cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
Review artikel: Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Desak Putu Putri Satriyani
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.533 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4263

Abstract

Keberadaan radikal bebas memicu terjadinya arterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, gagal ginjal, dan proses penuaan pada manusia. Senyawa yang berperan dalam menangkap radikal bebas disebut sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang menyumbangkan elektron tunggal atau atom hidrogen untuk menstabilkan radikal bebas. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu daun kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat dalam daun kelor. Review artikel ini dibuat menggunakan metode studi literatur ilmiah menggunakan pustaka yang berasal dari jurnal nasional, jurnal internasional, seminar nasional ilmiah, dan buku ilmiah yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir melalui proses pencarian pustaka terkait aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi sebagai antioksidan alami karena mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu flavonoid dan beta karoten.
UJI AKTIVITAS VARIASI GELLING AGENT MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia-pericarpium) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Ade Maria Ulfa; Dewi Chusniasih; Theodora Octavia
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.375 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4469

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Kandungan kimia pada ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia-pericarpium) yang tergolong sebagai antibakteri diharapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah jeruk nipis yang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus serta  mengetahui  gelling agent mana yang lebih baik antara HPMC atau Karbopol 940 pada  sediaan masker gel peel–off. Kulit buah jeruk nipis diekstrak menggunakan etanol 96% dengan menggunakan metode maserasi dan dibuat masing-masing konsentrasi yaitu 5%,10%,15%,20% dan 25%. Kemudiaan hasil ekstrak dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan media Nutrient Agar. Bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi terkecil didapat 1.59 mm dan konsentrasi terbesar didapatkan 11.54 mm. Pada sediaan masker gel peel-off formulasi yang digunakan yaitu masker gel peel-off gelling agent HPMC dan karbopol 940 didapat rata-rata zona hambat 11.55 mm dan 11.20 mm. Pengujian sifat fisik sediaan masker gel peel-off dapat disimpulkan masker gel peel-off (HPMC dan Karbopol 940) sama-sama memenuhi parameter pengujian sedangkan untuk daya hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus, sediaan masker gel peel–off  gelling agent HPMC lebih baik dibandingkan masker gel peel–off  gelling agent karbopol 940.
Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi RSU Wismarini Pringsewu Annisa Primadiamanti; Nur Alfi Mufida Hasni; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.49 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4391

Abstract

Penyimpanan obat bertujuan untuk mempertahankan mutu obat dari kerusakan akibat penyimpanan yang tidak baik, memudahkan pencarian dan pengawasan obat-obatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental menggunakan data yang diambil secara retrospektif dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan daftar tilik. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan acuan Permenkes nomor 72 tahun 2016 dan menggunakan indikator penyimpanan obat sebagai faktor pendukungnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penyimpanan sediaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Wismarini Pringsewu pada poin persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, pengaturan penyimpanan dan metode penyimpanan sudah sesuai dengan standar Permenkes RI No.72 tahun 2016. Poin pengelolaan obat emergency sudah sesuai dengan standar Permenkes RI No.72 tahun 2016. Namun pada indikator nilai TOR, persentase obat kadaluarsa dan stok mati belum sesuai dengan standar yaitu nilai TOR sebesar 7 kali/tahun dengan standar sebesar 10-23kali/tahun dan persentase obat kadaluarsa 1,09% dengan standar < 0,2 %,  stok mati sebesar 13,4% dengan standar 0%.
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Nadiya Eka Wahyuni; Mashuri Yusuf; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.14 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5764

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) yang masih kurang dimanfaatkan mengandung senyawa flavonoid yang sangat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan dan mengukur kadar flavonoid dalam ekstrak etanol kulit bawang merah. Metode penelitian ini mengekstraksi kulit bawang merah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dengan variasi konsentrasi. Hasil ekstraksi diukur aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan kadar flavonoidnya. Hasil ekstraksi diperoleh % rendemen terbaik dari proses ekstraksi di dapatkan pada ekstrak yang menggunakan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 28,88%. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 terbaik didapatkan pada ekstrak dengan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 34,74 ppm. Hasil pengukuran kadar flavonoid terbesar juga didapatkan oleh ekstrak dengan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 948,33 mg QE/g. Konsentrasi dari pelarut mempengaruhi aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid ekstrak etanol kulit bawang merah.
ANALISIS PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) TAHUN 2020 DI PUSKESMAS PALPA BANDAR LAMPUNG Upik Febriyani; Ika Artini; Derian Subagio
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.106 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.4841

