cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Aspek Budaya Prancis dalam Metropop Autumn In Paris Karya Ilana Tan Tania Intan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek-aspek budaya Prancis dalam novel metropop Autumn in Paris karya Ilana Tan serta mengkaji signifikansinya terhadap narasi yang dibangun oleh pengarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, dengan pendekatan sosiologi sastra dan kajian struktural. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan aspek budaya Prancis dalam objek penelitian dikumpulkan dengan teknik simak dan catat. Data kemudian diklasifikasi dan diinterpretasi dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek-aspek budaya Prancis yang ditampilkan meliputi penamaan tokoh, penggambaran fisik dan karakter orang Prancis, penggunaan latar tempat di Prancis,  deskripsi kuliner Prancis, dan aktivitas keseharian orang Prancis. Penggambaran aspek budaya Prancis tersebut tidak bersifat spesifik dan elemen-elemen yang disebutkan masih merupakan pengetahuan superfisial bagi pembaca. Penggunaan istilah dan kata-kata berbahasa Prancis pun sangat minimalis. Ada introduksi fenomena multikultural namun tidak dikembangkan lebih jauh. Secara keseluruhan, dapat dinyatakan bahwa aspek budaya Prancis yang ditampilkan Ilana Tan pada novel Autumn in Paris bersifat stereotipikal dan dekoratif.Kata Kunci - Budaya Perancis, Ilana Tan, Metropop, Stereotip
Konstruk Religi dalam Sudut Pandang Mustafa Bisri di Era 4.0 Sesuai Pendekatan Semiotika Budaya Mclean HY; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.407

Abstract

Abstrak - Konstruk Religi dalam Sudut Pandang Mustafa Bisri di era 4.0 Pendekatan Semiotik Budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah membongkar makna religi dalam puisi “Selamat Tahun Baru, Kawan” terutama di era 4.0 menggunakan semiotic budaya. Metode yang digunakan adalah analisis descriptive menggunaka pisau semiotic budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa puisi Gus Mus fokus membahas urusan keyakinan yang menjadi identitas pada bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan era sekarang, mengabaikan esensi dan cenderung lebih menunjukkan citra saja dengan memamerkan kegiatan beribadah disosial media agar mendapat pengakuan di kalangan sosial. Selain itu, unsur sosial-budaya yang muncul adalah sentimen sebagai parameter stabilitas sosial dan tujuan yang menjadi arah pergerakan masyarakat. Tidak ketinggalan adalah kekuasaan yang menentukan dan dominasi pada masyarakat, serta ketegangan juga bermain dengan penuturan yang paradoks. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, puisi Gus Mus mengkritik fenomena- fenomena aktivitas sosial-budaya masyarakat Indonesia di era 4.0.Abstract - Religious Constructions in the Viewpoint of Mustafa Bisri in the 4.0 era through a semiotic cultural approach. This study aims to dismantle the religious meaning in the poem “Selamat Tahun Baru, Kawan” especially in the 4.0 era using semiotic culture. The method used is a descriptive analysis using a cultural semiotic approach. The results showed that Gus Mus's poetry focused on discussing the beliefs that became the identity of the Indonesian people that were questioned by the current era, opposing the essence, and enhancing the image of images only by exhibiting worship activities on social media to get social recognition. Also, not socio-cultural issues that emerge are sentiments as social parameters and goals that are the direction of the community movement. Besides, the power that determines and domination in society, also settlement plays with a paradoxical narrative. It could be concluded. Gus Mus's poetry criticizes the phenomena of the socio-cultural activities of Indonesian people in the 4.0 era.Keywords - Gus Mus Poetry, Religious Constructions, Semiotic Culture, 4.0 era
Konsep Cinta Pada Puisi-Puisi Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Semiotika Carles Sanders Pierce Ika Mustika; Heri Isnaini
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.436

