebagai bahan promosi selama Ramadhan 1440H. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk semantik, sintaksis, dan pragmatis dalam iklan mobil “FORD” pada koran Arab digital. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis model semiotik Charles Morris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level semantik, teks verbal mengandung makna denotasi yaitu maksud penawaran dan penjelasan keunggulan promo dan makna konotasi yaitu secara bertahap menggiring pembaca untuk mengambil tawaran yang disajikan. Pada representasi visual, ada upaya menautkan format iklan dengan referen. Pada level sintaksis, pembuat iklan memperhatikan pemilihan jenis kata dan bentuk kalimat agar runtut dan teratur. Secara visual, ada kaitan antara unsur visual dan teks, seperti pemilihan gambar lampion dan bayangan masjid. Pada level paragmatis, hubungan antara tanda dengan makna tanda tergambar dari kepaduan antara unsur verbal dan visual teks iklan. Iklan ini menyampaikan pesan "Belilah jenis terbaru dari mobil “FORD” pada bulan Ramadhan ini karena anda akan untung. Jangan sampai promo ini terlewat.”Abstract – The purpose of this study is to find out the semantic, syntax, and pragmatic forms of the "FORD" car advertisements on digital Arabic newspapers during the month of Ramadhan 1440H. This research is qualitative descriptive by using the Semiotic model analysis of Charles Morris. The results showed that at the semantic level, the verbal text contains the meaning of denotation which is the meaning of bidding and the explanation of the advantages of the offer and the meaning of connotation is to gradually lead the reader to take the offer presented. In visual representation, there is an attempt to link ad formats with referrals. At the syntax level, the ad creator pays attention to the selection of the word type and the sentence shape to be sequential and orderly. Visually, there is a link between the visual elements and the text. At the pragmatic level, the relationship between the mark and the meaning of the marks is engraved from the mix between the verbal elements and the visual text of the ad. These ads convey the message "buy the latest type of FORD cars" in this month of Ramadan because you will be profitable. Don't miss this promo."Keywords - Iklan, Mobil “FORD”, Semiotik, Charles Morris, Koran digital. 
Pendidikan Kebencanaan Pada Lembaga PAUD Rawan Banjir di Jakarta Pusat Nurfadilah Nurfadilah; Deira Razzaaq Darsono
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.637

Abstract

Salah satu daerah di Jakarta Pusat yang rawan terjadi banjir adalah daerah Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil). Kelurahan Benhil dilintasi anak Kali Kerungkut yang saluran utamanya adalah Banjir Kanal Barat. Penyebab utama banjirnya adalah pada saat di Banjir Kanal Barat volume air sedang tinggi, aliran anak Kali Kerungkut menjadi tidak lancar sehingga menyebabkan volume air di anak Kali Kerungkut menjadi naik dan menyebabkan banjir di pingir-pinggir daerah aliran. Banjir ini terjadi di Benhil setiap tahun. Oleh karena itu, edukasi mengenai pendidikan kebencanaan, menjadi penting untuk dilakukan sejak dini, khususnya kepada anak-anak usia dini yang tergolong ke dalam kelompok rentan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pendidikan kebencanaan yang dilakukan oleh guru dari beberapa lembaga PAUD yang ada di Kelurahan Bendungan Hilir. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengungkap bahwa 1) guru-guru sudah mencoba memberikan pendidikan kebencanaan dengan cara yang mereka sendiri namun masih belum memanfaatkan lingkungan dan potensi sumber daya alam sekitar; 2) Pendidikan kebencanaan yang dilakukan belum jelas terlihat integrasinya dengan kurikulum pembelajaran yang dilakukan; 3) Koordinasi untuk penanganan bencana banjir dengan dinas setempat sudah dilakukan namun belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya-upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk membantu menyiapkan guru PAUD demi terwujudnya budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana di lembaga PAUD.Kata Kunci - Pendidikan Bencana,Kesiapsiagaan Bencana Banjir, ECE Center
Metode Pembelajaran Discovery dalam Mengembangkan Proses Berfikir Kreatif Anak Zahrina Amelia; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.435

