cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pendirian Lembaga PAUD Andri Hadiansyah; Fidesrinur Fidesrinur; Masni Erika Firmiana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.167 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i1.197

Abstract

Abstrak – Ketentuan tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah diatur dalam pasal 28 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada dasarnya banyak cara yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperluas akses layanan PAUD bagi seluruh lapisan masyarakat, antara lain (1) bantuan pendirian/rintisan satuan PAUD baru, (2) bantuan pembangunan/penyediaan fasilitas PAUD, dan (3) penambahan satuan layanan PAUD yang sudah berjalan seperti TK/KB/TPA/SPS. Namun tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, karena itu banyak lembaga atau yayasan lain yang ikut serta dalam upaya ini, salah satunya Yayasan Asih Foundation (YAF). Lembaga ini sudah berhasil memberdayakan masyarakat dalam hal pendirian dan pembinaan lembaga PAUD di seluruh Indonesia, termasuk di Jabotabek. Riset ini akan mendeskripsikan tentang strategi pemberdayaan yang diterapkan oleh Yayasan Asih Foundation. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan subjek 3 sekolah di Jabotabek. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberdayaan msyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Asih Foundation berada di level messo. Lembaga PAUD dapat merasakan perubahan dan manfaat dari pembinaan yang diberikan oleh YAF meski pembinaan yang utama hanya berlangsung selama 2 tahun. PAUD binaan ini dapat mengembangkan diri Kata Kunci – Pendidikan Anak Usia Dini, Pembangunan Masyarakat, Pengembangan Masyarakat Abstract - The regulation on Early Childhood Education has been regulated in Article 28 of Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 on National Education system. Basically, many ways have been done by the Ministry of Education and Culture to expand access to early childhood education services for all levels of society, among others (1) support the establishment/ stub new Early Childhood Education unit, (2) help construction/provision of EDC facilities, (3) and the addition of early childhood services units such as TK / KB / TPA / SPS. But of course the government cannot move alone, therefore many institutions or other foundations that participate in this effort, one of the Asih Foundation. This institution has succeeded in empowering the community in terms of establishment and development of Early Childhood Education institutions across Indonesia, including in Jabotabek. This research is will described about strategy empowerment apllied by Asih Fondation. The research method used is qualitative, with the subject of 3 schools in Jabotabek.. Data collection techniques are interviews and observations. The results show that community empowerment conducted by Yayasan Asih Foundation is at the messo level. Early Childhood Education institutions can feel the changes and benefits of coaching provided by Asih Fondation even though the main coaching takes only 2 years. Early Childhood Education under supervisor of it can be developing themselves. Keywords - Early Childhood Education, Community Development, Community Empowerment
Interferensi Fonologis Bahasa Arab “Analisis Kontrastif Fonem Bahasa Arab Terhadap Fonem Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Universitas Al Azhar Bukan Jurusan Sastra Arab” Thoyib Thoyib; Hasanatul Hamidah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.405 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i2.257

