cover
Contact Name
Andreas Christian Louk
Contact Email
andreas.louk@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfisika@undana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
ISSN : 25035274     EISSN : 26571900     DOI : https://doi.org/10.35508/fisa
Jurnal Fisika – Fisika Sains dan Aplikasinya diterbitkan oleh Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknk - Universitas Nusa Cendana secara berkala (setiap 6 bulan) yaitu setiap bulan April dan Oktober, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang Fisika beserta dengan terapan ilmu fisika. Artikel yang dipublikasi dalam Jurnal FiSA dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN SERAT SELULOSA DARI LIMBAH KERTAS Intan M.P. Dewi; Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Minsyahril Bukit; Hadi Imam Sutaji
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6838

Abstract

Abstrak Plastik konvensional yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan terjadinya penumpukan limbah plastik dan menyebabkan masalah pencemaran lingkungan karena plastik sulit terurai oleh mikroorganisme. Bioplastik merupakan salah satu solusi yang digunakan dalam mengurangi pencemaran lingkungan, sifatnya yang mudah terdegradasi dan terurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang cukup singkat membuat plastik tersebut ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan bioplastik pada penelitian ini adalah pati jagung dan serat selulosa yang diekstrak dari kertas bekas menggunakan metode Asetilasi. Tujuan umum dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat selulosa pada sampel bioplastik dengan gliserol berperan sebagai pemlastis. Analisis bioplastik dilakukan dengan melakukan pengukuran uji kekuatan tarik, uji daya serap air, uji biodegradasi, dan pengamatan struktur menggunakan mikroskop optik. Hasil uji kuat tarik terbaik didapat pada penambahan 2 gram pulp selulosa, dengan nilai kuat tarik sebesar 1,65 MPa dan persentase nilai elongasi sampel 25%. Untuk uji daya serap air dengan persentase terkecil didapat pada penambahan 1 gram pulp dengan nilai 35,48%. Hasil uji biodegradasi terbaik adalah pada penambahan 1 gram dan 2 gram, dengan lama waktu degradasi 13 hari. Abstract Conventional plastics which are often used in everyday life cause the accumulation of plastic waste and cause environmental pollution problems because plastics are difficult to decompose by microorganisms. Bioplastic is one of the solutions used in reducing environmental pollution, its nature is easily degraded and decomposed by microorganisms in a fairly short time making the plastic environmentally friendly. The materials used in the manufacture of bioplastics in this study are corn starch and cellulose fibers which are extracted from wasted paper using the acetylation method. The general objective of this study was to determine the effect of adding cellulose fibers to bioplastic samples with glycerol acting as plasticizers. Bioplastic analysis is carried out by measuring the tensile strength test, water absorption test, biodegradation test, and observing the structure using an optical microscope. The best tensile strength test results were obtained in the addition of 2 grams of cellulose pulp, with a tensile strength value of 1.65 MPa and a percentage of the sample's elongation value of 25%. For the water absorption test with the smallest percentage was obtained the addition of 1 gram of pulp with a value of 35.48%. The best biodegradation test results were in the addition of 1 gram and 2 grams, with a degradation time of 13 days.
ANALISIS MATERIAL SERAT ALAM TEBU SEBAGAI BAHAN PEREDAM SUARA Billy Cessar Bimara; Aulia Rahma Azizah; Tri Anita Wulansari; Upik Nurbaiti; Fianti Fianti
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6839

