cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Karakteristik Iregularitas Infleksi Nominal Bahasa Arab, Studi Kasus pada Jamak Taksir Zaqiatul Mardiah; Afridesy Puji Pancarani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.183 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.345

Abstract

Abstrak – Pada hakikatnya, di dalam ketidakteraturan ada pola yang teratur. Kajian ini hendak mencermati dan menemukan keteraturan pola dalam ketidakteraturan proses morfologis infleksi nominal bahasa Arab, jamak taksir. Bentuk-bentuk yang dinamis dan beragam pada perubahan bentuk singular menjadi plural dalam jamak taksir memiliki kecenderungan yang dapat dipetakan menjadi pola tertentu. Untuk memotret fenomena tersebut, kajian awal ini mengambil data dari kamus Arab-Inggris Hans Wher dari entri alif hingga kha’, yang dibatasi pada ism tunggal yang berpola fa’lun, fi’lun, fi’latun, fi’a:lun, fu’latun, fa’alun, dan fa’latun. Dengan metode deskriptif kualitatif, masing-masing bentuk singular akan dicermati aspek fonologis dan semantisnya; yang menjadi bentuk plural dengan karakteristik fonologis dan semantik yang juga menjadi fokus perhatian. Kajian ini membenarkan tesis dari Pingker tentang pola-pola tidak teratur yang sebenarnya memuat keteraturan. Dalam riset ini, sebagian besar bentuk plural dari jamak taksir dapat diramalkan dengan melihat consonant order dari bentuk tunggalnya.Abstract – Actually, there is a regular pattern in irregularities. This study was to examine and find the regularity patterns in the irregularities of the nominal inflection of morphological process of Arabic, jamak taksir. Dynamic and varied forms of morphological process from singular to plural in the jamak taksir have a tendency that can be mapped into certain regular patterns. To capture the phenomenon, this initial study took data from Hans Wher's Arabic-English dictionary from the Alif to Kha ' entry, which was confined to the singular ISM patterned fa'lun, fi'lun, fi'latun, fi'a:lun, fu'latun, fa'alun, and fa'latun. With qualitative descriptive methods, each singular form will be examined by the phonological aspect and its semantics; which became a plural with the phonological and semantic characteristics that also became the focus of attention. This study justifies the thesis of the Pingker on irregular patterns that actually load regularity. In this research, most of the plural form of the jamak taksir can be predicted by looking at the order consonant from the singular.Keywords - Arabic broken plural, irregularity, inflection, phonological aspect.
Penanaman Kemandirian Anak Melalui Pembelajaran Di Sentra Balok Riskia Fitriani; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.248 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i1.324

Abstract

Abstrak- Kemandirian merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki dan ditanamkan kepada anak sejak dini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam penanaman kemandirian anak melalui pembelajaran di sentra balok Taman Kanak-kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan anak-anak Kelompok A4 di sentra balok Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data Model Interaktif dari Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data disajikan dalam bentuk narasi dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman kemandirian anak melalui pembelajaran di sentra balok Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 45 Grand Depok City dilakukan dengan penerapan aturan main secara konsisten pada saat pijakan sebelum main, yang meliputi aturan: 1. ambil dan kembalikan balok pada tempatnya; 2. Jaga baloknya; 3. baloknya berbagi dengan teman; dan 4. ambil balok secukupnya.Abstract - Independence is the character which is important to be instilled in children from an early age. The purpose of this study is to describe how the independence of children is build through learning in the beam center of Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Grand Depok City. This research used qualitative method with a descriptive approach. Data collection through interviews, observations and documentations method. The data sources in this study are from the A4 school principals, teachers and children at the Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Center Grand Depok City. Data analysis was carried out using the Interactive Model data analysis techniques by Miles and Huber which included data reduction, data presentation and data verification. The data presented in form the narratives and images. The results showed that building the children's independence through learning in the beam center of Al Azhar 45 Islamic Kindergarten Grand Depok City was carried out by applying the rules of the game consistently on the footing before playing, which included rules: 1. Take and return the beams in its place; 2.Taking care the beams; 3. Shared the beams with friends; and 4. Take the beams as much as needs it. Keywords - Block Centre, Independence, Learning
Pengabdian Kepada Masyarakat Pelayanan Konseling Individu dan Kelompok pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang Radhiya Bustan; Emmalia Sutiasasmitha
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.163 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.301