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola dan data empiris mengenai metode pembelajaran discovery dalam mengembangkan proses berpikir kreatif anak usia 6-7 tahun di wilayah Jakarta selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilaksanakan pada orang tua dan anak usia 6-7 tahun di Wilayah Jakarta Selatan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Anaklisis data memnggunakan  reduksi data, display data dan verivikasi/ kesimpulan. Pemeriksaan data dilakukan dengan triangulasi data dan member check. Temuan  hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran discovery dalam  mengembangkan proses berpikir kreatif anak yaitu: (1) anak bertanya dan mengeksplorasi lingkungan sekitar pada saat mengumpulkan  informasi. (2) anak berbincang-bincang untuk bertukar informasi yang dimiliki. (3) anak menyampaikan dan menguji ide yang dimilikinya. (4) anak mengidentifikasi ide yang yang dimilikinya telah sempurna atau membutuhkan penyempurnaan. Hal tersebut juga didukung oleh guru dengan menyajikan masalah, membimbing dan mengawasi anak untuk bereksplorasi dan menemukan jawabannya. Implikasi dari penelitian ini adalah secara teoritis, proses berpikir kreatif dapat dilakukan di setiap sekolah melalui kegiatan yang memberikan ruang untuk anak menemukan idea tau jawabannya sendiri. Secara praktis proses berpikir kreatif akan berkembang dengan baik apabila terdapat dukungan dari guru dan lingkungan anak. Guru dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan lingkungan yang mendukung anak untuk menemukan ide-ide baru.Abstract  – This study aims to obtain an overview of patterns and empirical data regarding discovery learning methods in developing creative thinking processes for children aged 6-7 years in the South Jakarta area. This research used qualitative methods and was carried out on parents and children aged 6-7 years in the Jakarta Selatan area. The data collection procedure was carried out through observation, interview, and documentation. Data analysis using data reduction, data display, and verification/conclusion. Data checking was performed by data triangulation and member checks. The findings of the research show that discovery learning methods in developing children's creative thinking processes are: (1) children ask questions and explore their surroundings when collecting information. (2) children chat to exchange information they have. (3) children convey and test the ideas they have. (4) children identify ideas that they have are perfect or need refinement. This is also supported by the teacher by presenting problems, guiding, and supervising children to explore and find answers. This research implies that theoretically, the creative thinking process can be carried out in every school through activities that provide space for children to find their ideas or answers. Practically, the creative thinking process will develop well if there is support from the teacher and the child's environment. The teacher can create a conducive environment and an environment that supports children to find new ideas.Keywords – creativity, acquisition creative thinking process, discovery learning methods
Revitalisasi dan Perubahan Fungsi Sastra Lisan dalam Komunitas Srandul Suketeki Rahma Ari Widihastuti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.440

Abstract

Perkembangan jaman mengakibatkan semakin tergerus dan tergusurnya sastra lisan dalam kehidupan bermasyarakat. Kesenian-kesenian modern berhasil menggantikan posisi kesenian tradisional termasuk sastra lisan srandul. Perkembangan dan improvisasi adalah salah satu cara yang ditempuh untuk menyelamatkan sastra lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revitalisasi dalam upaya pelestarian srandul khususnya komunitas Srandul Suketeki dan perubahan fungsi dalam sastra lisan srandul. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan metode etnografi serta menggunakan teori sastra lisan yang dikemukakan Ruth Finnegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi dalam kesenian srandul Komunitas Suketeki dilakukan dalam tiga segi:1) composition (penciptaan), transmission (pewarisan), dan performance (pertunjukkan). Sesuai pendapat Finnegan ketiga hal tersebut dijaga agar tetap menjadi ciri agar srandul Komunitas Suketeki tetap menjadi sastra lisan. Perubahan fungsi yang muncul akibat adanya revitalisasi adalah fungsi awal sastra lisan srandul yang pada mulanya sebagai penyebar dakwah islam, menjadi hiburan, dan saat ini menjadi sarana kritik terutama pada kebijakan pemerintah.Keyword - Perubahan Fungsi, Sastra Lisan, Revitalisasi, Srandul suketeki
Ekosistem dalam Puisi Membaca Tanda-Tanda Karya Taufiq Ismail Sebuah Kajian Etis Ekokritik Arianty Visiaty; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.402

