cover
Contact Name
Asep Achmad Muhlisian
Contact Email
asepachmad@stba.ac.id
Phone
+6285722501575
Journal Mail Official
jurnalsora@stba.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal SORA Jl. Cihampelas No. 194 Kecamatan Coblong - Bandung 40131 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sora: Pernik Bahasa Asing
ISSN : 25415433     EISSN : 26851075     DOI : https://doi.org/10.58359/jurnal_sora
Linguistics, Translation/Interpretation, Pragmatics, Sociolinguistics, Phonology, Morphology, Syntax, Semantics, Teaching methodology, SLA, Computer-Assisted Language Learning, Mobile-Assisted Language Learning, Literature, and Other related to foreign language.
Articles 96 Documents
ANALISIS GALAT BERBAHASA INGGRIS PADA PENULISAN IKLAN LUAR RUANG DI KOTA BANDUNG Fuji Alamsari; Iim Rogayah Danasaputra
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 3 No 2 (2018): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.879 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v3i2.24

Abstract

This article has aims at analyzing types of outdoors advertising which made errors of English around Bandung City. The method used in the research was descriptive research. The writers collected the data by observing English errors of outdoor advertising around Bandung city, making documentation through capturing photos, then classifying the data based on the types of outdoor advertising and the kinds of English errors done by the advertiser. The results shows that the types of outdoor advertising which made English mistakes were fashion, food and beverage, electronics, general ads, and beautification ads. And then, there were the English errors of outdoors ads found in Bandung City as follows: errors of spelling, word choice, grammar, and word order.
SINONIM ADJEKTIVA UTSUKUSHII DAN KIREIDA DALAM BAHASA JEPANG: KAJIAN SEMANTIK Intan Dwi Dahidi Putri
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 3 No 2 (2018): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.382 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v3i2.26

Abstract

Kireida and utsukushii adjectives are synonymous adjectives, which have the same meaning in the forms of language, it is called ruigigo in Japanese language. The two adjectives in Indonesian language mean ‘beautiful/nice’. The background of chosen these two adjectives are being used in everyday Japanese life; in Japanese language textbooks. The purposes of this research are to find out the similarities and differences in utsukushii and kireida adjectives as synonyms by describing similarities and differences in terms of sentence structure, meaning and function based on the context of the sentence. In studying the similarities and differences as synonyms, sentence substitution techniques are used. The results of this research have been founded that there are similarities of utsukushii and kireida adjectives with the same meanings such as beautiful, good, loud/sweet in Indonesian based on the context of the sentence. In addition, these two adjectives are used to express a description of an object that can be seen or heard. The difference between utsukushii and kireida adjectives is in the subject or noun used. Subjects or nouns in utsukushii are abstract objects in the form of a social relationship. While the subject or noun in kireida is an abstract object in the form of a mixture of various colorless gases, concrete objects, activities, and actions.
ANALISIS BUKU AJAR (LEHRWERKANALYSE) BAHASA JERMAN STUDIO D DAN NETZWERK DALAM PENGAJARAN BAHASA JERMAN DI STBA YAPARI-ABA BANDUNG Dasim Karsam; Tintin Agustina
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 3 No 2 (2018): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.134 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v3i2.27

Abstract

A textbook plays a very crucial role in foreign language teaching. On the one hand, it deals with linguistic and cultural phenomena; Moreover, it controls the whole learning process for a certain period of time. This research focuses on the main learning materials and media used by lecturers and students of German Department at STBA YAPARI. The purpose of the study is to find a suitable textbook for them. In order to reach the goal of the investigation, this study uses the theoretical foundations of Rösler & Würffel (2014: 17-32) on the analysis of learning materials and media in a form of the textbook analysis method, namely the analysis of "Studio d" and "Netzwerk" A1-B1. The results of the study show that the new textbook has some advantages over the old one if the two textbooks consider (1) the components and their functions, (2) the internal structure, and (3) the language level Common European Framework of Reference for Languages (CEFRL) of textbooks. The importance of this research is that the plan for the renewal of learning materials and media should be implemented in the German Department in the 2018/2019 academic year. Another investigation can be done in the form of an evaluation of the implementation of learning materials and media in the classroom in the 2018/2019 academic year.
Cover, Susunan Kepengurusan, Pengantar Redaksi, Daftar Isi Redaksi Jurnal SORA
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 3 No 2 (2018): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.78 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v3i2.28

Abstract

KETERASINGAN ORANG TURKI DI JERMAN DALAM ROMAN REMAJA BERBAHASA JERMAN YILDIZ HEIβT STERN KARYA ISOLDE HEYNE Okky Dwi Hapitta
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.376 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.29