Abstract

Abstrak – Dewasa ini permasalahan pidana pada narapidana wanita terus meningkat jumlahnya. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang merupakan salah satu usaha pembinaan bagi para wanita yang memiliki masalah hukum pidana. Namun, kehadiran lapas tidak serta merta dapat mereduksi masalah yang terjadi sebelumnya. Malah seringkali ditemukan masalah baru, seperti ketakutan tidak diterima masyarakat, stress karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di dalam lapas, kerinduan terhadap keluarga, kekhawatiran akan karir dan pekerjaan setelah keluar dari lapas, demotivasi, trauma akan kasus yang menimpa, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka diperlukan pelayanan konseling bagi warga binaan. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dan merupakan alat yang penting dari usaha pelayanan konseling bagi warga binaan, yang mana akan terjadi serangkaian hubungan langsung dengan warga binaan, yang bertujuan membantunya untuk mengubah sikap dan tingkah lakunya dalam kelangsungan kehidupan selanjutnya. Metode pelayanan konseling yang dilakukan di Lapas Wanita Tanggerang ini, dilakukan dengan dua cara. Pertama, Konseling Individual adalah pemberian proses bantuan perorangan, yang dilakukan melalui wawancara oleh seorang konselor kepada individu. Kegiatan konseling individu dilakukan melalui pendekatan konseling Eksistential Humanistik, Kognitif Behavior dan Transaksional. Kedua, konseling kelompok adalah layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok yang memanfaatkan dinamika kelompok, serta terdapat hubungan konseling yang hangat, terbuka, permisif dan penuh keakraban. Kegitan konseling di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang ini dapat membantu mengentaskan masalah yang dialami oleh sebagian warga binaan. Dengan demikian,  Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang perlu terus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak penyedia layanan konseling dengan memfasilitasi sarana dan prasarana yang diperlukan, sehingga pelayanan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terarah. Diperlukan pula dukungan sarana dan prasarana agar pelayanan konseling dapat terlaksana secara optimal.Abstract - Nowadays, criminal matters in women prisoners keep increase in number. Tangerang Women Prison (Lembaga pemasyrakatan Wanita Tangerang) is one of the solution to nuture women in criminal law issues. However, the existence of this institution does not guarantee reduction to the problematic matters. Often found in prisons there are acts of abuse that ultimately lead to new problematic matters, thus harming not only for her but also for her surroundings. To overcome these problems, counseling services are necessary for the assisted citizens. Counseling is one of the techniques use in guidance services and is one of the important tool in counseling services for the assisted citizens, which will occur a series of direct relationships with the targeted citizens, with the intention to help them improve their attitude and behavior in the next life (after they got released). The counseling services in the Tangerang Women Prison use two methods. The first one, individual counseling is a personal guidance which is done through interviews by a counselor to the individual. Individual counseling activities are conducted through the Existential Humanistic, Behavior Cognitive and Transactional approach. The second one, group counseling is a form of counseling services organized in a group atmosphere utilizing group dynamics, as well as a warm, open, permissive and intimate counseling relationship. The activites in the Tangerang Woman Prison should be able to help annihilate the problems experienced by some of the assisted citizens. Therefore, this Institution must establish cooperation with the providers of counseling services by supporting them with the neccesary facilities and infrastructure, so the services can be optimally implemented.Keywords – Prison, Individual Counseling, Group Counseling
Pemetaan Pengetahuan Guru TK tentang Keterampilan Gerak Dasar Anak TK Nila Fitria; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.869 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.346

