cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 216 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH Rubus rosifolius Sm. SEBAGAI AGEN FOTOPROTEKTIF ALAMI M. Kholif Rizki Ilhami; Eka Putri Wiyati; Ariesa Oktamauri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27011

Abstract

Penggunaan tabir surya secara rutin dan efektif bisa menekan dampak dari paparan radiasi ultraviolet (UV) seperti kanker kulit, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan eritema. Tanaman yang berperan sebagai fotoprotektif alami yaitu raspberry (Rubus rosifolius Sm.), dimana ekstrak etanol buah ini kaya akan senyawa fenolik, antosianin, dan flavonoid. Adapun terlaksananya penelitian ini ditujukan untuk membuat formulasi ekstrak etanol buah raspberry kedalam sediaan nanoemulgel dan menganalisis aktivitas fotoprotektif serta kriteria fisik berdasarkan nilai SPF (Sun Protection Factor). Metode penelitian mengimplementasikan eksperimental dengan empat perlakuan yaitu kontrol (formula 0) dan formula 1,2,3 masing-masing senilai 4%, 5%, dan 6%. Selanjutnya analisis data dengan melibatkan uji spektrofotometer UV-Visible untuk menentukan nilai SPF, ukuran partikel, stabilitas, daya sebar, viskositas, pH, homogenitas, dan organoleptik. Selain itu juga dilibatkan uji One Way ANOVA. Setiap formula merepresentasikan karakteristik fisik yang baik, homogen, dan stabil dengan nilai pH 5,80–6,05. Nilai SPF meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu F0 sebesar 1,50, F1 sebesar 3,47, F2 sebesar 5,73, dan F3 sebesar 8,80. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antarformula (p0,001). Formula F3 memberikan aktivitas fotoprotektif tertinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai tabir surya alami berbasis nanoemulgel.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP EDEMA KAKI TIKUS Luthfi Nur Athifa; Disa Andriani; Eka Wisnu Kusuma
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.23329

Abstract

ABSTRAKDaun belimbing wuluh salah satu tanaman dengan kandungan flavonoid yang berpotensi antiinflamasi. Pengobatan inflamasi yang dilakukan dengan cara peroral yang dapat menyebabkan efek samping tukak lambung. Pada penelitian ini, dilakukan pengembangan formulasi berupa obat topikal. Penelitian ini untuk menguji sifat fisik gel dan antiinflamasi dengan melihat konsentrasi sediaan yang paling efektif sebagai antiinflamasi. Daun belimbing wuluh dimaserasi dengan etanol 70%. Formulasi gel menggunakan konsentrasi zat aktif 1%, 3%, dan 5%. Pengujian antiinflamasi dilakukan dengan pengukuran volume telapak kaki tikus menggunakan alat plestimometer dan hasilnya dianalisis ANOVA. Hasil penelitian memperlihatkan seluruh konsentrasi sediaan gel memenuhi uji sifat fisik sediaan. Gel ‘ekstrak etanol daun belimbing wuluh’ dengan konsentrasi 5% mempunyai efek antiinflamasi pada tikus jantan (galur wistar) yang diinduksikan karagenan 2% dengan AUC 0,002 (p 0,05) dengan uji Post Hoc gel konsentrasi zat aktif 5% secara signifikan mengurangi edema telapak kaki tikus jantan galur wistar dibandingkan kontrol negatif dan hasil %Daya Antiinflamasi sebesar 62,07%. Kata Kunci : AUC, Daun Belimbing Wuluh, Ekstraksi, Plestimometer, Sediaan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK BUAH RASPBERRY (Rubus rosifolius Sm.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus Selly Pikauli; Eka Putri Wiyati; Luky Dharmayanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27408

Abstract

Infeksi kulit dapat disebebkan bakeri Staphylococcus aureus menjadi masalah Kesehatan, oleh karena itu diperlukannya pengembangan obat antibakteri dari bahan alam. Buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, antosianin serta saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) ke dalam sediaan salep, mengevaluasi karakteristik fisiknya dan menguji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium dengan variasi konsentrasi yaitu 0% (F0), 3% (F1), 6% (F2), 9% (F3). Evluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri dengan difusi agar. Selanjutnya data hasil uji fisik diolah dengan metode observasi eksperimen dan hasil pengukuran zona hambat  dianalisis dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian diketahui bahwa ektrak etanol buah raspberry menghasilkan rendemen sebesar 25% dan pada masing-masing formula memenuhi persyaratan mutu fisik. Formula yang ditambahkan ekstrak menghasilkan pH sesuai rentang fisiologis kulit. Aktivitas antibakteri meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak dengan formula F3 (9%) yang menghasilkan aktivitas tertinggi dengan diameter zona hambat yang mendekati kontrol positif. Hasil pengujian statistik diketahui adanya perbedaan yang signifikan antarformula (p0,05). Sehingga, ekstrak etanol buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sediaan salep terhadap Staphylococcus aureus.
PERAN MIKROBA BAIK DALAM PROSES PEMBUATAN MINUMAN FERMENTASI BUAH-BUAHAN PROBIOTIK Hakim Bangun; Yossy Cesa; Syukur Berkat; Adinda Nabila Putri; Sarah Humaira
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27111