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian nasional maupun global pada saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menetapkan program nasional untuk menanggulangi masalah PTM melalui program Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu) PTM yang termasuk penyakit-penyakit seperti DM, Kanker, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang program Posbindu PTM yang telah berjalan di Puskesmas Palapa Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendektan analitik. Pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui teknik wawancara tidak terstruktur atau wawancara terbuka. Analisis data dengan cara triangulasi dengan subyek pemegang program di Puskesmas Palapa, Kepala Puskesmas Palapa, Pemegang Program di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kader. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Posbindu PTM di Puskesmas Palapa belum berjalan dengan baik. Kata Kunci : Program Pos Pembinan Terpadu Penyaki Tidak Menular.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Tutik Tutik; Niken Feladita; Kadek Evaliana
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.628 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5290

Abstract

Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif berbentuk batang, yang merupakan flora normal kulit, namun pada kondisi tertentu bakteri menimbulkan jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapakah konsentrasi minimum yang paling efektif ekstrak bawang merah sebagai gel antijerawat. Penelitian ini melakukan  ekstraksi kulit bawang merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen dari ekstrak kulit bawang merah diperoleh sebesar 9,8%. Hasil ekstraksi diuji KHM kemudian hasil KHM digunakan untuk membuat formulasi gel. Pengujian daya hambat ekstrak kulit bawang merah dan sediaan gel ekstrak kulit bawang merah dilakukan dengan mengunakkan metode sumuran. Konsentrasi hambat minimum (KHM) yang menunjukkan daya hambat adalah 5% dengan rata-rata zona hambat 5,07mm. Kemudian dibuat sediaan gel dengan basis carbopol dan konsentrasi ekstrak sebesar 5% dan 10%. Formulasi terbaik dari sediaan gel yang dibuat adalah sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak sebesar 10%. Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah dalam sediaan gel antijerawat yang paling efektif dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes adalah sebesar 10% dengan zona hambat 10,50mm. Kata kunci: Gel, Kulit Bawang Merah, Antibakteri, Propionibacterium acnes
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI-JUNI 2021 Rizky Hidayaturahmah; Yolanda Okta Syafitri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.408 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5933

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular namun termasuk penyakit yang membahayakan karena hipertensi disebut sebagai the silent disease, penyakit tanpa gejala dimana penderita tidak mengetahui penyakit tersebut berada dalam dirinya hingga melakukan pemeriksaan tekanan darah. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerasionalitasan penggunaan obat antihipertensi menurut Permenkes 2011, meliputi parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemberian dan tepat interval waktu pemberian pada pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa rekam medis pasien hipertensi rawat jalan periode Januari-Juni 2021. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi terhadap 80 data rekam medk pasien hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis periode Januari-Juni 2021 adalah tepat diagnosis (100%), tepat obat (100%), tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%) dan tepat interval waktu pemberian (100%). Kata kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Rasionalitas
UJI EFEKTIVITAS FORMULASI SALEP EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA DIABETES TIPE I PADA TIKUS JANTAN Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti; Faskal Nadi Alim
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.942 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5246

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Salah satu masalah pada penderita diabetes melitus adalah luka. Luka diabetes melitus adalah luka, infeksi, destruksi pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah salep dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif untuk menyembuhkan luka diabetes melitus tipe I. Induksi diabetes melitus tipe I dilakukan menggunakan aloksan monohidrat dengan dosis 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Hewan uji yang sudah dalam kondisi diabetes melitus tipe I dibuat luka sayatan dibagian punggung dengan Panjang 2 cm dan kedalaman luka 2 mm menggunakan pisau bedah (bisturi) no 11. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal tanpa pemberian salep, kontrol negatif diberikan basis salep, kontrol positif diberikan salep komersil, kontrol Uji 1 diberikan salep konsentrasi 10 %, kontrol uji 2 diberikan salep konsentrasi 15 % dan kontrol uji 3 diberikan salep konsentrasi 20 %. Salep diberikan dua kali sehari selama 15 hari. Parameter penyembuhan luka dilakukan dengan mengukur penurunan panjang luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk dengan konsentrasi 20% memberikan kesembuhan pada hari ke-7, salep dengan konsentrasi 10% dan 15% pada hari ke-8. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk nipis dapat dapat digunakan sebagai penyembuhan luka diabetes melitus tipe I.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DIAGNOSA ISPA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS PUGUNG RAHARJO LAMPUNG TIMUR Martianus Perangin Angin; Angga Saputra Yasir; Umu Wafika
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.991 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5286