Abstract

Artikel ini membahas konsep cinta pada puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono. Konsep cinta seperti yang dikemukakan oleh Erich Fromm merupakan jawaban atas masalah pada eksistensi manusia. Konsep cinta yang universal dapat dilihat sebagai seni kehidupan (art of life) yang meliputi: cinta manusia kepada manusia, cinta manusia kepada alam, dan cinta manusia kepada tuhan. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah: bagaimana konsep cinta direpresentasi dalam puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono; serta bagaimana pemaknaan konsep cinta tersebut dilihat dari penggunaan tanda-tanda di dalam puisi. Berdasarkan permasalahan tersebut, konsep cinta akan dibahas pada kekuatan tanda yang hadir di dalam puisi. Tanda-tanda tersebut kemudian dianalisis berdasarkan teori semiotika yang dikemukakan oleh Pierce, yakni dengan memperhatikan representament, object, dan interpretant. Di samping itu, artikel ini juga menunjukkan hubungan (relasi) tanda dengan teks lain dan penggunaan gaya bahasanya. Pembahasan-pembahasannya kemudian bermuara pada pemaknaan konsep cinta yang terdapat pada puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono. Akhirnya, pemaknaan konsep cinta ini dapat dilihat sebagai konsep universal yang merujuk pada keperiadaan manusia sebagai bentuk eksistensinya di dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep cinta pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono ditemukan dalam tataran diksi, citraan, dan gaya bahasa. Konsep cinta yang ditemukan pada tataran struktur tersebut menjadi bagian penting dalam memahami puisi secara keseluruhan dan memaknai puisi-puisi tersebut.Kata Kunci - Konsep Cinta, Semiotika, Intertektualitas, Stilistika, Puisi
Telaah Kritis-Evaluatif Psikologi Pendidikan Masyarakat di Tengah Pandemi: Fenomena New Normal di Mal Raiza Aulia; Duta Nurdibyanandaru
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.477

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis mengenai kondisi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Surabaya Jawa Timur. Tujuan dari tulisan ini menganalisis perilaku masyarakat saat pandemi berdasarkan psikologi pendidikan masyarakat. Manfaat yang diharapkan yakni membangun pemahaman mengenai dampak perilaku yang muncul di tengah pandemi serta penyusunan rekomendasi aktivitas dalam menghadapi New Normal di pusat perbelanjaan Surabaya. Temuan telaah kritis ini terdapat perubahan kebiasaan (habit) masyarakat saat mengunjungi pusat perbelanjaan terutama mal. Terdapat penurunan minat belanja masyarakat dikarenakan terdapat pembatasan-pembatasan yang diterapkan pemerintah serta norma-norma baru yang muncul saat pandemi, seperti kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Keberhasilan dari rekomendasi ini tidak lepas dari campur tangan seluruh masyarakat dan Pemkot Surabaya, agar perekonomian membaik dan kenyamanan pengunjung pusat perbelanjaan juga ditingkatkan. Dampak Covid-19 telah merubah beberapa perilaku yang muncul dan menjadi sorotan psikologi pendidikan masyarakat untuk menelaah lebih dalam dan mengaikatkan dengan beberapa literatur dalam psikologi pendidikan masyarakat.Kata Kunci - Habit, Covid-19, Pandemi, Psikologi Publik
Analisis Wacana Kritis Pengguna Narkoba di Rusia Berdasarkan Representasi Lirik Lagu Iuda Karya Dmitry Kuznetsov Wizesa Nadewa Wasisrosa; Mochamad Aviandy
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.406