Abstract

Abstrak - Pertumbuhan perkembangan dan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi tiga ranah dalam pendidikan yang meliputi ranah kognitif (menyadari gerak), ranah psikomotor (pertumbuhan biologis, kesehatan, kebugaran jasmani), dan ranah afektif (rasa senang, aktualisasi diri, konsep diri) [1]. Permasalahan yang tampak di era digital ini, terbatasnya kemampuan motorik anak dikarenakan anak-anak usia dini sudah terpapar oleh gadget sejak dini. Sehingga kemampuan motorik anak era digital terbatas karena pengaruh gadget. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan guru keterampilan gerak dasar anak TK. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak yang berada pada Gugus Cut Nyak Dien. 32 guru TK yang berada di Gugus Cut Nyak Dien dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiiki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak dasar. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Sejumlah 18% dari jumlah guru memiliki pengetahuan mengenai gerak lokomotor dan 15% dari jumlah guru belum memiliki pengetahuan mengenai gerakan non-lokomotor. Guru dapat mengimplementasikan ketiga keterampilan gerak dasar dalam berbagai kegiatan motorik melalui menari, senam, dan bentuk permainan yang diciptakan oleh guru. Penilaian keterampilan gerak dasar dilakukan guru TK dan guru melalui pengamatan. Sejumlah 75% guru TK mengetahui tujuan stimulasi keterampilan gerak dasar anak yaitu untuk meningkatkan perkembangan motorik anak. Abstract - Developmental growth and learning through physical activity will affect the three domains in education which include cognitive domains (aware of motion), psychomotor domains (biological growth, health, physical fitness), and affective domain (pleasure, self-actualization, self-concept) [1]. Problems that appear in this digital era, limited motoric abilities of children because early childhood have been exposed to gadgets early. So that the digital motor skills of children are limited due to the influence of gadgets. The purpose of this study was to determine the level of teacher knowledge of basic movement skills of kindergarten children. This research was conducted with quantitative methods with the type of survey research. Survey research is a study that uses a questionnaire as a research instrument. Research carried out in kindergartens in Cut Nyak Dien's Cluster. 32 kindergarten teachers who are in Cut Nyak Dien Group with educational background from undergraduate education, 65% working period is 2 years. There are 15 kindergarten teachers who have high knowledge in basic motion skills knowledge. There are 6 kindergarten teachers who have knowledge in the moderate category of basic motion skills knowledge in gross motor skills. And there are 12 kindergarten teachers who have low knowledge of basic motion skills knowledge in rough motoric kindergarten children.A total of 18% of teachers have knowledge of locomotor motion and 15% of teachers have no knowledge of non-locomotor movements. TK teachers can implement all three basic motion skills in various motor activities through dancing, gymnastics, and forms of games created by the teacher. Assessment of basic motion skills is done by kindergarten teachers and teachers through observation. 75% of kindergarten teachers know the purpose of stimulating children's basic motion skills, namely to improve children's motor development. Keywords - Knowledge, Teacher, Skills, Basic movement
Productivity and Blocking dalam Sistem Morfologi Bahasa Arab Zaqiatul Mardiah; Ahmad Khorin Junaedi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.831 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.201

