cover
Contact Name
Andreas Christian Louk
Contact Email
andreas.louk@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfisika@undana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
ISSN : 25035274     EISSN : 26571900     DOI : https://doi.org/10.35508/fisa
Jurnal Fisika – Fisika Sains dan Aplikasinya diterbitkan oleh Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknk - Universitas Nusa Cendana secara berkala (setiap 6 bulan) yaitu setiap bulan April dan Oktober, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang Fisika beserta dengan terapan ilmu fisika. Artikel yang dipublikasi dalam Jurnal FiSA dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
ESTIMASI CELAH ENERGI SENYAWA HASIL EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) MENGGUNAKAN METODE TAUC PLOT Marselinus E. Dandara; Redi Kristian Pingak; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.497 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1049

Abstract

Abstrak Dalam artikel ini, celah energi optik senyawa hasil ekstrak daun Annona Muricata L. diestimasi menggunakan metode Tauc plot. Daun sirsak yang diambil dari Kabupaten Sumba Barat Daya dikeringkan dan dihaluskan kemudian diekstraksi secara maserasi. Selanjutnya, hasil ekstrak ini dievaporasi untuk menghasilkan larutan kental ekstrak daun sirsak. Larutan kental ini kemudian diencerkan kembali untuk memperoleh larutan dengan konsentrasi 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm, yang selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Spektrum serapan UV-Vis yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan celah energi optik senyawa hasil ekstrak daun sirsak. Dengan menggunakan metode Tauc plot, diperoleh nilai celah energi optik rata-rata sebesar 1,830 eV. Kata kunci: celah energi; daun sirsak; spektroskopi UV-Vis, Tauc plot Abstract Estimation of energy gap of compounds extracted from Annona Muricata L. Leaves using Tauc Plot. In this article, optical energy gap of compounds from Annona Muricata L. leaves is estimated using Tauc plot. The leaves taken from Sumba Barat Daya are dried and mashed to become powder, which is then extracted by maceration. The extract is then evaporated to obtain a viscous solution of the leaf extract. The solution is further diluted to obtain solutions with concentration of 100 ppm, 200 ppm and 300 ppm. The solutions are then characterized using UV-Vis spectrophotometer. UV-Vis absorption spectrum obtained is then analyzed to obtain optical energy gap of the material. Using Tauc plot method, the average optical energy gap of the extract is found to be 1,830 eV Keywords: energy gap; Annona Muricata L; UV-Vis Spectroscopy; Tauc Plot
ANALISIS PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE DI WILAYAH PERAIRAN ENDE, NUSA TENGGARA TIMUR Celiana F. J. P. Soares; Abdul Wahid; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.953 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1428

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang analisis pasang surut menggunakan metode Least Square di wilayah perairan Ende, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen harmonik pasang surut menggunakan metode Least Square serta menganalisis tipe pasang surut menggunakan bilangan Formzahl. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa komponen pasang surut yaitu M2, S2, N2, K1, O1, Q1 dan tipe pasang surut di perairan Ende termasuk tipe campuran condong keharian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan nilai Formzhal (F) setiap bulannya adalah (0,38), (0,31), (0,25), (0,28), (0,38), (0,44), (0,41), (0,33), (0,25), (0,27) (0,35) dan 0,42. Hasil analisis pasang surut menunjukkan nilai amplitudo harmonik pasang surut ganda utama M2 dan S2 lebih dominan dibandingkan komponen pasang surut tunggal utama K1 dan O1. Kata Kunci: Least Square, Campuran Condong Harian Ganda, Perairan Ende. Abstract Research on tidal analysis has been done using the Least Square method in the sea area surrounding Ende, East Nusa Tenggara. This research aims to determine the components of tidal harmonics using the Least Square method and to analyze the type of tides using Formzhal number. Based on the results of analysis data, it is known that tidal harmonic components are M2, S2, N2, K1, O1, Q1 and the type of tides in Ende sea included mixed type of tide prevailing semidiurnal with Formzhal (F) value of (0.38), (0.31), (0.25), (0.28), (0.38), (0.44), (0.41), (0.33), (0.25), (0.27), (0.35), and 0.42. The results show the amplitude of the main tidal component M2 and S2 is the dominant component in the Ende Sea compared to the main single tidal component K1 and O1. Keywords: Least Square, Mixed Tide Prevailing Semidiurnal, Ende Sea.
ANALISIS KEMUNCULAN SPREAD F DI ATAS KUPANG Adrianus Marselus Seran; Ali Warsito; Jehunias L. Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.47 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1430

