cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
Uji Stabilitas Sediaan Gel Deodoran Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) Dan Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis L.) Ramadhan, Puteri Wulan; Budi, Setia; Audina, Mia; Noval, Noval
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18455

Abstract

kulit, yang dapat mengganggu kenyamanan diri sendiri serta orang di sekitar. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kandungan antibakteri yang efektif terhadap bakteri penyebab bau badan S.epidermidis dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki kandungan astringen yang dapat menghambat munculnya keringat. Kedua bahan ini dapat diformulasikan menjadi sediaan gel deodoran dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 yang kemudian dievaluasi dan diuji stabilitas dipercepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Carbopol 940 dan menganalisis formulasi yang paling stabil pada sediaan gel deodoran kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia dan uji stabilitas dipercepat. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formulasi sediaan memenuhi persyaratan seluruh evaluasi fisikokimia. Sediaan mengalami perubahan warna, penurunan daya sebar dan bobot sediaan, terjadi peningkatan pH, viskositas, dan daya lekat setelah pengujian stabilitas dipercepat. Berdasarkan analisis statistik, variasi konsentrasi Carbopol 940 berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat sediaan sebelum dan sesudah sediaan diuji stabilitas. Terdapat pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 terhadap hasil evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat sediaan deodoran gel kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dan formula yang paling stabil adalah formula 1.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT ANTIHIPERTENSI ORAL ANTARA CANDESARTAN DAN VALSARTAN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Timur, Willi Wahyu; Mufadillah, Isna Naili; Mardiyanti, Devi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18616

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that is responsible for 72% of deaths worldwide. One of the main health problems is the high prevalence of hypertension, along with the increasing number of new cases. The 2023 SKI results show a high prevalence of hypertension of 30.8% based on the results of checking blood pressure levels. The aim of this research is to find out how effective the two ARB antihypertensive drugs, namely Candesartan and Valsartan, are used at the Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang. The population of this study were outpatient hypertensive patients who took the drugs Candesartan and Valsartan at the Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang in the 2023 period. This study is an observational analysis conducted with a retrospective design. The purposive sampling technique produced 100 samples. Based on the results of the Man Whitney statistical test, there is no significant difference between the use of Candesartan and Valsartan in reducing blood pressure in outpatients at the Sultan Agung Islamic Hospital, Semarang. The conclusion of this research is that the p value is > 0.05.Key words: Hypertension, Effectiveness, Candesartan, Valsartan 
UJI ZONA HAMBAT DAN UJI BEDA EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Z. MAURITIANA LAMM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Yuziani, Yuziani; Agtari, Yolanda; Novalia, Vera
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.14427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas zona hambat dan uji beda dari tiap kelompok ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana Lamm) terhadap pertumbuhan S. aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 7 kelompok perlakuan. KN (kontrol negatif diberikan aquadest), KP (kontrol positif, diberikan Eritromisin), kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak etanol yaitu P1 60%, P2 70%, P3 80%, P4 90%, P5 100%. Rancangan penelitian yang digunakan dengan jumlah 28 sampel yang dihitung menggunakan rumus Federer. Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram. Data dianalisis menggunakan uji Anova menunjukkan nilai 0,000 (< 0,05) berbeda secara nyata dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil uji zona hambat ekstrak etanol daun bidara pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% membentuk zona hambat rata-rata sebesar 9,24 mm, 8,79 mm, 9,30 mm, 10,15 mm, dan 10,99 mm, pada kelompok kontrol positif (eritromisin) sebesar 19,34 mm, dan pada kontrol negatif (aquadest) tidak terbentuk zona hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol  daun bidara (Z. mauritiana Lamm) memiliki tingkat efektivitas yang lemah.
SINTESIS KATALIS CaO DARI CANGKANG TELUR BEBEK UNTUK DEGRADASI TETRASIKLIN DAN ALLURA RED Feronica, Sagita; Ulfa, Ade Maria; Husein, Saddam
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17593