Abstract

ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang menimbulkan gejala batuk, pilek disertai dengan demam yang dapat berlangsung sampai dengan 14 hari yang dapat mengenai sepanjang saluran pernapasan. Peresepan antibiotika dalam pelayanan kesehatan yang kurang tepat dapat meningkatkan resiko terhadap keamanan pasien. Tujuan penelitian yaitu untuk memberi sebuah gambaran tentang evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotika pasien anak rawat jalan secara kualitatif di Puskesmas Pugung Raharjo Lampung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan data retrospektif. Data yang diambil merupakan rekam medik anak ISPA berumur  5 – 11 tahun sebanyak 38 pasien.Pola penggunaan antibiotik ini dengan satu jenis antibiotik yaitu amoxicillin.Hasil penelitian ini menunjukan yaitu karakteristik pasien ISPA lebih banyak terjadi pada anak laki – laki sebanyak 21 pasien (55,3%). Menurut penelitian metode Gyssens diperoleh data lengkap (VI; 100%), antibiotika sesuai indikasi (V; 100%), tidak ada antibiotik lebih efektif (IVA; 100%), tidak ada pemilihan antibiotik lebih aman (IVB; 100%), pemberian tidak terlalu lama (IVC; 100%), pemberian tidak terlalu singkat (IVD; 100%), pemberian tidak tepat dosis (IIA; 5,26%), interval pemberian tepat  (IIB; 100%), rute pemberian tepat (IIC; 100%), pemberian tepat waktu (I; 100%), tepat/bijak (0; 94,74%). Kesimpulannya yaitu penggunaan antibiotika yang kurang rasional menyebabkan perlunya pengawasan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaanantibiotika.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI AUSTRALIA DENGAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI LOKAL TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Bacillus subtilis Nofita Nofita; Selvi Marcellia; Lukman Diarto
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.097 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5463

Abstract

Tanaman jambu biji (Psidium guajava Linn) ditemukan di seluruh kawasan Indonesia. Daunnya mengandung metabolit skunder seperti polifenol, tannin, flavonoid dan alkaloid yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas ekstrak etanol daun jambu biji Australia dan daun jambu biji lokal sebagai antibakteri.  Daun jambu biji dibuat ekstrak dengan etanol 96% menggunakan metode ultrasonik dan didapatkan rendemen daun jambu biji Australia 30,67% sedangkan daun jambu biji lokal 29,80%. Analisis fitokimia yang dilakukan pada kedua ekstrak didapat kandungan senyawa polifenol, tannin, flavonoid dan alkaloid. Kemudian dilakukan analisi kadar menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan hasil kadar flavonoid dan alkaloid kedua ekstrak berbeda jauh, sedangkan kadar polifenol dan tannin hampir sama. Penelitian ini menggunakan metode disc cakram dengan media yang digunakan yaitu MHA. Ekstrak dibuat 4 konsentrasi yaitu 25%, 50% ,75% dan 100% dengan masing-masing 3 pengulangan. Masing-masing konsentrasi dilakukan uji efektifitas  terhadap bakteri Escherichia coli and Bacillus subtillis. Kedua ekstrak memeiliki efektifitas antara 30,23 sampai 40,52 terhadap bakteri Escherichia coli  dan tidak memiliki efektifitas terhadap bakteri Bacillus subtillis. Kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA, dengan nilai P < 0,05 maka dapat dilanjutkan uji LSD. Hasil uji LSD (Least Significant differences) dibandingkan antara masing-masing konsentrasi ekstra didapatkan nilai P > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu biji Australia dibandingkan dengan daun jambu biji lokal memiliki efektifitas yang tidak berbeda bermakna.

Page 7 of 20 | Total Record : 200