Abstract

Abstrak Telah dilakukan dilakukan penelitian tentang kemunculan spread F di atas Kupang dengan menggunakan data hasil scalling ionogram pada tahun 2013 hingga 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerakteristik kejadian spread F dan variasi tipe kemunculan spread F berdasarkan klimatologi kemunculannya yang berdampak pada perambatan gelombang radio High Frequency (HF;3-30 MHz) dan sistem navigasi berbasis satelit yang dikenal Global Navigation Satelit System (GNSS). Kemunculan spread F mempunyai korelasi dengan kejadian sintilasi yang bersumber dari aktivitas matahari dan gelombang gravitasi yang umunya terjadi pada malam hari (18.00-06.00) LST. Hasil analisis kemunculan Spread F pada periode tahun 2013-2015 menunjukan bahwa kemunculan spead F tertinggi di tahun 2014 dengan tipe spread F frekuensi karena pada periode tahun 2014 masih merupakan puncak siklus matahari ke 24 meskipun dikatakan siklus terlemah atau aktivitas mataharinya sangat minimum namun gangguan aktivitas matahari seperti flare dan CME awal bulan pertengahan bulan tahun 2014 sangat tinggi intensiasnya yang menimbulkan gangguan geomagnet pada lapisan ionosfer sangat besar dimana tipe spread F frekuensi disebabkan oleh gangguan geomagnet. Intensitas kejadian spread F terjadi di pertengahan tahun yakni bulan Juni dibandingkan dengan bulan-bulan awal dan akhir tahun yang tingkat kemunculannya rendah terutama pada fase ekuinoks. Jumlah kemunculan spread F maksimum terjadi pada tengah malam (22.00-03.00) LST dan minimum di awal dan di akhir malam. Analisis dalam domain frekuensi dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT), menunjukan bahwa adanya kemunculan spread F selama 3 tahun (36 bulan) terjadi rentang waktu 200 hingga 600 hari. Frekuensi kemunculan spread F untuk tiap tahunnya adalah 0,1 sampai 0,2 perhari. Informasi ini menunjukan bahwa intensitas kemunculan spread F yang dapat mengganggu perambatang pelombang radio pada lapisan ionosfer di atas wilayah Kupang masih rendah dengan periode kejadian yaitu 365 hari atau 1 tahun selama 3 tahun (2013-2015) dan dapat digunakan sebagai indicator peluang kejadian spread F setiap tahunnya. Kata kunci: Spread F; FFT; Kupang Abstract Research has been conducted on the emergence of the distribution of F above Kupang by using scaling ionogram data from 2013 to 2015. This study aims to study the characteristics of F distribution events and variations in the type of occurrence of F distribution based on their climatology appearance used in High Frequency radio wave moorings (HF ; 3-30 MHz) and a satellite-based navigation system called the Global Navigation Satellite System (GNSS). The appearance of spread F has an interaction with the scintillation event that originates from the activity of the sun and the wave of release that occurs at night (18.00-06.00) LST. The results of the analysis of the emergence of the F spread in the period 2013-2015 indicate that the appearance of the highest F spead in 2014 with the type of spread F frequency in the period of 2014 is still the peak of the 24th solar cycle which is expected to be protected or used by the minimum sun to be used to monitor solar activity such as flares and CME at the beginning of the middle of 2014 is very high, which causes geomagnetic disturbances in the ionospheric layer to be very large where the frequency F type spread is related to geomagnetic interference. The intensity of diffuse F events occurs in the middle of the year in June compared to the initial and end of the year with a low rate of occurrence in the equinox phase. The maximum number of occurrences of the F spread occurs at midnight (10:00 p.m.: 00: 00) LST and minimum at the beginning and end of the night. Analysis in the domain using the Fast Fourier Transform (FFT) method, showed that there were occurrences that spread F for 3 years (36 months) occurring in the range 200 to 600 days. The frequency of occurrence of spread F for each semester is 0.1 to 0.2 per day. This information shows that the intensity of the spread of occurrence of F that can be carried out by radio waves in the ionospheric layer above the Kupang region is still low with an event period of 365 days or 1 year for 3 years (2013-2015) and can be used as an Annual indicator. Keywords: Spread F; FFT; Kupang
ANALISA KOMPUTASI PERGERAKAN ORBIT BUMI TERHADAP MATAHARI BERDASARKAN HUKUM KEPLER MEMANFAATKAN WOLFRAM MATHEMATICA Leonia M. F. B. Da Silva; Ali Warsito; Andreas Christian Louk
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.221 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1431