Abstract

Abstract Material Sugarcane natural fiber material can be used as a sound absorber material. In measuring the value of the sound absorption coefficient of the cane natural fiber silencer using the sound level meter application on the smartphone to measure the intensity of sound (dB) and the frequency generator application connected to the speaker as a sound source (Hz). The test uses an acoustic box as a miniature room that will be tested for its sound absorption coefficient values coated with sugarcane natural fibers. The purpose of this study is to find out the influence of sugarcane fibers in reducing noise and to find out the effect of frequency variations on the value of the sound absorption coefficient. Measurement of the noise level of the sugarcane natural fiber material on the acoustic wall produces different sound absorption coefficient values based on variations in the frequency of the sound source. The greater the frequency value, the higher the absorption coefficient value. Frequency variations used include 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, 2000 Hz, 2500 Hz, and 3000 Hz. The value of the sound absorption coefficient drops at a frequency of 1000 Hz but there is a re-increase at frequencies above 1500 Hz. The smallest sound absorption coefficient is obtained at the time of frequency 1500 Hz with a value of = 0.01047 and the largest at the time of frequency 3000 Hz with a value of = 0.10139. The coefficient value is too small, so it is not effective in muffling the sound.
ANALISIS TIPE IKLIM DI KABUPATEN ROTE NDAO Marselina E. Ndu Ufi; HeryLeo Sianturi; Apolinaris S. Geru
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6840

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang Analisis Tipe Iklim di Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan unsur iklim yaitu curah hujan. Data curah hujan yang digunakan dari tahun 1998-2018 (20 tahun) yang tersedia di 6 Pos hujan yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil curah hujan dan mengetahui tipe iklim yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Schmidt-Ferguson dan metode Oldeman. Dimana metode Schmidt-Ferguson di gunakan frekuensi bulan basah dan bulan kering, sedangkan metode Oldeman menggunakan data rata-rata curah hujan bulanan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Profil curah hujan di Kabupaten Rote Ndao tergolong sebagai pola hujan Monsunal. Karakteristik dari pola hujan ini adalah mempunyai distribusi curah hujan bulanan berbentuk “U” dengan jumlah curah hujan minimum pada bulan Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober. Jika diperhatikan berdasarkan grafik rata-rata tahunannya, pola hujan monsoon memiliki puncak curah hujan maksimum yaitu pada bulan Desember, Januari,atau Februari tipe curah hujan yang bersifat unimodal). Sedangkan untuk tipe iklim dari Kabupaten Rote Ndao sendiri menurut klasifikasi Schmidt- Ferguson, daerah tersebut memiliki tipe iklim E atau agak kering dengan kondisi wilayah daerah agak kering dengan vegetasi hutan sabana. Dan untuk tipe iklim menurut klasifikasi Oldeman, daerah tersebut memiliki tipe iklim D4 karna terdapat 3-4 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan kering dan juga dimana wilayah tersebut hanya bisa menanam padi satu kali saja tergantung juga dengan ketersediaan air di tempat tersebut. Abstract The research about an analysis of Climate Type has been conducted in Rote Ndao District using the climate element, rainfall. The data about rainfall used from 1998-2018 (20 years) are available at 6 Rain Posts in Rote Ndao District. The aims of this study is to describe the rainfall profile and find out the type of climate in Rote Ndao District. The method used in this study is the schmidt-ferguson method and the Oldeman method. Where the Schmidt-Ferguson method is used in the frequency of wet and dry months, while the Oldeman method used the average monthly rainfall data. The results obtained from this study are the rainfall profile in Rote Ndao district classified as monsunal rainfall pattern. The characteristic of this rainfall pattern is that it has a "U" shaped rainfall distribution with a minimum amount of rainfall in June, July, August, September and October. If you look at the graph based on the annual average, the monsoon rain pattern has a maximum rainfall peak in December, January, or February the type of unimodal rainfall). Whereas for the climate type of the Rote Ndao district itself according to the Schmidt-Ferguson classification, the area has a climate type E or is rather dry with the condition of the region being somewhat dry with vegetation of savanna forest. And for climate type according to the Oldeman classification, the area has a D4 climate type because There are 3-4 consecutive wet months and more than 6 dry months and also where the area can only grow rice once depending also on the availability of water in the place.
EFEK SINTESIS SILANE COUPLING AGENT PADA SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT SERBUK KENAF Delovita Ginting; Reka Nuansa Fitri
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6841

