cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 222 Documents
OPTIMASI SEDIAAN NANOPARTIKEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L) DENGAN VARIASI WAKTU SONIKASI Erni Rustiani; Septia Andini; Anita Rizki Fatmawati
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.26521

Abstract

Centella asiatica L. atau pegagan merupakan herba obat kaya triterpenoid dan flavonoid dengan potensi antioksidan serta antidiabetes. Namun, bioavailabilitas rendah membatasi aplikasinya secara farmasi. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi nanopartikel berbasis kitosan dari ekstrak herba pegagan menggunakan spray drying dan gelasi ionik, dengan variasi waktu sonikasi (90, 120, dan 150 menit) untuk meningkatkan sifat fisikokimia dan efisiensi penjerapan. Simplisia kering diekstrak dengan maserasi etanol 70% (rasio 1:10) selama 3 hari, menghasilkan rendemen ekstrak 20,86% dengan kadar flavonoid total 4,15 ± 0,79% (ekuivalen kuersetin, ditentukan spektrofotometri UV-Vis pada 440 nm pasca kompleksasi AlCl3 dan inkubasi 25 menit). Nanopartikel diformulasikan dengan 1,5% ekstrak, 1,3% kitosan, 2% NaTPP, dan asam asetat; dihomogenisasi 500 rpm selama 30 menit, sonikasi 20 kHz, lalu spray drying (inlet 137°C, outlet 75-80°C). Karakterisasi meliputi kadar air (moisture balance), ukuran partikel dan indeks polidispersitas (PDI; particle size analyzer), potensial zeta (Zetasizer), perolehan kembali, serta efisiensi penjerapan (sentrifugasi dan UV-Vis). Hasil menunjukkan sifat optimal pada sonikasi 150 menit: ukuran partikel 460,7 ± 28,7 nm, PDI 0,471 ± 0,052 (0,5 menandakan homogenitas), potensial zeta -43,57 ± 0,62 mV (koloid stabil), kadar air 6,13 ± 2,34% (10%), perolehan kembali 14,06%, dan efisiensi penjerapan 26,02 ± 1,03%. Sonikasi lebih lama meningkatkan kavitas, mengurangi ukuran partikel dan memperbaiki uniformitas melalui deaglomerasi, meskipun efisiensi moderat akibat polaritas flavonoid. Nanopartikel stabil ini meningkatkan absorbsi dan stabilitas ekstrak pegagan, berpotensi untuk sistem penghantaran antidiabetes dan antioksidan yang tertarget.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN METANOL DAUN CHROMOLAENA ODORATA MENGGUNAKAN METODE DPPH Elly Mulyani; Herlina Herlina; Dewi Winni Fauziah; Karina Primatyas Ningrum
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27367

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan sel sehingga diperlukan senyawa antioksidan untuk menetralkannya. Tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King H.Rob) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan metanol daun kirinyuh menggunakan metode DPPH serta membandingkan nilai IC₅₀ dari kedua pelarut tersebut.Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan metanol. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH pada beberapa variasi konsentrasi, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung persentase inhibisi dan menentukan nilai IC₅₀ melalui persamaan regresi linear.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan persentase inhibisi radikal bebas. Nilai IC₅₀ ekstrak etanol diperoleh sebesar 64,91 ppm, sedangkan ekstrak metanol sebesar 65,83 ppm. Kedua ekstrak termasuk dalam kategori antioksidan kuat. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua pelarut (p 0,05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kirinyuh memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, dengan ekstrak etanol menunjukkan aktivitas yang sedikit lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol.
MONITORING EFEK SAMPING OBAT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN Fifi Alayda Azzahra; Darini Kurniawati; Erlina Syamsu; Saftia Aryzki
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.26438

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatanutama di Indonesia yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin merupakan puskesmas dengan jumlahkasus TB terbanyak di kota tersebut, sehingga risiko kejadian efek sampingobat (ESO) juga tinggi. Penggunaan obat anti tuberkulosis dalamjangka panjangberpotensi menimbulkan ESO, sehingga monitoring perlu dilakukan untukmenjamin keamanan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kejadianefeksamping obat pada pasien TB yang menjalani pengobatan di PuskesmasPekauman Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif denganrancangan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposivesampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien TB. Data diperolehmelalui wawancara menggunakan lembar observasional serta rekammedis pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada usiaproduktif (25–35 tahun). Dari 33 responden, efek samping yang paling seringterjadi adalah perubahan warna urin (66,66%), diikuti gatal (42,42%), mual (18,18%), nyeri persendian dan batuk (masing-masing 12,12%), pusing (9,9%), muntah (6,6%), dan pilek (3,3%).Simpulan: Monitoring efek samping obat TB menunjukkan sebagian besar pasien mengalami ESO dengan gejala dominan berupa perubahan warna urin dan gatal. Monitoring berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
SENYAWA FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DARI EKSTRAK ETIL ASETAT TERPURIFIKASI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) Zainal Abidin; Harti Widiastuti; Mamat Pratama; Rais Razak; Rahmawati Rahamawati
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.26336