Abstract

Abstrak - Bahasa Arab adalah bahasa yang produktif, berdasarkan pada akar dan pola, dan sistem kata dan paradigma. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap produktivitas formasi kata baru dalam bahasa Arab. Namun, dalam menggambarkan produktivitas, ada faktor pemblokiran yang berfungsi sebagai penghalang produktivitas. Penelitian ini menjelaskan dan menjelaskan bentuk atau pola yang keberadaannya diblokir oleh bentuk lain yang tidak mengikuti pola standar.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan dalam analisis data. Temuan dianalisis berdasarkan teori yang relevan. Ringkasan dari temuan tersebut adalah tujuan penelitian ini. Teori tentang qawaidul I'lal dari Al Ghulayaini (1994) dan Sulaiman (1995), di nahwu al asri, digunakan sebagai teori referensi dalam penelitian ini, sedangkan data diambil dari majalah Alo Indonesia edisi 104.Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa Arab memiliki 7 jenis bentuk atau perubahan pola yang melanggar aturan wazan. Perubahan pola semacam ini menjadi faktor pembatas bagi generasi pola sebenarnya. Memang, pola ini adalah pola yang sering digunakan secara produktif. Dalam istilah bahasa Arab, pola tersebut dikenal sebagai qawa idul I'lal. Mereka adalah (1) i`la: l bi al-qalb, ada dalam 124 kata, (2) i`la: l bi al-hadf, ada dalam 56 kata, (3) i'la: l bi al-taskin adalah dalam 9 kata, (4) i`la: l bi al-naql ada dalam 21 kata, (5) i`la: l bi al-naql wa al-qalb ada dalam 27 kata, dan (6) i`la : l bi al-naql wa al-hadf, ada dalam 10 kata, dan juga (7) 'i`la: l bi al-naql wa al-qalb wa al-hadf ada dalam 1 kata. Kata Kunci – Kata dan Paradigma, Morfologi, Produktivitas, Pemblokiran, I’lal Abstract - Arabic is a productive language, based on root and pattern, and word and paradigm system. In relation to it, this research aims to reveal the productivity of new word formation in Arabic. However, in describing the productivity, there is a blocking factor that serves as a barrier for the productivity.  This reseach describes and explains the forms or patterns whose existence are blocked by other forms which do not follow a standard pattern.This research is a library research which use qualitative approach. The descriptive methods are used in the data analysis. Findings are analyzed based on the relevan theory. The summary of the findings are the goal of this study. Theory about qawaidul I’lal from Al Ghulayaini (1994) and Sulaiman (1995), in nahwu al asri,  are used as a reference theory in this study, while the data are drawn from Alo Indonesia magazine 104 edition. The results of analysis reveal that Arabic has 7 type of form or pattern change that violate the apply wazan rules. These kinds of pattern change become a block factor for the generation of the true pattern. Indeed, these patterns are the one that are frequently used in a productive way. In Arabic term, those pattern are well known as qawa-idul I’lal. They are (1) i`la:l bi al-qalb, exist in 124 words, (2) i`la:l bi al-hadf, exist in 56 words, (3) i`la:l bi al-taskin is in 9 words, (4) i`la:l bi al-naql is in 21 words, (5) i`la:l bi al-naql wa al-qalb is in 27 words, and (6) i`la:l bi al-naql wa al-hadf, exist in 10 words, as well as (7) 'i`la:l bi al-naql wa al-qalb wa al-hadf is in 1 word. Keywords -  Word and paradigm, morfologi, productivity, blocking, I’lal
Pengaruh Nilai-Nilai Kearifan Lokal Terhadap Pola Pengasuhan Anak Usia Dini (AUD) Suwardi Suwardi; Siti Rahmawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.328 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i2.347

