Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
EDUCATIO Journal ISSN: Print 2476-9886 –Online 2477-0302 is the Counseling Journal is a peer-reviewed, counseling journal published by Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy. The aim of this journal is to publish articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of education. Its scope counseling in education, sections include research, assessment, supervision in counseling, sexual abuse, violence addition counseling, multi-cultural counseling, crisis intervention, trauma counseling, ITC in counseling, counseling career, spiritual counseling, marriage and family counseling, counseling and psychotherapy. EDUCATIO published biannualy (April and October).
Articles
748 Documents
Analisis penyelesaian sengketa cicilan peer to peer lending syariah perspektif fatwa dewan syariah nasional-majelis ulama Indonesia
Maharani Tambunan, Shalsabila Putri;
Zulham, Zulham
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323229
Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam memberikan ruang P2P Lending dengan Syariah, untuk itu Majelis Ulama Indonesia, mengatur P2P Lending di dalam Fatwa No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan berbasis Teknologi Informasi berdasarkan Prinsip Syariah. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadinya permasalahan dalam P2P Lending Syariah ini, salah satunya mengenai sengketa cicilan yang sudah dibayar yang dapat berdampak pada kerugian nasabah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyelesaian sengketa atas tagihan cicilan yang sudah dibayar dalam transaksi P2P Lending Syariah berdasarkan Fatwa No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan berbasis Teknologi Informasi berdasarkan Prinsip Syariah di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan menyajikan analisis temuan berdasarkan interview dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tindakan yang paling direkomendasikan dalam menyelesaikan sengketa Financial Technology adalah dengan melalui proses Non-Litigasi, karena proses Non-Litigasi memiliki kelebihan proses yang cepat, nyaman dan biaya ringan. Mekanisme alternatif proses Non-Litigasi dalam penyelesaian sengketa yang menjadi rekomendasi adalah melalui (BASYARNAS). Untuk mencegah terjadinya sengketa yang dapat merugikan konsumen dalam transaksi keuangan Syariah, penulis menyarankan adanya DPS (Dewan Pengawas Syariah) khusus direkomendasikan oleh Komisi Syariah Nasional MUI (DSN-MUI).
Mepahukh dalam upacara pernikahan suku alas sebagai arena sosialisasi remaja
Pratiwi, Dita;
Riza, Faisal
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323240
Artikel ini bertujuan menganalisa perubahan tradisi Mepahukh sebagai arena sosialisasi remaja serta sebagai proses pencarian jodoh bagi kalangan pemuda dan pemudi suku alas. Tradisi ini selalu dipraktekkan setelah adanya acara pernikahan pada desa di Kabupaten Aceh Tenggara. Dinamika sosial dan perkembangan zaman mendorong banyak pemuda dan pemudi suku Alas tidak terlalu tertarik mengikuti tradisi tersebut dikarenakan ketidaktahuan dan perkembangan teknologi yang memudahkan mereka untuk bersosialisasi dan pencarian jodoh serta berubahnya bentuk bangunan mengakibatkan tergerusnya nilai dari sebuah tradisi Mepahukh. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teori perubahan sosial. Data dikumpulkan melalui Observasi di lapangan, wawancara dan dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data kemudian menggunakan teori Miles dan Huberman dalam menganalisa data, serta penggunakan trianggulasi dalam mengetahui keabsahan data. Penelitian ini menemukan bahwa terjadi perubahan pemaknaan terhadap tradisi mepahukh. Perubahan itu antara lain disebab kan pemuda-pemudi tidak mengetahui tradisi mepahukh sebagai salah satu tradisi yang telah ditetapkan dari pendahulu hingga saat ini. Perubahan pemaknaan itu disebabkan ketidak tahuan dan berkurangnya pengetahuan terhadap tradisi mepahukh
Are there work-family conflict differences between male and female employees?
Febriani, Rahmi Dwi;
Triyono, Triyono;
Handayani, Puji Gusri;
Yendi, Fricha Meiviolona;
Putriani, Lisa;
Yuca, Verlanda
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323241
Work and family are the most important parts of human life that cannot be easily separated. Therefore, individuals must have the ability to balance their responsibilities in work and family life to become individuals with positive and loyal behavior at work. In balancing work and family, conflicts and dilemmas often arise in determining the priorities of these two things, giving rise to a situation called work-family conflict. This research aims to (1) describe employee work-family conflict based on gender (men and women), and (2) examine differences in employee work-family conflict based on gender. This research uses quantitative research methods with a comparative descriptive research type. The research sample was 100 employees of Padang State University. The research results show that there are differences in work-family conflict between male and female employees.
