cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANESTESI PADA TINDAKAN OPERASI SECTIO CESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG TAHUN 2019 Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita; Tantri Super Tiwi
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.223 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5306

Abstract

Sectio cesarea adalah persalinan melalui pembedahan untuk mengeluarkan janin dari rahim lewat sayatan pada perut bagian bawah. Indikasi dilakukannya sectio cesarea antara lain bayi terlalu besar, malposisi, fetal distress, janin abnormal plasenta previa, oligohidramnion, blood slym, ketuban pecah dini, riwayat sectio cesarea. Secara umum golongan anestesi mampu memberikan efektivitas yang baik pada tindakan sectio cesaraea .Anestesi adalah keadaan tanpa rasa sakit saat operasi yang bekerja menekan jaringan saraf secara sentral memblok atau bekerja pada ujung saraf, efek dari pemberian anestesi adalah menghilangkan rasa sakit tanpa hilang kesadaran atau sampai hilangnya kesadaran. Jenis anestesi dibagi menjadi 2 golongan yaitu anestesi umum dan anestesi lokal. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui Rasionalitas Penggunaan Obat Anestesi Pada Pasien Sectio Cesarea di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung tahun 2019. Penelitian dilakukan secara non eksperimental (observasional), dengan menggunakan metode deskriptif dan data diperoleh dari rekam medik pasien secara retrospektif. Parameter gambaran rasionalitas penggunaan obat anestesi adalah tepat diagnosis, tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian, wapada efek samping. Yang kemudian dibandingkan dengan panduan clinnical anesthesiology dan drug information essentialy Hasil penelitian dari jumlah sampel yaitu 142 pasien, menunjukkan presetanse secara keseluruhan adalah 100% . Hal ini menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan obat anestesi pada pasien sectio cesarea di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung tahun 2019 dinyatakan rasional dan sesuai dengan panduan clinnical anesthesiology dan drug information essentialy Kata kunci :   sectio cesarea, anestesi, rasionalitas
Uji Daya Larvasida Ekstrak Aseton Dan Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Larva Aedes aegypti Dewi Chusniasih; Ade Maria Ulfa; Agung Kurniawan
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.137 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5313

Abstract

Kulit buah kakao memiliki komponen fitokimia yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan daya larvasida ekstrak aseton dan etanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang dianalisis secara deskriptif.Hasil uji efektivitas ekstrak aseton memiliki nilai rata-rata kematian larva lebih baik pada konsentrasi 2% sebesar 14,6 daripada nilai rata-rata kematian larva ekstrak etanol pada konsentrasi 2% sebesar 14. Berdasarakn hasil uji LC50 menunjukan ekstrak aseton kulit buah kakao efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti  dengan nilai LC50 sebesar 1,9633% dan masuk dalam kategori kuat, sedangkan ektrak etanol memiliki nilai LC50 sebesar 1,9498% dan tergolong dalam kategori kuat.
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MUTIARA BUNDA TULANG BAWANG Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Destri Lina Sari
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.368 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5315

Abstract

Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat serta kerugian pada rumah sakit, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien. Distribusi obat mencakup penghantaran sediaan obat yang telah disediakan instalasi farmasi ke pasien dengan keamanan dan ketepatan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar tilik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan pendistribusian obat sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Berdasarkan indikator penyimpanan didapatkan persentase kesesuaian barang dengan kartu stok adalah 100% sesuai, stok mati 0,83%, persentase obat kadaluarsa 0,76% dan sistem penyimpanan yang digunakan adalah secara alfabetis, FEFO dan FIFO. Pendistribusian obat menggunakan metode sentralisasi, sehingga semua obat-obatan dan alat kesehatan dilayani langsung dari Instalasi Farmasi dan sistem pendistribusiannya menggunakan sistem unit dosis.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L.) Merr dan Perry). DALAM SEDIAAN PASTA GIGI TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Selvi Marcellia; Tutik Tutik; Tiara Putri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.436 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5283