Abstract

Abstrak – Saat ini, lemabaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai menerima banyak tuntutan, mulai dari tuntutan standar kurikulum nasional yang selalu berubah ubah, tuntutan lingkungan, tuntutan dari orangtua serta tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga bermunculan faham-faham idealis yang dapat menghilangkan hakikat dan prinsip dasar pendidikan pada anak usia dini. Salah satu fungsi sekolah yaitu, mengajarkan nilai-nilai kebudayaan agar tetap sesuai dengan masyarakat yang semakin maju dan komplek dengan tidak meninggalkan kultur kebudayaan. Sekolah mempunyai peranan besar dalam menjaga eksistensi nilai-nilai luhur tersebut. Metode yang digunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan statistik dan banyak menggunakan logika hipotetika verifikatif. Pendekatan dimulai dengan berpikir deduktif untuk menurunkan hipotesis, kemudian melakukan pengujian di lapangan, sedangkan hipotesis ditarik berdasarkan data empiris. Untuk membangun nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada anak-anak, dimulai dengan pengenalan dan pembiasanaan perilaku sehari-hari itupun sudah menjadi bagian dari internalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya melaksanakan pendidikan berbasis keunggulan lokal.Abstract - Currently, Early Childhood Education Institutions (PAUD) are starting to receive many demands, ranging from the demands of ever-changing national curriculum standards, environmental demands, demands from parents and demands from the development of science and technology. So that idealist ideals emerge which can eliminate the nature and basic principles of education in early childhood. One of the functions of the school is to teach cultural values to remain in line with an increasingly advanced and complex society without leaving cultural culture. Schools have a big role in maintaining the existence of these noble values. The method used is descriptive quantitative research, namely research that uses statistics and many use hypothetical verification logic. The approach starts with deductive thinking to derive the hypothesis, then perform testing in the field, while the hypothesis is drawn based on empirical data. To build the values of local wisdom from an early age to children, starting with the introduction and refraction of daily behavior, it has become part of the internalization of the values of local wisdom as an effort to implement education based on local excellence.Keywords - Early Childhood, Local Wisdom, Parenting Patterns,  
Pengoptimalan Sobat Mengajar sebagai Gerakan Sosial Pendidikan dalam Membangun Pendidikan di Daerah Tertinggal Sihabussalam Sihabussalam
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.97 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.386

Abstract

Abstrak-Pendidikan adalah sebuah proses manusia baik individu atau masyarakat untuk menuju kehidupan yang ideal dan lebih baik. Pendidikan yang akan mengubah menuju ke arah yang lebih baik adalah pendidikan yang kualitasnya baik pula. Tetapi melihat realitas sekarang, kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah apalagi dalam hal pemerataan pendidikan,di antaranya: fasilitas, akses, dan tenaga pengajar yang akan berimplikasi pada proses belajar dan hasil belajar, keadaan tersebut salah satunya gambaran pendidikan yang ada di daerah terpencil. Dengan demikian, penelitian ini akan berfokus pada masalah pemerataan pendidikan di daerah terpencil dengan cara mengoptimalkan komunitas sobat mengajar sebagai gerakan sosial pendidikan. Komunitas ini bergerak di daerah-daerah terpencil khususnya di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kajian awal mencari data keadaan pendidikan di daerah tersebut dengan cara membaca literature dan wawancara langsung kepada relawan sobat mengajar kemudian hasilnya dideskripsikan, dengan demikian penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengatasi tidak meratanya pendidikan di Indonesia ada beberapa langkah yang harus dilakukan: pertama, mengoptimalkan gerakan sosial pendidikan. Kedua, melakukan program yang mengedukasi masyarakat. Ketiga, harus melibatkan masyarakat dalam semua program.Abstract-Education is a human process, either an individual or a society towards an ideal and better life. Education that will change for the better is education that is of good quality too. But look at the current reality, the quality of education in Indonesia is still low especially in terms of equitable education for example lack of facilities, access, and teaching staff that will have implications for the learning process and learning outcomes, they are one picture of the conditions that exist in remote areas. Therefore, this research will focus on the problem of equitable education in remote areas by optimizing the community of sobat mengajar as a social education movement. This community is moving in remote areas especially in lebak regency, the province of banten, early studies looking into educational conditions in the region, the initial study looked for data on the state of education in the area by reading literature and direct interviews with volunteers of sobat mengajar then the results were described, thus this study using a descriptive qualitative methods. To overcome the unequal education in Indonesia, several steps must be taken: the first, optimize the social education movement. The secondis tocarry out programs that educate the public. The third is must involve the society in all programs.Keywords- Sobat mengajar, Educational social movements, Building education, Disadvantaged areas.
Representasi Konsep Retorika Persuasif Aristoteles dalam Pidato Ismail Haniyah untuk Umat Islam Indonesia Ali Fikry
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.934 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.387