Abstract

Abstrak - Kerusakan lingkungan merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Kerusakan lingkungan dapat terjadi karena keseimbangan ekosistem terganggu. Salah satu media untuk menyampaikan isu dan pesan terhadap lingkungan adalah karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sastra dari kajian etis ekokritis terhadap puisi karya Taufiq Ismail berjudul “Membaca Tanda-tanda”. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga sikap terhadap alam dalam puisi “Membaca Tanda-tanda”, yaitu, sikap solidaritas terhadap alam, sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, serta sikap tidak mengganggu kehidupan alam. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, melalui kajian etis ekokritik puisi “Membaca Tanda-tanda” karya Taufiq Ismail ini dapat terlihat gambaran kerusakan alam akibat rusaknya ekosistem karena ulah manusia dan sikap manusia yang ditimbul terhadap fenomena alam tersebut.Abstract – Environmental damage is an important issue for concern. Environmental damage can occur because the balance of the ecosystem is disturbed. One of the media to convey issues and messages to the environment is literature. This research examines literature from an ecocritical ethical study of a poem by Taufiq Ismail entitled "Membaca Tanda-tanda." The method used in this research is descriptive qualitative. This research shows that there are three attitudes towards nature in the poem "Membaca Tanda-tanda": (1) an attitude of solidarity towards the environment; (2) an attitude of love and concern for nature; and (3) an attitude of not interfering with natural life. The conclusion of this research is, through the ethical study of the ecocritical poetry of Taufiq Ismail's poem "Membaca Tanda-tanda", there is a picture of natural damage due to damage to ecosystems caused by human activities and attitudes arising against these natural phenomena.Keywords – Environment, ecosystem, ecocriticism, poem
Citra Perempuan Dan Heroisme Dalam Cerpen Mademoiselle Fifi Karya Guy De Maupassant Ratna Ratna; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.412

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dan nilai heroisme yang direfleksikan di dalam cerpen Mademoiselle Fifi karya Guy de Maupassant, seorang penulis realis Perancis dari abad XIX.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis dan sosiologi sastra. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan citra perempuan dan nilai heroisme dalam objek yang dikaji, dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan landasan teoretis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dicitrakan sebagai sosok yang pemberani, cerdas, dan agresif. Namun, di level sosial dan pendidikan, perempuan masih dianggap berada di bawah kuasa laki-laki. Nilai heroisme lewat tokoh Rachel dapat dilihat saat ia berani melawan Mademoiselle Fifi, saat ia setia membela kehormatan tentara Prancis, dan saat ia berani mengambil risiko untuk membunuh Mademoiselle Fifi.Abstract - This study aims to describe the image of women and heroism which are reflected in Mademoiselle Fifi short story written by Guy de Maupassant, a French writer in 19th century. The methodology used in this study is qualitative descriptive with feminist criticism theory and literary sociology approaches. The data of this study are the words, phrases, and sentences related to the image of women and heroism in the research object, examined through the literature review technic. The data will later be classified, interpreted, and analyzed using relevant theories. The result of the study shows that women are depicted as brave, clever, and aggressive. However, in the social and educational level, women are still thought of under men’s control. Heroism values in Rachel can be seen at the moment when she is brave to fight against Mademoiselle Fifi, when she defends the honor of French soldiers and when she is brave enough to take a risk in murdering Mademoiselle Fifi.Keywords - The image of women, Heroism, Guy de Maupassant, Mademoiselle Fifi.