Abstract

Sebuah simulasi yang menggambarkan lintasan orbit benda langit telah dilakukan dengan menggunakan Wolfram Mathematica versi 10.3. Penyelesaian persamaan diferensial dalam kasus orbit bumi terhadap matahari yang bergerak mengikuti gerak elipsoidal diselesaikan dengan persamaan Euler-Lagrange. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hukum Kepler II dalam kasus orbit benda langit berbentuk elips yang meliputi kecepatan dan posisi setiap saat. Dari hasil simulasi metode Euler yang telah dilakukan dapat dilihat pada notebook mathematica berupa grafik orbit bumi berbentuk elips pada setiap percepatan saat nilai , sehingga dapat dikatakan memenuhi hukum Kepler I. Dari simulasi ini juga diperoleh nilai eksentrisitas () sebesar 0,562437, energi total () sebesar -0,21875 kg m2/s2 dan -0.218758 kg m2/s2 dan nilai periode () sebesar 21,7112 s dan 21,7114 s. Kata Kunci: orbit, simulasi gerak elipsoidal, Euler-Lagrange, Hukum Kepler. Abstract A simulation that describes the trajectory of the orbit of a celestial bodies has been done by using Wolfram Mathematica software version 10.3. differential equations in the case of the earth’s orbit around the sun that moves along the ellipsoidal are solved by the Euler-Lagrange equation. This research aimed to proved the law of Kepler II in the case of the orbit an elliptical celestial bodies which includes velocity and position at any time. From the results of the Euler method simulation that has been carried out, it can be seen on the Mathematica notebook in the form of graphs of earth’s elliptical orbit trajectories in each acceleration when the value of , so that it can be said to fulfill Kepler’s I law. From this simulation also obtained the value of eccentricity () : 0,562437, total energy (E) : -0,21875 kg m2/s2 and E: -0,218758 kg m2/s2 and value of period (T) : 21,7112 s and T: 21,7114 s. Keywords: orbit, Ellipsoidal motion simulation, Euler-Lagrange, Kepler’s Law.
PENGEMBANGAN KEDELAI LOKAL ASAL ALOR MENGGUNAKAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA (NUKLIR) YANG TOLERAN KONDISI LINGKUNGAN YANG BURUK DENGAN CURAH HUJAN YANG RELATIF RENDAH DAN PRODUKSI MENINGKAT Dewinta Kristin Dakapuling; Bartholomeus Pasangka; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.707 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1433

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode irradiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanaman kedelai lokal asal Alor di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kacang kedelai lokal asal Alor dengan aplikasi irradiasi multigamma untuk mendapatkan varietas bakal unggul yang dapat beradaptasi dengan kondisi curah hujan yang relatif rendah dan produksi meningkat dan menentukan dosis yang tepat untuk memperoleh varietas kacang kedelai unggul, serta mengiventarisasi karakteristik unggul kacang kedelai hasil irradiasi multigamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang tepat pada pemulihan tanaman kedelai berkisar antara 2000 rads-3000 rads. Karateristik bakal unggul yang lebih baik pada dosis 3000 rads dibandingkan dengan 2000 rads dan 4000 rads. Estimasi peningkatan produksi kedelai lokal Alor ditunjukkan pada dosis 3000 rads dan 2000 rads meningkat yakni masing-masing 47,3% dan 42,8% berbeda dibandingkan dengan dosis 4000 rads yang mencapai 23,2%. Kata kunci: Kedelai; Irradiasi; Multigamma Abstract Development of Local Soybean from Alor using Multigamma Irradiation Method (Nuclear) Tolerant Condition of Rain Low Relative and Production Increased. Had been researched by using a multi gamma irradiation method for genetic engineering on local soybean plant from Alor in Kabola Sub-District, Kabola District Alor Regency was done. This research aims to develop local soybean from Alor with multigamma irradiation application to obtain superior varieties that can adapt to low relative rainfall conditions and increased production and determine the appropriate dose to obtain superior soybean varieties, as well as to inventory the superior characteristics of soybean result of multigamma irradiation. The results showed that the exact dosage of soybean crop recovery ranged from 2000 rads-3000 rads. Characteristics would be superior at doses of 3000 rads compared to 2000 rads and 4000 rads. The estimated increase in local soybean production Alor shown at doses of 3000 rads and 2000 rads increased by 47.3% and 42.8% respectively compared to the dose of 4000 rads which reached 23.2%. Keywords: Soybean; Irradiation; Multigamma
RANCANG BANGUN ALAT PERAGA PRAKTIKUM GERAK JATUH BEBAS Obet A. Atani; Laura A. S. Lapono; Andreas Christian Louk
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.599 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1435