Abstract

Abstrak – Penelitian ini membahas tentang tentang retorika persuasif dalam pidato Ismail Haniyah untuk umat Islam Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan konsep retorika persuasif yang ada pada pidato tersebut. Analisis yang digunakan adalah teori retorika persuasif perspektif Aristoteles. Dalam teori ini terdapat penjelasan terkait retorika yang memiliki tiga jenis, yakni retorika forensik, demonstratif, dan Deliberatif. Prinsip teori ini tercermin dalam konsep The Five Canon of Rhetoric, panduan sekaligus ketentuan yang harus ada dalam pidato persuasif. Kelima ketentuan tersebut berkaitan dengan Inventio/Discovery yang berarti penemuan, Dispositio/Arrangement yang berarti penyusunan, Elocutio/Style yang berarti gaya, Pronuntiatio/Delivery yang berarti penyampaian, dan Memoria/Memory yang berarti mengingat. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori kualitatif-deskriptif dengan menggunakan paradigma interpretatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tonton, simak, dan catat. Seluruh data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan model Miles Huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini mendapatkan hasil berupa 19 temuan data yang berkaitan dengan retorika persuasif dalam pidato Ismail Haniyah untuk umat Islam Idonesia. Dari seluruh data, 6 di antaranya berkaitan dengan jenis reotika persuasif yang mencakup keseluruhan jenis. Sedangkan 13 sisanya berkaitan dengan konsep Five Canon of Rhetoric berdasarkan perspektif Aristoteles.Abstract – This study discusses persuasive rhetoric in Ismail Haniyah's speech to Indonesian Muslims. The purpose of this study is to find and explain the concept of persuasive rhetoric in the speech. The analysis used is the theory of persuasive rhetoric from Aristotle's perspective. In this theory, there are explanations related to the rhetoric that have three types, namely forensic, demonstrative, and Deliberative rhetoric. The principle of this theory is reflected in the concept of The Five Canon of Rhetoric, a guide as well as a provision that must be present in a persuasive speech. The five provisions are related to Inventio (Discovery), Dispositio (Arrangement), Elocutio (Style), Pronuntiatio (Delivery), and Memoria (Memory). This type of research is included in the qualitative-descriptive category using interpretive paradigms. The techniques used in data collection are watching, listening, and taking notes. All data obtained were then analyzed using the Miles Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation, and concluding. This study obtained results in the form of 19 data findings related to persuasive rhetoric in Ismail Haniyah's speech to Indonesian Muslims. Of all the data, 6 of them relate to the type of persuasive rationale which includes all types. While the remaining 13 are related to the concept of the Five Canon of Rhetoric based on Aristotle's perspective.Keywords -Five Canon of Rhetoric, Palestine, persuasive rhetoric, speech
Maqamat Tokoh Midah Dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan Siswoyo Aris Munandar; Farida Nurus Sofa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.993 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.388