Abstract

Abstrak – Artikel Penelitian ini membahas representasi pengguna narkoba berdasarkan lirik lagu Иуда (Iuda) milik rapper Rusia bernama Dmitry Kuznetsov atau Husky. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab perumusan masalah perihal penemuan aspek yang merepresentasikan pengguna narkoba di Rusia berdasarkan lirik lagu Iuda pada periode pemerintahan Vladimir Putin di tahun 2012 hingga 2018. Penelitian ini menggunakan metode tiga dimensi analisis wacana kritis milik Norman Fairclough yang meliputi; analisis teks, praktik diskursif, dan praksis sosial-budaya. Kemudian peneliti menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk melengkapi artikel penelitian ini. Melalui teori tersebut, ditemukan makna dari kalimat-kalimat tersirat yang merepresentasi pengguna narkoba yang diwakili oleh ketiga tokoh di dalam lirik tersebut, yaitu Ja, Vy, dan Ty. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ketiga tokoh tersebut merupakan representasi pengguna narkoba. Hal ini menyebabkan pemerintah Rusia turun tangan dalam musik rap Rusia dengan cara mengendalikannya.Abstract – This research examines the representation of drug users based on the lyrics of the song named Iuda by Russian rapper, Dmitry Kuznetsov. This research aims to discover the aspects that represent drug users in Russia based on the lyrics named Iuda in the period of Vladimir Putin's rule from 2012 to 2018. This research uses a three-dimensional critical discursive analysis method of Norman Fairclough's which includes; text analysis, discursive practices, and socio-cultural praxis. Then to complete this research, the researcher uses Stuart Hall’s representation theory. Through this theory, discovered the meanings of the implied sentences that represent drug users are represented by the three characters in the lyrics, there are Ja, Vy, and Ty. The results of this research prove that the three characters are drug user representations which resulted in the Russian government intervening in Russian rap music by controlling it.Keywords - Critical Discourse Analysis; Rap; Representation; Song; Music
Cerai Gugat: Telaah Penyebab Perceraian Pada Keluarga di Indonesia Nibras Syafriani Manna; Shinta Doriza; Maya Oktaviani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.443

Abstract

Data Badan Peradilan Agama (BADILAG) menyatakan bahwa perceraian di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Rata-rata perceraian didominasi oleh cerai gugat. Hal ini menarik perhatian untuk diteliti. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berdasarkan studi literatur dan wawancara mendalam pada istri yang melakukan gugat cerai. Hasil studi literatur tentang perceraian di Indonesia terlihat bahwa penyebab perceraian antara lain faktor ekonomi, faktor komunikasi yang buruk, faktor adanya orang ketiga atau perselingkuhan, serta faktor sosial dan budaya. Hasil wawancara mendalam menunjukan bahwa pasangan yang ingin menikah menganggap pendidikan pra-nikah hanya sebatas formalitas proses untuk melaksanakan pernikahan serta rata-rata pasangan yang sudah bercerai mengakui bahwa minimnya kesadaran terhadap makna pernikahan.Kata Kunci – Gugatan Perceraian, Faktor Perceraian, Studi Pustaka.
Persepsi Mahasiswa Tingkat Dasar dalam Membedakan Nada Kedua dan Ketiga Bahasa Mandarin Nanda Lailatul Qadriani; Tri Budianingsih
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i1.487

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui jenis persepsi mahasiswa tingkat dasar dalam membedakan nada kedua dan ketiga dalam bahasa mandarin, apakah tergolong jenis category perception atau continuum perception. Metode yang digunakan adalah metode tes yang terbagi menjadi tes penggolongan stimulus bunyi dan tes penentuan sama atau tidaknya sepasang stimulus bunyi yang diperdengarkan. Peserta dari penelitian ini adalah 18 orang mahasiswa semester 1 dengan tingkat kemampuan bahasa Mandarin dasar. Hasil penelitian menunjukkan jenis persepsi mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Mandarin tingkat dasar tergolong persepsi kontinuitas (continuum perception). Ini dikarenakan hasil tes penggolongan bunyi menunjukkan mahasiswa mempersepsi adanya batasan kategori antara nada kedua dan ketiga, namun tidak signifikan. Pada tes, ketepatan jawaban mahasiswa dalam membedakan sama atau tidaknya nada yang didengar sangat rendah. Selain itu, tingkat kepekaan mahasiswa dalam membedakan stimulus-stimulus bunyi turun-naik yang menjadi ciri nada kedua dan ketiga dalam bahasa Mandarin juga masih rendah. Kata Kunci - Kategori Persepsi; Second-tone; Third-tone; Bahasa Cina
Proses Pencapaian Self Efficacy pada Mahasiswa Tunanetra Raiza Aulia; Duta Nurdibyanandaru
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v5i4.408