Abstract

EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP SWAMEDIKASI DEMAM DI APOTEK WILAYAH KOTA BENGKULU Dewi Winni Fauziah; Luki Dharmayanti; Elly Mulyani; Sumita Andriani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27453

Abstract

Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering mendorong masyarakat melakukan swamedikasi menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas yang tersedia di apotek, seperti parasetamol dan ibuprofen. Keberhasilan dan keamanan swamedikasi sangat bergantung pada tingkat pengetahuan pasien mengenai pemilihan obat, dosis, cara pakai, lama penggunaan, efek samping, serta tanda-tanda yang mengharuskan rujukan ke tenaga medis. Pengetahuan yang kurang memadai berisiko menimbulkan kesalahan pengobatan dan penggunaan obat yang tidak rasional, sehingga penting untuk mengevaluasi sejauh mana masyarakat memahami praktik swamedikasi demam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap swamedikasi demam di Apotek yang berada di wilayah Kota Bengkulu. Penelitian ini dirancang secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan total responden sebanyak 212 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh kelompok usia 26–45 tahun (54%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (69%), dan latar belakang pendidikan S1 (44%).  Mayoritas responden (93,87%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai swamedikasi demam, terutama terkait penggunaan parasetamol dan ibuprofen.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTI-HIPERTENSI TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI SEKUNDER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X Halidah Halidah; Rina Saputri; Salwati Salwati; Melviani Melviani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.26439

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatanutama di Indonesia yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis. Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin merupakan puskesmas dengan jumlahkasus TB terbanyak di kota tersebut, sehingga risiko kejadian efek sampingobat (ESO) juga tinggi. Penggunaan obat anti tuberkulosis dalamjangka panjangberpotensi menimbulkan ESO, sehingga monitoring perlu dilakukan untukmenjamin keamanan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kejadianefeksamping obat pada pasien TB yang menjalani pengobatan di PuskesmasPekauman Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif denganrancangan crosssectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposivesampling, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien TB. Data diperolehmelalui wawancara menggunakan lembar observasional serta rekammedis pasien.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada usiaproduktif (25–35 tahun). Dari 33 responden, efek samping yang paling seringterjadi adalah perubahan warna urin (66,66%), diikuti gatal (42,42%), mual (18,18%), nyeri persendian dan batuk (masing-masing 12,12%), pusing (9,9%), muntah (6,6%), dan pilek (3,3%).Simpulan: Monitoring efek samping obat TB menunjukkan sebagian besar pasien mengalami ESO dengan gejala dominan berupa perubahan warna urin dan gatal. Monitoring berkelanjutan perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) TERHADAP PELAYANAN RESEP DI KLINIK MITRA 10 CEPU KABUPATEN BLORA TAHUN 2026 Rr. Erni Kusuma Putri; Annisah Mahanani; Puput Eka Suryani; Lukmanul Hakim
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.26509

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan untuk menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tujuan utama PRB adalah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis dengan kondisi stabil melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama. Terdapat berbagai kendala dalam pelayanan resep PRB, seperti keterbatasan ketersediaan obat, lamanya waktu tunggu pelayanan, serta perbedaan kualitas pelayanan antar fasilitas kesehatan. Dalam penelitian ini akan dilalukan pengukuran Tingkat kepuasan terhadap PRB di klinik Mitra 10 Cepu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non-eksperimental dengan desain cross-sectional. Analisa dilakukan menggunakan data checklist serta observasi secara langsung untuk penilaian pelayanan kefarmasian. Terdapat total 122 responden pada penelitian ini. Sampel diperoleh dengan metode non probability sampling dengan teknik total sampling. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepuasan pasien Program Rujuk Balik (PRB) terhadap pelayanan resep di Klinik Mitra 10 Cepu Kabupaten Blora Tahun 2026 berada pada kategori sangat puas pada seluruh dimensi SERVQUAL, yaitu reliability (82,54%), responsiveness (82,72%), assurance (83,36%), dan empathy (83,27%).
EFEKTIVITAS TABLET KOMBINASI EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L.) DAN EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea L. Var. Italica) SEBAGAI ANTIDEMENSIA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Erni Rustiani; Lusi Agus Setiani; Cintia Debi Gifa Nur Azzahra
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.24725