Abstract

Abstrak - Peristiwa gangguan fonologis dapat terjadi karena kontak dua bahasa. Interaksi Arab dan Indonesia memungkinkan kontak bahasa yang dapat menyebabkan pengguna bahasa asing mengalami gangguan fonologis dan gramatikal. Penelitian ini difokuskan pada gangguan fonologis pada siswa non-Arab Universitas Al-Azhar Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang gangguan fonemik pada pelajar pemula bahasa Arab. Studi ini juga memberikan manfaat bagi guru bahasa Arab di Indonesia untuk menemukan metode dan strategi pembelajaran yang sesuai. Metode deskriptif dan metode kontrasif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rekaman suara pada 12 siswa dari 6 fakultas dengan cara membaca fonem bahasa Arab. Berdasarkan rekaman, ditemukan 14 gangguan nada konsonan: / ġ / direalisasikan sebagai [g], / q / direalisasikan sebagai [k], / ś / direalisasikan sebagai [s], / ʕ / direalisasikan sebagai [?], / ŧ / disadari sebagai [ṣ], / ṣ / direalisasikan sebagai [s], / x / direalisasikan sebagai [h] dan [ħ] / ħ / direalisasikan sebagai [h], / đ / direalisasikan sebagai [d] dan [ð], / ð / direalisasikan sebagai [z], / θ / direalisasikan sebagai [s], / ż / direalisasikan sebagai [z] dan [ð], / h / direalisasikan sebagai [ħ]. Intervensi vokal ditemukan dalam 4 vokal: pendek / a / vokal yang direalisasikan sebagai [ɔ], long / a: / vokal yang direalisasikan sebagai [o], / i: / disadari sebagai [i] dan / u: / disadari sebagai [u] . Penyimpangan yang paling sering ditemukan dalam konsonan / ż / direalisasikan sebagai [z] dan konsonan / θ / direalisasikan sebanyak 29,76%. Tingkat gangguan masing-masing responden dipengaruhi oleh dua hal: durasi belajar dan frekuensi penggunaan bahasa sehari-hari. Kata Kunci – Gangguan, Konsonan, Vokal, Artikulasi Abstract - Phonological interference events may occur due to two-language contacts. An Arab and Indonesian interaction allows a language contact that can lead foreign language users to experience phonological and grammatical interferences. This study is focused on phonological interferences on non-Arabic students of the Al-Azhar University of Indonesia. The objective of this study is to provide information on phonemic interferences in novice Arabic learners. This study also gives merits to Arabic teachers in Indonesia to find appropriate learning methods and strategies. Descriptive method and contrastive method were employed in this study. Data collection was conducted using sound recordings on 12 students of 6 faculties by way of reading of Arabic phonemes. Based on the recordings, 14 consonant-tone interferences were found: /ġ/ realized as [g], /q/ realized as [k], /ś/ realized as [s], /ʕ/ realized as [?], /ŧ/ realized as [t], /z/ realized as [ṣ], /ṣ/ realized as [s], /x/ realized as [h] and [ħ]/ħ/ realized as [h], /đ/ realized as [d]  and [ð], /ð/ realized as [z], /θ/ realized as [s], /ż/ realized as [z]  and [ð], /h/ realized as [ħ]. Vowel interferences were found in 4 vowels: short /a/ vowel realized as [ɔ], long /a:/ vowel realized as [o], /i:/ realized as [i] and /u:/ realized as [u]. The most frequent deviations were found in consonant /ż/ realized as [z] and consonant /θ/ realized as [s] as much as 29.76%. The interference level of each respondent was influenced by two things: the duration of learning and the frequency of day-to-day language use. Keywords - Interference, Consonants, Vowels, Articulation
Belief Pembelajar Bahasa Jepang Orang Indonesia pada Pembelajaran Mengarang (Fokus: Kegiatan Peer Response) Arianty Visiaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.486 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i4.172

Abstract

Abstrak – Salah satu kesulitan yang dihadapi pengajar dalam mengajar mengarang bahasa Jepang adalah mengoreksi. Penelitian ini berfokus pada belief pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia terhadap kegiatan peer response. Hasil penelitian ini adalah: Belief pembelajar orang Indonesia terhadap kegiatan peer response cenderung positif sebelum dan sesudah kegiatan peer response, bahkan terjadi perubahan belief setelah dilakukannya kegiatan peer response ke arah yang lebih positif, yaitu: (1) Pembelajar merasa lebih mendapatkan masukan yang bermanfaat ketika mengoreksi karangan temannya, (2) Pembelajar lebih ingin berdiskusi tentang karangannya dengan temannya, (3) dan lebih merasa ingin karangannya diperiksa teman. selain itu Belief terhadap bimbingan pengajar juga mengalami perubahan, dimana pembelajar masih ingin guru mengoreksi karangannya akan tetapi kadar ketergantungannya berkurang.Kata Kunci – Peer Response, Peer Learning, BeliefAbstract – One of the difficulties faced by teachers in teaching Japanese writing is correcting. This study focuses on Indonesian Japanese Leaners Beliefs on peer response activities. The results of this study are as mentioned below. Indonesian Japanese Learners beliefs on peer response activities tends to be positive, before and after the activities. More over, there were some beliefs that had changed into more positive after the activities. After the sudent done the activities, (1) the students felt that they had more benefit by reviewing their friend composition, (2) they want to discuss more about their composition with their friend, (3)and want to reviewed by their friend more. On the other side, they still want the teacher to review/correct their composition, but more less than before the peer response activities done.Keywords – Peer Response, Peer Learning, Belief
Praktek Pengalaman Lapangan Studi Evaluatif terhadap Pelaksanaan PPL Mahasiswa PAUD Universitas Al Azhar Indonesia Tahun 2015/2016 Fidesrinur Fidesrinur; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.348 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i4.228

