cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
UJI AKTIFITAS MUKOLITIK GRANUL SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus) DAN TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TUBERKULOSIS Rahmatullah, St.; Rahmasari, Khusna Santika; Irnawati, Irnawati; Permadi, Yulian Wahyu; Munaya, Arinal; Rahmadhani, Aulia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23570

Abstract

Sereh (Cymbopogon citratus) dan temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan tanaman obat tradisional yang digunakan untuk mengatasi keluhan pernapasan. Keduanya mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai agen mukolitik. Pada penderita tuberkulosis (TBC), keluhan dahak kental dan kepatuhan obat yang rendah menjadi masalah yang sering muncul, sehingga diperlukan bentuk sediaan alternatif yang lebih praktis, salah satunya sediaan granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas mukolitik dan mutu fisik granul sereh dan temu ireng yang diformulasi melalui metode granulasi basah. Pengujian mukolitik dilakukan secara in vitro menggunakan mukus usus sapi sebagai model lendir manusia. Pengukuran viskositas dilakukan dengan viskometer digital pada konsentrasi 200 mg/mL untuk tiga formula: sereh tunggal, temu ireng tunggal, dan kombinasi sereh–temu ireng (1:1), serta dibandingkan dengan kontrol positif asetilsistein 0,1%. Uji mutu fisik granul meliputi organoleptik, waktu alir, sudut diam, kadar air, dan bulk density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi mutu fisik granul dengan waktu alir 7,9–9,6 detik, sudut diam 26,5–30,1°, kadar air 5,8–6,2%, dan bulk density 0,43–0,46 g/mL. Aktivitas mukolitik terlihat dari penurunan viskositas mukus: sereh 190 ± 6 cP (26,9%), temu ireng 168 ± 5 cP (35,4%), dan kombinasi 138 ± 3 cP (46,9%), mendekati asetilsistein 120 ± 4 cP (53,8%)Disimpulkan bahwa kombinasi sereh–temu ireng memberikan efek mukolitik paling tinggi dan berpotensi  dikembangkan sebagai sediaan herbal pendukung terapi batuk pada penderita TBC.
SKRINING RESEP SECARA ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN APOTEK X DIKOTA BENGKULU TAHUN 2023 Lestari, Gina; Astuti, Ranny Puji; Dharmayanti, Luky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23235

Abstract

Skrining resep secara administrasi, farmasetik dan  klinik merupakan  Penelaahan resep memegang peranan penting dalam proses peresepan karena dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko medication error.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pada pasien rawat jalan  pada  apotek X Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang data bersifat retrospektif, pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi semua resep yang masuk di apotek X baik dari dalam apotek maupun dari luar apotek pada tahun 2023 dan kriteria eksklusi resep yang sudah rusak atau robek, resep yang tidak terbaca dan resep yang tidak memiliki kop resep/hanya lembaran kertas biasa. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan resep secara administrasi 71,28% (meliputi kelengkapan nama pasien, alamat pasien, umur pasien, berat badan, jenis kelamin, nama dokter, alat dokter, SIP dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter), kelengkapan aspek farmasetik sebesar 72,75% (yang meliputi nama obat, bentuk sediaan obat, kekuatan obat, jumlah obat dan ketercampuran obat) dan aspek farmasi klinis 61,90% (meliputi aspek ketepatan indikasi dan dosis, aturan pakai, polifarmasi, reaksi obat dan kontraindikasi dan interaksi obat).
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU JAMAIKA (SYZYGIUM MALACCENSE) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Mulyani, Elly; Herlina, Herlina; Fauziah, Dewi Winni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24417

Abstract

Daun jambu jamaika (Syzygium malaccense) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jambu jamaika menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.          Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dievaluasi melalui uji organoleptis, rendemen, dan susut pengering. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kualitatif menggunakan skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuersetin sebagai baku pembanding pada panjang gelombang maksimum 434 nm.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu jamaika positif mengandung flavonoid pada prekasi warna (Uji Wilstater, Uji Bate-Smith dan Uji NaOH 10%) dengan nilai RF sempel (0,97cm) terhadap nilai RF baku pembanding ( 0,97cm). Hasil pengukuran kadar menggunakan spektrofotometri di dapatkan kadar flavonoid total rata-rata sebesar 15%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Bandotan Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nuraini, Intan Adelia; Riyanta, Aldi Budi; Febriyanti, Rizki
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24774

Abstract

Abstrak. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan obat, namun potensinya belum dimanfaatkan maksimal. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia terutama di lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan, dan tepi jalan. Tanaman ini dikenal sebagai gulma, namun secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu senyawa bioaktif utama dari tanaman ini adalah flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis penting termasuk kemampuan menangkal radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bandotan, mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, serta mengetahui aktivitas antioksidan melalui uji DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan terhadap fenol, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH berbasis spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan persen inhibisi/IC₅₀. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mengandung metabolit sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil total flavonoid diperoleh yaitu 218,85 mgQE/g, dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,21 ppm.  Kata Kunci : Antioksidan, Bandotan, Flavonoid, Metabolit Sekunder
UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK INFUNDASI DAN EKSTRAK ETANOL 96% SECARA MASERASI DARI BIJI TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Tabela, Ade Juni Rian; Nabila, Cindiya Okta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24084