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas perlakuan kimia larutan silane coupling agent terhadap sifat fisis (densitas dan daya serap air) dan sifat mekanis (kuat tarik dan kuat pukul takik) dari komposit serbuk kenaf. Serbuk kenaf dialkalisasi dengam menggunakan NaOH selama 4 jam, kemudian dihaluskan mengunakan greending machine hingga lolos ayakan 50 mesh. Serbuk kenaf yang telah lolos ayakan kemudian diolah secara kimia dengan larutan silane coupling agent. Variasi konsentrasi larutan silane coupling agent yang digunakan adalah dengan konsentrasi 0%, 10%, 20% dan 30% terhadap massa serbuk kenaf. Serbuk kenaf yang telah disintesis dengan silane coupling agent kemudian dicampur dengan perekat resin epoksi dengan perandingan 30/70 dalam persen berat. Proses kompaksi komposit menggunakan mesin kompaksi Hydrolic Hot Press dengan tekanan 20 Bar pada suhu 125 oC dan waktu penahanan 15 menit. Hasil dari penelitian ini bahwa dengan perlakuan 20% silane coupling agent pada serbuk kenaf efektif meningkatkan sifat fisis dan mekanis komposit. Abstract This study aims to see the effectiveness of the chemical treatment of silane coupling agent on the physical properties (density and water absorption) and mechanical properties (tensile strength and impact strength) of the kenaf powder composite. Kenaf powder was alkalized using NaOH for 4 hours, then mashed using a grinding machine until it passed a 50 mesh sieve. The kenaf powder that has passed the sieve is then chemically treated with a silane coupling agent solution. Variations in the concentration of the silane coupling agent solution used were 0%, 10%, 20% and 30% of the mass of kenaf powder. Kenaf powder which has been synthesized with a silane coupling agent is then mixed with epoxy resin adhesive with a ratio of 30/70 in weight percent. The composite compaction process uses a Hydrolic Hot Press compacting machine with a pressure of 20 Bar at a temperature of 125 oC and a holding time of 15 minutes. The result of this research is that the treatment with 20% silane coupling agent on kenaf powder is effective in improving the physical and mechanical properties of the composite.
KARAKTERISASI CARBON NANODOTS BERBAHAN DASAR LIMBAH IKAN TONGKOL Elisabeth Pratidhina; Michael Jurdan; Pearl Abigail Ermanto; Johan Prabowo; Johannes Benedictus Vidi Atmanjaya; Maria Margareta Meylinda Bhoki
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i2.6842