Abstract

Minuman probiotik berbasis buah merupakan produk fermentasi yang kualitasnya sangat ditentukan oleh jenis dan aktivitas mikroba yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran mikroba baik, khususnya Lactobacillus plantarum, Lactobacillus casei, dan Streptococcus thermophilus, dalam proses fermentasi minuman berbasis buah-buahan lokal. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa mikroba tersebut berperan penting dalam proses fermentasi dengan mengubah gula menjadi asam laktat yang menyebabkan penurunan pH, peningkatan jumlah bakteri asam laktat, serta perbaikan karakteristik rasa, aroma, dan tekstur minuman. Minuman probiotik berbasis buah lokal seperti sirsak, semangka, nanas, apel, buah naga, belimbing, stroberi, jambu air, markisa, salak, dan hampalam menunjukkan potensi besar sebagai minuman fungsional karena mampu meningkatkan aktivitas antioksidan, menghambat bakteri patogen, serta mendukung kesehatan pencernaan. Kesimpulannya, mikroba baik merupakan faktor penentu keberhasilan proses fermentasi dan kualitas minuman probiotik, yang berpotensi besar dikembangkan sebagai alternatif minuman sehat alami bernilai gizi tinggi.Kata kunci: bakteri asam laktat, fermentasi buah, kesehatan pencernaan, minuman fungsional, probiotik
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK LIP BALM EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizuz) SEBAGAI ANTIOKSIDAN I Made Wahyu Yogatama; Ida Bagus Putra Mahardika; Ni Putu Ayu Cahya Merta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.27188

Abstract

Kulit Buah Naga Merah memiliki kandungan fitokimia meliputi senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan triterpenoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan sehingga baik untuk melembabkan, menutrisi, dan memelihara kesehatan kulit. Ekstraksi kulit buah naga merah dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan diuapkan pada rotary evaporator sehingga memperoleh ekstrak kental. Hasil rendemen yang didapat adalah 11,282%. Kemudian diformulasikan pada sediaan lip balm dengan konsentrasi 5%,10%,15%. Evaluasi mutu fisik sediaan yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Formulasi menghasilkan Lip balm berwarna coklat kehijauan (F1), coklat (F2), coklat tua (F3). Tekstur semi solid, tidak berbau, pH 5-6 , homogenitas baik, daya lekat baik, dan daya sebar memenuhi syarat. Hasil uji antioksidan pada F1 5% memiliki nilai IC₅₀ (217,68 ppm) , FII 10% memiliki nilai IC₅₀ (252,92 ppm), dan FIII 15% memiliki nilai IC₅₀ (11,60 ppm) dan pada pengujian SPSS mendapatkan hasil tidak ada perbedaan nilai yang signifikan. Pada data yang diperoleh disimpulkan bahwa formula yang paling baik melembabkan adalah FIII berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan kosmetik yang mampu sebagai antioksidan kulit khususnya bibir.
Efektivitas Jamu Godhok Herbal Terhadap Penderita Hipertensi Dengan Candesartan Sebagai Pembanding Raynadi, Davva Ra'uf; Setyowati, Endang; Fadel, Muhammad Nurul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i2.25678

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang mengalamipeningkatan tekanan darah di arteri yang jika terus meningkat, akan menyebabkankomplikasi dan penyakit lebih lanjut seperti stroke, gagal jantung, dan kerusakanginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Jamu godhokherbal maupun Candesartan 16 mg terhadap penurunan tekanan darah penderitahipertensi. Studi penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimental denganpengukuran kondisi sebelum (pre-test) dan kondisi setelah perlakuan (post-test).Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Samplingdengan metode Sampling Jenuh. Sampel yang digunakan yaitu 36 responden yangada di Rumah Sakit Kartika Husada Kedai Herbal Zarisma dengan pembagian 18orang kelompok Jamu herbal dan 18 orang kelompok Candesartan 16 mg. Hasilanalisis data dengan uji Paired Test menunjukkan bahwa Jamu godhok herbalmaupun Candesartan 16 mg memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunantekanan darah penderita hipertensi dengan nilai sig. (2 tailed) adalah 0,001 (p-value0,05). Namun, efektivitas Candesartan 16 mg dalam menurunkan tekanan darahdua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang diberikan Jamugodhok herbal, dengan selisih penurunan masing-masing sebesar 18 mmHg dan 9mmHg.