Abstract

Penggunaan bahan alam sebagai obat herbal semakin diminati karena dianggap lebih aman dan minim efek samping. Clitoria ternatea L. atau bunga telang dikenal memiliki berbagai senyawa bioaktif, namun bagian bijinya masih jarang dimanfaatkan, maka perlu dilakukan skrining fitokimia dan uji toksisitasnya untuk mngetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat keamanannya sebelum digunakan sebagai bahan baku sediaan farmasi. Penelitian ini mengekstraksi biji telang dengan menggunakan metode infundasi dan maserasi dan dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa aktif metabolit sekunder. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak infusa dan ekstrak etanol biji telang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil uji skrining ini dapat mendukung pemanfaatan biji telang sebagai bahan baku obat herbal yang memiliki dasar ilmiah yang jelas.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DARI EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Napsari, Alfiyah Syafira; Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23660

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang terbatas bahan untuk penyedap rasa (bumbu) dan bahan campuran lainnya. Namun kandungan flavonoid bawang daun mempunyai banyak manfaat salah satunya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid tertinggi dan aktivitas antioksidan paling tinggi berdasarkan pada fraksi n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Metode ekstraksi dilakukan dengan sokhletasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji kualitatif flavonoid dan antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, n-heksana, dan etanol 96% secara berurutan yaitu 391,341%, 261,783%, 156,923%. Sementara nilai IC50 fraksi etanol 96%, n-heksana, dan etil asetat secara berurutan yaitu 2,294 µg/mL, 4,069 µg/mL, 15, 389 µg/mL. Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa flavonoid yang paling tinggi berada pada fraksi etil asetatdan antioksidan yang paling tinggi pada fraksi etanol 96%.
EVALUASI TOKSISITAS SENYAWA FITOKIMIA TANAMAN: ANALISIS LITERATUR TERHADAP DAMPAK DOSIS DAN ORGAN PADA HEWAN UJI Putri, Apriliany Asriany; Ramadhani, Juwita; Fadillah, Aris
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.21505

Abstract

Tanaman obat mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang dikenal memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker. Namun, penggunaan senyawa-senyawa ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan efek toksik terhadap organ vital seperti hati, ginjal, jantung, dan sistem darah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau sejumlah studi ilmiah terkini (2020–2025) yang mengevaluasi toksisitas akut dan subkronis dari senyawa fitokimia tanaman menggunakan berbagai media uji, termasuk tikus Wistar, tikus Sprague-Dawley, dan Artemia salina. Berdasarkan hasil review terhadap sepuluh artikel, ditemukan bahwa beberapa tanaman seperti Camelina sativa, Ridolfia segetum, dan Arbutus unedo menunjukkan toksisitas rendah dan aman pada dosis tertentu. Sebaliknya, ekstrak tanaman seperti Persea americana, Ziziphus spina-christi, dan Rhubarb menunjukkan efek toksik yang signifikan terhadap organ-organ penting, terutama pada dosis tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi toksikologi yang menyeluruh untuk memastikan keamanan penggunaan senyawa fitokimia sebelum diaplikasikan secara luas dalam bidang farmasi maupun pengobatan tradisional.
STUDI FARMAKOVIGILANS: POTENSI EFEK SAMPING PADA OBAT ANTIDIABETES ORAL PASIEN GERIATRI DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DENGAN ALGORITMA NARANJO Luthfiananda, Berliana; Amrullah, Adhi Wardhana; Rahardjoputro, Rolando
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23811

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketujuh terbanyak di dunia dengan diabetes melitus. Salah satu populasi yang banyak mengalami diabetes melitus adalah pasien geriatri. Penggunaan obat jangka panjang khususnya pada pasien geriatri memicu munculnya permasalahan terkait obat salah satunya efek samping obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi efek samping yang disebabkan karena penggunaan obat antidiabetes oral. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan penelitian cohort retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah pasien geriatri rawat inap yang berjumlah 258 sampel yang masuk pada kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan pasien dengan ADR berjumlah 45 pasien sebesar 17,44% dari keseluruhan pasien. Berdasarkan Algoritma Naranjo kejadian efek samping penggunaan obat masuk dalam kategori Possible.
REVIEW JURNAL : AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Jannah, Syauqul; Nurhidayah, Muthia; Ningrum, Karina Primatyas; Apriyanti, Yusna Fadliyyah; Amalia, Desi; Baharyati, Delta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23257

Abstract

Di Indonesia, tanaman yang umum adalah pepaya (Carica papaya L.), karena terdapat berbagai macam zat bioaktif dengan kemampuan antioksidan, terutama pada bagian buah dan daunnya. Baik daun maupun buah pepaya diketahui mengandung vitamin C, tokoferol, senyawa fenolik, serta β-karoten yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas. Dengan menetralkan radikal bebas dan zat kimia reaktif, antioksidan mencegah reaksi oksidasi dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas antioksidan dari berbagai bagian tanaman pepaya. Setiap bagian tanaman yang diekstraksi menggunakan jenis pelarut berbeda menunjukkan variasi tingkat aktivitas antioksidan. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka dengan pendekatan tinjauan naratif, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti PubMed, Google Scholar, MDPI, ScienceDirect, dan ResearchGate. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu untuk memperoleh jurnal yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa bagian pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi buah, kulit, dan daun, dengan aktivitas tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol daun pepaya dengan nilai IC50 8,71 µg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M.Perrry) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Sofa, Faizatul Fitria; Purwanjani, Wahyu; Hapsari, Estuningtyas Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23004

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus epidermidis adalah bakteri yang secara alami terdapat pada permukaan kulit, namun dapat menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu, seperti jerawat. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan pengobatan alternatif dari bahan alami. Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perrry) diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu air terhadap Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan diuji parameter spesifik dan non-spesifik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid, pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25% menghasilkan nilai rata-rata diameter zona hambat masing-masing 15,85 mm, 20,40 mm, dan 22,59 mm.