Abstract

Abstrak Carbon nanodots (CDs) adalah nanomaterial yang memiliki karakteristik dapat memancarkan cahaya setelah menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda. Carbon nanodots (CDs)juga dikenal memiliki sifat optik yang baik, mudah larut dalam air, stabil, memiliki toksisitas rendah, dan dapat disintesis dengan metode sederhana. Carbon nanodots (CDs)dapat dibuat dari limbah biomassa seperti limbah ikan tongkol. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan karakterisasicarbonnanodots dari limbah ikan tongkol. Karakterisasicarbon nanodots (CDs)secara berturut-turut dilakukan dengan penjemuran tulang ikan selama 8 hari, pengovenan pada suhu 2000C selama 1 jam, penghancuran dengan grinder, dan pengovenan kembali pada suhu 2500C dengan lama waktu pengovenan 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Penyiapan sampel dilakukan dengan mencampurkan masing-masing 1 gram bubuk hasil pengovenan dengan akuades 50 mL. Campuran kemudian secara berturut-turut diaduk selama 30 menit, didiamkan selama 30 menit, di centrifuge, dan disaring. Sampel kemudian dikarakteristik dengan analisis UV-Vis dan PL untuk menganalisis sifat-sifat optis. Analisis FTIR juga dilakukan untuk mengidentifikasi gugus fungsi. Berdasarkan analisis UV-Vis, semua variasi sampel menunjukkan panjang gelombang puncak absorbsi sekitar 265 nm. Berdasaran analisis PL, sampel menunjukkan intensitas maksimum pada panjang gelombang antara 470-500 nm, sehingga carbon nanodots mengemisikan cahaya berwarna biru ketika disinari dengan senter UV. Gugus fungsi yang tampak dari analisis FTIR adalah C=C, CºC, O-H, dan C=O=C. Abstract Carbon nanodots (CDs) are nanomaterials that have the characteristics of being able to emit light after absorbing light with different wavelengths. Carbon nanodots (CDs) are also known to have good optical properties, are easily soluble in water, are stable, have low toxicity, and can be synthesized by simple methods. Carbon nanodots (CDs) can be made from biomass waste such as tongkol (Euthynnus affinis) waste. This research was conducted to characterize carbon nanodots from tongkol (Euthynnus affinis) waste. The characterization process are drying the fish bones for 8 days, placing in the oven at 2000C for 1 hour, crushing with a grinder, and placing again in the oven at 2500C for 2 hours, 3 hours, and 4 hours. The sample preparation are mixing 1 gram of each powder with 50 mL aqudes, stirring up the mixture for 30 minutes, standing it for 30 minutes, centrifuging, and filtering. The samples were characterized by UV-Vis and PL analysis to analyze their optical characteristics. FTIR analysis also carried out to identify the functional groups. Based on the UV-Vis analyzes, all the different samples showed the peak absorption wavelength around 265 nm. Based on the PL analyzes, the wavelength maximum intensity is between 470 and 500 nm and emitted blue light when irradiated with a UV flashlight. The functional groups shown from FTIR are C=C, CºC, O-H, andC=O=C.
ANALISIS KINERJA TURBIN SAVONIUS SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Imanuel Oktovianus Silla; Arifin Sanusi; Yeremias M. Pell
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.3811

Abstract

Salah satu energi yang tidak dapat lepas dari kehidupan kita yakni, energi listrik. Sumber energi listrik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu energi yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan energi alternatif berupa energi yang dapat diperbaharui (terbarukan) perlu dilakukan penelitian untuk pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu energi alternatif yang perlu mendapat perhatian yakni energi angin dimana pemanfaatannya memerlukan turbin angin. Turbin angin tipe Savonius merupakan salah satu turbin angin poros vertikal (VAWT) dengan kontruksi sederhana dimana memiliki rotor utama yang berputar secara vertikal dan memiliki kelebihan yang dapat memanfaatkan angin dari semua arah, mampu bekerja pada kecepatan yang rendah, serta tidak memerlukan menara yang terlalu tinggi. Berdasarkan hal tersebut diatas maka dalam penelitian ini dipilih menggunakan turbin angin Savonius dua blade karena membutuhkan putaran yang relatif rendah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan pengukuran langsung terhadap putaran turbin. Tahapan yang dilakukan yaitu mengukur kecepatan angin, torsi turbin, dan tip speed ratio dimana dalam perhitungan dan analisa menggunakan rumus-rumus yang berhubungan dengan Torsi, Koefisien Daya, Koefisien Torsi dan Tip Speed Ratio.Hasil perhitungan dan analisa diperoleh (1) Kecepatan rata-rata angin yang terukur di desa Oenali adalah 8.26 m/s mampu memutar turbin Savonius dengan putaran rata-rata sebesar 654 rpm sehingga menghasilkan Torsi Turbin (Tt) sebesar 0.33 N.m. (2) Koefisien Daya (CP) sebesar 2.8 (%) dengan tip speed ratio sebesar 0.6 (λ). (3) Koefisien Torsi (CT) diperoleh sebesar 8.7 (%), dan Tip Speed Ratio yang diperole sebesar 0.1 (λ).
ANALISIS SIFAT MEKANIK MODIFIKASI KEMIRINGAN MERCU SPILLWAY TIPE OGEE DENGAN STUDI KASUS BENDUNGAN RAKNAMO MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA SOFTWARE ELMER San Arnolus Kain; Ali Warsito; Minsyahril Bukit; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.3964