Abstract

Background : Centella asiatica contains active compounds such as asiaticoside, asiatic acid, and flavonoids, while broccoli contains sulforaphane, glucosinolates, and flavonoids. These compounds exhibit antidementia activity by enhancing cognitive function, improving memory, and protecting neurons from oxidative damage.Purpose : This study aimed to determine the effectiveness and optimal dosage of a combination tablet containing Centella asiatica herb extract and broccoli extract as an antidementia agent in male albino mice.Methods : The research employed a preclinical experimental design using animal models and the Y-maze method. A total of 25 male mice were divided into five groups: dose I (2,73 mg/20 g body weight), dose II (5,46 mg/20 g body weight), piracetam (11,2 mg/20 g body weight) as the positive control, hyoscine butylbromide (0,03 mg/20 g body weight) as the negative control, and Na-CMC 0.35 mL/20 g body weight as the normal control. All treatments were administered orally for seven consecutive days. On day seven, the mice were subjected to the Y-maze test, and the percentage of spontaneous alternation.
KAJIAN PUSTAKA: EKSPLORASI DAMPAK KLINIS PENGGUNAAN BENZODIAZEPIN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Nur Rezky Rutami Amir; Kurnia Eryani; Fitril Imani; Arya Sigit Kharismawan
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27475

Abstract

Schizophrenia is a chronic psychiatric disorder characterized by positive, negative, and cognitive symptoms. Benzodiazepine are frequently prescribed as adjunctive therapy to antipsychotics. However, theit clinical impact, in terms of both efficacy and safety has yet to comprehensively evaluated. This study aimed to explore the clinical impact   of benzodiazepine use in schizophrenia patients, the domains of therapeutic efficacy and safety. This research use a literature review method by searching Google Scholar, Sciencedirect, MDPI, Semantic Scholar, and Pubmedm published between 2016-2026. Inclusion criteria include Indonesia or English language, original research addressing the clinical impact of benzodiazepine. Of 1.497 article identified, 13 met the criteria and were analyzed comprehensively. These 13 studies demonstrated that benzodiazepine particulary diazepam and lorazepam were effective as adjunctive therapy in managing acute agitation, anxiety, sleep disturbances, and extrapyramidal side effect. From a safety, however long term use exceeding six months was associated with cognitive and global function decline, increased risk of dependence, withdrawal syndrome, higher rehospitalization rates, and elevated mortality. Elderly patient exhibited greater vulnerability due to age related pharmacokinetics changes. These findings indicate that benzodiazepines are beneficial as short term adjunctive therapy during the acute phase of schizophrenia, while long term use significant clinical risk, underscoring the need for careful risk benefit evaluation and monitoring, particulary among elderly patients.
SISTEM PENGHANTARAN OBAT BERBASIS NANOKARIER UNTUK OPTIMASI BIOAVAILABILITAS OBAT ORAL: TINJAUAN SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Rahma Khairunnisa
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.26278

Abstract

Latar Belakang: Pemberian obat secara oral adalah cara paling umum untuk menyediakan obat-obatan, namun banyak obat yang memiliki bioavailabilitas rendah karena tidak larut dengan baik, tidak mudah melewati usus, terurai di perut, dan melewati metabolisme terlebih dahulu. Perangkat pengiriman obat berbasis nanoteknologi telah muncul sebagai pendekatan yang layak untuk mengatasi kendala farmakokinetik ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren penelitian, kerangka pengetahuan, dan kemajuan teoritis sistem pengiriman obat berbasis nanoteknologi dalam meningkatkan ketersediaan hayati obat-obatan yang diberikan secara oral. Kami melakukan tinjauan pustaka sistematis (SLR) dan analisis bibliometrik menggunakan metodologi PRISMA. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif melalui dua sumber metadata, yaitu ScienceDirect dan Publish or Perish, masing-masing menghasilkan 1.000 artikel dengan rentang waktu 2016–2026, sehingga total 2.000 artikel diidentifikasi. Sebelum penyaringan PRISMA, seluruh 2.000 artikel dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan gap penelitian dan novelty melalui visualisasi jaringan kata kunci. Setelah proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 30 artikel terpilih (n = 30). Studi ini mengungkapkan bahwa nanopartikel, ketersediaan hayati, pemberian obat oral, dan metode pemberian obat merupakan masalah penelitian yang dominan. Penelitian saat ini menggunakan platform nanocarrier, termasuk nanopartikel lipid padat, liposom, dan nanopartikel silika mesopori, semakin difokuskan pada peningkatan kelarutan, permeabilitas, dan regulasi pelepasan obat. Kesimpulan: Metode pemberian obat berdasarkan nanoteknologi dapat membantu membuat obat oral lebih tersedia secara hayati. Ini juga merupakan cara potensial untuk menyiasati formulasi sistem penghambat obat oral tradisional. Kata-kata kunci : Bioavailabilitas; Sistem pengiriman obat; Nanopartikel; Nanoteknologi; Pemberian obat secara oral.