Abstract

Proses fotokatalisis ini limbah tetrasiklin dan katalis CaO akan dicampurkan sehingga diharapkan dari proses fotokatalisis ini dapat mendegradasi limbah tetrasiklin dan membuat kontaminan berkurang atau hilang. Hasil yang diperoleh katalis CaO Cangkang telur bebek memiliki intensitas puncak yang cukup tajam yaitu 2θ= 32,23, 37,39, dan 53,93 serta memiliki serapan pada 3 daerah serapan yaitu 721 cmˉˡ, 875 cmˉˡ, dan 1420 cmˉˡ. Larutan simulasi limbah tetrasiklin dengan konsentrasi 50 ppm setelah dilakukan fotokatalisis berubah warna menjadilebih bening. Larutan simulasi limbah merah allura dengan konsentrasi 50 ppm setelah dilakukan fotokatalisis berubah warna menjadi lebih bening. Degradasi yang terjadi selama proses fotokatalisis menurun seiring dengan lamanya durasi penyinaran lampu UV. Kesimpulan penelitian ini adalah Sintesis katalis CaO dari cangkang telur ayam menghasilkan katalis CaO yang mampu berperan mempercepat reaksi dalam proses fotokatalisis terhadap degradasi limbahtetrasiklin dan limbah merah allura.
PROFIL TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI APOTEK IBNU SINA PRINGSEWU Muhammad, Mahathir Farhan; Lestari, Yovita Endah; Samor, Vania Amanda
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.13748

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan dalam membantu mewujudkan tercapainya derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Selain itu juga sebagai salah satu tempat pengabdian dan praktek profesi apoteker dalam melakukan pekerjaan kefarmasian, salah satunya melakukan Pelayanan Informasi Obat. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan 100 partisipan yang berkunjung ke Apotek Ibnu Sina Pringsewu. Tingkat kepuasan konsumen serta korelasinya dengan karakteristik demografi konsumen diukur menggunakan kuesioner dengan 12 pertanyaan yang tersedia; divalidasi dan diuji reliabilitas menggunakan SPSS 24. Berdasarkan hasil diketahui bahwa rata-rata tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan informasi obat di Apotek Ibnu Sina Pringsewu adalah sangat puas dengan persentase 80-86%, dan diketahui tidak terdapat hubungan antara karakteristik demografi (umur, pekerjaan, jenis kelamin dan pendidikan) konsumen terhadap rata-rata tingkat kepuasan pelayanan informasi obat di Apotek Ibnu Sina Pringsewu.
AKTIVITAS ANTICACING EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) TERHADAP Ascaridia galli Putri, Rr. Erni Kusuma; Widiyantoro, Ari; Suryani, Puput Eka; Mahanani, Annisah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23968

Abstract

Indonesia termasuk negara berkembang yang masih rentan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing. Beberapa Upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka potensi terhadap penyakit tersebut, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan senyawa aktif yang keberedaannya melimpah sebagai produk vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis aktivitas anticacing pada ekstrak dan fraksi daun kedondong (Spondias dulcis). Sampel cacing yang digunakan adalah Ascaridia galli, sedangkan sampel daun kedondong disiapkan melalui metode maserasi menggunakan pelarut methanol. Partisi cair-cair pada sampel menggunakan pelarut n-heksana, diklorometana, etil asetat, dan methanol. Kandungan zat aktif dianalisis untuk mengetahui peran metabolit sekunder terhadap agen anticacing. Uji aktivitas anthelmintik dilakukan terhadap cacing Ascaridia galli dengan variasi konsentrasi 5; 25; 50 mg/mL, serta kontrol positif (mebendazol 5 mg/mL) dan kontrol negatif (NaCl 0,9%), dengan pengamatan waktu paralisis dan kematian selama 24 jam. Hasil skrining menunjukkan ekstrak dan fraksi daun kedondong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid. Uji aktivitas anthelmintik menunjukkan fraksi etil asetat pada konsentrasi 50 mg/mL memiliki waktu paralisis tercepat yaitu 9 jam. Aktivitas anticacing diduga dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder tersebut yang bekerja melalui mekanisme peningkatan permeabilitas membran, gangguan sistem saraf pusat cacing, serta kerusakan lapisan mukopolisakarida. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi daun kedondong sebagai bahan antelmintik alami.
PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR TEMBAGA (CU) PADA AIR SUNGAI SEBAMBAN KABUPATEN TANAH BUMBU Agustin, Nur Syafa; Alawiyah, Tuti; Nastiti, Kunti; Rahmadani, Rahmadani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.22237