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah sistem alat peraga praktikum gerak jatuh bebas dengan memanfaatkan fotodioda dan LED inframerah untuk mendeteksi gerak benda. Arduino Mega ADK sebagai pengontrol sistem, digunakan metode regresi non-linear polinomial orde dua dan bantuan bahasa pemrograman delphi 2010 untuk menganalisis persamaan gerak benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai waktu tempuh benda, percepatan gravitasi, kecepatan dan grafik ketinggian serta kecepatan terhadap waktu. Nilai waktu tempuh objek yang diperoleh dari sensor pertama hingga sensor duabelas secara berturut-turut adalah 0.013944 s, 0.12069 s, 0.187906 s, 0.242262 s,0.289044 s, 0.330328 s, 0.36791 s, 0.402518 s, 0.435036 s, 0.465516 s, 0.494536 s, 0.522316 s. Nilai Kecepatan dari sensor pertama hingga sensor duabelas secara berturut-turut adalah -0.998308 m/s, 2.043109 m/s, -2.701001 m/s, -3. 233022 m/s, -3.690912 m/s, -4.094988 m/s, -4.462831 m/s, -4.801565 m/s, -5.119842 m/s, -5.418172 m/s, -5.702212 m/s, -5.974115 m/s. Nilai percepatan gravitasi yang diperoleh pada lokasi dengan posisi lintang -10.155021° dan elevasi 43 meter adalah −978,893.4689 ± 26.453
KAJIAN AWAL SPEKTRUM SERAPAN UV−Vis SENYAWA HASIL EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) ASAL TARUS KABUPATEN KUPANG Yongki Pawe Due; Minsyahril Bukit; Albert Zicko Johannes
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.057 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1437

Abstract

Abstrak Penelitian tentang kajian awal spektrum serapan UV−Vis senyawa hasil ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) asal Tarus Kabupaten Kupang telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai jangkauan serapan, koefisisen serapan, celah energi dan koefisien ekstingsi spesifiknya. Daun jeruk nipis kering dihaluskan sampai menjadi serbuk, diekstraksi secara maserasi,dievaporasi menggunakan evaporator, kemudian diencerkan dengan menggunakan pelarut etanol. Selanjutnya hasil tersebut dikarakterisasi menggunakan Spektrometer UV-Vis untuk mendapatkan spektrum serapannya. Berdasarkan hasil analisis spektrum serapannya, jangkauan serapan untuk konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm berkisardari 200 nm sampai 700 nm. Nilai koefisien serapan maksimumnya pada 100 ppm sebesar4,387cm-1, 200 ppm sebesar6,589cm-1dan 300 ppm sebesar8,044cm-1. Nilai celah energinya sebesar 1,838 eV. Berdasarkan nilai celah energi tersebut senyawa hasil ekstraksi daun jeruk nipis dapat dikelompokan menjadi bahan semikonduktor. Nilai koefisien ekstingsi spesifik maksimumnyaadalah 15.841mL gram-1 cm-1pada panjang gelombang 212 nm. Kata Kunci: Daun jeruk nipis, spektrum serapan, jangkauan serapan, koefisien serapan, celah energi dan koefisien ekstingsi spesifik Abstract The preliminary study of the UV-Vis absorption compounds spectrums from the extraction of lime leaves (Citrus aurantifolia) from Tarus on Kupang regency was conducted. The purpose of this study is to determine the absorption range value, absorption coefficient, energy gap, and specific extinction coefficient. Dry lime leaves are mashed, extracted, evaporated, then diluted using ethanol solvent. Furthermore, the results were characterized using a UV-Vis spectrometer to obtain the absorption spectrum. Based on the results of the absorption spectrum analysis, the absorption range for concentrations of 100 ppm, 200 ppm, and 300 ppm ranges from 200 nm to 700 nm. The maximum absorption coefficient values at 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm are 4,387 cm-1, 6,589 cm-1, 8,044 cm-1 respectively. The value of the energy gap is 1,838 eV. Based on the energy gap values, the compounds extracted from lime leaves can be classified as semiconductor materials. The maximum specific extinction coefficient value is 15.841 mL gram-1 cm-1at 212 nm. Keywords: Lime Leaves, Absorption spectrum, Absorption range, Absorption coefficient, energy gap, and specific extinction coefficient
PEMETAAN DISTRIBUSI KANDUNGAN RADIOISOTOP DI DAERAH PERKEBUNAN UBI KAYU DI NUABOSI ENDE FLORES Yohanes Jean Del Rosario Lake; Bartholomeus Pasangka; Jehunias Leonidas Tanesib
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.944 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.975