Abstract

Abstrak - Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa keguruan termasuk mahasiswa PAUD. Pelaksanaan mata pelajaran PPL berbeda dengan mata pelajaran lainnya yang diikuti di kelas atau dilaksanakan di kampus baik secara teori maupun praktek. Berbeda halnya mata pelajaran PPL adalah mata pelajaran dalam bentuk praktek pengalaman lapangan sebagaimana kegiatan guru di sekolah-sekolah umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif (qualitative research). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik, yaitu data dideskripsikan dengan menggunakan statistik deskriptif, dan dimaknai secara mendalam berdasarkan perspektif emik yaitu penyajian data secara alamiah tanpa melakukan suatu manipulasi atau perlakuan terhadap subjek yang diteliti (Bogdan dan Taylor, 1975:31). Mahasiswa PPL sebagai calon gur harus memiliki 4 kompetensi yaitu: kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi social. Pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiwa PPL, guru pamong, dan dosen pembimbing memiliki peran yang sangat besar dalam pelaksanaan PPL. Sedangkan peran kelompok PPL dan kepala sekolah kurang memiliki peran dalam pelaksanaan PPL. Kata kunci: mahasiswa PPL, kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, kompetensi sosial  Abstract – Real Experience Program (PPL) is one of subject that should be followed by student of teacher training program include student of PAUD. The implementation of Real Experience Program subjects is different from other subjects that are attended in class or held on campus in both theory and practice. Unlike PPL subjects are subjects in the form of field experience practices as are the activities of teachers in general schools. The method used in this research is qualitative method (qualitative research). This research uses descriptive analytic approach, that is descriptive descriptive data, and interpreted in depth based on the perspective of emik that is the presentation of data naturally without doing a manipulation or treatment of the subjects studied (Bogdan and Taylor 1975: 31). PPL students as candidates must have four competence yitu: pedagogic competence, personality competence, professional competence, and social competence. The knowledge that PPL students, pamong teachers, and lecturers have has a very big role in the implementation of PPL. While the role of PPL groups and principals have less role in the implementation of PPL. Keywords: PPL Students, Pedagogic Competance, Personality Competene, Profesionality Competence, Social Competence
Enviroment Knowledge Implementation to Senior High School and Collage Students Activities Nita Noriko
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.767 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i1.326

Abstract

Abstract - Al Qur’an is the word of Allah SWT as the rules and guidance to get harmony and success life in here and after. The explanation and ways how to implement command of Al Qur’an are found in Al Hadist Muhammad SAW. Al Qur’an teaches may aspect of life and one of them is how using and managing the natural resources and conserve of environment, using the source of energy, water, health and sanitation. In the other hand the people of the world included Indonesia facing environment problem. Sustainable Development Goals (SDGs) from United nation are collected of 17 global goal or agenda 2030 for transforming our world 2030 and containing strategy to solve environment problem. Base on the fact, the problem is how awareness the senior high school and higher education (university) students specially Islamic students to contribute conserve the environment?. The goals of the research were to know how environment awareness and action performance of students from senior high school and university. Methodology of the research was survey and observation concerning in 320 student from 4 senior high schools and in 1 university. The result of the research showed 41,5% of natural and 40.35% social science students from Islamic values senior high schools (SMAI IPA and IPS) showed the awareness action to environment. In SMAN IPA students showed their awareness 51.1% and SMAN IPS 20.6% Based on observation students from university with Islamic values showed low awareness of environment.  Keyword - Al Qur’an, Awareness, Environment, Hadist, Students
Potret Keislaman Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia Abdullah Hakam Shah; Nur Hizbullah; M. Risman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.488 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i3.66

Abstract

Memotret realitas keislaman mahasiswa UAI secara akurat merupakan titik tolak dilakukannya penelitian ini. Diharapkan, potret tersebut bermanfaat dalam merumuskan model kebijakan, regulasi, dan pendekatan yang relevan dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di kalangan mahasiswa UAI. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mencover responden dalam prosentase yang relatif besar (sampai dengan 18% dari populasi) dari seluruh fakultas di UAI, dari angkatan 2008, 2009, dan 2010. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling mengingat jumlah mahasiswa per fakultas yang tidak sama. Penelitian ini menyimpulkan sejumlah poin penting, di antaranya: (1) Realitas keislaman mahasiswa UAI secara umum tergolong sedang, (2) Ada kesenjangan antara aspek akidah, ibadah dan akhlak dalam keislaman mereka. Dalam hal akidah, mereka relatif baik. Namun terlihat penurunan dalam aspek ibadah dan akhlak, (3) Lingkungan tempat mereka tumbuh dan perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap keislaman mereka.Abstract  The main purpose of this research is to capture the reality of UAI student Islamic life. Hopefully, the output of the research able to formulate regulation, policy, and relevan approaches in assisting Islamic values among UAI student effectively. Therefore, the research trying to cover huge presentage of respondents (reaching 18 percent out of all students) from all faculties in UAI. The respondent qustioned in this polling coming from periode of 2008, 2009 and 2010. This polling using proportional random sampling method, that is why the average of every faculty has different percentage. The research concludes some important points; including (1) Islamic life of UAI students relatively classified as moderate, (2) There is also gap among students in term of faith (creed), worship and morality. In term of faith, they are mainly good. But in term of worship and morality the result shows significant decrease, (3) The Background which they were growing up and the parental cares having great influences on how they hold Islamic values.
Gambaran Perempuan dalam Dua Ilustrasi Online Jerman Bertema Weltfrauentag (Hari Perempuan Dunia) Okta Mediutami Putri; Lisda Liyanti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.25 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.343