Abstract

Sungai Sebamban merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan memiliki panjang 21,859 m. Sungai tersebut memiliki permasalahan dari segi kualitas air. Tingginya aktivitas pertambangan batu bara menyebabkan semakin meningkat jumlah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di sungai. Sehingga, dilakukan upaya penurunan dengan memanfaatkan konsep adsorben berupa ampas teh sebagai material penyerap logam. Ampas teh mengandung selulosa dan memiliki lapisan serat pori-pori yang mampu menyerap logam berat. Penelitian menggunakan True Eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada sampel air sungai dengan teknik perendaman ampas teh dengan variasi waktu kontak (30, 60, dan 90 menit) yang bertujuan untuk mengamati pengaruh penurunan kadar tembaga (Cu) yang ditimbulkan menggunakan Spekrofotometer Serapan Atom (SSA). Penurunan kadar tembaga (Cu) pada waktu 90 menit menunjukkan waktu kontak optimum dengan persentase sebesar 65%. Hasil analisis data uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang artinya terdapat pengaruh perbedaan variasi waktu kontak terhadap penurunan kadar tembaga (Cu). Pemberian adsorben ampas teh dengan variasi waktu kontak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) pada air sungai Sebamban.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS CABANGBUNGIN Mufidah, Destie Elmi; Dewi, Masita Sari; Adiwisastra, Nuzul Gyanata; Rosiana, Rosiana
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24351

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menyerang paru-paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap kualitas hidup pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Cabangbungin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik observasional dengan pengambilan data secara prospektif pada periode Juni-Juli tahun 2025 di Puskesmas Cabangbungin. Hasil  Penelitian sebanyak 52 responden, yang sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berusia 26–35 tahun, berpendidikan SMA, dan mayoritas bekerja. Mayoritas responden berada pada fase lanjutan dan termasuk kategori 1. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Tingkat kepatuhan responden paling banyak pada kategori baik. Selain itu, hampir seluruh responden memiliki kualitas hidup yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan. Tidak ditemukan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup, namun terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dan kualitas hidup.Kata Kunci : Tuberkulosis, Pengetahuan, Kepatuhan, Kualitas Hidup. 
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK RAWAT INAP DI RSUD KEPAHIANG Fauziah, Dewi Winni; Mulyani, Elly; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24361

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia. Meskipun mayoritas kasus ISPA dipicu oleh infeksi virus, antibiotik kerap diresepkan, yang berpotensi memicu terjadinya resistensi apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat. Evaluasi penggunaan antibiotik diperlukan untuk menilai ketepatan indikasi, obat, dosis, dan rute pada pasien anak. Penelitian ini menerapkan desain penelitian non-eksperimental dengan pendekatan observasional deskriptif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak dengan ISPA yang menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kepahiang periode Januari–Desember 2024, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada pedoman DiPiro edisi ke-7 dan ke-9. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien ISPA berada pada rentang usia 1–5 tahun (57,58%) dan didominasi oleh pasien laki-laki (60,61%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 60,61%, ketepatan pemilihan obat 60,61%, ketepatan dosis 98,48%, serta ketepatan rute pemberian mencapai 100%.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Literasi Obat dengan Manajemen Penggunaan Parasetamol dalam Swamedikasi Demam di Komunitas Erwansani, Enggy; Sinaga, Clara Ritawany; Yophita, Cindy
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23680

Abstract

Masyarakat Indonesia sering melakukan swamedikasi untuk mengatasi demam. Penanganan demam pada anak sangat tergantung pada peran orang tua. Tingkat pendidikan orang tua berpengaruh terhadap swamedikasi demam karena swamedikasi membutuhkan pengetahuan obat yang memadai dan tepat. Parasetamol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak karena relatif aman, sehingga menjadi pilihan lini pertama pada demam anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap pemilihan bentuk sediaan dan dosis parasetamol dalam upaya swamedikasi demam. Penelitian ini mencari hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan parasetamol dalam upaya swamedikasi demam masyarakat di salah satu Kota pada provinsi kalimantan timur. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki anak dengan usia 0 bulan - 12 tahun dan pernah menggunakan parasetamol dalam rangka swamedikasi demam. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil dari penelitian antara tingkat pendidikan dengan bentuk sediaan adalah 0,4070,05, dan untuk hasil penelitian dari tingkat pendidikan dengan dosis sediaan adalah 0,1180,05. Dalam hal ini berarti H0 diterima, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan.