cover
Contact Name
Evandro Manuputty
Contact Email
evandro_willem@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
evandro_willem@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Iron (sipil, elektro,mesin)
ISSN : 26547309     EISSN : 26567989     DOI : -
IRON merupakan jurnal pengabdian masyarakat (ABDIMAS) di bidang rekayasa yang memuat artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal IRON terkonsentrasi pada tiga bidang rekayasa yaitu Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR Lory Marcus Parera; Victor Puturuhu; Hendrik Tupan; Marselin Jamlaay
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.268

Abstract

Untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran kepada siswa di sekolah, maka teknologi informasi memiliki peranan penting dalam meningkat kualitas sumber daya manusi di era koputerisasi. Di sekolah guru tidak hanya mengunakan papan tulis sebagai sarana belajar, tetapi apalikasi komputer dapat digunakan untuk melakukan proses belajar mengajar. Dalam kerangka pemecahan masalah yang perlu dilakukan adalah indentifikasi pada kondisi awal keberadaan dan kemampuan dalam mengoperasikan komputer dan kemampuan untuk menggunakan media pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar kepada siswa di kelas. Pada pelatihan masih banyak guru-guru yang diajarkan mulai dari pengenalan sampai dapat mengoperasikan komputer secara mandiri. Untuk tahap pelatihan ini masih menggunakan aplikasi microsoft word, sebab aplikasi ini merupakan kebutuhan yang mendesak yang seharusnya dikuasai oleh seorang guru terutama dalam membuat RPP dan surat menyurat lainnya. Hasil dari kegiatan pelatihan ini, kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer masih minim yaitu mencapai 20%.
PKM EVALUASI KERUSAKAN EKOSISTEM DI SEPANJANG PESISIR PANTAI DESA HATU Nelda Maelissa; Hendriette Titaley; Penina Istia; Ansye Nanlohy; Godfried Lewakabessy
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.271

Abstract

Desa Hatu atau sering disebut sebagai Negeri Hatu, merupakan salah satu desa di Kabupaten Maluku Tengah yang terletak di kecamatan Leihitu Barat. Negeri Hatu memiliki sumber daya alam yang melimpah berupa material batu dan pasir sehingga menarik minat masyarakat untuk menambang (mengambil) kemudian menjualnya sebagai tambahan penghasilan dan sudah berlangsung cukup lama yakni + 30 tahun sehingga menimbulkan kerusakan ekosistem di sepanjang pesisir pantai Negeri Hatu. Hal ini perlu dievaluasi mengenai kegiatan penambangan di sepanjang pesisir pantai tersebut, dampak kerusakan yang ditimbulkan dan bagaimana solusi penanggulangan masalah kerusakan ekosistem yang ditimbulkan. Kegiatan Pengabdian ini berlangsung dari tanggal 12 Mei s.d 7 Oktober 2017. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini dalah survei awal, evaluasi hasil selanjutnya penyuluhan dan diskusi dengan masyrakat khusunya penambang. Pada kegiatan penyuluhan masyarakat diberi arahan dan pengetahuan mengenai bencana-bencana yang dapat terjadi apabila kegiatan penambangan ini dilakukan terus-menerus. Hasil dari kegiatan penyuluhan dan diskusi yaitu disepakati bersama mengenai aktivitas penambangan sebagai berikut :1. Akan diberlakukan zona merah dan zona hijau, dimana zona merah adalah zona-zona yang terlarang untuk dilakukan pengambilan material, 2. Selama belum ada pencaharian lain, maka masyarakat oleh pemerintah desa diijinkan melakukan pengambilan material, akan tetapi lokasi pengambilan harus berpindah-pindah dan tidak boleh menetap pada satu lokasi, 3.Nase yang harus disetor kepada pemerintah desa masih tetap Rp.15.000,-
IBM MESIN PENGOLAH TANAH LEMPUNG UNTUK PEMBUATAN GERABAH Renny James Betaubun; Sjafrudin Latar; Nelda Maelissa
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.272

Abstract

Dalam era otonomi daerah yang memberikan peran sebesar-besarnya bagi daerah untuk mengembangkan potensi yang tersimpan, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang membawa dampak pada pemberdayaan masyarakat di pedesaan.Pemberdayaan sumberdaya manusia di daerah khususnya Maluku. Sebagai anak bangsa merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan Pemerintah maupun lembaga pendidikan dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat. untuk mewujudkannya. Hasil pengolahan tanah lempung secara tradisional dengan injakan kaki atau mengunakan tangan dirasakan hasilnya kurang merata proses pengolahannya, sehingga hasil luaran tidak terlalu baik kualitas gerabahnya. Proses pelaksanaan dimulai dari observasi dan tinjauan lapangan serta temu kelompok pengrajin harapan di negeri Ouw kecamatan Saparua, kabupaten Maluku Tengah, untuk membahas menyangkut permasalahan yang dihadapi kelompok pengrajin gerabah Harapan, maka terjalin kerja sama untuk melaksanakan pembuatan mesin pegolahan tanah lempung untuk pembuatan gerabah. Kegiatan PKM ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hasil gerabah yang baik yang berkualitas dan mengefektifkan waktu dan tenaga serta lebih ekonomis yang diharapkan hasil produksi lebih baik dan dapat di pasarkan lebih luas bukan saja di daerah Maluku tetapi juga di daerah lain sehingga omset penjualan lebih meningkat. Selain itu kegiatan ini dilaksanakan juga uji kelayakan, dan pelatihan tentang penggunaan mesin pengolah tanah lempung.
IBM TEKNOLOGI KOMPOR BIOMASSA BERDINDING ISOLATOR BAGI MASYARAKAT DESA LAHA, KECAMATAN TELUK AMBON, KOTA AMBON Alexander Andaria Patty; Azmain Noor Hatuwe
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.265

Abstract

Sebagian masyarakat Maluku yang tinggal di pedesaan masih menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu untuk memasak. Desa Laha yang menjadi khalayak sasaran, sebagian masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan dapur menggunakan energi alternatif dari kayu bakar, yang diperoleh dari pohon (hutan) di sekitar lingkungan. Tidak hematnya penggunaan kayu, dikarenakan mereka menggunakan tungku sistem terbuka. Untuk itu teknologi yang ditawarkan adalah menggunakan kompor biomassa berdinding isolasi dengan sistem tertutup, dimana proses pembakaran kayu dilangsungkan di dalam ruang yang bebas dari pengaruh hembusan udara lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat bisa menggunakan kompor biomassa berdinding isolasi untuk menghemat pemakaian bahan bakar kayu sehingga dapat menjaga kelestarian hutan.
PELATIHAN OTOMOTIF GUNA PENGEMBANGAN KETRAMPILAN PEKERJA PADA USAHA PERBENGKELAN DI JALAN HUKUINALLO DESA RUMAHTIGA Cley Talakua; Ridolf Kermite; Epianus Nanlohy
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.266

Abstract

Penguatan segi inovasi serta kemitraan di tatanan lokal daerah, berimplikasi melalui pertumbuhan usaha-usaha mikro ataupun menengah yang secara bertahap dapat berkontribusi guna pemberdayaan sumber daya manusia, melalui kemampuan dan ketrampilannya untuk bekerja. Melalui akses transportasi yang semakin cepat dan mudah, sehingga memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pengembangan infrastruktur di desa Rumahtiga dalam ketersediaannya menyediakan usaha-usaha bengkel otomotif. Pengembangan usaha perbengkelan tersebut berupa service roda dua (motor) yang salah satunya terdapat di jalan Hukuinallo desa Rumahtiga. Kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha ini, bahwa untuk pengerjaan tune up secara menyeluruh, memerlukan waktu kerja yang lebih lama, faktor kehati-hatian dan ketelitian. Sedangkan untuk proses perbaikan kelistrikan masih memerlukan pembelajaran karena yang diterapkan saat ini masih bersifat otodidak berdasarkan hasil pengalaman dan belum aman dalam pengerjaanya. Sehingga diperlukan sebuah metode pelatihan khusus pada bidang otomotif. Pelaksanaan kegiatan berlokasi di bengkel mesin Politeknik Negeri Ambon. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan ini adalah bertambahnya wawasan dan kemampuan kerja peserta pelatihan dalam melakukan proses tune up (kerja mesin dan chasis) serta proses kelistrikan sepeda motor. Kegiatannya meliputi pembersihan mesin, penyetelan busi, karburator dan kopling serta pemeriksaan rem, sedangkan untuk kerja kelistrikan berfokus pada pemeriksaan semua fungsi kelistrikan (bel dan lampu indikator).
RANCANG BANGUN ALAT LIPAT PELAT MANUAL BAGI KELOMPOK PEKERJA OVEN DI RT 002/RW 04 DESA RUMAHTIGA Julius Sesa; Nanse Pattiasina; Yondri Thenu
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmi.v1i1.267

Abstract

Pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekonomi kreatif, kewirausahaan, koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah menempati bagian terbesar dari semua kegiatan masyarakat saat ini. Hal ini tentu akan berdampak pada munculnya kreativitas dan kemampuan para pekerja dalam berinovasi, mampu menggerakkan dinamika ekonomi, sosial dan budaya baik di daerah perkotaan maupun desa-desa sekitarnya. Variasi kreativitas pekerja ini juga terlihat pada kelompok pekerja oven di RT 002 / RW 04 desa Rumahtiga. Secara riil, dalam proses bekerja, pekerja membutuhkan 7-10 hari kerja untuk menghasilkan satu produk oven. Hal ini dipengaruhi oleh proses pelipatan plat masih menggunakan alat palu plastik sebagai alat untuk memukul pelat dengan bantuan balok penopang kayu sebagai perantara untuk melindungi pelat agar tidak merusak. Dari segi kenyamanan tidak ergonomis, karena mempengaruhi punggung dan pinggang karena posisi kerja yang membungkuk. Sehingga terciptalah teknologi tepat guna berupa pelat lipat manual dengan spesifikasi 700 x 600 x 750 mm. Metode penelitian diterapkan dalam bentuk penelitian pengembangan sebagai penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk menjadi lebih baik. Hasil akhir menunjukkan tahap pembuatan alat terdiri dari proses pemotongan pelat, proses pengelasan, proses perakitan dan pengecatan. Untuk pengujian, alat ini bisa melipat pelat seng berdiameter 0,30 mm dengan baik. Dengan proses kerja yang mencakup pengukuran dan gambar pelat, proses pemotongan pelat sesuai dengan tanda ukuran, langkah lipat pelat dengan memfungsikan pelat penekan melalui bantuan tuas dan pelat pelipat di bagian bawah mesin dengan menggunakan pegangan pelat. Tahapan ini bisa dilakukan berulang-ulang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6