Abstract

Daun jambu bol (Syzygium malacceense (L). Meer dan Perry). telah diketahui memiliki manfaat untuk mengobati keries gigi dan ekstrak etanol juga dapat mengobati sakit gigi yang disebabkan oleh bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak etanol daun jambu bol serta konsentrasi ekstrak dalam pasta gigi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode Ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah perkolasi dan uji efektivitas antibakteri Streptococcus mutans ekstrak daun jambu bol menggunakan metode cakram yang dilanjutkan dengan metode sumuran pada uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu bol dalam formulasi sediaan pasta gigi. Kategori efektivitas ≥ 50% sehingga bisa dikatakan masing- masing konsentrasi ekstrak etanol daun jambu bol dan pasta gigi ekstrak etanol daun jambu bol memiliki efektivitas sebagai antibakteri, efektivitas terbesar pada konsentrasi 80% efektivitas sebesar 93,08% yang paling kecil konsentrasi 10% efektivitas sebesar 69,52% dan konsentrasi 15%  efektifitas sebesar 66,25% paling kecil konsentrasi 8% efektivitas sebesar 52,01%. Kesimpulan yang didapat ekstrak etanol daun jambu bol dan sediaan pasta gigi ekstrak etanol daun jambu bol memiliki efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dilihat pada persentase ≥ 50% pada konsentrasi 8% dengan nilai 52,01%.
Analisis Kadar Senyawa Alkaloid dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Reza Alzanando; Mashuri Yusuf; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.7032

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung alkaloid, flavonoid, pseudokarpain, saponin, tanin, vitamin C, vitamin E, kolin, dan karposid. Alkaloid dapat berperan sebagai anti-leukemia, anti-tumor, anti-virus, dan anti-malaria. Flavonoid memiliki aktivitas anti-oksidan, anti-virus, anti-bakteri, anti-alergi, anti-radang dan anti-kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar alkaloid total dan flavonoid total pada ekstrak etanol daun pepaya dengan menggunakan metode spektrofotometri UV – Vis. Penentuan kadar alkaloid total ekstrak etanol daun pepaya ditentukan berdasarkan nilai absorbansi yang diukur pada panjang gelombang 275 nm dengan menggunakan pembanding kafein, sedangkan penentuan kadar flavonoid total ditentukan berdasarkan nilai absorbansi yang diukur pada panjang gelombang 436 nm dengan menggunakan pembanding kuersetin. Hasil penetapan kadar alkaloid total yang diperoleh pada ekstrak etanol daun pepaya sebesar 16,56 % sedangkan kadar flavonoid total yang diperoleh sebesar 9,41 %. Sehingga dari data tersebut terlihat bahwa senyawa alkaloid total lebih besar kadarnya dibanding senyawa flavonoid.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF ANTIRADIKAL BEBAS DARI KULIT BATANG KEPUH (Sterculia foetida L.) Ni Wayan Rika Kumara Dewi; Made Dwike Swari Shanti
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa aktif antiradikal bebas dari kulit batang kepuh (Sterculia foetida L.). Uji aktivitas dilakukan secara invitro dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrylhidrazyl). Teknik pemisahan dilakukan dengan kromatografi kolom dan diidentifikasi dengan spektrofotometer FTIR dan UV-Vis.Hasil maserasi yang memiliki aktivitas adalah ekstrak etanol. Selanjutnya dipartisi dengan etil asetat dan kloroform, diperoleh ekstrak kloroform yang menunjukkan hasil uji aktivitas antiradikal bebas yang paling tinggi dan dilanjutkan teknik pemisahan. Ekstrak dipisahkan dengan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel. Pemisahan dan pemurnian menghasilkan 9 fraksi gabungan (A, B, C, D, E, F, G, H, I). Berdasarkan uji antiradikal bebas, semua fraksi menunjukkan hasil positif antiradikal bebas, yang relatif murni secara KLT adalah fraksi B yang berbentuk serbuk berwarna kuning muda seberat 0,0325 gram. Identifikasi dengan pereaksi Leibermann Burchard menunjukkan isolat FB adalah golongan senyawa triterpenoid. Spektrum UV-Vis dari isolat FB dengan dua puncak utama yang muncul pada panjang gelombang 212 nm sebagai λ maks diduga jenis transisi yang terjadi pada panjang gelombang 212 nm kemungkinan diakibatkan oleh terjadinya transisi elektronik dari n-σ* dari kromofor C=O dan puncak yang lain berupa bahu pada panjang gelombang 284 nm diakibatkan oleh terjadinya transisi elektronik n-π* dari ikatan rangkap C=O. Dugaan ini diperkuat oleh data dari spektrum inframerah yang menunjukkan adanya gugus fungsi –OH, CH alifatik, C=O, C=C alifatik, dan C-O.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE SPEKTROMETRI UV – VIS Annisa Primadiamanti; Robby Candra Purnama; Nikhita Anindya Salsabilla
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6734