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggambaran perempuan setelah ditetapkannya Hari Perempuan Internasional (Weltfrauentag) dalam dua ilustrasi online yang dimuat pada dua portal ilustrasi online di Jerman, yaitu toonpool.de dan ce-comico.de. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Analisis ini menggunakan teori analisis wacana kritis model Sara Mills dan model teori segitiga semantik Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggambaran perempuan dalam media baru berupa ilustrasi online menghadirkan diskusi terbuka mengenai pelekatan unsur domestik yang kuat pada perempuan. Diskusi ini dihadirkan oleh dua ilustrasi ini dengan cara berbeda. Ilustrasi pertama bernada positif, sedangkan yang kedua bernada pesimis. Ilustrasi pertama menggambarkan pelekatan unsur domestik melalui permainan kata oleh pemuka agama yang kemudian dipatahkan dengan penggunaan warna cerah dan simbol gambar yang mendukung kemajuan perempuan. Sementara itu, ilustrasi kedua menggunakan penggambaran relasi kuasa pada pimpinan laki-laki dan bawahan perempuannya. Kesadaran akan adanya hari perempuan dunia yang diucapkan pimpinan laki laki hanya mengacu pada kemampuan perempuan dalam mengerjakan pekerjaan domestik. Warna gelap dan simbol ada dalam gambar juga menyiratkan rasa pesimis yang diusung ilustrasi tersebut.Abstract - The purpose of this research was to find out how the portrayal of women (concerning international women's day/Weltfrauentag) depicted in two German online illustrations.  This research methodology is a qualitative method that is written by descriptive analysis with the approach of the study of literature. This research used Sara Mills's critical discourse analysis and semantic triangle theory by Charles Sanders Peirce. The research found that the portrayal of women in the new media (in the form of illustrated online) open the discussion on the domestication of woman. This discussion is presented differently in the two illustrations: while the first shows hope and positive attitude, the latter is seen pessimistic. The first illustration depicts the domestication of a woman using the word-play by two monks that are denied by using bright color and symbol of woman empowerment. The second illustration describes the power-relation between a male director and a woman employee. The male director argues the "International Woman Day" by referring only to woman domestic skills. The dark color and symbols support pessimistic attitude in the illustration.Keywords – International Woman’s Day, Domestication of Woman, online illustration, Weltfrauentag.
Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi Naufal Ferdiansyah; Amalia Djuwita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.842 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.348