Abstract

Abstrak Penelitian tentang analisis sifat mekanik modifikasi kemiringan mercu Spillway Tipe Ogee menggunakan metode elemen hingga software ELMER telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besar tegangan, regangan dan deformasi pada mercu spillway bendungan tipe ogee dengan metode elemen hingga. Struktur bendungan dimodelkan dengan bantuan software FreeCAD, kemudian perhitungan metode elemen hingga dengan software Elmer dan dilanjutkan analisis dengan software ParaView. Berdasarkan hasil analisis mercu Spillway tipe Ogee dengan modifikasi kemiringan 41.18o, 45o dan 48.36o menunjukkan tegangan maksimum pada kemiringan 41.18o terjadi pada bagian dinding mercu spillway pada arah sumbu z dengan nilai 2.2 x 105 N/m2, sedangkan tegangan maksimum pada kemiringan 45o dan 48.36o terjadi pada bagian segmen dasar mercu spillway pada arah sumbu xy dengan nilai secara berurutan 2.5 x 105 N/m2 dan 3.0 x 105 N/m2. Regangan yang terjadi pada ketiga modifikasi kemiringan berurutan sebesar 35 x 10-8 , 47.5 x 10-8, dan 65 x 10-8. Deformasi yang terjadi pada ketiga modifikasi berurutan sebesar 1.4 x 10-5 m, 1.9 x 10-5 m dan 2.6x10-5 m. Dari analisis sifat mekanik modifikasi kemiringan mercu Spillway Tipe Ogee dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai regangan dan deformasi semakin besar jika kemiringan mercu Spillway bertambah. Sedangkan nilai tegangan maksimum terjadi pada bagian dinding dan bagian segmen dasar mercu spillway. Kata Kunci : Metode Elemen Hingga, Spillway ogee, tegangan, regangan, deformasi. Abstract Research on the mechanical properties of the modification of the ogee spillway dam with slope variations has been caried out using the finite element method ELMER software. The purposes of this study were to analyze the magnitude of stress, strain and deformation on the ogee spillway. The structure of the dam was modeled with a FreeCAD software, then the calculation of the finite element method with an Elmer software and the analysis used ParaView software. Based on the analysis of the ogee spillway type with slopes of 41.18o, 45o and 48.36o, the maximum stress at the slope of 41.18o occurs in the wall section of the crest spillway in the z axis direction with a value of 2.2 x 105 N/m2, while the maximum stress at the slope of 45o and 48.36o occurs in the base segment of the crest spillway in the xy axis direction with values of 2.5 x 105 N/m2 and 3.0 x 105 N/m2 respectively. The strains that occurs in the three sequential tilt modifications were 35 x 10-8, 47.5 x 10-8, and 65 x 10-8. The deformation occurs in the three sequential modifications of 1.4 x 10-5 m, 1.9 x 10-5 m and 2.6 x 10-5 m. From the analysis of the mechanical properties of the modification of the crest spillway ogee Type it can be concluded that the change in strain and deformation values is greater if the slopes of the crest spillway increases. While, the maximum stress value occurs in the wall and the base segment of the mercu spillway. Keywords : Finite element method, spillway ogee, stress, strain, deformation.
PENGARUH BESAR SUDUT CERMIN TERHADAP EFISIENSI PANEL SURYA Siti Aksa Seku Sidik; Ben Vasco Tarigan; Gusnawati Gusnawati
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.4175