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pencapaian self efficacy mahasiswa tunanetra, dengan mendeskripsikan proses pencapaian self efficacy mahasiswa tunanetra yaitu proses kognitif, proses motivasi, proses afektif, dan proses seleksi. Empat proses pencapaian self efficacy tersebut menunjukkan peristiwa yang terjadi dalam individu memengaruhi situasi seperti kondisi emosional yang mementingkan diri sendiri daripada pengaruh orang lain [16]. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga partisipan memiliki proses yang berbeda. Dua partisipan laki-laki mengalami tahapan yang sama yaitu proses motivasi, proses kognitif, proses afektif dan proses seleksi. Pada partisipan perempuan tahapannya yaitu proses motivasi, proses kognitif, proses seleksi dan proses afektif.Abstract – This study aims to determine the process of achieving self-efficacy of blind students, by describing the process of achieving self-efficacy of blind students, namely cognitive processes, motivational processes, affective processes, and selection processes. The four processes of achieving self-efficacy show that events that occur in individuals affect situations such as emotional conditions that are selfish rather than the influence of others [16]. This study uses a qualitative case study design approach with data collection techniques through semi-structured interviews and data analysis using thematic analysis techniques. The results of this study indicate the three participants have different processes. Two male participants experienced the same stages, namely the motivation process, cognitive process, affective process, and selection process. In female participants, the stages are motivation process, cognitive process, selection process, and affective process.Keywords - Self Efficacy, Child with Special Need, Blind Student
Ghouta Timur Pasca Pembebasan Bashar Al-Assad (Kajian Fenomenologi Edmund Husserl) Fauziyah Kurniawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i2.559

Abstract

This research article writing aims to describe East Ghouta post the deliverance of Bashar al-Assad based on the perspective of phenomenology study of Edmund Husserl. The issues to be studied are: (1) how did the East Ghouta conflict start, Syria?; and (2) how is Ghouta Timur after the release of Bashar al-Assad ?. The object under study is the national and international online news media. The research method used is qualitative method. Data collection is used with watch and note techniques. Data analysis technique used is descriptive analysis technique. To test the validity of data, the technique used is triangulation technique. The results of this study are: (1) East Ghouta conflicts, Syria started on March 15, 2011. In addition to the background of the Arab Spring events, it turns out the level of emotionality of the President, Bashar al-Assad is quite lit whenever there is something that is not in his heart, which eventually led to hundreds of thousands of civilian lives lost and millions more fled; and (2) after 6 years of slipping into a totally inhumane empire, Ghouta were finally freed from the shackles of their own warden by Bashar al-Assad.Keywords - East Ghouta, deliverance, Bashar al-Assad, phenomenology
Persepsi Mahasiswa Tingkat Menengah terhadap Perubahan Frekuensi dan Waktu Titik Lekuk Nada Turun-Naik Bahasa Mandarin Nanda Lailatul Qadriani; Tri Budianingsih
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v6i2.690

Abstract

The tone is a phonetic characteristic of Chinese which is very important to master because it has a meaning-distinguishing function. For Indonesian students, Chinese tone, especially tone 2 and tone 3 is quite difficult to master both in perception and pronunciation. This study aims to measure the level of sensitivity and type of perception of students with intermediate level Chinese language proficiency in distinguishing tone 2 and tone 3. The tone or sound stimulus used in this study are fluctuating tones (降升调) which is the basic form of the second and third tones by varying the frequency and time of the curve point. The research method used is the experimental method, a research instrument based on a test. The results showed that changes in the high frequency and time of curve point in fluctuating sound stimulus had a significant effect. Respondents were more sensitive to changes in sound stimuli with the independent variable time of the curve point compared to the high frequency. The type of respondent's perception of the sound stimulus with the time-independent variable at the curve point is categorized as categorical perception. Meanwhile, the respondent's perception of the sound stimulus with the high-frequency independent variable at the curve point is classified as the continuous perceptionKeywords – Categorical perception, Continuous perception, Chinese phonetic, Chinese tone