Abstract

Abstrak - Aguk Irawan adalah salah satu sastrawan yang menggunakan sastra novel sebagai media dakwahnya. Penanaman pesan-pesan moral-spiritual penulis kepada pembaca melalui tokoh yang dihidupkan di dalamnya. Peneliti tertarik dengan salah satu karya beliau untuk diteliti yang kemudian terangkum dengan judul, “Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. Novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini menggambarkan tentang pengembaraan jiwa seorang perempuan dalam menemukan Tuhannya. Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW, sedangkan sumber data sekundernya adalah beberapa karya Aguk Irawan yang lain dan juga sumber referensi yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisa yang telah peneliti lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW merupakan novel yang mengandung ajaran tasawuf. Aguk Irawan menyampaikan ajaran tasawufnya melalui tokoh Midah Hamidah yang terangkum dalam laku kehidupannya sehari - hari. Peneliti menemukan beberapa maqamat yang tergambar dari tokoh Midah Hamidah, diantaranya adalah: taubat, zuhud, sabar, syukur, dan ridha. Novel karya Aguk Irawan ini sangat berguna untuk digunakan sebagai media dakwah di kalangan remaja maupun masyarakat pada umumnya.Abstract - Aguk Irawan is one of the writers who used novel literature as his propaganda media. Planting the writer's moral-spiritual messages to the reader through the characters who are turned on in them. Researchers are interested in one of his works for research which is then summarized with the title, "Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. This novel, inspired by a true story, depicts the wandering of a woman's soul in finding her God. This research uses library research or library research. The source of the data used is the primary data source, namely the Mecca novel: Memoirs of Luka of a TKW, while the secondary data source is some of Aguk Irawan's other works and also a reference source related to research. Based on the results of the analysis that researchers have done, it can be concluded that the novel Mecca: Memoirs of Luka of a TKW is a novel that contains the teachings of Sufism. Aguk Irawan conveyed his Sufism teachings through the figure of Midah Hamidah summarized in his daily life. Researchers found several maqamat drawn from the Midah Hamidah figures, including repentance, zuhud, patience, gratitude, and pleasure. This novel by Aguk Irawan is very useful to be used as a media for da'wah among teenagers and the general public.Keywords - Literary works, Novels, Maqamat, Spirituality, Hermeneutics 
Mengembangkan Kreativitas Aptitude Anak dengan Strategi Habituasi dalam Keluarga Dwi Okti Sudarti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.496 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.385

Abstract

Abstrak - Kreativitas merupakan salah satu soft skill penting yang harus dimiliki setiap insan. Kreativitas ialah interaksi antara kekuatan intelektif, emotif, dan motivasional. Oleh karenanya, mengembangkan kreativitas anak sangat penting untuk membantu perkembangan kreativitasnya mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, dan afektif. Artikel ini akan membahas kreativitas aptitude anak usia dini 4-6 tahun. Anak usia dini sering disebut “golden age” atau masa emas. Pada masa ini hampir semua potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh berkembang. Dalam menumbuh kembangkan kreativitas dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Lingkungan keluarga merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan yang bersinergi memberikan pendidikan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan kreativitas aptitude anak dengan strategi habituasi dalam lingkungan keluarga, serta bagaimana peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan berbagai referensi berupa buku-buku dan jurnal-jurnal yang memiliki kaitan dengan tema yang dibahas untuk mengolah dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas aptitude anak dapat dikembangkan melalui strategi habituasi. Pembiasaan dan pembudayaan adalah sifat dalam pikiran. Jika strategi habituasi terus diulang dan dibudayakan dalam keluarga untuk mengembangkan kreativitas aptitude anak. Maka, akan menjadi karakter yang dapat melekat dalam jiwa anak.Abstract - Creativity is one of the important soft skills that every human being must possess. Creativity is the interaction between intellectual, emotive, and motivational forces. Therefore, developing children's creativity is very important to assist the development of creativity including cognitive, social, emotional, and affective aspects. This article will discuss the aptitude of 4-6 years of early childhood aptitude creativity. Early childhood is often called the "golden age" or golden age. At this time almost all the potential of children experiencing sensitive periods to grow and develop. In developing creativity starts from the smallest scope, namely the family. The family environment is one of the tri education centers that work together to provide education for children. This study aims to find out how to develop children's aptitude creativity with habituation strategies in the family environment, as well as how the role of parents in developing children's creativity. The method used in this research is a descriptive qualitative approach to literature study. This research utilizes various references in the form of books and journals related to the themes discussed to process and analyze data. The results showed that children's aptitude creativity can be developed through habituation strategies. Habituation and civilizing are traits in mind If the habituation strategy continues to be repeated and cultivated in the family to develop children's aptitude creativity. Then, it will become a character that can be inherent in a child's soul.Keywords - Aptitude Creativity, Habituation Strategy, Family Environment