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian di wilayah perkebunan ubi kayu Desa Ndetundora III Nuabosi Kecamatan Ende Kabupaten Ende mengenai pemetaan distribusi kandungan radioisotop. Tujuan penelitian ini menentukan interval cacah radiasi dan temperatur di daerah perkebunan, memetakan distribusi kandungan radiosotop di daerah perkebunan berdasarkan cacah radiasi dan temperatur serta mengestimasi luas daerah yang cacah radioisotopnya cukup tinggi. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari observasi, mapping, analisis dan interpretasi data. Data yang diperoleh dalam penelitian di lapangan adalah nilai cacah radiasi permenit (Cpm), temperatur tanah, elevasi dan data lintang bujur, data-data ini yang kemudian digunakan untuk membuat peta. Hasil penelitian diperoleh bahwa distribusi kandungan radioisotop di lokasi berkisar dari 11 cpm - 22 cpm dan temperatur berkisar dari 22oC - 31oC. Keseluruhan area penelitian memiliki kadar radiasi yang rendah. Kontaminasi radioisotop pada lingkungan masih tergolong rendah dan secara umum cacah radiasi dan temperatur masih berada pada batas toleransi. ABSTRACT [Title: Distribution Mapping Of Radioisotop Content In Wooden Sweet Plant Areas In Nuabosi Ende Flores] Research has been carried out in the cassava plantation area of ​​Ndetundora III Nuabosi Village, Ende Sub-district, Ende Regency about the distribution mapping of radioisotope content. The purposes of this study are; first, to determine the interval of radiation counts and temperatures in the plantation area: Second, to map the distribution of radioisotope content in the plantation area based on radiation counts and temperature; Third, to estimate the area with a high radioisotope count. The research method that used in this study consists of observation, mapping, analysis and interpretation of data. Data obtained in the field of research are the value of radiation counts per minute (Cpm), soil temperature, elevation and latitude longitude data, these data are then used to make maps. The results showed that the distribution of radioisotope content in the research sites based on radiation counts, ranged from 11 cpm - 22 cpm and temperatures ranged from 22oC - 31oC. The entire research area has low radiation levels. Radioisotope contamination in the environment is still classified as low contamination and generally the radiation count and temperature are still at the tolerance limit.
KAJIAN DISTRIBUSI INTENSITAS CAHAYA PADA FENOMENA DIFRAKSI CELAH TUNGGAL DENGAN METODE BAGI DUA DAN METODE NEWTON RAPHSON Richard Umbu Datangeji; Ali Warsito; Hadi Imam Sutaji; Laura A. S. Lapono
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.9 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.976