Generasi gen z dan childfree di Indonesia berdasarkan undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM: studi perspektif fiqih siyasah
Saragih, Arni Amanda;
Lubis, Syofiaty
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323248
Childfree menurut ilmuan yakni menunjukkan terhadap suatu gejala masyarakat yang melakukan pernikahan namun cenderung memilih untuk tidak memiliki anak. Di indonesia memiliki angka kelahiran yang cukup tinggi namun berbeda pandangan dengan generasi gen z yang menganggap memiliki anak adalah sebuah pilihan yang besar ditengah tengah perekonomian yang pelik. Penelitian ini bertujuan melihat fenomena childfree di tengah-tengah masyarakat modren yang marak dan melihat bagaimana pandangan islam dalam menyikapi fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melihat reaksi atau tanggapan dari masyarakat dan juga respon yang dimasukkan kedalam fiqih siyasah. Peneletian menggunakan sumber data sekunder yamg diambil dari jurnal, buku dan juga artikel internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa childfree boleh diikuti dalam perspektif fiqih siyasah bahwasanya individu memiliki hak kodrati untuk memilih gaya hidup yang sesuai dan perfensi masing-masing. Dan dalam perspektif hukum islam tidaklah haram bila memiliki pendapat tersebut. Terletak pada undang undang 39 tahun 1999 tentang HAM bahwasanya manusia merupakan sebuah anugerah yang datang dan harus di junjung tinggi dan dilindungi oleh negara.
Perubahan perilaku sosial pada santri dalam menggunakan gadget di pesantren al-munawarah
Maulida Matondang, Atiqah Yunita Putri;
Desky, Ahmed Fernanda
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323249
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku sosial santri dalam menggunakan gadget pada Pesantren Al-Munawarah Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Sebagai landasan teori dalam menganalisis persoalan pada penelitian kualitatif ini, digunakan teori-teori tentang paham perubahan perilaku, teknologi Gadget, dan perkembangan sosial. sehingga peneliti dituntut untuk memperoleh data dan informasi dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan pada penelitian yaitu kepala Pesantren dan guru-guru di Pesantren Al-Munawarah Kotanopan. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ialah melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi, yaitu peneliti berusaha untuk mencari makna perubahan perilaku sosial santri dalam penggunaan gadget. Analisis data yag digunakan pada penelitian adalah analisis deskriptif, yaitu meringkas seluruh data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gadget bisa sangat bermanfaat bagi perkembangan sosial jika digunakan secara tepat, dan gadget juga bisa memberikan efek negatif bagi perkembangan sosial jika santri mengalami kecanduan gadget.
Perilaku dan gaya hidup komunitas salafi pada masyarakat sekitar pesantren al guroba
Syahfitri, Ade;
Jailani, Muhammad
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323275
Pendidikan tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan individu serta kelompok dalam masyarakat, Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perilaku komunitas dan gaya hidup sosial Salafi di Pesantren al-Ghuroba' Aek Songsongan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk memahami Perilaku dan gaya hidup sosial komunitas Salafi di sekitar Desa Aek Songsongan, dengan fokus pada Pesantren Al-Ghuroba Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi, penelitian ini mengungkapkan pola perilaku dan gaya hidup unik yang melekat pada komunitas Salafi, termasuk praktik keagamaan dan interaksi sosial yang khas. Alhasil menunjukkan bahwa komunitas Salafi membentuk identitas dan gaya hidup yang tercermin dalam pendekatan agama yang kuat dan penekanan pada pemahaman tauhid yang murni. Gaya hidup dan perilaku sosial mereka berakar pada pemahaman dan pandangan ajaran Islam yang dianggap autentik dan menjadi ciri khas dari pesantren Al-Guroba.
The resolution of customary community land rights issues based on government regulation no. 18 of 2021 and its relevance to the constitution in indonesia
Aprido, Rizki;
Fatimah, Fatimah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323279
This research aims to find a solution to the issue of customary community land rights concerning the usurpation of customary land rights in the Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The purpose of this research is to determine the direction of Government Regulation No. 18 of 2021 in shaping policies regarding the resolution of customary land rights of indigenous communities. The research method used in this study is a normative juridical approach conducted by examining secondary data, both primary legal materials (primary sources) and secondary legal materials (secondary sources). The primary legal materials used consist of regulations related to the issues under investigation. The research approach used by the author in this paper is a qualitative approach to examine the problem formulations present in this paper. The nature of the research used by the author is normative research that tests the topic in this paper. The research findings indicate that the orbit of Government Regulation No. 18 of 2021 in shaping policies for resolving disputes regarding the customary land rights occupied by PTPN II. PTPN II is considered not in line with and deviates from the applicable laws, given that the actions of PTPN II have obstructed the indigenous communities from realizing their livelihoods based on their customary land rights. Various efforts have been made to curb the encroachment on customary land in Percut Sei Tuan, but their activities continue due to protection from certain law enforcement authorities, preventing the people of Percut Sei Tuan from benefiting from their customary land rights.