Abstract

Abstrak - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai “Personal Branding Valentino Simanjuntak sebagai Komentator Olahraga di Media Televisi”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana penerapan personal branding yang dilakukan oleh Valentino Simanjuntak sebagai komentator olahraga di media televisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini ialah post-positivisme karena peneliti ingin membuktikan dan menganalisa suatu fenomena yang terjadi pada subjek penelitian dengan berpedoman teori yang sudah ada dan berpaku pada suatu teori. Dalam objek penelitian penulis memilih Valentino Simanjuntak sebagai informan kunci, lalu memilih Ary Sapari dan Petrus Tomy Wijanarko sebagai informan pendukung dan memilih Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psikolog sebagai informan ahli. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan personal branding, Valentino Simanjuntak hadir sebagai komentator olahraga di media televisi yang memiliki ciri khas variasi ragam bahasanya saat menjadi komentator olahraga yaitu slang, jargon, akrolek, dan ken dengan sebelas karaktersitik personal branding yaitu keaslian, integritas, konsisten, spesialisasi, wibawa, kekhasan, relevan, terlihat, kegigihan, nama baik, dan kinerja yang sudah cukup baik dan selaras. Akan tetapi, pada poin kewibawaan, untuk diakui sebagai ahli dalam bidang komentator olahraga Valentino Simanjuntak masih membutuhkan waktu dan proses lagi untuk memenuhi kriteria kewibawaan.Abstract - This research is a qualitative research on "Personal Branding Valentino Simanjuntak as Sports Commentator on Television Media". The purpose of this research is to analyze the way of applying personal branding carried out by Valentino Simanjuntak as a sports commentator on television media. This study uses qualitative methods with a type of descriptive analysis research. The paradigm used in this research is post-positivism because researchers want to prove and analyze the phenomena that occur in the subject of research by referring to existing theories and sticking to a theory. In the research object, the author choose Valentino Simanjuntak as the key informant, then choose Ary Sapari and Petrus Tomy Wijanarko as supporting informants and chose Dra. Dewi Taviana Walida, Psi, Psychologist as expert informant. The result of this research shows  that in conducting personal branding, Valentino Simanjuntak was present as a sports commentator on television media who has a uniqueness of language variation like slang, jargon , akrolek, and ken with eleven personal branding characteristics namely authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, distinctiveness, relevant, visibility, persistence, goodwill, and performance. It is good enough and in harmony. However, in terms of authority, to be recognized as an expert in the field of sports commentator Valentino Simanjuntak still needs more time and process to fulfill the criteria of authorityKeywords - Language Variety, Personal Branding, Sports Commentator
Wooden Drum Festival Suku Wa Di Ximeng Provinsi Yunnan Riyana Istiqoma; Anita Amran; Tri Budianingsih
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.789 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.344

Abstract

Abstrak - Wooden Drum Festival adalah festival yang dirayakan oleh suku Wa di Yunnan, China. Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada bulan November akhir atau Desember awal. Di antaranya ada tiga kegiatan utama yaitu Membuat dan Menarik Drum Kayu, Tarian Drum Kayu dan Sembahyang kepada Drum Kayu, serta terdapat pula kegiatan hiburan seperti perlombaan olahraga, pertunjukkan opera atau karnaval. Drum kayu adalah alat musik utama yang digunakan pada perayaan Wooden Drum Festival. Biasanya terbuat dari kayu merah dengan diameter 0,8 meter dan panjang sekitar 2 meter. Festival biasanya berlangsung selama tiga hari. Hingga saat ini festival ini masih terus dirayakan oleh suku Wa, karena mereka adalah suku yang sangat mematuhi ajaran agama.Abstract - Wooden Drum Festival is a festival celebrated by the Wa tribe in Yunnan, China. The festival is celebrated annually in late November or early December. Among them are three main activities, namely Making and Pulling Wooden Drums, Wooden Drum Dance and Worshiping Wooden Drums, and there are also entertainment activities such as sports competitions, opera shows or carnivals. Wooden drums are the main musical instruments used in the Wooden Drum Festival celebration. Usually made of red wood with a diameter of 0.8 meters and a length of about 2 meters. The festival usually lasts three days. Until now, the festival is still celebrated by the Wa tribe, because they are a tribe that strongly adheres to religious teachings.Keyword - China, Wa Autonomous Region, Wa Tribe, Wooden Drum Festival
Kritik Terhadap Nilai Tradisional Masyarakat Jepang dalam Novel Hanaoka Seishu No Tsuma Nina Alia Ariefa; Yusy Widarahesty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.989 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.349

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perwujudan nilai tradisional masyarakat Jepang dan kritik terhadapnya melalui penggambaran tokoh dalam novel Hanaoka Seishu no Tsuma. Pendekatan semiotika aspek semantika digunakan dalam analisis penelitian ini melalui pengamatan terhadap tokoh perempuan dan laki-laki dalam novel ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perwujudan nilai tradisional masyarakat Jepang melalui penggambaran tokoh dalam novel Hanaoka Seishu no Tsuma yang meliputi nilai tradisional masyarakat Jepang mengenai standar kualifikasi perempuan, yang mencakup fisik/tampilan, sifat dan perilaku, usia, produktifitas perempuan.Abstract  – This study aims to find the embodiment of the traditional value of Japanese society and criticism of it through the depiction of characters in the novel Hanaoka Seishu no Tsuma. Semantics aspect semiotics approach is used in the analysis of this research through observations of female and male characters in this novel. The results show that there are traditional values of Japanese society regarding women's qualification standards, which includes physical / appearance, nature and behavior, age, women's productivity.Keywords - Hanaoka Seishu no Tsuma, Novel, Semantics, Semiotics