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang distribusi intensitas cahaya pada fenomena difraksi celah tunggal dengan tujuan menerapkan metode Bagi Dua dan metode Newton Raphson untuk memperoleh solusi jarak antara dua titik intensitas dalam fenomena difraksi celah tunggal, menetukan jarak antara dua intensitas pada pita terang, memperoleh grafik distribusi intensitas cahaya terhadap jarak pada kasus difraksi cahaya Franhoufer celah tunggal, serta membandingkan kekonvergenan metode Bagi Dua dan metode Newton Raphson. Solusi jarak antara dua intensitas pada pita terang pada kasus difraksi cahaya Franhoufer celah tunggal diperoleh dengan mencari akar-akar persamaan intensitas cahayanya. Hasil penelitian menunjukan jarak yang semakin besar ketika intensitasnya makin kecil. Ada tiga puncak intensitas, yang pertama puncak untuk intensitas maksimum pada terang pusat yang berada pada jarak 0 cm dan dua puncak untuk terang pertama setelah terang pusat yang mana intensitasnya tinggal 0.05I0 dan berada pada jarak 0.154875 cm sebelah kiri dan sebelah kanan dari intensitas maksimum. Grafik antara jarak dengan perbandingan intensitas terhadap terang maksimum berbentuk sinusoidal, terdapat tiga puncak intensitas. Puncak pertama menunjukan intensitas maksimum yang terdapat pada pita terang pusat dan dua puncak dengan intensitas 0.05I0 yang berada pita terang pertama. Pada kasus ini diperoleh hasil bahwa metode Newton Raphson lebih cepat konvergen dari metode Bagi Dua karena hanya memerlukan 4 iterasi untuk memperoleh solusi, sedangkan metode Bagi Dua membutuhkan 20 iterasi. Metode Newton Raphson juga memiliki nilai error pendekatan lebih kecil dari metode Bagi Dua yaitu 6.43929 x 10-13 sampai 7.52642 x 10-7 sedangkan metode Bagi Dua 1.90735 x 10-6. Abstract Research on the distribution of light intensity in the phenomenon of single slit diffraction has been carried out with the aim of applying the Bisection method and the Newton Raphson method to obtain a solution between two points in a single slit diffraction phenomenon, determining the distance between two point of intensity in the bright band, obtaining a graph of the light intensity distribution to distance in the case of Franhoufer single slit light diffraction, and comparing the speed of convergence of the Bisection method and the Newton Raphson method. The solution of the distance between two intensities in the bright band in the case of Franhoufer light diffraction in a single slit obtained by looking for the roots of the light intensity equation. The results of the study show that the greater the distance when then intensity gets smaller. There are three peak intensities, the first peak for the highest intensity in the central bright band which is located at a distance of 0 cm and two peaks in the first bright with the intensity is 0.05I0 and is 0.154875 cm left and right of the maximum intensity. The graph between the distance and intensity ratio is sinusoidal, which is three peak intensities. The first peak shows the highest intensity in the central bright band and the two peaks with the intensity of 0.05I0 which is the first bright band. In this case the results of the Newton Raphson method are converged faster than the method of Bisection because it only requires 4 iterations to obtain a solution, while the Bisection method requires 20 iterations. The Newton Raphson method also has a smaller error value than the Bisection method, which is 6.43929 x 10-13 to 7.52642 x 10-6 when the Bisection method is 1.90735 x 10-6.
ANALISIS KANDUNGAN DARI PASIR PANTAI PEH PULO KABUPATEN BLITAR MENGGUNAKAN XRF DAN XRD Muhammad Roy Asrori; Yana Fajar Prakasa; Dinar Rachmadika Baharintasari; Sumari Sumari
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.728 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.1240

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul analisis kandungan mineral pasir pantai Peh Pulo Kabupaten Blitar menggunakan XRF dan XRD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persentase kandungan mineral dalam pasir pantai Peh Pulo Kabupaten Blitar. Instrumen yang digunakan adalah XRF dan XRD dimana sampel ditempatkan dalam sample holder kemudian diradiasi dengan sinar X. Berdasarkan hasil analisis kandungan unsur dan mineral dalam pasir pantai peh Pulo maka dapat disimpulkan bahwa pasir pantai Peh Pulo memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan material nanoteknologi. Berdasarkan hasil analisis XRF menunjukkan adanya kandungan CaO sebesar 94,46 % dan hasil analisis XRD menunjukkan adanya kandungan mineral jenis Aragonite

Page 7 of 22 | Total Record : 214