Abstract

Panel surya adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Kinerja panel surya sangat ditentukan oleh seberapa besar radiasi matahari yang dapat diterima. Oleh karena itu, penambahan cermin sebagai reflektor diharapkan dapat mengarahkan lebih banyak radiasi matahari ke permukaan panel surya. Reflektor yang dipasang di samping panel surya dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja panel itu sendiri. Semakin banyak cahaya yang diterima cermin maka semakin tinggi pula daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya tersebut. Percobaan dilakukan dengan variasi empat panel surya dimana terdapat satu panel tanpa menggunakan cermin, satu panel dengan kombinasi sudut 50o dan 30o, 55o dan 30o serta 60o dan 30o untuk mengetahui pengaruh cermin. sudut efisiensi panel surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi panel surya terbesar diperoleh pada sudut 30o dan 60o. Hal ini dikarenakan tegangan dan arus keluaran dari panel surya cenderung menurun jika nilai sudut kemiringannya kecil. Sehingga efisiensi keluaran dari panel surya akan menurun seiring dengan penurunan daya keluaran. Dari hasil perhitungan efisiensi maksimum adalah 17,722% yang terjadi pada hari keempat pengumpulan data pada kombinasi sudut 30o dan 60o, sedangkan efisiensi minimum terjadi pada hari kedua pengumpulan data tanpa menggunakan cermin yaitu hanya 8,415%.
KAJIAN PUSTAKA KOMPOSIT LIMBAH PLASTIK SEBAGAI PAVING BLOK PENGHASIL ENERGI BERKELANJUTAN TERINTEGRASI PIEZOELEKTRIK DAN PHOTOVOLTAIC (VIZO) Farah Yuki Prasetyawati; M. Maulana Yusuf; Alvin Ichwannur Ridho; Afifah Harwanti; Yulianto Agung Rezeki; Sarwanto Sarwanto; Dewanto Harjunowibowo; Sri Budiawanti; Suharno Suharno; Yesiana Arimurti; Dwi Teguh Rahardjo
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.5478

Abstract

This work aims to improve pedestrian functions, improve the welfare of waste banks and scavengers, and fulfil electricity needs for the surrounding community towards Society 5.0. The method of writing is done with secondary data through the latest literature study. The literature study focused on the development of technology for processing plastic waste, photovoltaic (PV), and piezoelectric (PZT) and their use in road construction. The results of the discussion show the potential of plastic waste as a composite material for paving. Similarly, PV and PZT can be integrated together as a producer of renewable electrical energy. With this innovation, VIZO is expected to be able to reduce plastic waste and provide welfare for the community, scavengers, waste banks, and help local government energy-saving programs.
PENGARUH DOPAN ZN PADA BAHAN BARIUM HEKSAFERIT TERHADAP UKURAN KRISTAL DAN SIFAT MAGNETIK Ahmad Fauzi; Hernowo Widodo
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.5775

Abstract

Material barium heksaferit sebagai material magnetik dapat digunakan untuk aplikasi penyerapan gelombang. Namun, untuk membuat bahan penyerap, bahannya harus bahan magnet yang lembut. Untuk saat ini, masalah barium heksaferit masih merupakan material hardmagnetik. Untuk membentuk material magnet lunak yang dimodifikasi dengan doping logam Zn menjadi barium heksaferit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Doping Zn pada material barium heksaferit terhadap ukuran kristal dan sifat kemagnetan. Doping Zn ke dalam barium heksaferit (BaFe12-xZnxO19) variasi doping Zn dengan x = 0, 0,4, 0,6, dan 0,8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mechanical milling, sedangkan pengujian ukuran kristal dan sifat kemagnetan menggunakan alat karakterisasi XRD dan Permagraph. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran kristal sebesar 151,509 nm jika diberikan doping Zn dengan variasi penambahan x = 0,8 dan hasil uji permagraph dari variasi doping Zn dengan x = 0,8 diperoleh sifat kemagnetan berupa nilai koersivitas sebesar 58,97 kA/m, nilai magnet remanen 0,083 Tesla, nilai saturasi magnetik 0,1402 Tesla dan energi hasil kali 1,2 kJ/m2. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa ukuran kristal dan nilai koersivitas berkurang jika diberikan penambahan Zn berlebih. Hal ini menunjukkan bahwa doping Zn pada barium heksaferit mampu memperkecil ukuran kristal dan sifat kemagnetannya. Perubahan ukuran kristal dan nilai koersivitas menjadi lebih kecil menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan bahan magnet lunak.