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.)  merupakan salah satu jenis tanaman tropis tumbuh di Indonesia, yang banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan seperti  buah, daun dan bunganya. Namun, manfaat dari batang pepaya sehubungan dengan metabolit sekunder yang dimilikinya, seperti  saponin, tanin, antrakuinon, alkaloid dan flavonoid, belum banyak diketahui. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang dapat berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antikolestrol, antihiperlipidemia, antidiabetes, antiradang dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar yang terkandung pada batang pepaya menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan reaksi warna dengan hasil terbentuk warna merah yang menandakan ekstrak mengandung flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding kuarsetin dengan panjang gelombang  maksimum  sebesar 433 nm. Diperoleh  persamaan  regresi  linier  yaitu y = 0,0085 x + 0,0057 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,99868. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol batang pepaya sebesar 6,0333±0,0002 mg QE/g ekstrak atau  0,60333±0,0002  % b/b.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN WANITA INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2018-2019 Erviana Ekasari; Nofita Nofita; ade maria ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.5941

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen yang terdapat pada saluran kencing hingga kandung kemih yang sangat meningkat untuk menginfeksi ginjal dan ureter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik berdasarkan kriteria Gyssens dan berdasarkan Kementerian Kesehatan (2011), meliputi tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat waktu interval pemberian, tepat lama pemberian, serta waspada efek samping di Rumah Sakit Pertamina Bintanag Amin tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskripstif serta pengumpulan data secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling umum digunakan adalah sefiksim (48%), hasil penggunaan antibiotik berdasarkan kriteria Gyssens bahwa 94% antibiotik adalah penggunaan rasional (Kategori 0), namun 6 adalah Kategori IIIB (penggunaan terlalu pendek). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan Kementerian Kesehatan RI (2011) adalah tepat diagnosis 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat pasien 100%, tepat cara pemberian 100%, waktu interval pemberian 100%, lama pemberian 96% dan waspada efek samping 100%.
Efektivitas Ekstrak Etil Asetat Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Diah Evita; Nofita Nofita; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.5469

Abstract

Daun kemangi memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa konsentrasi ekstrak etil asetat daun kemangi (Ocimum sanctum L.) yang efektif sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti dan bagaimana efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan 7 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etil asetat daun kemangi 1%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 1% abate sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif yang tiap kelompok berisi 25 larva Aedes aegypti instar III dan IV dengan 4 kali pengulangan. Data yang didapatkan lalu diuji menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD (Least Significance Different) untuk mengetahui adanya perbedaan pada tiap konsentrasi. Didapatkan pada uji Post Hoc LSD efektivitas ekstrak daun kemangi 7,5% dan 10% dengan abate 1% tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p>0,05). Hasil analisis probit didapat nilai LC50 sebesar 0,370% sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak etil asetat daun kemangi (Ocimum sanctum L.) mempunyai efektifitas sebagai larvasida dan memiliki sifat sangat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti.
Evaluasi Pemahaman Dan Penggunaan Obat-Obatan Skabies (Scabies) Pada Pasien Di Puskesmas Pembantu Sumber Jaya Way Ratai Pesawaran Yohan Alfianys; Martianus Perangin Angin; Angga Saputra Yasir
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6856

Abstract

Skabies (Scabies) merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau dan kutu. Pemahaman dan tata cara penggunaan obat-obatan yang tepat menjadi hal dasar yang dimiliki oleh setiap pasien untuk memutus rantai penyebaran infeksi penyakit kulit skabies. Serta kesadaran dan kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor utama keberhasilan terapi penyembuhan skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman tentang skabies dan pemahaman tentang obat-obatan yang paling tepat untuk penyakit kulit skabies pada pasien di Puskesmas Sumber Jaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data kuesioner secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan cukup (42%) dan tingkat kepatuhan pengobatan rendah (58%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan pengobatan yang tepat serta kepatuhan dalam minum obat sangat berpengaruh terhadap kesembuhan penyakit skabies ini, dan juga menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan baik dapat mencegah kekambuhan.

Page 8 of 20 | Total Record : 200