Abstract

Meningkatnya jumlah orang Turki yang datang ke Jerman menyebabkan terbentuknya kelompok sosial baru di Jerman. Kehadiran orang-orang Turki dan kelompok sosial tersebut, menambah dampak tersendiri bagi kehidupan sosial orang Jerman. Salah satu gerakan perlawanan kelompok-kelompok tertentu yang tidak suka akan kehadiran orang Turki di Jerman dilakukan oleh kelompok Skinhead yang merupakan subkultur dari Neo-Nazi (kelompok radikalisme sayap kanan). Penolakan kelompok Skinhead terhadap orang Turki tersebut, membuat orang-orang Turki merasa asing di Jerman. Keterasingan yang dirasakan orang Turki menjadi latar belakang Isolde Heyne dalam menulis roman remaja berjudul Yildiz Heiβt Stern (1994). Bentuk-bentuk keterasingan dalam narasi novel merupakan bentuk rasisme. Orang-orang Turki juga mengalami perasaan terasing dan aneh di Jerman. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep othering atau meliyankan orang lain yang dianggap tidak sama yang dikemukakan oleh Gayatri Spivak (2008).
MAKNA LEKSIKON KATZE DALAM PERIBAHASA DAN UNGKAPAN BAHASA JERMAN: ANALISIS LINGUAKULTUROLOGI Senja Borgin
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.554 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.30

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dari tinjuan Linguakulturologi. Pembahasan ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dan untuk mengetahui hubungan makna leksikon Katze dengan budaya dalam masyarakat Jerman. Data dikumpulkan dari kamus DUDEN Redewendungen (2008). Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada 10 peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman dengan leksikon Katze (kucing). Adapun makna yang muncul dari penggunaan leksikon Katze dalam peribahasa dan ungkapan bahasa Jerman adalah makna negatif.
PENGARUH ERA POST-TRUTH BAGI PEMBELAJAR BAHASA ASING: KAJIAN FILOSOFIS-FENOMENOLOGIS FENOMENA ERA POST-TRUTH DALAM DUNIA PEMELAJARAN BAHASA JERMAN DAN INGGRIS TINGKAT DASAR Dian Rizky Azhari
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.356 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.31

Abstract

Era Post-truth membawa pengaruh negatif ke seluruh aspek kehidupan masyarakat modern, termasuk dunia pemelajaran bahasa asing. Pengaruh tersebut masuk ke dalam kehidupan masyarakat melalui kesadaran masing-masing individu dan memengaruhi ideologi mereka. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dan analisis filsafat fenomenologis, tulisan ini menjelaskan cara fenomena Post-truth masuk ke kesadaran dan memengaruhi setiap tindakan individu, terutama dalam kasus pembelajaran bahasa asing. Hasilnya ditemukan bahwa era Post-truth ini memengaruhi dua aspek dalam pembelajaran bahasa asing, yaitu kebahasaan dan kebudayaan. Pengaruh tersebut hanya dapat dicegah melalui peran aktif baik dari siswa maupun pengajar bahasa asing tersebut. Diharapkan tulisan ini mampu menjelaskan situasi pembelajaran bahasa asing di tengah iklim Post-truth dan menawarkan solusi penanggulangannya.
TEKNIK WAWANCARA DALAM STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN MENYIMAK PADA PEMELAJAR BAHASA PRANCIS Silvi Satiakemala
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.174 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.32

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan teknik wawancara dalam storytelling. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah kontribusi dari teknik wawancara dalam storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan menyimak para pemelajar bahasa Prancis. Penulis menggunakan metode kuasi eksperimen untuk menganalisis data, menggunakan prates dan pascates serta kuesioner sebagai alat bantu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompetensi pemahaman lisan meningkat berkat skenario pemelajaran dengan menggunakan teknik wawancara dalam storyteling. Kemampuan berbicara dan menyimak mengalami progres yang baik setelah membandingkan hasil skor prates dan pascates. Berdasarkan hasil analisis data Penulis dapat menyimpulkan bahwa teknik wawancara dalam storytelling efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan menyimak pada pemelajar bahasa Prancis.
THE USE OF SPATIAL AND TIME CONTEXTUAL MEANINGS OF PREPOSITION IN IN INDONESIAN FOLKLORES: CORPUS-BASED LINGUISTIC STUDY Achmad Dian Nurdiansyah; Mayang Pramudhita
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.368 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.37

Abstract

Penelitian ini mengkaji jenis dan frekuensi kemunculan “preposition in” dan juga membahas makna kontekstual “preposition in” yang digunakan dalam Cerita Rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori Korpus Linguistik dari Kennedy (1998) dan Linguistik Kognitif dari Evans and Green (2006). Metode deskriptif-kualitatif digunakan sebagai metodologi penelitian ini dan menggunakan Monoconc Pro version 2.0. software sebagai alat menganalisis data untuk mengemukakan kemunculan dari “preposition in”. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat dua jenis “preposition in” yang muncul dalam Cerita Rakyat Indonesia, yaitu penanda tempat dan waktu. Penanda tempat merupakan jenis dan frekuensi tertinggi dalam kemunculan “preposition in”. “Preposition in” dalam penanda tempat secara makna kontekstual mendefinisikan hubungan antara figur dan objek referensi. Dapat disimpulkan bahwa figur menempati referensi objek, tidak menempati referensi objek, dan berada dalam referensi objek. Sementara pada makna kontekstual penanda waktu, “preposition in” digunakan dalam kondisi spesifik dan non-spesifik.
Cover, Susunan Kepengurusan, Pengantar Redaksi, Daftar Isi Redaksi Jurnal SORA
Jurnal Sora : Pernik Studi Bahasa Asing Vol 4 No 1 (2019): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.955 KB) | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v4i1.38

Abstract

Page 3 of 10 | Total Record : 96