Teacher Readiness for Digital Transformation
Turrohmah, Hamimah;
Suryanto, Suryanto
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323284
The acceleration of digitalization in the field of education during the pandemic requires teachers to be quick to adapt. This study aims to describe teacher readiness in the form of mental readiness, self- readiness, and intelligence readiness to face digital transformation in terms of internal and external factors. The research methodology used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation conducted to six teachers from various school levels in Surabaya. The results of this study indicate that the readiness of teachers in the form of mental readiness, self, and intelligence to face digital transformation is good. However, there are obstacles in carrying out teacher activities using digital devices and media such as virtual media, web- based learning platforms, and the use of IoT (Internet of Things) caused by low adaptability. In overcoming this, the school's efforts are to provide digital literacy supplies and provide adequate digital technology. It is suggested that there is a need for a peer-to-peer pair learning program to speed up the adaptation process.
Evaluasi kepuasan peserta workshop aplikasi digital AUM seri PTSDL berbasis web di Sumatera Barat
Ifdil, Ifdil;
Zola, Nilma;
Fadli, Rima Pratiwi;
Putri, Yola Eka;
Syahputra, Yuda;
Fitria, Linda
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323287
Di era milenial, perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap pendidikan, dan guru Bimbingan dan Konseling (BK) diharapkan untuk terus meningkatkan kompetensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepuasan peserta terhadap Workshop Pengabdian Masyarakat Implementasi Aplikasi Digital Pengolahan AUM Seri PTSDL Berbasis Web bagi Guru Bimbingan dan Konseling SLTA di Sumatera Barat, serta untuk menganalisis perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan gender dan domisili peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk mengevaluasi Workshop Pengabdian Masyarakat Implementasi Aplikasi Digital Pengolahan AUM Seri PTSDL Berbasis Web Bagi Guru Bimbingan dan Konseling SLTA di Sumatera Barat. Sampel terdiri dari 80 partisipan yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. Setelah penyaringan data, hanya 77 data yang digunakan dalam analisis. Temuan pada penelitian menunjukkan Workshop Pengabdian Masyarakat Implementasi Aplikasi Digital Pengolahan AUM Seri PTSDL Berbasis Web Bagi Guru Bimbingan dan Konseling SLTA di Sumatera Barat berhasil dengan sangat baik. Peserta sangat puas, dan sebagian besar sangat puas. Implikasinya adalah bahwa data yang dikumpulkan juga dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan yang lebih strategis dalam pengembangan kegiatan serupa di masa depan.
Penyelesaian Hukum Terhadap Wanprestasi Pembayaran Jasa Shopee Affiliate Perspektif Fatwa DSN MUI No. 62/DSN-MUI /XXI/2007 (Studi Kasus Aplikasi Shopee Medan)
Rahman, Anita;
Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/1202323301
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah guna menganalisis penyelesaian hukum terhadap wanprestasi pembayaran jasa Shopee Affiliate dari perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 62/DSN-MUI/XXI/2007. Fatwa ini memberikan pedoman hukum terkait dengan transaksi afiliasi dalam sistem perdagangan elektronik, seperti yang dijalankan oleh platform Shopee. Dengan menerapkan metode deskriptif analitis sebagai metode penelitian ini. Data diperoleh melalui studi literatur terkait fatwa DSN MUI No. 62/DSN-MUI/XXI/2007, peraturan perundang-undangan terkait transaksi elektronik, dan kasus-kasus yang terkait dengan wanprestasi pembayaran jasa Shopee Affiliate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa DSN MUI No. 62/DSN-MUI/XXI/2007 memberikan arahan hukum yang jelas terkait dengan transaksi afiliasi dalam konteks Shopee Affiliate. Fatwa tersebut mengatur tentang hak dan kewajiban antara pihak yang menjalankan program afiliasi (pemilik produk atau penjual) dan afiliasi (pemasar produk). Dalam hal wanprestasi pembayaran jasa Shopee Affiliate, fatwa ini mengatur bahwa pihak yang melakukan pelanggaran terhadap perjanjian afiliasi wajib mengganti kerugian yang timbul. Selain itu, penyelesaian hukum terhadap wanprestasi pembayaran jasa Shopee Affiliate juga dapat dilakukan melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang diatur oleh Shopee, seperti mediasi atau arbitrase. Hal tersebut selaras dengan prinsip hukum Islam yang mendorong penyelesaian sengketa melalui musyawarah dan mediasi sebelum mencari keputusan pengadilan.