cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Tari Jalungmas Cilacap: Representasi Masyarakat Pesisir, Makna, Simbol, dan Refleksi Karakter dalam Perspektif Ekologi Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia; Ramdani, Dadan
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.22132

Abstract

Jalungmas dance is a new dance created by the people of Cilacap, Indonesia. This dance is adapted from Jaipong and Calung Banyumasan dances, formed from the cultural background of coastal communities, which not only feature beautiful movements and music, but also contain deep meanings that reflect their lives, values, and characters. The research aims to analyze Jalungmas dance as a representation of coastal communities, uncover the meanings and symbols contained within it, and examine the reflection of character from an ecological perspective. Using qualitative methods and an interdisciplinary approach, including observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show that this dance represents the close relationship between the community and its natural surroundings, reflected in the movements, props, and musical accompaniment of the dance. Its meaning encompasses harmony, unity, togetherness, independence, and respect for nature. The symbols used reinforce the community's identity as fishermen. This dance also reflects a resilient, adaptive character that upholds local wisdom in living a life close to the sea. In addition, it represents and reflects a hard-working character that is adaptive to the environment. This dance is a medium for preserving local culture and strengthening identity. The research is expected to provide new insights into understanding dance as a representation of society and preserving a cultural heritage that is rich in meaning and noble values.
Analisis Visual dan Makna Filosofis Seni Helaran Buta Kararas Tilas dalam Tradisi Budaya Panjalu, Kabupaten Ciamis Putra, Edi Setiadi
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.21660

Abstract

Seni helaran Buta Kararas Tilas merupakan warisan budaya masyarakat Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang memadukan seni pertunjukan, ritual mistis, dan kepercayaan spiritual. Figur sentral dalam seni helaran ini adalah Buta Kararas (Raksasa Daun Pisang), makhluk mitologis yang diwujudkan melalui representasi visual menyeramkan, busana khas daun pisang kering, dan simbolisme mendalam. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek estetika visual dan makna filosofis Buta Kararas. Data diperoleh melalui studi literatur dan publikasi narasi budaya lokal, serta dokumentasi foto dan video dari beberapa media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa detail rupa Buta Kararas bukan sekedar ornamen artistik, melainkan sarat simbolisme yang terkait kekuatan, kewaspadaan, perlindungan, serta keterhubungan manusia dengan alam dan dunia spiritual. Metode kajian analisis visual dan makna simbolik menggunakan pendekatan Semiotika dari Roland Barthes dan Umberto Eco. Kajian menemukan adanya tiga jenis desain figur Buta Kararas yang menimbulkan perbedaan interpretasi. Hal ini menunjukkan adanya dinamika dalam pewarisan tradisi dan kreativitas komunitas lokal. Penelitian ini menegaskan relevansi seni helaran Buta Kararas Tilas dalam menjaga identitas budaya Panjalu sekaligus memperkuat nilai kearifan lokal Sunda di tengah arus globalisasi.